You are on page 1of 35

PELAYANAN INFORMASI OBAT

PENGGUNAAN OBAT
ANTINYERI PADA PASIEN
KANKER

Oleh :
Mahasiswa Magister Farmasi Klinik Fakultas
Farmasi Universitas Airlangga
2014
Definisi Nyeri
Suatu pengalaman sensori dan emosional yang
tidak menyenangkan yang berhubungan dengan
kerusakan jaringan baik yang aktual ataupun
potensial
Jenis Nyeri

Contoh : Nyeri
Akut operasi, trauma,
prosedur medis
Durasi
Contoh : Nyeri
Kronis
kanker
Nyeri

Nosiseptis

Asal

Neuropatik

3
(Dipiro, 2011)
Skala Nyeri Pada Pasien
WHO Pain Ladder
3 Severe

Morphine
Hydromorphone
2 Moderate
Methadone
Acetaminophen + Fentanyl
Codeine
Oxycodone
1 Mild Acetaminophen +
± Acetaminophen
Oxycodone
Acetaminophen ± NSAIDs
± NSAIDs
NSAIDs ± Adjuvants
± Adjuvants
± Adjuvants
W.H.O Three steps analgesics Ladder
1. Menggunakan obat analgesik non opiat
2. Bila masih nyeri di tambahkan opioid lemah
seperti kodein
3. Bila nyeri belum reda atau menetap disarankan
menggunakan opioid berat seperti morfin
Jenis Analgesik yang digunakan
Nonsteroidal Anti Inflammatory Drugs
(NSAIDs)

Analgesik Opioid

Analgesik ajuvan
Target kerja
masing-masing
analgesik
NSAID
Mekanisme kerja ??
Kelas Obat Efektifitas Waktu untk mencapai Durasi efek
kadar puncak
Paracetamol Acetaminophen Good 0.5 – 2 jam 3 – 6 jam
(Tylenol)
NSAID Asetylsalisylic acid Excellence 0.25 – 2 jam 3 – 6 jam
(aspirin)
Mefenamic Acid Excellence 2 – 4 jam 4 – 6 jam
(Ponstan)
Diklofenak Na/K Excellence 1 jam 6 – 8 jam
(Voltaren/Cataflam)
Ibuprofen (Motri Excellence 1 -2 jam 4 – 6 jam
Ketoprofen (Orudis) 0.5-2 jam

Ketorolac (Toradol) Excellece 0.5 – 1 jam 6 jam


COX 2 inhibitor Excellence
Rofecoxib (Vioxx) 2-3 jam 24 jam
Celecoxib (Celebrex 3 jam 12 – 24 jam
Efek Samping NSAID
GI CNS Hepatic Renal
Non opioid analgesik
Irritation Effects Toxicity Toxicity
Acetaminophen + + ++ +
Aspirin ++++++ + ++ ++
Mefenamic acid ++ + + ++
Diklofenak Na/K ++ + + ++
Ibuprofen ++ + + ++
Ketoprofen ++ + + ++
Naproksen ++ + + ++
Ketorolac ++ + + +
Rofecoxib + + + +
Celecoxib + + + ++
PARACETAMOL
• Dosis
• Efek terapi
• Efek samping
Mekanisme Hepatotoksik Parasetamol

Hepatotoksik

N-acetylsistein  antidot paracetamol


SISTENOL (NAC + Paracetamol)
ANALGESIK OPIOID
CODEIN
 Dosis awal : 15 – 60 mg
 Maksimum dosis perhari: 360 mg
 Titrasi Dosis: dapat ditingkatkan sampai 6 kali
dosis awal untuk perhari
 Durasi efek antinyeri 3-4 jam

Sering dikombinasi dengan parasetamol untuk meningkatkan


efek analgesik dan mengurangi ESO Codein pada SSP 
COPAR (Codein + Parasetamol).
MORPHINE (MST)
 Opioid kuat
 Paling sering digunakan untuk terapi nyeri
kanker
 Dosis Awal : MS Contin 20-40 mg b.i.d

Jangan dipecah, digerus, dikunyah, dilarutkan atau


dipotong sebelum diminum
Approximate Equipotency
Drug with Morphine
(Morphine:Drug)
Hydromorphone 5:1
Oxycodone 1.5:1 to 2:1
Codeine 1:12
Daily Morphine
Dose
Methadone 30 – 90 mg 3.7:1
90 – 300 mg 7.75:1
> 300 mg 12.75:1
80:1 to 100:1 (for subcutaneous
Fentanyl
dosing of each)
TITRASI OPIOID
 Dosis awal titrasi
 Total dosis sebelumnya disesuaikan dengan dosis
equianalgesik.
 Equianalgesik 1 codein= 0,05 morfin parenteral
 1 morfin Parenteral = 3 morfin oral
 Cth: seorg Px. Menggunakan codein 240mg/hari, maka
dosis titrasi awal morfin oral yang diberikan=
240mgx0,05x3= 36mg dibagi dalam 6kali pemberian
 Tim Paliatif RSUD Dr.Soetomo, dosis awal 2,5mg
diberikan 6kalii/hari
Penyesuaian dosis
 Bila dg dosis awal, nyeri tetap kembali sblm 4jam maka dosis
dinaikkan:
 < 15mg/4jam, dinaikkan 50-100%
 > 15mg/4jam, dinaikkan 25-50%
 Breakthrough pain: Bila nyeri menghilang dan mendadak nyeri
berat diantara pemberian dosis tsb. Berikan dosis ekstra
morfin oral 50-100% dari dosis oral tiap 4 jam.
 Pemberian morfin oral Controled release, dikonversikan
setelah dosis titrasi tercapai dengan cara : total dosis morfin
oral immediate perhari dibagi dua untuk pemakaian 2x/hari
( RSUD dr.Soetomo: pemberian pertama lebih awal 1jam dari
jadwal semula dari morfin oral immediate release.
Penurunan Dosis
 Penurunan secara bertahap
 Penurunan 25% dari dosis total setiap 2 hari
 Sampai tercapai dosis minimal 15mg/hari
 Nyeri hilang  morfin stop
FENTANYL
• Opioid kuat
• Mengatasi nyeri sedang sampai berat pada Nyeri
kanker
• Efek antinyeri fentanil 100x lebih kuat daripada
morfin
• Tersedia dalam bentuk transdermal, tablet dan
injeksi
Penentuan /konversi dosis fentanyl berdasarkan
obat opioid yang sedang dipakai
Dosis opioid Dosis fentanyl Dosis Opioid Dosis fentanyl
ORAL TRANSDERMAL IV/IM TRANSDERMAL
Morphin Sulfat Morphn sulfat
60-134 mg/hari 25 mcg/jam 10-22 mg/hari 25 mcg/jam
135-224 mg/hari 50 mcg/jam 23-37 mg/hari 50 mcg/jam
225-314 mg/hari 75 mcg/jam 38-52 mg/hari 75 mcg/jam
315-404 mg/hari 100 mcg/jam 53-67 mg/hari 100 mcg/jam
Kodein
150-447 mg/hari 25 mcg/jam
448-747 mg/hari 50 mcg/jam
748-1047 mg/hari 75 mcg/jam
1048-1347 mg/hari 100 mcg/jam
Efek samping Analgesic Golongan
Opioid
Mulut kering • Vaselin

Mual muntah & • Laksatif – konstipasi


Konstipasi • Metoklopramid, Difenhidramin – mual muntah

Sedasi • Pengaturan dosis

Depresi • Starts low go slow (dosis rendah, ditingkatkan


Pernapasan pelan-pelan

• Naloxone infusion dengan dosis rendah,


Ruam dan Gatal Antihistamin
Perbandingan efek samping Golongan
Opioid
Opioid analgesic Potency Sedation Nausea Consti Respi
(po)* and pation ratory
vomiting depressi
on
Codeine 0.05 - + + +
Dihydrocodeine 0.1 - + + +
Tramadol 0.1 - +++ + +
Pethidine (Meperidine) 0.1 + + + +
Morphine 1.0 ++ ++ +++ ++
Diamorphine 1.0 ++ ++ +++ +
Oxycodone 2 - + + +
Phenazocine 5 + + + +
Levorvanol 5 + + + +
Hydromorphone 7.5 ++ + + ++
Buprenorphine (sublin 50 +++ + + +
gual)
Fentanyl (transdermal) 150 + + - +
Perbandingan Dosis Equianalgesic
antara Opioid dan Non Opioid
ANALGESIC AJUVAN
Definisi
Jenis Anagesik Ajuvan
General/ • Kortikosteroid: Prednisolon (10mg/6-8jam), dexamethason
nonspesifik (4mg/6-8jam)

• Anticonvulsan : Gabapentin (100mg/24jam),Carbamazepin


(100mg/8jam)
Nyeri • Antidepressants : Amitriptilin (10-25mg/24jam)
Neuropatic
• Neuroleptik : klorpromazine (10-25mg/4-8jam)
• Anxiolitik :Diazepam (5-10mg/12jam)

• bisphosphonates
Nyeri Tulang
• Calcitonin
MEKANISME KERJA AMITRIPTILIN

Amitriptilin
AMYTRIPTILINE
 Untuk nyeri kronik (unlabeled use):
Dosis awal : 25 mg sebelum tidur;
dapat ditingkatkan sampai 100 mg/hari

 ESO: mulut kering, diare, retensi urin, halusinasi.


 Cara penyimpanan: simpan pada suhu kamar dan
terlindung dari sinar matahari.
POTENSI INTERAKSI OBAT
Codein – paracetamol

 Tidak ada interaksi farmakokinetik antara codein


dan parasetamol, tetapi kombinasi ini dapat
meningkatkan efek analgesiknya.

(Stockley’s, 2008)
Codein - amitriptilin

 Penggunaan opiod dengan Amitrptilin dapat


menyebakan efek depresi CNS yang meningkat,
namun codein memiliki efek supresi cns yang
sangat rendah sehingga, efek sedasi dari codein
sangat rendah, sehinggal efek penekanan CNS
pada penggunaan kombinasi kedua obat ini tidak
menimbulkan interaksi.
35