You are on page 1of 10

MODUL 4

BILANGAN RASIONAL DAN DESIMAL


KELOMPOK 4

 NI WAYAN YUNI ASTUTI


 NI PUTU SUGIANI

 NI WAYAN SUKARI

 NI NYOMAN WINATIANI
KEGIATAN BELAJAR 1
BILANGAN RASIONAL
OPERASI BILANGAN RASIONAL
URUTAN BILANGAN RASIONAL
KEGIATAN BELAJAR 2
KESULITAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BILANGAN
RASIONAL
KEGIATAN BELAJAR 3
PERLUASAN NILAI TEMPAT DESIMAL
 Kata decimal berasal dari Bahasa Latin decem
yang artinya sepuluh. Penggunaan sepuluh
diduga dipengaruhi oleh jumlah jari tangan kiri
dan tangan kanan (atau kaki kiri dan kaki
kanan).
 Beberapa sifat numerasi Hindu-Arab atau decimal adalah :
 1. Menggunakan 10 lambang yang disebut angka (digit),
yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.
 2. Lambang bilangan dari 0 sampai dengan 9 mempunyai
lambang yang sama dengan lambang-lambang angka.
 3. Bilangan-bilangan yang lebih dari 9 angka dinyatakan
sebagai suku-suku penjumlahan perpangkatan dari 10.
 4. Bersifat adiktif.
 5. Bersifat posisional.
 Penulisan bilangan dalam bentuk posisional, misalnya 12,
345, 4978 dan 56192, disebut dalam bentuk baku (stadar
form) dan penulisan bilanga yang dinyatakan sebagai suku-
suku penjumlahan perpangkatan 10 disebut dalam bentuk
panjang (expended form)