You are on page 1of 22

NI WAYAN YUNI ASTUTI

NI NYOMAN SARNI
NI PUTU SUGIANI
NI WAYAN SUKARI
NI NYOMAN WINATIANI
NI MADE SUMIANDARI
NI MADE SURIANI
NI LUH KAYAN YUDIANI
PENGANTAR PENDIDIKAN ANAK
BERKEBUTUHAN KHUSUS
MODUL 9
MENDIDIK ANAK BERKEBUTUHAN
KHUSUS DI SD BIASA
Peta konsep
KEGIATAN BELAJAR 1
IDENTIFIKASI DAN ASESMEN ANAK BERKEBUTUHAN
KHUSUS
IDENTIFIKASI ABK
Identifikasi adalah proses untuk menemukan
adanya gejala kelainan pada siswa. Tujuan utama
identifikasi adalah mengenal atau menemukan
anak yang menyandang kelainan dan jenis
kelainan yang disandangnya.Identifikasi
didasarkan pada pada asumsi bahwa anak-anak
yang menyandang kelainan menunjukkan
penampilan atau perilaku yang sedikit banyak
berbeda dari yang semestinya
Untuk mencapai tujuan ini berbagai teknik
dapat diterapkan, antara lain :
1. Teknik Observasi
Teknik observasi merupakan teknik yang
paling banyak digunakan dalam melakukan
identifikasi. Agar observasi yang kita lakukan
dapat membantu munculnya dugaan (jika
memang ada) bahwa seorang anak menderita
kelainan kita perlu melengkapi diri dengan
lembar observasi meskipun sifatnya sangat
informal.
2. Teknik Wawancara

-Setelah melakukan observasi, ada


kemungkinan kita belum dapat membuat
dugaan apakah anak tersebut mempunyai
kelainan atau tidak karena data yang kita
kumpulkan kurang lengkap. Untuk
melengkapinya kita dapat melakukan
wawancara dengan orang tua siswa, teman-
teman anak tersebut atau dengan guru lain
3.Tes Sederhana

Tes Sederhana yang dibuat sendiri oleh


guru, baik berupa tes perbuatan maupun
tes tertulis dapat digunakan untuk
mengidentifikasi munculnya kelainan pada
anak-anak di kelas
B ASESMEN
Asesman berasal dari bahasa inggris yaitu assessment,
yang secara harfiah berarti penafsiran atau penilaian.
Dalam kaitannya dengan ABK, asesmen dapat
diartikan sebagai penilai atau menaksir kemampuan
yang dimiliki oleh anak sehingga hasil asesmen dapat
digunakan untuk menaksir bantuan yang diperlukan
oleh anak tersebut.
Informasi yang diperoleh dari asesmen digunakan
untuk menempatkan anak pada sekolah atau kelas
yang sesuai, serta mengembangkan program
pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan anak
tersebut
Ada 5 butir Kode Etik yang harus dipegang dalam
Asesmen, yaitu

1. Tidak ada kecerobohan dalam


pengadministrasian
2. Tidak ada jalan pintas dalam merancang
rencana asesmen seorang siswa
3. Tidak ada kecurangan dalam pemberian
Skor
4. Dalam pertemuan, anggota tim tidak boleh
diwakili
5. Tidak ada tindakan yang bersifat diskriminatif
KEGIATAN BELAJAR 2
TINDAK LANJUT PELAYANAN PENDIDIKAN
BAGI ABK
A.Mengidentifikasi Jenis Layanan Pendidikan
Yang di Butuhkan ABK
Kebutuhan layanan bagi ABK tentu berbeda-beda
dan bersifat sangat unik, artinya kebutuhan antara
satu ABK dengan ABK lain hamper tidak ada yang
sama. Hasil asesmen merupakan rujukan utama
untuk menentukan kebutuhan layana pendidikan
bagi ABK. Hasil asesmen haruslah ditafsirkan oleh
tim asesmen
Untuk melakukan penafsiran hasil asesmen, rambu-
rambu berikut dapat kita jadikan acuan yaitu
5.
1. Tujuan asesmen adalah mengukur atau menafsirkan
kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam bidang
yang kita duga ia mengalami masalah/kelainan. Oleh
karena itu, penafsiran hasil asesmen harus selalu
mengacu kepada tujuan tersebut.
2. Hasil asesmen akan digunakan untuk
mengembangkan program bantuan/program
pembelajaran bagi anak tersebut.
3. Penafsiran terutama didasarkan pada informasi yang
relevan, sedangkan informasi lain hanya digunakan
sebagai penunjang.
Dari penafsiran hasil asesmen, kita kemudian dapat
memperkirakan atau menfasirkan kebutuhan layanan
pendidikan yang diperlukan oleh siswa bersangkutan

Agar perkiran atau penafsiran dapat


berlangsung terarah, langkah-langkah
pertimbangan dalam penafsiran kebutuhan
layanan pendidikan adalah
1.. Tetapkan kemampuan yang semestinya
dikuasai oleh Anak.
2. Deskripsikan kemampuan yang dimiliki anak
berdasarkan hasil asesmen.
3. Bandingkan kemampuan yang dimiliki anak
dengan kemampuan yang seharusnya dia
dikuasai.
4. Gambarkan kesenjangan antara
kemampuan yang dimiliki anak dengan
kemampuan yang dia miliki.
5. Berdasarkan kesenjangan tersebut, tafsiran
kebutuhan program layanan pendidikan
untuk mencapai kemampuan yang
semestinya.
Berdasarkan rambu-rambu dan langkah-langkah tersebut,
kita coba melakukan penafsiran terhadap hasil asesmen
dan penafsiran kebutuhan layanan
Contoh 1
Hasil asesmen menunjukan bahwa Tedi :
a.Mengalami kesulitan dalam memenggal kata
sehingga dia mengucapkan kata yang terdiri dari
tiga suku kata atau lebih dengan penggalan yang
salah.
b. Mempunyai kesulitan membaca vocal ganda,
seperti baik, biak dan bua sehingga kata-kata
tersebut dibaca dengan yang salah
c. Mendapat kesulitan dalam memahami isi bacaan
dan menebak kata dari konteks sehingga hanya
dapat menjawab lima kata dari 36 kata yang
ditebaknya
Berdasarkan kesenjangan ini, Tedi
memerlukan bantuan atau layanan khusus
dalam :
a. Memenggal kata, terutama untuk kata-
kata yang terdiri dari tiga suku kata
atau lebih.
b. Membaca vocal ganda atauu dua vocal
yang tidak diselengi oleh konsonan.
c. Memahami isi bacaan serta menebak
kata dari konteks
Contoh 2.
Hasil asesmen menunjukkan bahwa Rita
mendapat kesulitan belajar menulis,
a. kesulitan membedakan bentuk huruf
sehingga ia menuliskan huruf a, u dan o
dengan bentuk yang hamper sama, demikian
pula bentuk huruf e dan l.
b. kesulitan dalam memelihara jarak huruf dan
jarak kata sehingga tulisan yang dibuatnya
menunjukkan jarak huruf dan jarak kata
yang tidak teratur.
c. kesulitan dalam ejaan sehingga banyak kata
yang salah eja, termasuk menambah dan
mengurangi atau menukar huruf sehingga
tulisannya banyak yang salah eja.
Rita memerlukan bantuan layanan
pendidikan seperti :
a.Rita memerlukan bantuan dalam
membedakan bentuk huruf serta
menggambar huruf.
b. Rita memerlukan bantuan dalam
membuat jarak yang tetap antar huruf
dan antarkata
c. Rita memerlukan bantuan dalam mengeja
kata dan membedakan bunyi yang
dibandingkan oleh setiap huruf.
.
Irman mengalami gangguan pendengaran yang diakibatkan
oleh masuknya binatang ke dalam telinganya, akibat
gangguan tersebut Irman sangat lamban menangkap perinta
lisan, tetapi ia tidak mengalami kesulitan dengan perintah
tertulis.
Anak normal seusia Irman semestinya mampu memahami
perintah lisan dengan cepat dan tidak menunjukan gerak-
gerak yang mencurigakan. Namun kenyataannya Irman
sering menunjukan gerak-gerak yang mencurigakan dan
tidak mampu memahami perintah lisan secara cepat.
Berdasarkan tafsiran dan fakta-fakta tersebut, kita dapat
memperkirakan bahwa bantuan layanan yang dibutuhkan
oleh Irman adalah layanan yang berkaitan dengan asesmen
untuk gangguan pendengarannya dan upaya untuk
mengatasinya
Trini mendapat kesulitan dalam mengisi waktu luang
setelah selesai mengerjakan tugas-tugas yang diberikan
sehingga ia menjadi pengganggu teman-temannya. Hal
ini disebabkan kemampuan intelektual Trini yang
melebihi teman-temannya. Padahal untuk ukuran anak
normal, tugas-tugas yang diberikan oleh guru sesuai
dengan waktu yang disediakan untuk
menyelesaikannya. Berdasarkan hasil asesmen dan
kesenjangan tersebut kita dapat menafsirkan bahwa
Trini memerlukan bantuan dalam mengisi waktu luang.
Tafsiran yang kita buat di atas merupakan acuan bagi
kita untuk merancang program.
B. MENGEMBANGKAN PROGRAM LAYANAN PENDIDIKAN

Hasil asesmen dan segala usaha untuk menafsirkan


kebutuhan layanan pendidikan bagi ABK yang ada di
kelas tidak aka ada artinya, jika tidak kita tindak lanjuti
dengan pengembangan program. Idealnya
pengembangan program ini dilakukan oleh sebuah tim
yang menangani anak ini sejak tahap identifikasi.
Program yang disusun adalah Program Pengajaran
Individual (PPI) karena memang program tersebut
diperuntukan bagi anak secara individual. Keputusan
untuk mengembangkan PPI bagi anal tertentu haruslah
benar-benar didasarkan pada kebutuhan anak yang
tidak mungkin akan terpenuhi jika tidak diberikan
layanan pendidikan secara individual
C. PELAKSANAAN PROGRAM

ada beberapa hal yang berkaitan dengan


pelaksanaan program perlu dipersiapkan,
antara lain
1. Jadwal pelaksanaan harus disiapkan sesuai
dengan rencana pada PPI.
2. Materi pelajaran serta media yang akan
digunakan.
3. Pemberitahuan kepada orang tua.
4. Jika guru akan dibantu oleh anggota tim
lain, misalnya guru lain, tim harus
menetapkan langkah-langkah pelaksanaan
dan peran masing-masing anggota tim.