You are on page 1of 15

ASUHAN KEPERAWATAN

PERUBAHAN POLA URINASI


Kelompok 10
Rismala
Rangga Aprialdis
ANATOMI FISIOLOGI SYSTEM
PERKEMIHAN
CIRI – CIRI URINE NORMAL

• Jumlah dalam 24 jam ± 1.500 cc,bergantung pada


banyaknya asupan cairan
• Berwarna oranye bening,pucat,tanpa endapan
• Berbau tajam
• Sedikit asam ( pH rata – rata 6 )
MASALAH PADA POLA BERKEMIH

• Perubahan eliminasi urine


Meskipun produksi urine normal,ada sejumlah
faktor atau kondisi yang dapat memengaruhi
eliminasi urine. Beberapa perubahan yang terjadi
pada pola eliminasi urine akibat kondisi tersebut
antara lain inkontinensia, retensi, enuresis, frekuensi,
urgensi, dan disuria.
ETIOLOGI PERUBAHAN POLA URINASI

1. Inkontinensia urine.
2. Retensi urine.
3. Enuresis (mengompol).
4. Sering berkemih (frekuensi).
5. Urgensi.
6. Disuria.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
DENGAN GANGGUAN SISTEM
PERKEMIHAN
INKONTINENSIA URIN

• Inkontinensia urine adalah pelepasan urine


secara tidak terkontrol dalam jumlah yang
cukup banyak, sehingga dapat dianggap
merupakan masalah bagi seseorang
KLASIFIKASI INKONTENENSIA

• Inkontinensia urgensi
• Inkontinensia tekanan
• Inkontinensia aliran yang berlebihan (over
flow inkontinensia)
ETIOLOGI INKONTENENSIA

• Cidera pada sfingter urinarius eksterna


• Kelainan neurogenik
• Urgensi hebat akibat infeksi
• Kelemahan mekanisme sfingter
• Cerebral clouding
• stress
MANIFESTASI KLINIS INKONTENENSIA

• Kulit ruam
• Dekubitus
• Iritasi kandung kemih
• Ketidakmampuan mengontrol BAK
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

• Pengkajian fungsi otot destrusor


• Radiologi dan pemeriksaan fisik ( mengetahui
tingkat keparahan/ kelainan dasar panggul)
• Cystometrogram dan elektroyogram
DIAGNOSA KEPERAWATAN

• Nyeri berhubungan dengan iritasi pada mukosa


dinding kandung kemih
• Perubahan pola eliminasi berhubungan dengan
kelemahan pada sfingter externa
• Gangguan rasa aman cemas berhubungan dengan
kurang pengetahuan tentang penyakitnya
INTERVENSI

DX 1
• Kaji tingkat nyeri, perhatikan lokasi, intensitas, dan
lamanya nyeri
• Pertahankan tirah baring bila diindikasikan
• Ajarkan klien tehnik relaksasi dan tehnik distraksi
• Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian anti
analgetik sesuai indikasi
LANJUTAN….

DX 2
• Pantau kebiasaan klien berkemih
• Latih pengosongan bladdcer pada jam jam tertentu
• Buat jadwal berkemih
• Kolaborasi dengan dokter untuk pemasangan
drainase urin
LANJUTAN…..

DX 3
• Pantau rasa cemas klien dan depresi dan penyempitan
perhatian
• Jelaskan kepada klien tentang proses penyakitnya serta
cara penganganannya
• Motivasi dan berikan kesempatan pada klien untuk
mengajukan pertanyaan dan menyatakan masalah
• Tunjukan indikator positif pengobatan