You are on page 1of 58

Perilaku dan

Promosi Kesehatan
PADA TAHUN 2025, BANGSA INDONESIA AKAN MENCAPAI
SUATU KEADAAN DI MANA MASYARAKAT:

• HIDUP DLM LINGKUNGAN YG SEHAT


• MEMPRAKTIKKAN PERILAKU HIDUP BERSIH & SEHAT
• MEMILIKI KEMAMPUAN MENYEDIAKAN, MEMILIH,
MENDAPATKAN & MEMANFAATKAN
PELAYANAN KESEHATAN YG BERMUTU
SECARA ADIL & MERATA

SEHINGGA MEMILIKI
DERAJAT KESEHATAN YG TINGGI
PARADIGMA PEMBANGUNAN KES
PARADIGMA SEHAT

MASYARAKAT PROMOTIF MENGUTAMAKAN


BERADA PROMOTIF & PRE
PREVENTIF VENTIF, TANPA
MENGABAIKAN
REHABILITATIF KURATIF & REHA
BILITATIF
INDONESIA SEHAT KURATIF
2025

PARADIGMA SAKIT

MASYARAKAT KURATIF MENGUTAMAKAN


MISKIN KURATIF & REHA
REHABILITATIF BILITATIF, TANPA
MENGABAIKAN
PREVENTIF PROMOTIF & PRE
VENTIF
PROMOTIF
PROMKES CIPTAKAN PILAR UTAMA IS 2025

LINGKUNGAN
PERILAKU SEHAT
HIDUP BERSIH 2025 IS 2025
& SEHAT (DERAJAT
(PHBS) KES)
YANKES
2025 BERMUTU &
TERJANGKAU
2025

MASY MENOLONG DIRI MELL:


1. MASY MENGUPAYAKAN LINGKUNGAN SEHAT
2. MASY CEGAH & TANGGULANGI MASALAH2 KES
3. MASY MEMANFAATKAN YANKES
4. MASY KEMBANGKAN UKBM (POSYANDU, DLL)
5. NAKES RESPONSIF THD KEBUT & ASPIRASI MASY
HAKIKAT PENYEBAB TEKNIS

MASALAH LINGKUNGAN
KESEHATAN TIDAK
SEHAT

PENYEBAB
SECARA MEDIS
PERILAKU
KUMAN TBC TIDAK BERSIH
MERAJALELA & SEHAT PENYEBAB
DI TUBUH PERILAKU
PERILAKU
SESEORANG
TIDAK
PARTISIPATIF KUMAN TBC
MERAJALELA
DI TUBUH
MASALAH BANYAK
TBC ORANG
PENULARAN
(INDIVIDU) (MASY)
MASALAH
KESEHATAN
MASYARAKAT

RENDAHNYA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT


DIMASYARAKAT
RENDAHNYA RENDAHNYA
PERILAKU PERILAKU RENDAHNYA
MENCEGAH, MEWUJUDKAN PERILAKU
MEMELIHARA DAN LINGKUNGAN AKSES DALAM
MENINGKATKAN HIDUP BERSIH PELAYANAN
KESEHATANNYA DAN SEHAT KESEHATAN
YANG
BERMUTU
PROMOSI KES: PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
(PROMOTIF, PREVENTIF, KURATIF, REHABILITATIF)
Faktor Perilaku

Masalah
Kesehatan Masyarakat

Faktor Non Perilaku


/ Faktor Fisik
a. Pendidikan ( Education )
b. Paksaan atau Tekanan ( Coercion )

Hubungan Promosi Kesehatan dengan


Determinan Perilaku

Predisposing Factors

Health Health
Enabling Factors
Promotion Behavior
Reinforcing Factors
HAKIKAT PERILAKU

PENGETAHUAN SIKAP TINDAKAN

TAHU/ MAU/ MAMPU/


TIDAK TIDAK TIDAK
TAHU MAU MAMPU

SARANA
PHBS PRODUK DARI PROSES
PEMECAHAN MASALAH2 KESEHATAN
(PROSES PEMBELAJARAN)

MIS: MINUM OBAT

PENANGGU-
LANGAN
PENYEBAB SEC. MEDIS
MEDIS/TEKNIS /TEKNIS

PROSES
MASALAH PEMECAHAN
KES MASALAH
MASY KES
PERILAKU
MISAL: PERILAKU
HIDUP BER-
PENY. TBC HIDUP
SIH & SEHAT
MERAJALELA TDK BERSIH
(PHBS)
& SEHAT
MIS: MENUTUP MULUT
JIKA BATUK
PENGERTIAN PROMKES (ringkasan)
Proses memandirikan masy agar dpt
memelihara & meningkatkan kesehatannya
(Ottawa Charter, 1986)

TUJUAN PROMKES
Tersosialisasinya program2 kesehatan &
terwujudnya masyarakat Indonesia baru yg
berbudaya hidup bersih & sehat serta
berperan aktif dlm gerakan masyarakat
3 STRATEGI DASAR PROMKES

3
ADVO MASYARAKAT
KASI
(A)
1 PERILAKU
GERAKAN MENCEGAH
KEMI &
TRAAN PEMBER-
DAYAAN MENGATASI
(G) MASALAH
KES
2
BINA
SUASANA
(B)
MENGUPAYAKAN AGAR YG SEHAT TETAP SEHAT, DENGAN
MEMPRAKTIKKAN GAYA HIDUP SEHAT & PERILAKU HIDUP
BERSIH & SEHAT (PHBS) SESUAI MASALAH KES-NYA,
SERTA BERPERANAKTIF DLM PEMBANGUNAN KESEHATAN
MASYARAKAT (MISALNYA MELALUI UPAYA KESEHATAN
BERSUMBER MASY ATAU UKBM)
 PROMOTIF & PREVENTIF

MENGUPAYAKAN AGAR YG TERLANJUR SAKIT TIDAK MEN-


JADI SEMAKIN PARAH, TIDAK MATI, TIDAK MENULARI ORANG
LAIN, DAN BAHKAN DPT DISEMBUHKAN & DIPULIHKAN KES-
NYA, DG MEMANFAATKAN PELAYANAN KESEHATAN YG ADA
 KURATIF & REHABILITATIF
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
1. ADVOKASI (Advokasi merupakan
upaya untuk menyukseskan bina
suasana dan pemberdayaan atau
proses pembinaan PHBS secara
umum).
2. BINA SUASANA (untuk
memperkuat proses pemberdayaan).
3. PEMBERDAYAAN (Dalam upaya
promosi kesehatan, pemberdayaan
masyarakat merupakan bagian yang
sangat penting, yaitu sebagai ujung
tombak).
ADVOKASI
PENGERTIAN ADVOKASI
 Suatu usaha sistematik & terorganisasir
untuk mempegaruhi dan mendesak
terjadinya perubahan dalam kebijakan
publik secara bertahap maju & semakin
baik
 Bukan revolusi, lebih merupakan suatu
usaha perubahan sosial melalui semua
saluran dan piranti demokrasi perwakilan,
proses-proses politik & legislasi yang
terdapat dalam sistem yang berlaku
16
PENGERTIAN ADVOKASI lanjutan …..
 Meletakkan korban kebijakan sebagai
subyek utama
 Boleh menjadi alat siapa saja yang ingin
memperjuang kan perubahan kebijakan
untuk tegaknya keadilan sosial
 Bermain dalam arena politik tanpa harus
menjadi politisi
 Membutuhkan daya cipta dan imajinasi
yang tinggi, terutama dalam kegiatan
loby, kampanye, pengerahan aksi massa
17
ADVOKASI ADALAH
 PROSES KOMUNIKASI YG TERENCANA UNTUK
MENDAPAT DUKUNGAN DAN
KEPUTUSAN/KOMITMEN UNTUK PEMECAHAN
MASALAH
 MERUPAKAN SUATU ILMU & SENI, DARI SUDUT
PANDANG KEILMUAN TIDAK ADA FORMULA
BAKU
 KEBERHASILANNYA DIPEROLEH BILA
DIRENCANAKAN SECARA SISTEMATIS
18
APAKAH ADVOKASI ITU ?

Untuk
Upaya / proses
memperoleh
yang “bijak”
dukungan

Menggunakan
informasi tepat
dan akurat
19
ADVOKASI, SOSIALISASI,
PEMBERDAYAAN DAN MOBILISASI

ADVO- SOSIALI- PEMBER- MOBILI-


KASI SASI DAYAAN SASI

PEMBUAT ORGANISASI/ ORGANISASI/ MASYARA-


KEBIJAKAN TOKOH MASY TOKOH MASY KAT UMUM

KEPEDULIAN, PEMAHAMAN, KEMAMPUAN, TINDAKAN,KE


TINDAKAN TINDAKAN PERILAKU BERSAMAAN

DUKUNG- KETER- KEMANDI- GERAKAN


AN LIBATAN RIAN MASY.
20
MENGAPA PERLU ADVOKASI
KESEHATAN?

Eksekutif Legislatif

Kebijakan publik
Cara pangdang SK,Hukum/Regu- Proses
Terhadap lasi,Pajak, Politik
Kesehatan Harga,Investasi,
dsb

Pemahaman Komitmen thd


Masalah Masalah
Kesehatan Kesehatan
masyarakat masyarakat
21
TUJUAN ADVOKASI

Adanya
kemauan/
kepedulian
Adanya  alternatif
ketertarikan Adanya
solusi tindakan nyata :
utk mengatasi
masalah solusi masalah
Adanya
Komitmen
Adanya dan dukungan :
pemahaman/ Adanya
•Kebijakan,
kesadaran thd Tindak lanjut
•Sumber daya,
masalah kegiatan
•Kemudahan,
•Keikutsertaan
•Dll
22
PELAKU DAN SASARAN ADVOKASI

PELAKU : SASARAN:
•Pakar, pejabat yang berwenang,
•Pengambil keputusan,
•Perg. Tinggi, Media massa
•Pembuat kebijakan,
•Swasta, Org. profesi
•Pembuat opini, Penyusun draft, Dll
•Org. masy/agama, LSM
•Tokoh publik, Dll
SEPERTI :
•Unsur Pemerint., DPR/DPRD
DENGAN SYARAT :
•Pengusaha, Penyandang Dana
•Peduli kesehatan, Paham masalah
•Media massa
•Berkemampuan
•Org.profesi, Org.masy/agama, LSM
•Dipercaya / Dihormati
•Tokoh publik, Klp. Potensial
•Tidak tercela, dll
•Penentang/lawan, Dll.

23
DIMANA DAN KAPAN ADVOKASI

 Tatanan formal : rapat, seminar, konferensi,


semiloka, telekonferensi.
 Tatanan informal : pertemuan umum dan
khusus, festifal, event olah raga, di rumah,
reuni, arisan, pertemuan keluarga dll.
 Secara langsung: komunikasi langsung dalam
rapat, surat, email, telepon, fax, dll
 Secara tdk langsung: komunikasi melalui
kolega, teman, keluarga, sekutu/kelompok
24
PROSES ADVOKASI
Kata kunci :
Pendekatan yang bijak
(pas/sesuai, cara yang baik
dan benar, sesuai sikon),

Strategi : Langkah pokok :


Definisikan isu strategis
Membangun kepercayaan Menentukan tujuan advokasi
(Menyamakan persepsi, Mengembangkan pesan advokasi
menjalin jaringan/ Penggalangan sumberdaya ter-
kemitraan/kerjasama dan masuk dana
mengembangkannya lebih lanjut) Mengembangkan rencana kerja
25
ISU STRATEGIS PENINGKATAN KAPASITAS
KELEMBAGAAN DAN DESENTRALISASI
ISU PEMERCAYA/pengguna KEG. ADVOKASI
1. Sikda (sistem Pst Data & Informasi,
informasi kesehatan Pemda, Dinkes, BPS
daerah)
2. Sistem Biro Keu & Perlengkp
Pembiayaan Pemda, Dinkes, DPRD
3. Manajemen SDM Pusgunakes, Pemda,
Dinkes
4. P2KT Biro Perenc & Anggaran,
Pemda, Bapeda, Dinkes,
DPRD
5. Manajemen PuskaBangKes, Pemda,
srtategic Dinkes

26
Kerangka isu pilihan
Nilai
Kriteria untuk memilih isu-isu
T S R
Isu tersebut mempengaruhi banyak orang

Isu tsb mempunyai pengaruh yang besar terhadap


program kesehatan
Isu tersebut sesuai dengan misi/mandat
organisasi anda
Isu tersebut sesui dengan tujuan pembangunan
berwawasan kesehatan
Isu tersbut dapat dipertanggungjaawabkan
dengan intervensi advokasi
Isu tersbut dapat memobilasasi secara besar para
mitra dan pihak berwenang lainnya
Total nilai

T: Tinggi, S : Sedang, R : Rendah 27


Menentukan Tujuan Advokasi

 Realistis, artinya bisa dicapai bukan


angan-angan
 Jelas dan dapat diukur
 Tentukan isu yang akan disampaikan
 Siapa sasaran yang akan diadvokasi
 Seberapa banyak perubahan yang
diharapkan
 Berapa lama dan dimana advokasi
dilakukan

28
Mengembangkan pesan advokasi

 Perpaduan ilmu pengetahuan dan


sosbud dan seni
 Berisi fakta dan data yang akurat
 Harus mampu membangkitkan emosi
 Harus mampu mempengaruhi para
penentu kebijakan

29
7 Kriteria untuk pesan advokasi

 Kembangkan satu isu/ide


 Buatlah pesan yang mudah, sederhana &
jelas serta relevan
 Pesan dapat dipercaya (data dan fakta
akurat)
 Tindakan yang dilakukan harus memberi
keuntungan bagi penentu kebijakan
 Pesan harus konsisten
 Pesan harus menyentuh akal dan rasa,
membangkitkan kebutuhan nyata
 Pesan harus mendorong penentu kebijakan
untuk bertindak
30
Membuat pesan advokasi yang efektif

 S = Statement/pernyataan
 E = Evidence/fakta
 E = Example/contoh yg menyentuh
 “A” = Advocacy action/tindakan advokasi

31
5 dari 10 anak kekurangan gizi vit A/garam beryodium,
mengancam kederdasan anak bangsa

43 juta anak Indonesia usia 0 – 14 th tinggal dengan


Perokok. Merokok menyebabkan kematian karena
kanker paru
SETIAP 2 jam, ibu bersalin meninggal

Tiap 5 menit seorang bayi meninggal

Biaya penanggulangan penyakit yg disebabkan rokok


memakan biaya 54,1 trilyun rupiah, sedangkan biaya
Depkes hanya 2,913 trilyun rupiah/tahun

32
Issu Strategis : 40% murid kelas VI SD di Kab A di daerah
perbukitan tidak lulus ujian

Tujuan umum : Angka kelulusan murid kelas VI SD di Kab A


mencapai 85% di tahun 2006

Tujuan khusus: Meningkatnya cakupan konsumsi garam


yodium di tatanan RT dan Sekolah Dasar di
Kab A mencapai 90% di tahun 2006

33
MENYIAPKAN BAHAN ADVOKASI

Sesuai Pertimbangan
kelompok waktu dan
sasaran KATA KUNCI : tempat
Bahan akurat,
tepat, lengkap,
Memuat menarik Ada data
masalah & pendukung,
alternatif gambar/
mengatasinya bagan

Memuat peran Dikemas


Meliputi yg diharapkan menarik,
5 W dan 1 H dalam solusi ringkas, jelas,
masalah mengesankan
34
Penggalangan Sumber Daya & Dana

 Kata kunci : Ilmu sapu lidi


 Kegiatannya :

 Ciptakan dan perluas jejaring

 Mobilisasi sumber daya

35
Mengembangakan Rencana Kerja

 Kegiatan
 Tugas pokok dan
 Fungsi para pelaksana
 Jangka waktu/jadwal
 Sumber daya yang dibutuhkan
 Menyusun POA

36
HASIL YANG DIHARAPKAN

Adanya
kedekatan

Dukungan :
Kebijakan,
Adanya Sumber-daya,
kepercayaan Fasilitas/kemudahan,
Keterlibatan
langsung

Adanya
kepedulian
37
Indikator keberhasilan

 Adanya SK, MOU, surat edaran, intruksi, himbauan,


fatwa, kesepakatan/kebulatan tekad, naskah
kerjasama bidang kesmas.
 Adanya peningkatan anggaran untuk kegiatan
sikda, sistem pembiayaan, manajemen SDM, P2KT,
manajemen strategik dari DPRD dan direalisasikan
di APBD tahunan
 Adanya jadwal koordinasi (termasuk pertemuan
reguler/teratur), pemantauan & penilaian antar
DPRD dan Pemda
 Perubahan kebijakan, pelaksanaan dalam bidang
kesehatan masyarakat
 Perbaikan status kesehatan masyarakat (jangka
panjang)

38
Persyaratan untuk advokasi

 Dipercaya (credible)
 Layak (Feasible)
 Memenuhi Kebutuhan Masyarakat
(Relevan)
 Penting (Urgen)
 Prioritas tinggi (Higher Priority)

39
Bagaimana melakukan Advokasi
< Pemantauan/monitoring
Lobi
 Kumpulan data/info/kebijakan Negoisasi
Mediasi
 Analisis kebijakan/data/info Dialog
Petisi-Resolosi

Pengaruhi
Pembuat opini &
Bentuk Media massa
Persiapan & Pilih isu strategis
Pelaksanaan Jejaring inti Perubahan
Kemas semenarik Kebijakan publik
Kesehatan
mungkin Pengaruhi pem-
masyarakat
buat & pelaksana

>
kebijakan
Identifikasi
Pemercaya/mitra Mobilisasi
Seminar
Perencanaan strategi Kampanye
Siaran/penggunaan Media
Jajak pendapat
Debat
Selebaran
Klp. peduli
Evaluasi/penilaian
> > 40
IDENTIFIKASI
PEMERCAYA/STAKEHOLDER
Setiap pemercaya potensial dijajagi siapa &
seberapa besar peranannya dlm isu yg akan
diadvokasi
 Pengambilkeputusan
Hal yang perlu diidentifikasi adalah :
 Siapa, jml, lokasi dan jenis kelaminnya
 Pengetahuan ttg masalah atau isu advokasi
 Saluran untuk mencapai pengambil keputusan
 Keahlian2 khusus mis : pembicara atau negosiator
 Seberapa jauh pengaruhnya thd isu advokasi
 Apakah mendukung atau menentang/isu advokasi
41
 Sekutu/Teman/Mitra
Hal yang perlu diidentifikasi adalah :
 Siapa, jml, lokasi dan jenis kelaminnya
 Pengetahuan ttg masalah atau isu advokasi
 Jejaring kerja dan besarnya kelompok
 Kekuatan spesial seperti hubungan dg media,
kemampuan memobilisasi massa
 Pengalaman masa lalu di bidang advokasi
 Keinginan untuk membagi pengalaman
keahlian dan sumberdaya
 Harapan bergabung sebagai anggota sekutu

42
 Kelompok bertahan/menolak lawan
Hal yang perlu diidentifikasi adalah :
 Siapa, jml, lokasi dan jenis kelaminnya
 Pengetahuan ttg masalah atau isu advokasi
 Alasan bertahan/menentang
 Bagaimana menjangkau kelompok oposisi
 Kepada siapa kelompok tsb berkonsultasi dan
melihat kelemahan dan kekuatan

43
ADVOKASI -PHBS (DepKes, 2000)

ETIKA dalam ADVOKASI:


1. Mulai dari sisi positif sasaran
2. Mau kompromi, sabar & tegar, tidak
menyalahkan sasaran
3. Pusatkan pada pesan pokok dg bahasa
yg menggugah
4. Kemukakan hal-hal baru & materi pesan
yang relevan
5. Gunakan visualisasi yang menarik &
mengesankan
44

BERSAMBUNG
BEDA RUMUSAN PESAN ADVOKASI VS PENYAJIAN ILMIAH
(DepKes, 2000)

ADVOKASI KES. PENYAJIAN


1. Pesan Sederhana & ILMIAH
tepat 1. Perlu penjelasan rinci
2. Tak perlu penjelasan 2. Penjelasan tambahan
tambahan perlu agar mantap
3. Bahasa nonteknis 3. Bahasa teknis dapat
4. Beberapa pesan menambah kejelasan
pokok sudah cukup & ketepatan
5. Fakta keseharian 4. Pesan pokok dapat
ditampilkan berupa makalah
5. Faktah harus objektif45
BERSAMBUNG
BEDA RUMUSAN PESAN ADVOKASI VS PENYAJIAN ILMIAH
(DepKes, 2000)

ADVOKASI KES. PENYAJIAN ILMIAH


6. Dahulukan 6. Uraian dulu, baru
kesimpulan kesimpulan
7. Banyak fakta & 7. Bukti yang
gambaran tak perlu mendukung sangat
8. Persiapan & kegiatan penting
yg cepat & tepat
8. Persiapan & penelitian
9.Selebriti dapat dukung yang buru-buru tidak
kegiatan
akan berharga
10. Percaya bahwa
kebenaran politis itu 9. Selebriti tidak
subyektif berperanan
10. Kebenaran ilmiah
dipercaya objektif 46
47
JEJARING (NETWORK)

APABILA SARANG LABA-LABA SALING BERTAUT, MAKA SEEKOR SINGA PUN DAPAT
TERJERAT
(Pepatah Ethiopia)
JEJARING ADVOKASI

ADALAH KELOMPOK-KELOMPOK
ORGANISASI DAN KEORGANISASIAN
YANG BEKERJA SAMA UNTUK MENCAPAI
PERUBAHAN DALAM KEBIJAKAN HUKUM
DAN PROGRAM UNTUK SUATU ISU
TERTENTU

49
UNSUR-UNSUR JEJARING
ADVOKASI

50
KEMITRAAN
Kemitraan adalah suatu kerja sama yang formal
antara individu-individu, kelompok-kelompok atau
organisasi-organisasi untuk mencapai suatu
tujuan tertentu

Dalam kerjasama tersebut :


• Ada kesepakatan tentang komitmen dan harapan
masing-masing anggota.
• Peninjauan kembali terhadap kesepakatan yang telah
dibuat.
• Saling berbagi dalam risiko maupun manfaat yang
diperoleh.

51
4. Mengembangkan kemitraan antar
kementerian,lembaga donor, lembaga
internasional, dunia usaha, kelompok
peduli dan media massa.

• Kemitraan antardepartemen, lembaga


donor dan internasional.
• Kemitraan dengan dunia usaha/swasta.
• Kemitraan dengan media massa.
• Kemitraan dengan Kelompok
Pemerhati/Peduli.
• Mengembangkan wacana di media.
• Mengembangkan Jejaring Gernas darzi.

52
KEMITRAAN
Keuntungan Kerugian
Memperluas dukungan Mengabaikan pekerjaan
Menjadikan keamanan dlm orang lain
advokasi Bisa membutuhkan
Meningkatkan sumberdaya kompromi dari posisi anda
yg ada Pandangan organisasi dapat
Meningkatkan kredibilitas & lebih besar dan
pengaruh upaya advokasi mempengaruhi
Membantu peciptaan Angota-anggota individu
kepemimpinan baru tidak mendapat keuntungan
Membantu dalam jaringan
dari hasil kerja mereka
individu dan organisasi Jika kemitraan gagal dapat
menyakitkan anggota

53
KAPASITAS YANG EFFEKTIF

 Kepemimpinan
 Jejaring yang luas dari para pelaksana
advokasi
 Pengetahuan dan kemampuan yang tinggi
 Tanggap terhadap keadaan dan tantangan
baru

54
PELAKSANA ADVOKASI
Persyaratan :
 Latar belakang Pendidikan dan Ketrampilan
 Pengalaman dan latar belakang akademik
 Pengalaman kerja di bidang kesehatan
 Berpengalaman dalam organisasi atau memobilisasi
kelompok
 Mampu menulis pidato atau artikel
 Berpengalaman bekerja dengan media
 Berorientasi pada penelitian

55
PELAKSANA ADVOKASI
Persyaratan :

 Kualitas pribadi
 Fasih berbicara dan mampu menjadi
pendengar/pembicara yang baik
 Senang bekerja dengan berbagai tingkatan
masyarakat
 Bersedia untuk dilatih dan terbuka bagi peningkatan
profesional.

56
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN:
1. ADVOKASI -PHBS
SASARAN METODE HASIL YANG
Komunikasi persuasif: DIHARAPKAN

Penentu kebijakan -seminar sehari -Kebijakan publik,


DPRD, Pimpinan -lobby, Petisi -peraturan,
perusahaan / -orientasi, Negosiasi -perundangan,
organisasi -Coffee morning, dll
-dukungan, fasilitas

MASYARAKAT : -Advokasi lewat media -Koalisi


-LSM, PKK, Kader -Pemasaran sosial, KIE -jaringan kerja,
-Org. profesi, -kampanye, -Kemitraan
-sarasehan, dll
-media massa
MASYARAKAT luas: KIE dalam acara Kebijakan dlm
formal (rembug desa, tatanan rumah
Individu / kepala
peringatan hari besar, tangga, RT, RW --
keluarga /
hari Kes), informal
RT/RW/Desa desa
57

BERSAMBUNG
Daftar Pustaka:
1. DepKes RI, 2000. Strategi Promosi Kesehatan di
Indonesia, Jakarta
2. Green, Lawrence W. & Marshall W. Kreuter,
2000. HEALTH PROMOTION PLANNING. An
Educational and Environmental Approach, 2nd
edition. Mayfiled Publishing Company, London.
3. WHO, Pan American Health Organization, 1996.
Health Promotion: An Anthology. Pan American
Sanitary Bureau, Regional Office of the WHO.
Washington, D.C.20037,USA
4. Notoatmojo, 2005. Promosi Kesehatan Teori &
Aplikasi, Rineka Cipta, Jakarta.

58