You are on page 1of 7

ANAESTETIKA

DINA NIRWANA SUWINDA. Ssi. Apt


ANAESTETIKA UMUM
• Penggolongan
- Anaestetika Inhalasi
Diberikan secara uap melalui pernafasan
- Anaestetika Intravena
Diberikan dalam sediaan supositoria.
• Mekanisme Kerja
Berada dibawah pengaruh SSP, menbentuk
hidrat dengan air, bersifat labil sehingga
merintangi transmisi rangsangan di sinaps.
Efek Samping :
• Menekan pernafasan
• Menekan sistem kardivaskular
• Merusak hati dan ginjal
• Oliguri
• Menekan sistem regulasi tubuh
Zat-zat tersendiri :
• Eter (dietil eter, narcosin)
• Triklorotilen
• N2O
• Halotan
• Enfluran
• Ketamin
• Thiopental
• Midazolam(dormicum)
ANAESTEIKA LOKAL
• Persyaratan:
1. Tidak merangsang jaringan
2. Tidak merusak syaraf secara permanen
3. Toksisitas rendah
4. Efektif pemakaiannya
5. Berkerja singkat, jangka waktu lama

• Mekanisme kerja
Menghambat penerusan impuls dengan cara
menurunkan permabilitas membran sel saraf
untuk ion natriun yang diperlukan untuk saraf
yang normal.
Zat –zat tersendiri ;
• Kokain
Efek samping yang terpenting, yaitu dapat menghilangkan
perasaan lelah, sehingga banyak disalahgunakan sebagai drug.
• Benzokain
anaestesinya lemah, digunakan untuk menghilangkan nyeri dan
gatal-gatal.
• Prokain
Hanya digunakan dalam bentuk injeksi, karena resopsinya dikulit
buruk.
• Fenol
berkhasiat juga sebagai bakterisida dan fungisida. Digunakan
sebagai obat gatal-gatal.
• Benxilalkohol
Bersifat bakteriostatika dan anti gatal lemah.
• Lidokain
Pilihan utama sebagai
anaestesi permukaan
dan infiltrasi, resopsinya
kedalam kulit cepat,
khasiatnya lebih kuat dengan
lama kerja 60-90 menit.
• Mevikain
Kerjanya mirip lidokain, tetapi bertahan sedikit lama
• Etiklorida
Khasiatnya kuat, tapi sempit hanya 1 menit, digunakan
sebagai topikal saja.
DHIAZ, DHISTIA