You are on page 1of 15

Konsep Promosi

Kesehatan

By.
Ns. Rikiy

Prodi D IV Keperawatan Reguler II


Poltekkes Kemenkes Palangka Raya
2017
Promkes_DIV@2017
Pengertian Promkes ( Piagam Ottawa, 1986)

Adalah suatu proses untuk memampukan


masyarakat dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatan mereka.

Dengan kata lain, promkes adalah upaya yang


dilakukan terhadap masyarakat sehingga
mereka mau dan mampu untuk memelihara
dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri

Promkes_DIV@2017
Visi dan Misi Promkes

Visi :
1. Mau (Willingness) memelihara dan meningkatkan
kesehatan
2. Mampu (Ability) memelihara dan meningkatkan
kesehatan
3. Memelihara kesehatan berarti mau dan mampu
mencegah penyakit, melindungi diri dari gangguan
kesehatan, dan mencari pertolongan pengobatan
yang profesional bila sakit
4. Meningkatkan kesehatan, berarti mau dan mampu
meningkatkan kesehatannya. Kesehatan perlu
ditingkatkan karena derajat kesehatan bersifat
dinamis tidak statis

Promkes_DIV@2017
Sambungan : Visi dan misi promkes……………

Misi :
1. Advokat (advocate), dilakukan terhadap para
pengambil keputusan. Dengan tujuan untuk
meyakinkan para pejabat pengambil keputusan bahwa
keputusan yang diambil itu penting dan berpihak pada
kesehatan
2. Menjembatani (Mediate), menjembatani antara sektor
kesehatan dengan sektor lain sebagai mitra
3. Memampukan (Enable), masyarakat mau dan mampu
memelihara dan meningkatkan kesehatannya

Promkes_DIV@2017
Ruang Lingkup Promosi Kesehatan :

Bidang kegiatan promkes baik secara ilmu (teori)


maupun sebagai seni (aplikasi) mencakup 2 kelompok,
yaitu :
1. Ilmu Perilaku, yakni ilmu-ilmu yang menjadi dasar
dalam membentuk perilaku manusia terutama
psikologi, antropologi, dan sosiologi
2. Ilmu-ilmu yang diperlukan untuk intervensi perilaku
(pembentukan dan perubahan perilaku), antara lain
pendidikan komunikasi, manajemen,
kepemimpinan, dsb

Promkes_DIV@2017
Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan dimensi
dan tempat pelaksanaannya, yaitu :
1. Dimensi aspek sasaran pelayanan kesehatan
2. Dimensi tempat pelaksanaan promosi kesehatan atau
tatatan (setting)

1. Ruang lingkup berdasarkan aspek pelayanan kesehatan :


a. Pelayanan preventif & promotif , adalah pelayanan bagi
kelompok masyarakat yang sehat dan bahkan meningkat status
kesehatannya. Pada dasarnya pelayanan ini dilaksanakan oleh
kelompok profesi kesehatan masyarakat
b. Pelayanan kuratif & rehabilitatif, adalah pelayanan pada
kelompok masyarakat yang sakit agar kelompok ini sembuh
dari sakitnya dan menjadi pulih kesehatannya. Pada dasarnya
pelayanan jenis ini dilakukan oleh kelompok profesi
kedokteran

Promkes_DIV@2017
Sambungan : ruang lingkup …………

2. Ruang lingkup promkes berdasarkan tempat pelaksanaan :


a. Promkes pada tatanan keluarga. Sasaran utamanya adalah orang
tua terutama ibu, karena ibu dalam keluarga sangat berperan
dalam meletakkan dasar perilaku sehat pada anak-anak mereka
sejak lahir
b. Promkes pada tatanan sekolah. Sasaran promkes adalah guru,
maka guru diberikan pelatihan tentang kesehatan dan promkes
ang cukup, selanjutnya guru yang akan meneruskannya kepada
murid-muridnya
c. Promkes pada tempat kerja. Sasaran promkes adalah pimpinan
perusahaan dan tempat kerja dengan memfasilitasi tempat kerja
yang kondusif bagi perilaku sehat bagi karyawannya. Lebih dari
itu perusahaan menyediakan unit K3, serta pemasangan poster
yang berisi pesan-pesan kesehatan
d. Promkes ditempat tempat umum. Menyediakan fasilitas yang
dapat mendukung perilaku sehat bagi masyarakat
e. Promkes di institusi pelayanan kesehatan

Promkes_DIV@2017
Ruang Lingkup Promkes (Piagam Ottawa,
1986) :

1. Membangun kebijakan publik berwawasan kesehatan.


Mengupayakan para penentu kebijakan di berbagai
sektor agar menetapkan kebijakan yang terkait dengan
dampak kesehatan sesuai dengan tugas dan fungsinya
2. Menciptakan lingkungan sehat. Setiap sektor
melaksanakan kegiatannya merealisasikan terwujudnya
lingkungan yang sehat yang meliputi lingkungan fisik,
sosial-budaya, pendidikan, politik, maupun keamanan
3. Memperkuat gerakan masyarakat. Memberikan
dukungan terhadap kegiatan masyarakat agar lebih
berdaya (tau, mau, dan mampu) mengendalikan faktor-
faktor yang mempengaruhi kesehatan
Promkes_DIV@2017
Sambungan : Ruang lingkup …………

4. Mengembangkan keterampilan individu.


Mengupayakan agar masyarakat tau, mau, dan mampu
membuat keputusan yang efektif dalam upaya
memelihara, meningkatkan, serta mewujudkan
kesehatannya melalui pemberian informasi,
pendidikan, dan pelatihan yang memadai
5. Reorientasi sistem pelayanan kesehatan. Mengubah
pola fikir serta sistem pelayanan kesehatan masyarakat
agar lebih mengutamakan upaya promotif dan
preventif yang didukung upaya kuratif dan rehabilitatif

Promkes_DIV@2017
Sasaran Promosi Kesehatan :
Individu / Keluarga , diharapkan :
1. Memperoleh informasi kesehatan melalui berbagai saluran (baik
langsung atau dari media massa)
2. Mempunyai pengetahuan dan kemauan untuk memelihara,
meningkatkan, dan melindungi kesehatannya
3. Mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
4. Berperan serta dalam kegiatan sosial, khususnya yang berkaitan
dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) kesehatan

Masyarakat, diharapkan :
1. Menggalang potensi untuk mengembangkan gerakan atau upaya
kesehatan
2. Bergotong royong mewujudkan lingkungan sehat

Promkes_DIV@2017
Sambungan : sasaran promkes ………..

Pemerintah, lintas sektor, politisi, swasta. Diharapkan :


1. Peduli dan mendukung upaya kesehatan, minimal dalam
mengembangkan perilaku dan lingkungan sehat
2. Membuat kebijakan sosial yang memperhatikan dampak di bidang
kesehatan.

Petugas atau pelaksana program. Diharapkan :


1. Memasukkan komponen promkes dalam setiap program kesehatan
2. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang memberi kepuasan
kepada masyarakat

Promkes_DIV@2017
Strategi Promosi Kesehatan :
1. Advokasi (advocacy), adalah kegiatan untuk meyakinkan orang
lain untuk membantu dan mendukung terhadap apa yang diinginkan.
Lebih diarahkan pada sasaran tertier yg mempunyai potensi
memberikan dukungan kebijakan dan sumber daya dalam rangka
memberdayakan masyarakat, misal : RT, RW, Kades, Lurah, Camat,
Bupati/Walikota/Gubernur, DPD, DPR/DPRD
2. Bina suasana / dukungan sosial (Social support), adalah
suatu kegiatan untuk mencari dukungan sosial melalui tokoh
masyarakat, formal maupun non formal. Tujuan utama : agar para
tokoh masyarakat sebagai jembatan antara sektor kesehatan sebagai
pelaksana program dengan masyarakat sebagai penerima program.
Lebih diarahkan pada sasaran sekunder yaitu : Lintas Program,
Petugas Kesehatan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat,
TP-PKK, LSM, Organisasi Keagamaan, Pramuka, Tokoh Pemuda,
Organisasi Profesi, Media Massa, Kelompok Peduli Kesehatan,
Swasta, Dunia Usaha, Lintas Sektor

Promkes_DIV@2017
Sambungan : Strategi Promkes…………

3. Pemberdayaan Masyarakat (Empowerment), adalah strategi


promkes yang ditujuakan pada masyarakat langsung. Tujuan
utamanya : mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara
dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Lebih diarahkan pada
sasaran primer, yaitu : Individu, Keluarga, kelompok, Masyarakat.
Strategi ini lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan, kemauan,
kemampuan, dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan status
kesehatan

4. Kemitraan, adalah strategi untuk memperkuat ke – 3


strategi diatas sehingga penerapan promosi kesehatan
lebih efektif dan efisien dengan membangun jejaring.

Promkes_DIV@2017
Metode & Tehnik Promosi Kesehatan
Adalah kombinasi antara cara dan alat bantu/media yang
digunakan dalam setiap pelaksanaan promkes.
Berdasarkan sasarannya metode & teknik promkes di
bagi menjadi 3, yaitu :
1. Metode Promkes Individual. Digunakan apabila
promotor kesehatan dan sasaran bertemu langsung
maupun melalui sarana komunikasi lainnya. Cara ini
lebih efektif karena petugas dan sasaran bisa
berdialog dan saling merespon
2. Metode Promkes Kelompok. Digunakan untuk
sasaran kelompok baik kelompok kecil (diskusi,
curah pendapat, bermain peran, simulasi, dll)
maupun kelompok besar (ceramah, seminar, loka
karya, dsb)
Promkes_DIV@2017
Sambungan : Metode & tehnik ……

3. Metode Promkes Massal. Sasaran adalah massal atau


publik, metode ini dianggap kurang/tidak efektif
karena merancang metodenya sulit, massa heterogen
baik dilihat dari segi usia, pendidikan, status sosial-
ekonomi, sosial budaya, dsb nya. Metode yang sering
digunakan adalah :
a. Ceramah umum, yang dilakukan ditempat-tempat
umum/terbuka
b. Penggunaan media elektronik (radio, TV)
c. Penggunaan media cetak (koran, majalah, buku,
leaflet, selebaran poster, dll)
d. Penggunaan media diluar ruang, misal : Billboard,
Spanduk, Umbul-umbul, dsb

Promkes_DIV@2017