You are on page 1of 44

Faktor Lingkungan Biotik

dan Interaksinya
Dr. Cartono, M.Pd. M.T.
Ida Yayu Nurul Hizqiyah, S.Pd. M.Si.
Rifki Survani, M.Pd.
Organisme hidup di alam tidak dapat hidup secara
terpisah sendiri-sendiri. Individu-individu ini akan
berhimpun kedalam seuatu kelompok pembentuk
populasi yang kemudian populasi-populasi inipun
akan membentuk asosiasi yang besar yang bernama
komunitas biotik.
Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua
makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun
hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan
sebagai produsen, hewan berperan sebagai
konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai
dekomposer.
faktor biotic juga meliputi tingkatan organisme yang
meliputi individu, populasi komunitas, dan biosfer
tingkatan organisme mahluk hidup tersebut dalam
ekosistem akan saling berinteraksi saling
mempengaruhi membentuk suatu system yang
menunjukan kestuan secara lebih terperinci tingkatan
organisasi mahluk hidup.
Kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu
daerah dan waktu tertentu disebut populasi. Ukuran
populasi berubah sepanjang waktu. Populasi
merupakan suatu tingkat organisasi kehidupan
diketahui dari keberadaan individu-individunya.
Individu-individu ini tumbuh dan berkembang,
berinteraksi dengan lingkungannya, bereproduksi,
dan mati, sehingga menghasilkan populasi yang tidak
sama dari waktu ke waktu. Dengan sendirinya juga
tidak melahirkan komunitas yang tetap, namun
senantiasa berubah-ubah. Perubahan ukuran dalam
populasi ini disebut dinamika populasi.
Secara garis besar, imigrasi dan natalitas akan
meningkatkan jumlah populasi, sedangkan mortalitas
dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi.
Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah,
namun perubahan tidak selalu menyolok.
Pertambahan atau penurunan populasi dapat
menyolok bila ada gangguan drastis dari
lingkungannya, misalnya adanya penyakit, bencana
alam, dan wabah hama.
Makhluk hidup seperti manusia dan hewan dan
tumbuhan memiliki pengaruh yang cukup besar
dalam persebaran tumbuhan. Terutama manusia
dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya dapat
melakukan persebaran tumbuhan dengan cepat dan
mudah. Hutan kota merupakan jenis hutan yang lebih
banyak dipengaruhi oleh faktor biotik, terutama
manusia. manusia juga mampu mempengaruhi
kehidupan fauna di suatu tempat dengan melakukan
perlindungan atau perburuan binatang. Hal ini
menunjukkan bahwa faktor manusia berpengaruhi
terhadap kehidupan flora dan fauna di dunia ini.
hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran
tumbuhan flora. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan
adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur
memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan
tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi
kehidupan faunanya. hewan juga memiliki peranan
terhadap penyebaran tumbuhan
Komunitas

Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi


yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu
yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu
sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan
yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan
individu dan populasi.
Dalam komunitas, semua organisme merupakan
bagian dari komunitas dan antara komponennya
saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.
Komunitas dapat diartikan sebagai seluruh populasi
yang menempati daerah yang sama. Di daerah
tersebut, antarjenis makhluk hidup yang satu
dengan yang lainnya akan terjadi interaksi. Kemudian
interaksi itu membentuk suatu kumpulan, di mana di
dalamnya setiap individu menemukan lingkungan
yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Di
dalam kumpulan tersebut terdapat suatu kerukunan
untuk hidup bersama, toleransi kebersamaan, dan
hubungan timbal balik yang menguntungkan dan
ada pula yang merugikan.
Komunitas biotik pada prinsipnya terbentuk dari
berbagai hasil interaksi diantara populasi-populasi
yang ada. Interkasi ini memiliki sifat yang bermacam-
macam didasarkan pada bagaimana akibat dari
interaksi ini terhadap kedua populasi.
Hubungan atau interaksi antara populasi-populasi ini
bisa saling menguntungkan, merugikan atau tidak
memperlihatkan pengaruh apa-apa.
Masing-masing anggota populasi berusaha untuk
mempertahankan kehidupannya, sehingga
menimbulkan yang namanya persaingan atau
kompetisi. Peristiwa ini juga berlangsung antar
populasi, antara individu dengan individu dari jenis
yang berbeda.kesemuanya ini akan memberikan
bentukan terhadap keberadaan komunitas.
Tumbuhan berinteraksi baik dengan lingkungan
abiotik maupun biotiknya. Hadirnya individu lain baik
dari jenis yang sama taupun dari jenis yang berbeda
dari suatu tumbuhan pada lokasi yang berdekatan
akan melahirkan suatu interaksi baik yang bersifat
positif ataupun yang bersifat negatif.
Kompetisi yang terjadi antara suatu individu
tumbuhan dengan individu lain cenderung
merupakan suatu bentuk interaksi yang negative,
dalam pengertian satu sama lain bersaing untuk
memperoleh lebih banyak nutrisi, air, cahaya, dan
faktor lingkungan lain. Hal tersebut akan
mengakibatkan kekurangan sumber daya lingkungan
terhadap tumbuhan tetangganya.
Kendati demikian sering juga ditemukan adanya
interaksi yang saling menguntungkan antar individu
yang hidup berdampingan tersebut, terutama bila
dilihat dalam skala makro seperti proses suksesi.
KOMPETISI

Setiap makhluk hidup berinteraksi dengan


lingkungannya. Lingkungan adalah segala sesuatu
yang terdapat di sekeliling makhluk hidup, berupa
unsur-unsur biotik dan abiotik yang saling
mempengaruhi makhluk hidup tersebut.
Makhluk hidup meluangkan waktu untuk berkompetisi
dalam memperoleh makanan, tempat berlindung,
dan pasangan kawin. Didalam lingkungan biotik
terdapat interaksi antara individu sejenis maupun
antara jenis yang berbeda, terdiri atas kompetisi, dan
simbiosis.
Beberapa spesies dapat hidup berdampingan di
dalam sebuah komunitas sepanjang kebutuhannya
yang berbeda dan melimpah dalam suatu relung
ekologi.
Jika sumber kebutuhan terbatas, maka hubungan
antarspesies akan berubah menjadi suatu bentuk
persaingan atau kompetisi. Kompetisi adalah interaksi
antara dua makhluk hidup yang mengakibatkan
kedua makhluk hidup tersebut mengalami kerugian.
kebutuhan hidup yang sering diperebutkan adalah
makanan, tempat berlindung, tempat bersarang,
sumber air, dan pasangan untuk kawin.
Kompetisi terbagi atas:
kompetisi intraspesifik (kompetisi antar anggota satu
spesies), dan
kompetisi interspesifik (kompetisi antar anggota yang
berbeda spesies)
Kompetisi interpesifik merupakan kompetisi antar
anggota yang berbeda spesies. Kompetisi ini terjadi
jika dua atau lebih populasi pada suatu wilayah
memiliki kebutuhan hidup yang sama, sedangkan
ketersediaan kebutuhan tersebut terbatas. Sebagai
contoh adalah rusa dan kambing yang sama-sama
membutuhkan rumput sebagai pakan di tempat yang
sama.
Interaksi Antar Spesies Anggota Populasi

Interaksi yang terjadi antar spesies anggota populasi


akan mempengaruhi terhadap kondisi populasi
mengingat keaktifan atau tindakan individu dapat
mempengaruhi kecepatan pertumbuhan ataupun
kehidupan populasi.
setiap anggota populasi dapat memakan anggota-
anggota populasi lainnya, bersaing terhadap
makanan, mengeluarkan kotoran yang merugikan
lainnya, dapat saling membunuh, dan interaksi
tersebut dapat searah ataupun dua arah
interaksi antar spesies anggota populasi dapat
merupakan interaksi yang positif, negative, atau nol.
Interaksi antar spesies tidak terbatas antara hewan
dengan hewan, tetapi interaksi terjadi secara
menyeluruh termasuk terjadi pada tumbuhan, bahkan
antar tumbuhan dengan hewan
meskipun pertumbuhan mampu menyintesis
makanannya sendiri, namun kenyataannya
tumbuhan hijau tetap tidak pernah benar-benar
independent
banyak spesies tumbuhan hijau yang bergantung
pada hewan misalnya burung dan serangga dalam
memperlancar penyerbukan bunga dan penyebaran
biji.
antar tumbuhan di alam dapat saling bergabung
membentuk hutan dengan berbagai pelapisan tajuk
yang satu dengan lainnya saling menutup
ada kalanya suatu spesies tumbuhan memerlukan
rambatan atau harus hidup menempel pada
tumbuhan lainnya,
suatu spesies tumbuhan membutuhkan naungan
(penutupan) tumbuhan lainnya sehingga masing-
masing organisme yang berdampingan dapat
melakukan tugas sesuai kedudukan dan fungsinya.
Tipe-tipe interaksi dan sifat umum dari spesies anggota
populasi yang berinteraksi
Netralisme
Amensalisme
Parasitisme
Komensalisme
Mutualisme
Protokooperasi
Predasi
Netralisme adalah hubungan antara makhluk hidup
berbeda jenis yang tidak saling mempengaruhi,
meskipun makhluk hidup tersebut berada
dalamhabitat yang sama. Disebut Netralisme ialah
jika terjadi perbedaan dalam jenis kebutuhan, baik
faktor klimatik maupun nutrisi.
Netralisme bentuk interaksi tidak saling mengganggu
antar organisme dalam habitat yang sama yang
bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan
kedua belah pihak. Ada juga pendapat lain
mengatakan bahwa Netralisme adalah interaksi antar
dua organisme yang kedua-duanya tidak dirugikan
maupun diuntungkan.
Amensalisme adalah bentuk interaksi atau hubungan
dimana organisme yang satu menekan atau
merugikan organisme lainnya. Sementara oranisme
yang menekan tersebut kondisinya tetap stabil.
Amensalisme adalah suatu hubungan timbal balik
antar dua simbion yang mana salah satu dari simbion
menekan pertumbuhan dan perkembangan simbion
lainnya.
Simbiosis amensalisme adalah kebalikan dari simbiosis
komensalisme.
amensalisme sering dikaitkan dengan istilah alelopati.
Merupakan suatu sifat menghambat pertumbuhan
organisme di lingkungan sekitar melalui ekskresi zat
racun. sering disebut zat alelopati. Zat alelopati yang
dikeluarkan oleh satu simbion dapat menghambat
simbion lainnya melalui proses
 menghambat penyerapan unsur hara,
menghambat pembelahan sel pada tumbuhan,
menghambat sintesis protein,
menghambat fotosintesis,
menghambat respirasi,
menghambat proses aktivasi enzim tumbuhan,
melawan suksesi tumbuhan,
menyebabkan ketegangan pada membran,
menghalau penyebaran tumbuhan,
menghalau nitrifikasi dan fiksasi nitrogen.
Contoh amensalisme
Beberapa gulma diketahui dapat mengeluarkan zat
alelopati yang bisa menghambat pertumbuhan
tanaman produksi. Alang-alang (Imperata cylindrica)
diketahui merupakan gulma yang paling kuat
mengeluarkan zat racun ini. Wajar tentu jika kita
menemukan pertumbuhan mereka begitu cepat dan
membuat tanaman produksi di sekitarnya terhambat
untuk tumbuh.
Pohon walnut adalah tanaman subtropis yang
menghasilkan kacang walnut, salah satu kacang
paling mahal di dunia. Tanaman ini menghasilkan zat
alelopati dan menyebarkannya ke ekosistem padang
rumput dan ke sekitar tempat tumbuhnya. Hal ini
membuat tumbuhan-tumbuhan lain tidak bisa hidup
dan berkembang di sekitar tanaman ini.
sama seperti pohon walnut, pohon pinus pun
menerapkan pola interaksi yang sama dengan
mahluk hidup di ekosistem sekitar tempat tumbuhnya.
Pinus juga mengeluarkan zat alelopati yang membuat
tumbuhan-tumbuhan lain jadi terhambat untuk
berkembang. Inilah yang menyebabkan mengapa
kita akan sulit menemukan tumbuhan lain yang dapat
hidup di sekitar area pertumbuhan pinus.
Parasitisme adalah suatu hubungan timbal balik
antara 2 makhluk hidup simbion, yang mana dari
hubungan tersebut 1 pihak akan dirugikan sedangkan
1 pihak lainnya akan diuntungkan. Contoh:
interaksi antara tumbuhan tali putri dan inangnya.
Tumbuhan tali putri yang berwarna kuning seperti mie
tidak dapat menghasilkan makanannya sendiri
karena ia tidak dapat berfotosintesis (tidak memiliki
klorofil). Ia mengambil fotosintat dari tanaman
inangnya untuk metabolismenya. Dari keadaan
tersebut, tanaman inang dirugikan karena sebagian
hasil fotosintesisnya dicuri oleh tumbuhan tali putri.
Pola interaksi benalu dan inangnya juga merupakan
contoh simbiosis parasitisme. Benalu memang memiliki
klorofil dan bisa melakukan fotosintesis sendiri. Namun
ia mengambil air dan unsur hara (mineral) dari
inangnya, mengingat ia tak memiliki akses akar ke
tanah. Tumbuhan inang dirugikan karena sebagian
hasil penyerapan akar digunakan untuk pertumbuhan
si benalu.
Komensalisme adalah pola interaksi yang erat dan
khusus antara dua makhluk hidup yang berlawanan
jenis dimana salah satu pihak di untungkan dan pihak
lainnya tidak di rugikan dan tidak diuntungkan.
Contoh komensalisme
interaksi sirih dan tanaman inangnya. Tumbuhan sirih
akan merambat mengikuti tanaman inangnya untuk
memperoleh sinar matahari yang berguna untuk
fotosintesis, sedangkan tumbuhan inangnya tidak
memperoleh pengaruh apapun.
komensalime juga dapat ditemukan pada interaksi
antara tumbuhan paku dan tumbuhan jati. Tumbuhan
paku menempel (epifit) pada tumbuhan jati untuk
memperoleh cahaya matahari, sedangkan pohon jati
tidak mendapatkan pengaruh apapun dari
keberadaan tumbuhan paku.
Mutualisme adalah hubungan antara dua jenis
makhluk hidup yang berbeda dan saling
menguntungkan.
Dalam interaksi ini, masing-masing simbion (organisme
yang berinteraksi) memperoleh manfaat dari interaksi
yang dilakukannya.
Ketika asosiasi dari dua organisme yang bersimbiosis
itu merupakan sesuatu yang esensial (keharusan),
maka asosiasi itu disebut interaksi mutualisme.
Interaksi antara bakteri penambat nitrogen dengan
spesies tumbuhan anggota famili Leguminosae,
antara Nostoc dan Anabaena dalam Anthoceros,
Azolla, dan Chycas, Mycorrhiza pada tumbuhan
konifer ataupun pada pepohonan hutan hujan tropis,
serta asosiasi lichens.
Protokooperasi adalah hubungan antara organisme
jika melakukan interaksi mempengaruhi satu sama
lainya,atau sifatnya saling menguntungkan,tetapi jika
interksinya di tiadakan maka tidak mempengaruhi
apa-apa bagi orgnisme tersebut.
Predasi adalah hubungan di mana anggota dari satu
spesies (predator) mengkonsumsi anggota spesies lain
(mangsa).
Ada berbagai jenis predasi, Predasi sejati, perumput,
parasitisme.
Dalam perumput, predator yang memakan bagian
dari mangsa tapi biasanya tidak membunuhnya.
Anda mungkin telah melihat sapi merumput di atas
rumput. Rumput yang mereka makan tumbuh
kembali, sehingga tidak ada efek nyata pada
populasi.
Predator memainkan peran penting dalam ekosistem.
Sebagai contoh, jika mereka tidak ada, maka satu
spesies bisa menjadi dominan atas orang lain.
Pemakan rumput di padang rumput yang menjaga
rumput tumbuh di luar kendali. Predator bisa jadi jenis
kunci. Ini adalah spesies yang dapat memiliki dampak
yang besar pada keseimbangan organisme dalam
suatu ekosistem.
Interaksi Hewan dan Tumbuhan dalam
Komunitas
Perusakan
Merupakan interaksi antara tumbuhan dengan
hewan dimana posisi tumbuhan berda pada posisi
yang dirugikan karena tumbuhan dijadikan sebagai
sumber makanan bagi hewan
Hewan tersebut memakan tumbuhan secara
keseluruhan ataupun hanya sebagian tubuh
tumbuhan.
Selain dimakan, tumbuhan juga diinjak oleh hewan
yang secra tidak langsung bisa mengakibatkan
kerusakan pada tumbuhan. Dengan adanya interaksi
yang seperti ini mengakibatkan dampak yang buruk
bagi kehidupan tumbuhan.
Penyerbukan
Pada beberapa jenis tumbuhan penyerbukannya
dibantu oleh perantara (polinator)polinator bisa
berupa manusia, angin, dan hewan.Hewan yang
biasa menjadi perantara (polinator) pada proses
penyerbukan tumbuhan adalah :
Hewan dari kelompok serangga yang penyerbukan
nya disebut Entomogami.
Hewan dari kelompok burung yang penyerbukan nya
disebut Ornithogami.
Hewan dari kelompok kelelawar yang penyerbukan
nya disebut Kriptogami.
Tumbuhan Karnivora
tumbuhan yang memakan hewan yaitu tumbuhan
yang mampu mencerna hewan, umumnya berupa
serangga seperti lalat (Musca sp.) , nyamuk, kupu-
kupu kecil, dan hewan kecil lainya. Tumbuhan ini
biasanya memiliki organ berupa kantung yang berisi
cairan hasil ekskresi berupa enzim proteolitik dan
kantung ini adalah modifikasi dari organ daun dan
habitatnya di daerah yang memiliki sedikit kandungan
nitrogen.
Hubungan Tumbuhan Dalam Masyarakat Hutan

Masyarakat hutan merupakan merupakan kelompok


organisme mencakup berbagai spesies tumbuhan
yang dikuasai oleh pohon serta berbagai spesies
hewan dan organisme mikro yang menempati suatu
habitat, sehingga pada habitat itu terjadi hubungan
timbal balik antar organisme yang satu dengan
organisme yang lain dan lingkungannya. Hubungan
timbal balik itu bersifat alami.
Hutan merupakan ekosisitem alamiah yang sangat
kompleks mengandung berbagai spesies tumbuhan
yang tumbuh rapat mulai dari spesies tumbuhan kecil
hingga berukuran besar
Masing-masing tumbuhan telah mampu mengatur
dirinya dalam berhubungan secara alami dengan
tumbuhan lain, sehingga terbentuklah kehidupan
yang berdampingan secara serasi sesuai dengan
relung ekologinya.
dalam kondisi seperti itu, berbagai proses ekologi
akan terjadi misalnya persaingan, persekutuan, dan
pelapisan tajuk atau stratifikasi tajuk
Di dalam suatu masyarakat hutan akan terjadi
persaingan antar individu organisme, baik antar
spesies yang sama maupun antar spesies yang
berbeda.
Persaingan akan menyebabkan terbentuknya
susunan masyarakat tetumbuhan yang khas dari segi
bentuk(life form), jumlah jenis, dan jumlah individu-
individu penyusunnya, sesuai dengan keadaan
tempat tumbuh atau habitatnya
Stratifikasi atau pelapisan tajuk merupakan susunan
tetumbuhan secara vertikal di dalam suatu komunitas
tumbuhan atau ekosistem hutan.
Stratifikasi terjadi karena dua hal penting yang dimiliki
atau dialami oleh tetumbuhan dalam persekutuan
hidupnya dengan tumbuhan lainnya, yaitu sebagai
akibat persaingan antar tumbuhan dan akibat
toleransi spesies pohon terhadap intensitas radiasi
matahari.