You are on page 1of 18

Glaukoma Primer Sudut

Tertutup pada Pasien


Wanita 39 Tahun
Pasien seorang wanita usia 39 tahun, datang ke rumah sakit

dengan keluhan pandang kabur dan terasa berat dan

nyeri.Keluhan ini dirasakan di mata kanan namun mata kiri

pernah mengalami hal yang sama beberapa bulan yang lalu.


Skenario 2
Keluhan disertai riwayat sering tersandung bila berjalan

atau turun tangga; menderita sakit kepala dan terkadang

tampak lingkaran-lingkaran sekitar lampu. Ada rasa mual

namun tidaåk disertai muntah.


Anatomi mata
Jalur refraksi: Kornea → COA → Pupil → Lensa → Vitreous → Makula lutea
Aqueous humor
Suatu cairan jernih yang
mengisi kamera okuli anterior
dan posterior mata

Berfungsi memberikan nutrisi


dan oksigen pada kornea dan
lensa

Volumenya adalah sekitar 250


µL, dengan kecepatan
pembentukan sekitar 1,5 – 2,0
uL/menit

Humor akueus diproduksi oleh


badan Siliar
 Identitas pasien
 Apakah mata tampak merah? Sudah berapa lama?

Anamnesis  Apakah ada rasa tidak nyaman atau iritasi? Apakah nyeri?
Apakah terasa lebih buruk apabila mata digerakkan?
Adakah nyeri kepala yang menyertai nyeri pada mata?
Hasil
• Perempuan, 39th  Adakah gangguan penglihatan? Apa mata terasa “lengket”?
• Pandangan kabur, terasa berat dan Adakah terdapat eksudat atau kotoran? Apakah mata kering
nyeri atau terasa perih?
• Terasa di mata kanan, namun mata kiri
pernah terasa hal sama beberapa
 Apakah terdapat tanda sistemik? (demam, malaise,
bulan yl
muntah, artralgia, ruam)
• Sering tersandung bila berjalan /  Adakah rasa gatal pada mata atau adakah variasi musiman?
turun tangga
• Sakit kepala  Adakah fotofobia?
• Tampak lingkaran sekitar lampu  Adakah riwayat masalah mata sebelumnya? Apakah pernah
• Mual tanpa disertai muntah menggunakan lensa kontak? Adakah riwayat penyakit
sebelumnnya (sarkoid, imunosupresi)?
 Adakah riwayat glaukoma dalam keluarga?
Pemeriksaan Fisik
 Pemeriksaan mata eksternal
 Palpebra
 Konjungtiva
 Penlight / senter
 Pupil
 Kornea dan lensa
 Segmen anterior COA (camera oculi anterior)
 OD: sedikit dangkal, kornea tampak keruh, lensa tidak terlihat dengan jelas, conjungtiva injeksi
silier.

 OS: sedikit dangkal, kornea dan lensa tampak jernih, conjungtiva dalam batas normal.

 Tes ketajaman penglihatan (Visual acuity)


 OD: 6/60 dengan koreksi spheris +2.75 add +1.00: 6/60
 OS: 6/40 koreksi spheris +1.75 add +1.00: 6/8
 Pemeriksaan lapang pandang (Tes konfrontasi)
 ODS: Menyempit di temporal dan inferior.
Pemeriksaan Fisik
 Funduskopi
 Kelainan papil saraf optik (papil glaukomatous) pembesaran cup yang
konsententrik, saraf optik pucat atau atropi, saraf optik tergaung
 Kelainan serabut retina, serat yang pucat atau atropi akan berwarna hijau
 Tanda lainnya seperti perdarahan peripapilar
 Tekanan bola mata (Tonometri)
 Tonometri digital (palpasi)
 Tonometri Schiotz
 Tonometri Aplanasi Goldmann
 OD: 49 mmHg
 OS: 22 mmHg
 Gonioskopi
 OD: 3 sisi terbuka dan 1 sisi tertutup
 OS: 2 sisi terbuka dan 2 sisi tertutup
Working Diagnosis: Glaukoma primer sudut
tertutup akut OD, Glaukoma primer sudut
tertutup OS
 Glaukoma
 Glaukoma merupakan kelompok penyakit yang biasanya memiliki satu
gambaran berupa kerusakan nervus optikus yang bersifat progresif yang
disebabkan karena peningkatan tekanan intraokular. Sebagai akibatnya
akan terjadi gangguan lapang pandang dan kebutaan.
 Tekanan intraokuler normal: 10 – 20mmHg
 Glaukoma primer sudut tertutup
 Glaukoma primer sudut tertutup didefinisikan sebagai sudut drainase
yang dapat teroklusi dan mengindikasikan adanya obstruksi trabekular
oleh iris perifer.
 Pada orang dengan kecenderungan untuk menderita glaucoma sudut
tertutup ini, sudutnya lebih dangkal dari rata-rata biasanya. Karena
letak dari jaringan trabekular meshwork itu terletak di sudut yang
terbentuk dimana kornea dan iris bertemu, makin dangkal sudut maka
makin dekat pula iris terhadap jaringan trabecular meshwork.
Manifestasi Klinis

Glaukoma primer sudut tertutup


 Glaukoma primer sudut tertutup
akut OD OS

• Nyeri mata yang hebat • Umumnya: gejala seperti serangan


• Kemerahan akut, cuma intensitas lebih ringan
• Mata tidak merah
• Penglihatan kabur
• Gejala samar
• Melihat halo sekitar cahaya • Mata sebelah terasa berat
• Sakit kepala • Kepala pening sebelah
• Mual muntah • Penglihatan kabur
• Tiada halo
Glaukoma Akut Sudut
Kondisi Glaukoma Akut Sudut Terbuka Glaukoma kronis Uveitis akut Konjungtivits akut
Tertutup

Cairan aqueous humor yang tidak Cairan aqueous humor tidak dapat Cairan aqueous humor tidak
dapat mengalir dibelakang mengalir keluar secara parsial dapat mengalir keluar secara
Disebabkan inflamasi karena Inflamasi pada sklera oleh
Penyebab melalui pupil sehingga mendorong atau total karena produksi parsial sehingga total karena
bakteri, virus atau imunologik. bakteri, virus atau imunologik
iris ke depan karena sudut bilik berlebihan atau terjadi inflamasi produksi berlebihan atau terjadi
mata belakang sempit. pada Kanalis Schlemm. inflamasi pada Kanalis Schlemm.

Sakit Hebat Hebat Hebat Sedang sampai hebat Hebat

Tipe konjungtival lebih pada


Tipe siliar lebih hebat dekat Tipe siliar lebih hebat dekat
Tipe siliar lebih hebat dekat Tipe siliar lebih hebat dekat forniks dan berkurang ke arah
limbus kornea-skleral & berkurang limbus kornea-skleral &
limbus kornea-skleral & berkurang limbus kornea-skleral & berkurang limbus.
ke arah forniks. berkurang ke arah forniks.
Injeksi ke arah forniks. ke arah forniks. Kontriksi dengan epinefrin.
Tidak konstriksi dengan epinefrin.
Warna merah bata atau violet
Warna violet Warna violet. Warna merah bata.
Warna violet bila terjadi serangan hebat
Pembuluh darah jelas terlihat.

Normal tetapi kadang-kadang


Midilatasi. Normal tetapi kadang-kadang
Pupil terjadi midilatasi bila terjadi Miotik, reaksi lambat atau absen Normal
Tidak bereaksi terhadap sinar. terjadi midilatasi.
serangan hebat.

Normal namun pada glaukoma Normal namun pada glaukoma


fakolitik lensa mencair keluar fakolitik lensa mencair keluar
Lensa Normal Normal Normal
seperti massa susu karena katarak seperti massa susu karena
hipermatur. katarak hipermatur.

Umumnya jernih tetapi kadang –


Suram, udem dan rincian iris tidak Normal kemudian menjadi suram
Kornea Suram dan udem kadang ada deposit pada posterior Normal
tampak dan udem bila memburuk
kornea.
Sekresi Air (bening) Air (bening) Air (bening) Air (bening) Pus bergetah
Serangan Mendadak Mendadak Perlahan dan berkali-kali Pelahan Perlahan
Visus Menurun mendadak Menurun mendadak Menurun mendadak Menurun Normal
Tekanan Bola
Meninggi mendadak Meninggi mendadak Meninggi mendadak Normal atau rendah Normal
Mata
Etiologi

Bertambahnya produksi
cairan mata oleh badan
siliar

Berkurangnya
pengeluaran cairan mata
di daerah sudut bilik
mata atau celah pupil
Epidemiologi

 Glaukoma sudut tertutup primer mengenai 1 dari 1000 orang yang berusia
lebih dari 40 tahun.
 Lebih banyak terjadi pada perempuan.
 Risiko meningkat pada usia 60 – 70 tahun.
 Di Amerika Serikat, glaukoma sudut tertutup akut primer terjadi pada 1 – 40
per 1000 orang.
Faktor Risiko Glaukoma
Ras Riwayat keluarga
Usia Orang berkulit hitam, dengan glaukoma
risiko ↑
>60 th, risiko ↑ 6x lipat Risiko meningkat hingga
Orang Asia cenderung 9x lipat
glaukoma sudut tertutup

Kondisi medis
Diabetes, hipertensi,
penyakit jantung, retinal Cedera fisik Penggunaan
detachment, tumor mata, kortikosteroid lama
Trauma
radang di mata, beberapa
operasi mata (glaukoma
sekunder)

Kelainan pada mata


Kelainan structural dapat
sebabkan glaukoma
sekunder: pigmentary
glaukoma
Patofisiologi
Produksi dan pengeluaran
cairan mata tidak
seimbang

Tekanan intraokuler (TIO) meningkat


Perbatasan antara saraf
optic dengan retina
terdorong
Aliran darah ke saraf optikus
berkurang
Sel - sel sarafnya mati,
menyebabkan terbentuknya bintik
buta pada lapang pandang Pertama mengenai
lapang pandang tepi,
diikuti oleh lapang
pandang sentral

Akhirnya dapat berakhir dengan


kebutaan jika glaukoma tidak segera
diobati
Penatalaksanaan
 Medikamentosa
 Obat untuk menurunkan tekanan intraolular
 Acetazolamide IV atau oral: 500mg dilanjutkan 4 x 250mg/hari
 Inhibitor karbonik anhydrase

 Solutio glycerin 50%: 4 x 100 – 150cc/hari


 Agen hiperosmotik

 Timolol maleat 0,5%


 Penghambat beta adrenergic topical

 Pilocarpin 4% 4x/hari
 Golongan parasimpatomimetik

 Prednisolone 1% atau dexametason 0,1% 4x/hari


 Steroid topical

 Non medikamentosa
 Jaga emosi
 Jangan membaca terlalu dekat
 Jangan terlalu lama di tempat gelap
Terapi Bedah dan Laser
 Iridektomi dan Iridotomi Perifer
 Membentuk komunikasi langsung antara kamera anterior dan posterior sehingga beda
tekanan di antara keduanya menghilang.
 Trabekuloplasti Laser
 Menimbulkan luka bakar melalui suatu goniolensa ke jalinan trabekular hingga
mempermudah aliran keluar humorus akueus karena efek luka bakar tersebut pada jalinan
trabekular dan kanalis schlemm serta terjadinya proses-proses selular yang meningkatkan
fungsi jalinan trabekular.
 Bedah Drainase Glaukoma
 Tindakan bedah untuk membuat jalan pintas dar mekanisme drainase normal, sehingga
terbentuk akses langsung humorus akueus dari kamera anterior ke jaringan subkonjungtiva
atau orbita.
 Tindakan Siklodestruktif
 Tindakan dekstruksi korpus siliaris dengan laser atau bedah untuk mengontrol tekanan
intraokular.
Komplikasi

 Kerusakan nervus optikus yang akan menimbulkan kebutaan.

Prognosis
 Bervariasi berdasarkan tahapan penyakit.
 33 – 75% yang tidak diobati menyebabkan kebutaan.
 Laser iridektomi mempunyai efektifitas yang baik.
 Prognosis lebih buruk pada orang yang menderita serangan akut glaukoma sudut
tertutup.
 Biasanya pada mata lain yang belum terkena glaukoma akut sudut tertutup, nantinya
juga akan terkena serangan akut.
Glaukoma akut merupakan jenis glaukoma sudut tertutup di mana selain terjadi

peningkatan tekanan intraokular, sudut bilik mata depan tampak menutup sehingga

aliran cairan aqueous humor terhambat. Pasien merasakan gejala kekaburan

penglihatan mendadak yang disertai nyeri hebat, halo, serta mual dan muntah pada

serangan akut mata pasien tampak kemerahan. Glaukoma akut merupakan kasus

kegawatdaruratan yang harus segera diberi penanganan. Penanganan awal yang dapat

dilakukan ialah untuk menurunkan tekanan intraokular.

Kesimpulan