You are on page 1of 62

LAPORAN KELOMPOK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

EVALUASI PELAKSANAAN INTERVENSI LANJUT PROGRAM INDONESIA


SEHAT PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) DI TUJUH DESA WILAYAH
KERJA PUSKESMAS NARMADA TAHUN 2017/2018

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM
PUSKESMAS NARMADA
2018
ANGGOTA KELOMPOK
LALU AHMAD GAMAL ARIGI (H1A013033)
NI KOMANG AYU SWANITRI W (H1A013044)
QISTHINADIA HAZHIYAH S (H1A013053)
PUTU ARTHANA PUTRA (H1A013051)
ROSMEITI EMMA AULIYA (H1A013057)
SRI ROHMAYANA (H1A013061)
OUTLINE
BAB I: Pendahuluan
BAB II: Tinjauan Pustaka
BAB III: Metodologi penelitian
BAB IV: Hasil & Pembahasan
BAB V: Kesimpulan & Saran
PENDAHULUAN BAB I
LATAR BELAKANG
Permasalahan kesehatan di Solusi pemerintah: Program
Indonesia masih belum dapat Gaya hidup Indonesia Sehat dengan
tertangani baik penyakit menular masyarakat ↑ Pendekatan Keluarga (PIS-
dan tidak menular resiko penyakit PK)

Diperlukan evaluasi terhadap Selama pelaksanaan PIS-PK, Puskesmas Narmada sudah


intervensi tersebut untuk diberikan intervensi awal menjalankan program ini
mendapatkan gambaran terhadap masalah kesehatan sejak tahun 2017 di 7 desa
pelaksanaan dan pencapaian di keluarga dan direncanakan wil kerjanya.
hasil. intervensi lanjut.
RUMUSAN MASALAH
 “Apa saja bentuk intervensi yang dilakukan oleh pemegang program yang
dilakukan pada 12 Indikator Keluarga Sehat pada 7 desa di wilayah kerja
puskesmas Narmada?”
 “Apakah sudah dilakukan intervensi lanjutan oleh pemegang program pada
masalah kesehatan dari 12 Indikator Keluarga Sehat pada 7 desa di
wilayah kerja puskesmas Narmada?”
 “Apa kendala yang dihadapai dalam melakukan intervensi lanjut pada 12
indikator Keluarga Sehat pada 7 desa di wilayah kerja puskesmas
Narmada?”
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Umum Tujuan Khusus
Mengetahui intervensi yang dilakukan  Untuk mengetahui apakah intervensi
oleh pemegang program pada sudah dilakukan oleh pemegang
Indikator Kelurga Sehat pada 7 desa program pada Indikator Kelurga
di wilayah kerja puskesmas Narmada Sehat

 Untuk mengetahui kendala yang


dihadapi saat intervensi sehingga
belum dilakukan pada Indikator
Kelurga Sehat
MANFAAT PENELITIAN
Bagi • Memberikan informasi mengenai intervensi yang telah
Peneliti dilakukan pemegang program pada indikator keluarga sehat.

Bagi • Memberikan infomasi kepada masyarakat mengenai


permasalahan kesehatan dan intervensi yang dilakukan pada
Masyarakat indikator keluarga sehat.

Bagi • Puskesmas Narmada dapat mengetahui hasil evaluasi yang


dilakukan pada hasil intervensi dari pemegang program
Institusi pada indikator keluarga sehat.
TINJAUAN PUSTAKA BAB II
PUSKESMAS
Fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan UKM dan
UKP tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya

(Permenkes No. 75 Tahun 2014)


PROGRAM INDONESIA SEHAT
• Program Indonesia Sehat  salah satu program dari agenda ke-5
Nawa Cita  meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia
• Didukung oleh program-program sektoral lainnya  Program
Indonesia Pintar, Indonesia Kerja, & Indonesia Sejahtera
• Pencapaiannya direncanakan dalam Rencana Strategis (Renstra)
Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019
PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA
(PIS-PK)
Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan
jangkauan sasaran & meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya
dengan mendatangi keluarga.

1. Keluarga mengikuti program keluarga berencana


2. Ibu melakukan persalinan difasilitas kesehatan
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
4. Bayi mendapat air susu Ibu eksklusif
5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan
6. Penderita tuberculosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar
7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur
8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak diterlantarkan
9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok
10.Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
11.Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
12.Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat
SIKLUS PENDEKATAN KELUARGA
TAHAP MONITORING DAN EVALUASI
TIM PIS-PK
PUSKESMAS
NARMADA

SK Pemimpin UPT BLUD Puskesmas


Narmada Nomor 92 tahun 2017
METODOLOGI PENELITIAN BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
DESAIN SUBYEK

Penelitian deskriptif kualitatif Program PIS-PK di tujuh desa


dengan metode fenomenologi wilayah kerja Puskesmas
Narmada.

WAKTU & TEMPAT INFORMAN

19 Februari - 20 Maret 2018 Pemegang program pada


di Puskesmas Narmada, indikator keluarga sehat.
Lombok Barat
DEFINISI OPERASIONAL
Variabel Definisi Operasional
Intervensi Awal Tindakan yang langsung dilakukan ketika ada keluarga yang tidak memenuhi
salah satu indikator keluarga sehat, intervensi awal dilakukan dengan cara
edukasi menggunakan leaflet Pinkesga
Pemegang Program Orang yang bertanggung jawab menyusun rancangan usaha kesehatan di
bidang penyakit tidak menular, penyakit menular, gizi, kesehatan ibu anak,
kesehatan lingkungan, kesehatan jiwa, atau promosi kesehatan yang bertujuan
untuk meningkatkan indeks keluarga sehat di wilayah kerja Puskesmas Narmada

Intervensi Lanjut Rencana tindak lanjut yang dirancang oleh pemegang program pada program
PIS-PK yang tidak tercapai target agar dapat mencapai target
12 Indikator Dua belas penanda untuk menyatakan suatu keluarga sehat atau tidak
Keluarga Sehat
METODOLOGI PENELITIAN
Pengumpulan Pengumpulan data dilakukan peneliti dengan pengumpulan
Data data primer dan data sekunder

Instrumen Peneliti menggunakan kuesioner wawancara mendalam


disertai dengan alat perekam (menggunakan telpon seluler)
Penelitian
dan alat tulis.

Data yang dikumpulkan akan dianalisa melalui tiga tahap yaitu:


• Reduksi data
Analisis Data
• Menyajikan data
• Menarik kesimpulan
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM (IN DEPTH INTERVIEW )
Wawancara dengan Wawancara dengan
Penanggung Jawab PIS-PK Pemegang Program 12 Indikator PIS-PK
1. Kapan pelaksanaan PIS-PK di tujuh desa 1. Bagaimana pencapaian target PIS-PK di 7
tersebut dilaksanakan? desa?
2. Berapa kali dilakukan kunjungan keluarga 2. Apakah dilakukan intervensi lanjut? Jika ya,
dalam pelaksanaan PIS-PK? dalam bentuk apa dilakukan intervensi lanjut?
3. Apakah dilakukan intervensi awal? Jika ya, Jika tidak, mengapa tidak dilakukan?
dalam bentuk apa dilakukan intervensi awal? 3. Apakah terdapat bukti tertulis pelaksanaan
4. Apakah terdapat bukti tertulis pelaksanaan intervensi lanjut?
intervensi awal? 4. Bagaimana perkembangan intervensi lanjut
5. Siapakah yang melakukan intervensi awal dan yang telah dilakukan?
lanjut? 5. Apa kendala yang dihadapi dalam
pelaksanaan intervensi lanjut?
6. Apakah sudah dilakukan analisis IKS pasca
intervensi? Jika sudah bagaimana hasilnya?
Program PIS-PK

ALUR PENELITIAN Pengumpulan Data capaiaan 12 indikator PIS-PK


di yang telah dilaksanakan di 7 desa wilayah
kerja Puskesmas Narmada tahun 2017

Analisa data capaiaan 12 PIS-PK di yang telah


dilaksanakan di 7 desa wilayah kerja Puskesmas
Narmada tahun 2017

Penyusunan kuesioner wawancara mendalam

Melakukan wawancara mendalam pada pemegang


program 12 indikator PIS-PK Puskesmas narmada

Pengolahan data hasil wawancara mendalam

Kesimpulan penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV
CAKUPAN PER INDIKATOR KELUARGA SEHAT DI BAB IV
TUJUH DESA WILAYAH KERJA PUSKESMAS NARMADA
MEKAR KRAMA DASAN GERIMAK TANAK
No INDIKATOR SEMBUNG BADRAIN
SARI JAYA TERENG INDAH BEAK
1 Keluarga mengikuti program KB 67,20% 64,9% 83,02% 74,1% 96,93% 82,72% 88,83%
Persalinan ibu dI fasilitas pelayanan
2 100,% 98,6% 100% 100,00% 100% 97,22% 98,44%
kesehatan
3 Bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap 100,% 100% 100% 98,8% 100% 100% 100%
4 Bayi mendapatkan ASI Esklusif 97,90% 96,8% 92,68% 93,7% 91,67% 92,91% 96,88%
5 Pertumbuhan Balita dipantau 99,30% 99,1% 99,21% 98,8% 96,41% 96,08% 98,84%
6 Penderita TB Paru berobat sesuai standar 100% 55,6% 56,10% 58,9% 57,14% 57,14% 69,12%
7 Penderita hipertensi yang berobat teratur 12,8% 17,7% 12,43% 17,4% 29,14% 28,32% 30,24%
Penderita gangguan jiwa berat,diobati dan
8 50% 33,3% 45,45% 32,0% 55,56% 75,00% 55,56%
tidak telantarkan
9 Anggota keluarga tidak ada yang merokok 27,2% 27,8% 35,22% 37,4% 38% 28,32% 41,61%
10 Keluarga sudah menjadi anggota JKN 22,7% 26,1% 39,02% 33,8% 40,24% 40,49% 22,80%
Keluarga memiliki akses/menggunakan
11 85,4% 95,7% 98,89% 98,6% 98,44% 98,89% 98,03%
sarana air bersih
Keluarga memiliki akses/menggunakan
12 35,9% 51,3% 69,32% 76,6% 82,27% 78,92% 80,30%
jamban keluarga
Indeks Keluarga Sehat (IKS) 0.044 0.067 0.131 0.151 0.197 0.140 0.161
KARAKTERISTIK
INFORMAN
HASIL DAN PEMBAHASAN WAWANCARA BAB IV
DENGAN PENANGGUNG JAWAB PIS-PK
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
a. Berapa kali “Yang kunjungan keluarga PIS-PK itu surveyor Pendekatan keluarga adalah Sudah dilakukan Pelaksanaan
dilakukan dari tim PIS-PK. Nanti surveyornya kerjasama salah satu cara Puskesmas untuk beberapa kali kunjungan
kunjungan dengan kader atau kadus di tiap dusun/desa meningkatkan jangkauan sasaran kunjungan pada keluarga sudah
keluarga untuk ikut bantu cari keluarga yang mau dan meningkatkan akses setiap keluarga . dilakukan dengan
dalam dikunjungi. Kunjungannya tidak hanya satu kali pelayanan kesehatan di wilayah baik
pelaksaan dilakukan. Setiap kunjungan kita harus ketemu kerjanya.
PIS-PK? dengan semua anggota keluarga sehingga jika
saat kunjungan tidak ada semua anggotanya,
kita harus lakuin kunjungan ulang sampai
semua anggota keluarga terdata dalam PIS-
PK. Biasanya bisa sampai 2-3 kali kunjungan
untuk satu keluarga.”(Informan A)
b. Apakah “Intervensi awal tetap dilakukan oleh tim PIS- Salah satu instrumen yang Sudah dilakukan Sebaiknya
dilakukan PK dalam bentuk pemberian edukasi pakai digunakan di tingkat keluarga intervensi awal dibuatkan
intervensi flipchart Paket Informasi Kesehatan Keluarga untuk intervensi awal adalah dengan pemberian leaflet Pinkesga
awal? Jika atau disingkat PINKESGA. Jadi edukasi pakai Paket Informasi Keluarga edukasi menggunakan masing-masing
iya flipchart ini ditujukan untuk keluarga yang (Pinkesga), yaitu berupa flyer, flip chart Pinkesga. indikator yang
dilakukan masih bermasalah pada salah satu atau lebih leaflet, buku saku, atau bentuk diberikan
dalam indikator yang terdata saat sedang melakukan lainnya, yang diberikan kepada kepada
bentuk apa? kunjungan PIS-PK.” (Informan A) keluarga sesuai masalah keluarga.
kesehatan yang dihadapinya.
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
c. Apakah “Untuk pelaksanaan intervensi awal Dalam pelaksanaan kegiatan Tidak terdapat Sebaiknya dibuatkan
terdapat tidak ada bukti tertulisnya, jadi intervensi awal tersebut tidak bukti tertulis bukti pelaksanaan
bukti tertulis semua keluarga yang terdata tidak terdapat bukti tertulis pelaksanaan intervensi awal
pelaksanaan memenuhi salah satu atau lebih pelaksanaannya. Setiap keluarga intervensi awal
intervensi indikator akan kita berikan intervensi yang didata jika memiliki
awal? awal berupa edukasi tersebut.” masalah pada salah satu atau
(Informan A) lebih indikator akan langsung
diberikan edukasi sebagai
intervensi awal oleh tim PIS-PK.
d. Siapa yang “Intervensi awal dilakukan oleh tim Intervensi awal diberikan Intervensi awal -
melakukan PIS-PK pada saat pengambilan data terhadap permasalahan dilakukan oleh tim
intervensi keluarga, sedangkan intervensi lanjut kesehatan yang ada di setiap PIS-PK sedangkan
awal dan dilakukan oleh pemegang program anggota keluarga, yang intervensi lanjut
intervensi masing-masing indikator setelah dilakukan saat pendataan dan oleh pemegang
lanjut? mendapat data dari tim PIS-PK.” kunjungan rumah oleh tim PIS- program setiap
(Informan A) PK. Setelah dilakukan indikator
pendataan dan intervensi awal,
dilakukan analisis IKS awal
HASIL DAN PEMBAHASAN WAWANCARA BAB IV
DENGAN PEMEGANG PROGRAM
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
Indikator 1: Keluarga mengikuti program KB
a. Bagaimana “Tujuh Desa itu semuanya sudah mencapai target Target yang digunakan oleh Belum mencapai Sebaiknya target
pencapaian PIS-PK, 65% kan targetnya.” (Informan R) pemegang program adalah target target PIS-PK yang digunakan
target PIS-PK nasional, yaitu 65%.16 Sedangkan adalah target PIS-
di 7 desa? target PIS-PK untuk indikator ini PK, karena data
adalah 100%.8 yang diperoleh
Sehingga untuk indikator ini belum merupakan data
mencapai target PIS-PK. PIS-PK.
b. Apakah “Nah ini walaupun semuanya sudah mencapai target, Program pemerintah dalam program Sudah dilakukan
dilakukan tapi tetap kita lakukan intervensi lanjut di semua KB di puskesmas yaitu pelayanan intervensi lanjut
intervensi desa itu. Biar dia jadi 100% semuanya. Kan tiap konseling: dalam bentuk
lanjut? Jika desa itu ada bidannya dek, Bidan desa itu biasanya • kontrasepsi dasar serta pelayanan mendatangi
ya, dalam kan koordinasi dengan BKKBN kalo misalkan banyak Metode Operasi Pria (MOP) sasaran secara
bentuk apa di desa itu yang belum ber KB. Kita kan udah punya • penanganan efek samping dan langsung.
dilakukan datanya by name and address. Biasanya kita komplikasi akibat penggunaan
intervensi ngadain pelayanan KB, langsung jemput bola. kontrasepsi
lanjut? Langsung ditanya alasannya gapake itu apa, terus di • kerja sama dengan BKKBN.
edukasi, habis itu dilakukan pelayanan pemasangan Cara yang dilakukan dalam
KB langsung dirumahnya. Kalau memang awalnya intervensi lanjut tersebut sudah efektif
pendataannya T, terus dia mau pake KB, nanti karena mendatangi sasaran secara
dirubah datanya. Nanti data itu dikasih ke saya, langsung satu per satu, sehingga
terus saya kasih ke supervisor PIS-PK nya” tidak ada yang terlewatkan.
(Informan R)
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
c. Apakah “Setelah kita turun ngadain pelayanan KB, Bedasarkan buku monitoring dan Pelaksanaan • Seharusnya pelaksanaan
terdapat bukti kita punya data alasan kenapa dia ga pake evaluasi PIS-PK, pelaksanaan intervensi intervensi lanjut intervensi lanjut harus
tertulis KB.”( informan R) lanjut, seharusnya diawali dengan tidak terencana direncanakan dengan
pelaksanaan pembuatan kerangka acuan dan POA dengan baik. baik mengacu pedoman
intervensi lanjut? pelaksanaan, sehingga pelaksanaan yang ada.
dapat berjalan sesuai yang • Selain itu, perlu
diharapkan dan memberikan hasil yang dilampirkan dokumentasi
maksimal. Kemudian setelah pelaksanaan intervensi
pelaksanaanya seharusnya dibuat lanjut sebagai bukti
laporan pelaksanaan. kegiatan tersebut telah
Dengan demikian, dapat dikatakan dilaksanakan.
bahwa pelaksanaan intervensi lanjut
tidak terencana dengan baik.
d. Bagaimana ”Setelah di intervensi itu, ada dia meningkat. Terjadi perubahan setelah dilakukan Intervensi lanjut Intervensi lanjut sebaiknya
perkembangan Ini datanya” (informan R) intervensi lanjut dilihat dari yang telah segera dilakukan di semua
intervensi lanjut Berdasarkan data tsb terdapat peningkatan persentase penggunaan dilakukan desa.
yang dilakukan peningkatan yaitu Desa Mekarsari 70%, KB di 5 desa tersebut. (Lampiran Tabel sudah efektif
Desa Sembung 72%, Desa Krama Jaya 4.5) terbukti dari
85,72%, Desa Gerimak Indah 91,49%, peningkatan
dan Desa Tanak Beak 91,33%. Sedangkan capaian target.
di Desa Badrain dan Desa Dasan Tereng
hasilnya belum dilaporkan oleh bidan desa
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
e. Apa kendala “hmmm ga ada kendalanya.” Dilihat dari data capaian setelah intervensi Tidak ada kendala Seharusnya dilakukan
yang (informan R) lanjut, seluruh Desa belum ada yang rapat evaluasi bersama
dihadapi mencapai target PIS-PK untuk indikator ini, seluruh bidan desa yang
dalam yaitu 100%. Artinya, seharusnya terdapat melaksanakan intervensi
pelaksanaan kendala yang menyebabkan ketercapain lanjut dengan turun
intervensi indikator langsung mendatangi
lanjut? Dilihat dari data capaian setelah intervensi sasaran
lanjut, seluruh Desa belum ada yang
mencapai target PIS-PK untuk indikator ini,
yaitu 100%. Artinya, seharusnya terdapat
kendala yang menyebabkan ketercapain
indikator
f. Apakah sudah “Nah ini datanya sudah saya Input data pada sistem PIS-PK dapat di Belum dapat Seharusnya tim PIS-PK
dilakukan kasih, tapi saya sudah ngecek lakukan hanya pada satu indikator untuk diketahui apakah segera melakukan input
analisis IKS disana belum dirubah.” bisa mengetahui perubahan IKS paska terdapat data paska intervensi
pasca (informan R) intervensi lanjut. Namun, pada indikator ini perubahan IKS lanjut, sehingga dapat
intervensi? belum dilakukan perubahan data paska paska intervensi diketahui apakah
Jika sudah intervensi lanjut oleh petugas administrasi lanjut atau tidak. bentuk intervensi lanjut
bagaimana dari tim PIS-PK. yang dilakukan efektif
hasilnya? atau tidak
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
Indikator 2: Persalinan Ibu di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
a. Bagaimana Di seluruh desa telah mencapai Berdasrakan Rencana Strategis (Renstra) 2015- Untuk indikator ini, Seharusnya dilakukan
pencapaian 100%, kecuali Desa Sembung 2019, target pencapaian persalinan di fasilitas seluruh desa telah intervensi lanjut di desa
target PIS-PK sebesar 98,6% kesehatan adaah 85%.17 Sehingga mencapai target Sembung untuk indikator
di 7 desa? “Kalo dari tabel ini (Tabel 4.3) berdasarkan target tersebut, seluruh desa Renstra. Namun, ini, sehingga dapat
lahir di faskes, udah hampir semua sudah mencapai target tersebut. jika melihat target diketahui penyebab
kan 100%. Sisa Sembung itu aja, Sedangkan, target capaian PIS-PK pada PIS-PK, desa indikator ini tidak
tapi belum saya tanyain kenapa indikator ini adalah 100%, sehingga masih ada Sembung belum mencapai 100% di desa
dia belum.” (informan R) satu desa yang belum mencapai target PIS-PK mencapai target Sembung.
PIS-PK.
b. Apakah Berdasarkan hasil wawancara Berdasarkan alur pelaksanaan PIS-PK, setelah Belum dilakukan • Seharusnya setelah
dilakukan mendalam dengan informan R, dilakukan analisis IKS awal, maka seharusnya intervensi lanjut dilakukan pendataan
intervensi informan R belum merencanakan dilanjutkan dengan intervensi lanjut agar perlu dilakukan
lanjut? Jika untuk melakukan intervensi lanjut nantinya terjadi peningkat IKS. Selain itu, Belum terjalin intervensi lanjut,
tidak, karena hasil pendataan PIS-PK berdasarkan wawancara mendalam dengan kerja sama yang • Seharusnya dilakukan
mengapa belum disesuaikan dengan data beberapa informan, didapatkan bahwa tidak baik antara rapat gabungan
tidak yang dimilikinya semua pemegang program menjadi tim PIS-PK. pemegang antara pemegang
dilakukan? Artinya, pemegang program yang tidak masuk program dan tim program dan tim PIS-
ke dalam tim PIS-PK tidak mengetahui PIS-PK. PK untuk membahas
bagaimana pelaksanaan PIS-PK. terkait pelaksanaan
program PIS-PK
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
Indikator 3: Bayi Mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap
a. Bagaimana Tersisa 1 desa yang belum Bersasrakan Rencana Pembangunan Untuk indikator ini, Seharusnya dilakukan
pencapaian mencapai target PIS-PK Jangka Menengah Nasional (RPJMN) seluruh desa telah intervensi lanjut di desa Krama
target PIS- yaitu 100%, tetapi seluruh 2014-2019, target pencapaian bayi UCI. Namun, jika Jaya untuk indikator ini,
PK di 7 desa sudah mencapai mendapat imunisasi dasar lengkap melihat target sehingga dapat diketahui
desa? target Universal Child adalah 80%. Berdasarkan data yang PIS-PK, desa penyebab indikator ini tidak
Immunization (UCI) yaitu didapatkan, target capaian seluruh Krama Jaya mencapai 100% di desa
80% desa untuk indikator ini sudah diatas belum mencapai Krama Jaya.
“Untuk imunisasi ini kan 80%, sehingga seluruh desa dapat target
semuanya udah UCI desa, dikatakan UCI. Namun, target capaian
jadi UCI desa itu artinya PIS-PK pada indikator ini adalah
sudah diatas 80%.” 100%, sehingga masih ada satu desa
(informan N) yang belum mencapai target PIS-PK.
b. Apakah “Udah capai target UCI, ga Berdasarkan alur pelaksanaan PIS-PK, Belum dilakukan Seharusnya setelah dilakukan
dilakukan dilakukan intervensi lagi” setelah dilakukan analisi IKS awal, intervensi lanjut pendataan perlu dilakukan
intervensi (informan N) maka seharusnya dilanjutkan dengan intervensi lanjut, yang dapat
lanjut? Jika intervensi lanjut agar nantinya terjadi dimulai dengan mencari
tidak, peningkat IKS. penyebab indikator ini tidak
mengapa Sehingga, pelaksanaan PIS-PK untuk mencapai 100%, kemudian
tidak program ini dirasa penulis, belum sesuai dirumuskan bentuk intervensi
dilakukan? dengan prosedur pelaksanaan PIS-PK. lanjut seperti apa yang efektif
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
Indikator 4: Bayi Mendapat ASI Esklusif
a. Bagaimana “Target capaiaan ASI esklusif bukan 100%, Target indikator ini di PIS-PK sebesar Pemegang program tidak Lebih baik
pencapaian target di Lombok barat itu 80% bahkan untuk 100% sedangkan berdasarkan Rencana mengetahui target menggunakan
target PIS-PK target nasional untuk ASI esklusif 47% sehingga Strategis Kementrian Kesehatan Tahun capaiaan indikator bayi target capaiaan
di 7 desa? kita sudah mencapai target” (Informan O) 2015-2019 targetnya adalah sebesar mendapat ASI ekslusif tertinggi dalam
50% dan target bayi kurang dari 6 bulan PIS-PK sebesar 100% hal ini target
mendapat ASI ekslusif di kabupaten PIS-PK yakni
Lombok barat adalah 80%. 100%.
b. Apakah “Intervensinya pemberian kelas PMBA pada ibu Upaya untuk meningkatan pemberian ASI • Kegiatan yang -
dilakukan hamil trimester ketiga. Jadi dibentuk kelompok ekslusif diantaranya upaya kampanye ASI dilakukan oleh
intervensi 10 ibu hamil dimana tahun 2017 kemarin total Eksklusif, penyuluhan rutin di posyandu, pemegang program
lanjut? Jika ya, 110 ibu hamil dari 11 desa sudah kita berikan adanya kelas ibu hamil dan juga sesuai dengan kegiatan
dalam bentuk kelas PMBA. Intervensi lain konseling terkait kebijakan dari pemerintah tentang yang dilakukan dinas
apa dilakukan permasalahan dalam pemberian ASI oleh kader larangan susu formula dibawah usia 6 kesehatan Kabupaten
intervensi posyandu yang terlatih melalui kunjungan rumah. bulan. Faktor pendukung tercapainya Lombok Barat.
lanjut? Jumlah kader posyandu terlatih sebanyak lebih indikator ini: • Selain itu pemegang
dari 110 orang, itu jumlahnya hampir mencapai • Tersedianya pelayanan konseling ASI di program juga sudah
seluruh kader. Untuk memastikan bahwa konselor puskesmas melalukan intervensi
mampu menjalankan tugasnya, dilakukan • Promosi oleh tentang ASI eksklusif pada faktor pendukung
monitoring berkala dan supervise supportif tiap • Promosi oleh Kader PKK tentang ASI tercapainya ASI
bulan, ada yang 3 bulan sekali ada yang 6 eksklusif ekslusif.
bulan sekali” (informan O) • Kampanye Nasional pemberian ASI
eksklusif.
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
c. Apakah “Untuk bukti pelatihan PMBA sama Bukti tertulis adalah sesuatu Pemegang program
terdapat bukti pelatihan konseling itu kita ada datanya yang menyatakan kebenaran telah memiliki bukti
tertulis dalam bentuk laporan pertanggung suatu peristiwa yang (sudah) tertulis program
pelaksanaan jawaban. Untuk bukti apabila kader ditulis atau tersurat. Bukti ini yang dijalankannya
intervensi posyandu terlatih memberikan konseling itu penting apabila dilakukan
lanjut? ada dicatat di buku konseling, buku ini monitoring dan evaluasi.
dibawa oleh masing masing kader
biasanya kita cek saat dilakukan supervisi”
(informan O)
d. Bagaimana “Untuk intervensi intervensi tadi masih akan Berdasarkan profil Kegiatan ini perlu
perkembangan terus dilakukan” (informan O) kesehatan provinsi nusa dilanjutkan
intervensi tenggara barat tahun 2015
lanjut yang kegiatan konseling dan
dilakukan pelatihan PMBA telah
meningkatkan angka
pemberian ASI ekslusif bayi
usia kurang dari 6 bulan
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
e. Apa kendala “Inisiasi menyusui dini nggak berjalan baik Hubungan antara melahirkan secara sectio Kelahiran secara SC Perlunya penguatan
yang terutama ibu yang lahiran lewat Sectio cesaria dengan IMD dikemukakan dalam berpengaruh pada IMD pada bayi yang
dihadapi Cesaria. Info ini saya dapat dari kader penelitian Prior, dkk (2012) menunjukkan pemberian IMD lahir dengan section
dalam posyandu. Bayi yang lahir lewat SC adanya hubungan yang negatif antara pada bayi baru cesaria.
pelaksanaan biasanya nggak jalan IMD nya. Faktor lain persalianan secara SC dengan pelaksanaan lahir.
intervensi seperti masalah pada puting, dukungan IMD. Hal ini berhubungan dengan rasa nyeri
lanjut? keluarga untuk ibu menyusui juga akibat luka operasi, pengaruh anastesi,
mempengaruhi pemberian ASI ekslusif. ketidaknyamanan ibu, dan belum keluarnya
Kendala lainnya adalah waktu untuk ASI setelah operasi.
pelaksanaan kelas PMBA ini. Untuk
dukungan keluarga kita intervensi tetap
dengan konseling” (informan O)
f. Apakah “Untuk data capaiaan ASI ekslusif kita Terdapat 12 indikator untuk menyatakan 12 indikator Perlu dilakukan
sudah masukkan tiap bulan kan, itu kalau saya suatu keluarga sehat atau tidak yang secara keluarga sehat koordinasi antar
dilakukan lihat sudah cukup berhasil karena matematis satu indikator mempengaruhi dalam Program PIS- pemegang program
analisis IKS capaiaannya tidak pernah dibawah target indikator lain. Misalkan meskipun pada suatu PK merupakan satu PIS-PK untuk
pasca yang ditentukan tadi. Kami sudah keluarga telah menerapkan pemberian ASI kesatuan yang meningkatkan IKS
intervensi? menghitung bagaimana cara menaikkan ekslusif pada bayi kurang dari 6 bulan saling secara keseluruhan.
Jika sudah IKS, program ASI esklusif tidak namun bila indikator keluarga sehat yang mempengaruhi satu
bagaimana berpengaruh besar pada perubahan IKS, lain tidak memenuhi syarat maka IKS sama lain
hasilnya? yang bisa merubah IKS adalah indikator keluarga itu akan berkurang.
merokok” (Informan O)
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
Indikator 5: Pertumbuhan dan Perkembangan Balita Terpantau
a. Bagaimana Dari ketujuh desa, semua Target indikator balita Pemegang Apabila ada program
pencapaian desa belum mencapai target mendapatkan pemantauaan program tidak yang sama namun target
target PIS- PIS-PK yaitu 100%, namun pertumbuhan PIS-PK adalah mengetahui target capaian yang berbeda
PK di 7 pemegang program memakai sebesar 100% Dari ketujuh capaian indikator beda maka lebih baik
desa? target dinas kesehatan desa tersebut, semua desa ini di PIS-PK menggunakan target
Lombok Barat yaitu 91% belum mencapai target PIS- sebesar 100%. capaian tertinggi dalam
“Target capaiaan pertumbuhan PK. hal ini target PIS-PK yakni
balita terpantau yang dihitung 100%.
oleh dinas kesehatan Lombok
barat sebesar 91% jadi kita
sudah mencapai target”
(Informan O)
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
b. Apakah “Kegiatan pemantauaan pertumbuhan balita itu Ada beberapa faktor pendukung Pemegang program telah
dilakukan didahului pendataan sasaran waktu kegiatan timbang tercapainya indikator balita melakukan intervensi pada
intervensi rutin di posyandu nanti dicatat di KMS dan dilihat mendapatkan pemantauaan beberapa faktor pendukung
lanjut? Jika apakah garisnya floating, lalu grafik pertumbuhannya pertumbuhan yakni tercapainya indikator balita
ya, dalam dillihat terkait dengan KBM. Lalu kita lihat berat • Posyandu yang berfungsi dengan mendapatkan pemantauaan
bentuk apa badan per usianya. Kita lanjutkan ukur tinggi badan baik reguler (minimal 1 bulan pertumbuhan seperti
dilakukan dan lihat tinggi badan per usia. Lalu kita hitung juga sekali) posyandu yang berfungsi
intervensi berat badan per tinggi badannya. Intervensi kita • Supervisi & bimbingan yang baik, supervisi dan
lanjut? berikan pada balita kurus atau kurus sekali dengan reguler dari Puskesmas ke bimbingan puskesmas
pemberian PMT pemulihan 90 hari makan yang 1 kali posyandu kepada kader posyandu
makannya 400 gram biasanya dianter kader • Pemantauan pertumbuhan murid lewat pelatihan konseling.
posyandu. Bila setelah pemberian PMT ini berat tidak play group & taman kanak
naik dilakukan skrining penyakit oleh dokter, perawat, • Promosi oleh kader PKK tentang
bidan. Lalu faktor pola asuh juga berpengaruh pada pemantauan pertumbuhan balita
pemberian makanan pada anak jadi kita berikan • Promosi oleh tenaga kesehatan
pelatihan konselor dan PMBA ibu hamil. Untuk gizi tentang pemantauan
lebih kita tekankan pada konseling dan monitoring pertumbuhan balita
karena kita ndak bisa melarang kan orang untuk
makan. Untuk balita gizi normal kita monitoring
berkala saat posyandu untuk memastikan dia tidak
ada masalah gizi kedepannya” (informan O)
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
c. Apakah “Untuk bukti tertulis pelaksanaan itu kita Bukti tertulis adalah sesuatu yang Terdapat bukti
terdapat bukti ada datanya dalam bentuk SPJ” menyatakan kebenaran suatu peristiwa tertulis pelaksanaan
tertulis (informan O) yang (sudah) ditulis atau tersurat. Bukti intervensinya
pelaksanaan ini penting apabila dilakukan monitoring
intervensi? dan evaluasi.
d. Apa kendala “Beberapa kasus pemberian PMT nggak Berdasarkan penelitian PMT-P Pemegang program • Untuk meningkatkan
yang dihadapi bisa naikin status gizi pasien selain karena memberikan pengaruh yang signifikan telah mengetahui efisiensi paket PMT-P
dalam penyakit penyerta yang hambat terhadap perubahan status gizi balita kendala yang perlu dilaksanakan proses
pelaksanaan pertumbuhan pasien, faktor lainnya apakah gizi buruk. Namun pada beberapa dihadapi dalam pendampingan secara
intervensi PMT tersebut dikasi ke balita tersebut atau kasus ada balita yang sudah diberikan perbaikan status kontinu, agar paket yang
lanjut? nggak karena kader yang antar PMT ke PMT-P tapi tidak ada perbaikan gizi. gizi pasien dengan diberikan tepat dan
rumah balita nggak lihat pemberian PMT Ini bisa disebabkan saat pemberian gizi kurang ataupun diterima sesuai dengan
secara langsung, jadi disinilah peran PMT-P balita mengalami sakit/infeksi gizi buruk. rencana program yang
keluarga yang penting untuk pengawasan dimana akan terjadi peningkatan diberikan.
pemberian PMT. Kendala lain adalah balita kebutuhan energi, peningkatan • Perlu dilakukan kegiatan
yang nggak datang ke posyandu karena katabolisme, nafsu makan menurun serta penyuluhan dan
keluarganya pergi ke luar daerah atau terjadi penurunan absorbsi zat gizi oleh pemberian motivasi pada
karena sakit dan sedang diopname jadi usus. keluarga balita untuk
nggak terpantau pertumbuhan bulanannya. Faktor lain yang mempengaruhi meningkatkan kesadaran
Kalau balita yang ndak datang posyandu 2 keberhasilan pemberian PMT-P adalah keluarga terkait status
bulan beruntun biasanya kader posyandu kesadaran, ketelatenan, dan kesabaran gizi balita tersebut
datengin ke rumahnya” (Informan O) ibu dalam memberikan PMT-P.
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
e. Bagaimana “intervensi tadi itu masih terus Intervensi untuk -
perkembangan dilakukan” (informan O) indikator ini masih
intervensi lanjut terus dilakukan
yang dilakukan
f. Apakah sudah “Untuk data capaiaan pertumbuhan Terdapat 12 indikator untuk 12 indikator Perlu dilakukan
dilakukan balita terpantau kita masukkan tiap menyatakan suatu keluarga keluarga sehat koordinasi antar
analisis IKS bulan kan, itu kalau saya lihat sehat atau tidak yang tidak dalam Program PIS- pemegang program
pasca sudah cukup berhasil karena terpisahkan sehingga secara PK merupakan satu PIS-PK untuk
intervensi? Jika capaiaan kita sudah mencapai matematis satu indikator kesatuan yang saling meningkatkan IKS
sudah melampaui target yang ditetapkan mempengaruhi indikator lain. mempengaruhi satu secara keseluruhan
bagaimana tadi. Kami sudah menghitung Misalkan meskipun balita pada sama lain
hasilnya? bagaimana cara menaikkan IKS, suatu keluarga terpantau
program pertumbuhan balita pertumbuhannya namun bila
terpantau tidak berpengaruh besar indikator keluarga sehat yang
pada perubahan IKS, yang bisa lain tidak memenuhi syarat
merubah IKS adalah indikator maka IKS keluarga itu akan
merokok” berkurang.
(Informan O)
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
Indikator 6: Penderita TB Paru Berobat Sesuai Standar
a. Bagaimana Dari ketujuh desa tersebut, hanya satu Berdasrakan Rencana Strategis (Renstra) Pada indikator Perlu
pencapaian desa yang telah mencapai target PIS-PK 2015-2019, target cakupan pengobatan ini, hanya desa dilakukan
target PIS- yaitu 80%, semua kasus TB (case detection rate/CDR) Mekar Sari yang intervensi
PK di 7 “Iya, kalau TB ini masih banyak yang yang diobati adalah 70%. Sehingga telah mencapai lanjut untuk
desa? belum sampe target. Kan targetnya 80%, berdasarkan target tersebut, hanya desa target PIS-PK meningkatkan
ini baru Mekar Sari aja yang udah Mekar Sari yang telah mencapai target dan target CDR capai pada
mencapai target.”(informan H) tersebut. Sedangkan, target capaian PIS-PK nasional. indikator ini.
pada indikator ini adalah 100%, sehingga
masih ada satu desa yang belum mencapai
target PIS-PK untuk indikator ini.
b. Apakah “Jadi kita itu turun ke yang T aja, kita Program pemerintah tentang TB terdiri dari Intervensi lanjut
dilakukan konfirmasi dia bener T atau ga. Soalnya penemuan kasus TB secara aktif dengan yang dilakuakan
intervensi ada yang masuk T padahal dia post TB, investigasi dan pemeriksaan kasus kontak, yaitu penemuan
lanjut? Jika ada juga yang batuk karena jantung atau skrining secara massal terutama pada kasus TB secara
ya, dalam asma. Nah ntar trus ditanya apa alasan kelompok rentan dan kelompok berisiko, dan aktif dengan
bentuk apa mereka ga berobat, setelah itu kita kasi skrining pada kondisi situasi khusus, serta investigasi.
dilakukan edukasi untuk berobat teratur atau kalo penemuan kasus TB secara pasif dilakukan
intervensi masih suspek kita anjurkan dia periksa melalui pemeriksaan pasien yang datang ke
lanjut? dahak ke puskesmas” (informan H) Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
c. Apakah “Ohh ada bukti pelaksanaannya. Jadi Bedasarkan buku monitoring dan evaluasi Pelaksanaan • Seharusnya pelaksanaan
terdapat bukti saya bikinkan SPJ. Kalo proposal PIS-PK, pelaksanaan intervensi lanjut, intervensi lanjut tidak intervensi lanjut harus
tertulis kegiatan gitu ga ada.” (informan H) seharusnya diawalai dengan pembuatan terencana dengan direncanakan dengan
pelaksanaan kerangka acuan dan POA pelaksanaan, baik. baik mengacu pedoman
intervensi Kemudian setelah pelaksanaanya yang ada
lanjut? seharusnya dibuat laporan pelaksanaan. • perlu dilampirkan
dokumentasi intervensi
lanjut sebagai bukti
kegiatan
d. Apa kendala “Kalo kendala sebenernya ga ada. Kendala menurut pihak pemegang program Kendala dalam Sebaiknya intervensi tidak
yang dihadapi Cuma ya harus dicari waktu nyempetin adalah kurangnya SDM, dimana pemegang melakukan intervensi hanya dilakukan oleh
dalam turun soalnya kan kita dinas juga disini program juga memiliki tanggung jawab lain lanjut berada pada pemegang program saja,
pelaksanaan (di Poli), terus kadang juga kita udah di puskesmas selain sebagai pemegang SDM yang kurang, yang dalam hal ini hanya
intervensi turun tapi ga ketemu orangnya. Ada program. Selain itu, terdapat pula kendala sehingga kegiatan satu orang, namun harus
lanjut? juga yang suspek TB, udah kita dari pihak sasaran. Dimana beberapa intervensi lanjut dibentuk tim untuk
datengin tapi gamau periksa dahak. sasaran yang masih tergolong suspek TB, tertunda. pelaksanaan intervensi
Alesannya macem-macem, ada yang enggan memeriksakan sputumnya untuk yang nantinya akan di
bilang nanti dia anter sendiri dahaknya memastikan diagnosis TB. Selain itu, Selain itu, kesadaran koordinir oleh pemegang
gamau lewat kader, ada yang gabisa kendala lain yang dihadapi adalah tidak masyarakat untuk program
keluarin dahak, ada juga yang muda bertemunya pemegang program dengan memeriksakan diri
muda itu gamau aja dia gitu periksa sasaran saat dilakukan intervensi lanjut masih sangat kurang.
dahaknya ke puskesmas.” (informan karena berbagai alasan
H)
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
e. Bagaimana “Yang udah di intervensi itu Dari intervensi lanjut yang dilakuakan, maka Intervensi lanjut yang Perlu dilakukan intervensi
perkembangan Sembung, Mekar Sari, diketahui penyebab terbanyak T pada telah dilakukan sudah lanjut yang lebih agresif
intervensi lanjut Krama Jaya, Badrain. Ada indikator ini adalah post TB. Hal ini cukup baik terbukti dari sehingga lebih efektif,
yang dilakukan data perubahannya setelah disebabkan karena berdasarkan kuesioner diketainya penyebab T misalnya:
intervensi, ada yang dari T PIS-PK, warga yang pernah memiliki riwayat pada indikator ini. • dilakukan penemuan
jadi N. Nanti saya kasih TB akan dikategorikan sebagai T, walaupun kasus TB secara aktif
ya. Untuk Desa yang lain sudah tuntas berobat dan dinyatakan Edukasi pada suspek TB dengan mendatangi
rencananya minggu ini (19 sembuh. kurang efektif, karena langsung sasaran untuk
– 24 Maret 2018) mau Dari 16 sasaran yang tergolong suspek TB, banyaknya sasran mengambil sampel
saya intervensi lanjut.” hanya 6 sasaran yang bersedia melakukan dengan kategori suspek sputum
(informan H) pemeriksaan sputum, seharusnya seluruh TB yang enggan • bekerja sama dengan
suspek TB wajib memeriksakan sputumnya memeriksakan kader atau tokoh
untuk memastikan diagnosis TB dan setempat
menetukan langkah selanjutnya. • edukasi lebih mendalam
f. Apakah sudah “Kalo data hasil intervensi, Input data pada sistem PIS-PK dapat di Belum dapat diketahui Seharusnya tim PIS-PK
dilakukan sudah saya kasih ke admin lakukan hanya pada satu indikator untuk apakah terdapat segera melakukan input
analisis IKS PIS-PK nya untuk yang bisa mengetahui perubahan IKS paska perubahan IKS paska data paska intervensi
pasca empat desa yang sudah di intervensi lanjut. Namun, pada indikator ini intervensi lanjut atau lanjut, sehingga dapat
intervensi? Jika intervensi itu. Tapi saya belum dilakukan perubahan data paska tidak. diketahui apakah bentuk
sudah gatau datanya sudah intervensi lanjut oleh petugas administrasi intervensi lanjut yang
bagaimana diolah atau belum sama dari tim PIS-PK dilakukan efektif atau
hasilnya? adminnya.” (informan H) tidak
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
Indikator 7: Penderita Hipertensi yang Berobat Teratur
a. Bagaimana Pencapaian di Desa Mekar Sari sebesar 12,8%, Dari ketujuh desa tersebut belum ada yang Semua desa Puskemas mendukung
pencapaian Desa Sembung sebesar 17,7%, Desa Badrain mencapai target PIS-PK yaitu 100%. belum rencana intervensi
target PIS-PK 12,43%, Desa Krama Jaya 17,4%, Desa Dasan mencapai yang dibuat oleh
di 7 desa? Tereng 29,14%, Desa Gerimak Indah 28,32%, target PIS-PK. pemegang program
dan Desa Tanak Beak 30,24%. untuk mencapai target.
b. Apakah “Nanti programer buat daftar pasien hipertensi di Dalam rangka mengendalikan penyakit Pada indikator Mengembangkan
dilakukan satu Dusun, abis itu kita kasi ke kader. Kadernya tidak menular, khususnya hipertensi dapat ini sudah mulai model penyuluhan
intervensi bantu untuk mengumpulkan pasien di satu tempat dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai dilakukan yang sudah ada sesuai
lanjut? Jika untuk kita kontrol tekanan darahnya, kasi obat berikut4: intervensi lanjut dengan kondisi wilayah
ya, dalam tensi sama KIE kontrol ke Puskesmas. Kita juga 1.Peningkatan deteksi dini faktor resiko dan banyak dan kebudayaan
bentuk apa numpang ke program prolanis, posbindu, promkes PTM melalui Posbindu maupun posyandu bentuk masyarakat setempat.
dilakukan dek buat penyuluhan sama skrining pasien lansia yang dilakukan secara proaktif intervensi lanjut
intervensi hipertensi. Baru-baru ini juga kita buat usulan mendatangi sasaran, yang dilakukan.
lanjut? kegiatan, caranya kita langsung pendekatan ke 2.Peningkatan akses pelayanan terpadu
rumah suatu keluarga yang dilakuin oleh 1 orang PTM di fasilitas kesehatan tingkat
petugas kesehatan cari 5 orang pasien hipertensi pertama (FKTP)
yang tidak berobat teratur dilakukan selama 5 Dengan adanya program puskesmas
hari dalam 1 bulan, Kita juga nanti ngisi kuisioner terhadap pencegahan penyakit tidak
tentang hipertensi yang kita adaptasi dari menular melalui posbindu serta posyandu
kuisioner yang dibuat BPJS dek. Kegiatan ini lansia, lebih memudahkan programer untuk
sudah sudah berlangsung berlangsung dari bulan melakukan suatu intervensi lanjut.
februari kemarin dek”. (Informan Y)
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
c. Apakah “Ada dokumennya dalam Untuk melakukan suatu monitoring dan Hanya ada bukti Sebaiknya dibuatkan suatu
terdapat bukti bentuk hasil kegiatannya, yaitu evaluasi terhadap intervensi lanjut dalam bentuk SPJ. dokumen pelaksanaan
tertulis SPJ”(Informan Y) diperlukan suatu dokumen pembuktian kegiatan intervensi lanjut
pelaksanaan sehingga nantinya jika dilakukan monev yang berisi (penjadwalan
intervensi analisis perubahan IKS, mendaptkan intervensi, Term of
lanjut? gambaran dari hasil intervensi lanjut Reference (TOR), laporan
yang telah dilakukan. pelaksanaan di tingkat
keluarga, desa dan
Puskesmas.
d. Bagaimana “Intervensi kita lakukan sudah Pada buku Pedoman Umum PIS-PK Sudah dilakukan -
perkembangan di 3 Desa, di Desa Sembung Kemenkes 2016, menjelaskan prevalensi intervensi pada 3
intervensi lanjut kita sudah ke 3 Dusun, katanya penderita hipertensi yang telah kontak desa dari 7 desa
yang sudah 100% intervensi, tapi dengan petugas kesehatan baru 36,8%, yang sudah di data
dilakukan? tidak ada laporan real. Desa sementara sisanya 2/3 tidak tahu kalau yaitu Desa Sembung,
Badrain sudah beberapa Dusun dirinya menderita hipertensi. Hal ini Badrain dan Mekar
salah satunya Batu Rimpang menunjukkan bila tidak menggunakan Sari, namun belum
Barat, sama Mekar Sari 1 pendekatan keluarga, 2/3 bagian atau ada laporan yang
Dusun”(Informan Y) sekitar 28 juta penderita hipertensi dibuat mengenai
tidak akan tertangani. intervensi tersebut.
Oleh karena itu Hal ini pendekatan
keluarga mutlak harus dilakukan bila
ingin pengendalian hipertensi berhasil.
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
e. Apa kendala “Pasien hipertensi itu banyak sekali dek, di Perbandingan antara penderita hipertensi dengan tenaga Intervensi lanjut tidak -
yang setiap Desa pasti ada, jadi kita ndak bisa kesehatan yang menangani sangat tidak seimbang, sehingga bisa langsung
dihadapi langsung intervensi semuanya, jadi butuh kurangnya SDM juga menjadi kendala dalam melakukan dilakukan dalam satu
dalam waktu untuk kita dilakukan intervensi, intervensi lanjut. Untuk keluarga yang sudah dilakukan waktu. Kendala yang
pelaksanaan terus kita kan ndak bisa kerja sendiri, intervensi tidak semua rutin untuk berobat dan ada beberapa sangat berperan
intervensi disini juga kita bertugas di poli sehari- faktor yang diketahui mengapa pasien tidak kembali untuk karena sangat
lanjut? hari. Ada beberapa yang sudah rutin kontrol dan berobat teratur yaitu : banyaknya pasien
kontrol ke Puskesmas, ada juga yang ndak  Tidak ikut serta sebagai peserta JKN, sehingga tidak hipertensi yang
balik kontrol ke Puskesmas. Alasannya mampu membayar. terdata di setiap
macem-macem dek. Katanya ndak punya  Yang mengantar untuk pergi berobat tidak ada, sehingga Desa.
kartu, yang anter ndak ada, katanya juga pasien hanya mendapatkan obat saat ada program
ndak punya keluhan jadi ndak berobat, poslansia maupun posbindu.
ada yang berobat ke klinik dokter  Banyak masyarakat yang masih menggunakan obat-obatan
pribadi, terus ada juga yang pake obat tradisional.
tradisional katanya. Ada juga karena  Kepercayaan masyarakan yang takut untuk minum obat
pengetahuan masyarakat yang takut setiap hari.
minum obat setiap hari dek” (Informan Y)  Ada juga pasien yang berobat, namun ke pelayanan
kesehatan lain.
f. Apakah sudah Pada Indikator Keluarga Sehat ini belum Intervensi lanjut masih belum terlaksana penuh sehingga Belum dilakukan -
dilakukan dilakukan analisis perubahan IKS setelah pelaksanaan analisis perubahan IKS belum dapat perubahan analisis
analisis IKS intervensi lanjut. dilaksanakan IKS
pasca
intervensi?
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
Indikator 8: Penderita Gangguan Jiwa Berat, Diobati dan Tidak Telantarkan
a. Bagaimana “Ini yang saya masih Pada tahapan pelaksanaan analisis Indeks Keluarga Masih kurang Pemegang program sebaiknya
pencapaian bingung persentase ini, Sehat (IKS) awal, terdapat indikator pada tingkat lengkapnya meningkatkan koordinasi
target PIS- dari ‘bu A’ ya? Coba nanti puskesmas yang terdiri dari: Adanya pertemuan informasi hasil dengan penanggung jawab
PK di 7 saya cek ke ‘bu A’. pembahasan hasil kunjungan keluarga tingkat puskesmas, pendataan PIS-PK PIS-PK mengenai hasil
desa? Soalnya data yang dikasi adanya pengolahan dan penyajian IKS di tingkat yang diberikan PJ pendataan PIS-PK untuk
ke saya dalam bentuk list Puskesmas, tersedianya hasil analisis terhadap ke-12 PIS-PK ke menyamakan persepsi data
nama pasien dan dari desa indikator KS di tingkat puskesmas. pemegang
mana” (Informan E) program.
b. Apakah “Setelah mendapatkan Pelaksanaan intervensi lanjut sudah mulai dilakukan Pelaksanaan Bekerja sama dengan tokoh
dilakukan laporan dari tim PIS-PK, dengan cara melakukan KIE agar pasien mau berobat. intervensi lanjut masyarakat setempat maupun
intervensi saya tetep turun juga cari Selain itu sesuai dari program Menuju Indonesia Bebas sedang berjalan. pendekatan melalui kader
lanjut? Jika apa itu benar atau tidak Pasung berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor untuk melakukan pendekatan
ya, dalam gangguan jiwa, terus PEM.29/6/15, masyarakat diminta untuk tidak keluarga agar lebih
bentuk apa bagaimana dengan melakukan pemasungan terhadap penderita gangguan memperdulikan keluarganya
dilakukan pengobatannya, kita jiwa dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk yang mengalami masalah jiwa
intervensi langsung KIE, kebanyakan menyerahkan perawatan di RSJ. untuk berobat.
lanjut? sih banyak yang ambil Sesuai dengan UU nomer 23 tahun 1966 tentang
langsung pengobatan ke kesehatan jiwa menyatakan bahwa pasien dengan
Rumah Sakit Jiwa, kalau gangguan jiwa yang terlantar harus mendapatkan
kebetulan ada obat disini, perawatan dan pengobatan. Puskesmas diharapkan
saya suruh ke Puskesmas.” mampu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan jiwa
(Informan E) serta menyediakan pengobatan yang diperlukan.
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
c. Apakah “Untuk bukti intervensinya kita buat dalam Untuk melakukan suatu monitoring dan Bukti intervensi Sebaiknya dibuatkan suatu
terdapat bentuk SPJ aja” (Informan E) evaluasi terhadap intervensi lanjut dibuat dalam dokumen pelaksanaan
bukti tertulis diperlukan suatu dokumen pembuktian bentuk SPJ kegiatan intervensi lanjut
pelaksanaan sehingga nantinya jika dilakukan monev yang berisi (penjadwalan
intervensi analisis perubahan IKS, mendapatkan intervensi, Term of
lanjut? gambaran dari hasil intervensi lanjut Reference (TOR), laporan
yang telah dilakukan. pelaksanaan di tingkat
keluarga, desa dan
Puskesmas.
d. Apa kendala “Belum sempat turun. Kemarin juga ada Saat ini intervensi lanjut sedang dalam Kendala waktu Perlu tambahan SDM yang
yang sudah turun tapi tidak ketemu pasiennya. Saya proses, jadi tidak bisa langsung membuat terlatih dalam
dihadapi juga kendala disini, disini di ruangan juga dilakukan dalam satu waktu. Selain itu intervensi jadi penanganan orang
dalam harus selesai” (Informan E) juga tenaga kesehatan yang bertugas tertunda. Faktor dengan gangguan jiwa,
pelaksanaan memiliki tugas lain selain untuk keluarga sehingga saat intervensi
intervensi “Kendalanya selama saya turun untuk melakukan intervensi lanjut sehingga menjadi kendala lanjut lebih mudah tanpa
lanjut? intervensi, ya tidak kooperatif keluarganya, masih belum sempat untuk melakukan dalam hal meninggalkan pekerjaan
terus ada yang tidak ada keluarganya, ya intervensi lanjut, contoh : sebagai intervensi. lain
kita langsung berkomunikasi sama pasien. ada perawat aktif di poli maupun IGD
juga pasiennya tidak kooperatif, ada yang Puskesmas.
keluarganya sibuk, jadi tidak ada yang Di satu sisi faktor keluarga juga
mengantar berobat.” (Informan E) mempengaruhi dalam melakukan
intervensi, seperti keluarganya menolak
untuk didatangi oleh tenaga kesehatan.
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
e. Bagaimana “Udah dilakukan, tapi ada Untuk indikator ini sudah mulai Belum semua desa Karena jumlah penderita
perkembang beberapa yang belum, tanak beak dilakukan intervensi lanjut dilakukan dengan gangguan jiwa
an intervensi masih ada beberapa yang belum, namun belum semua pasien intervensi lanjut tidak banyak. Sehingga
lanjut yang gerimax juga masih ada yang yang sudah terdata dilakukan secara dengan membuat suatu
dilakukan belum. Dasan tereng, Krama jaya intervensi dengan pendekatan pendekatan perencanaan yang baik
itu sudah, Badrain sudah, Mekar keluarga. keluarga. di awal mengenai
sari, sembung juga sudah.” intervensi lanjut, dari segi
(Informan E) penjadwalan intervensi
dan sasaran sehingga
tidak mengganggu
pekerjaan lain.
f. Apakah sudah Pada Indikator Keluarga Sehat Intervensi lanjut masih belum Belum dilakukan -
dilakukan ini belum dilakukan analisis terlaksana penuh sehingga perubahan
analisis IKS perubahan IKS setelah intervensi pelaksanaan analisis perubahan analisis IKS
pasca lanjut. IKS belum dapat dilaksanakan
intervensi?
Jika sudah
bagaimana
hasilnya?
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
Indikator 9: Anggota Keluarga Tidak Ada yang Merokok
a. Bagaimana Capaian di Desa Mekar Sari 27,2%, Ketujuh desa belum ada yang mencapai Belum Puskesmas merencanakan intervensi untuk
pencapaian Desa Sembung 27,8%, Desa Badrain target yaitu sebesar 70%. Sebagian mencapai mencapai target tersebut
target PIS-PK 35,22%, Desa Krama Jaya 37,4%, besar responden merokok beralasan target PIS-PK
di 7 desa? Desa Dasan Tereng 38%, Desa tidak bisa berhenti merokok, rokok
Gerimak Indah 28,32%, dan Desa dapat mengurangi stress, pergaulan di
Tanak Beak 41,61%. lingkungan perokok.
b. Apakah “Intervensi lanjut yang kita lakukan Tidak ada anggota keluarga yang Sudah •Sebelum dan sesudah penyuluhan
dilakukan sekedar penyuluhan, kerja sama merokok merupakan indikator terkait dilakukan dapat diberikan pre-test dan post-test
intervensi dengan tim promkes. Isi penyuluhannya lingkungan. Beberapa penyakit yang intervensi pada masyarakat
lanjut? Jika tentang bahaya merokok. Sasaran berkaitan dengan pernafasan dan untuk •Dapat bekerja sama dengn pihak
ya, dalam penyuluhan yang kita pilih anak penyakit tidak menular (PTM) sangat indikator sekolah untuk pemberlakuan kawasan
bentuk apa sekolah mulai dari tingkat Sekolah dipengaruhi oleh perilaku merokok. merokok ini tidak merokok
dilakukan Menengah Pertama sampai Sekolah Berdasarkan data Riskesdas 2007 dan yaitu berupa •Dapat menyediakan pelayanan
intervensi Menengah Atas dan masyarakat desa 2013, terdapat sejumlah faktor risiko penyuluhan konseling berhenti merokok di
lanjut? di wilayah kerja Puskesmas Narmada. perilaku kesehatan yang terjadi, salah puskesmas
Kita pilih anak sekolah karena remaja satunya perilaku merokok penduduk •Memberlakuakan pembatasan usia
jadi salah satu target sasaran kita. sejak usia dini (36,3%). pembeli rokok
Sedangkan untuk ke masyarakat desa Penyuluhan dengan sasaran anak •Dibutuhkan tambahan SDM yang
kita lakukan penyuluhan setiap bulan di sekolah merupakan intervensi yang terlatih, misalnya diberikan materi
satu desa lalu kita pilih dua lokasi tepat untuk menurunkan maupun tentang smoking cessation kepada
untuk dilakukan penyuluhan.” mencegah perilaku merokok sejak usia tenaga kesehatan di puskesmas
(Informan A) dini.
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
c.Apakah “Jadi setiap kita melakukan Dalam perencanaan Sudah terdapat SPJ Sebaiknya untuk rencana
terdapat penyuluhan, ada bukti pelaksanaan kegiatan sebagai bukti tertulis pelaksanaan suatu kegiatan
bukti tertulis tertulisnya itu berupa SPJ.” penyuluhan tersebut tidak pelaksanaan kegiatan intervensi dibuatkan dalam
pelaksanaan (Informan A) terdapat kerangka acuan penyuluhan tersebut suatu kerangka acuan
intervensi kegiatan, namun hanya kegiatan sehingga
lanjut? dalam bentuk surat pelaksanaan dapat
pertanggung jawaban (SPJ) berjalan lebih terstruktur
setiap kali kegiatan tersebut dan mencapai target yang
telah dilaksanakan di suatu diinginkan
lokasi.
d.Bagaimana “Penyuluhan sudah kita lakuin Penyuluhan masih
perkembang di semua SMP dan SMA di dilakukan untuk
an intervensi wilayah kerja Puskesmas beberapa desa yang
lanjut yang Narmada sebanyak 15 belum dikunjungi
dilakukan sekolah. Sedangkan untuk
masyarakat desa baru kita
kasi penyuluhan di Desa
Sembung, desa lainnya
belum.” (Informan A)
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
e. Apa kendala “Kendala terbesar yang Penyuluhan merupakan upaya yang dilakukan Kendala yang • Sebaiknya pihak puskesmas ikut
yang kita hadapi dalam hal untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku dihadapi serta bekerja sama dengan
dihadapi penyuluhan itu sulitnya agar mereka tahu, dan mampu menyelesaikan adalah kesulitan para pemuka masyarakat,
dalam merubah perilaku atau permasalahan yang dihadapi. Akan tetapi dalam merubah organisasi kemasyarakatan dan
pelaksanaan kebiasaan merokok mengubah perilaku bukanlah sesuatu yang perilaku media massa, guna membantu
intervensi masyarakat. Perilaku sulit mudah, seperti yang dijelaskan oleh pemegang masyarakat memperluas informasi
lanjut? diubah hanya dari sekedar program. penyuluhan
penyuluhan tanpa adanya Perubahan perilaku individu dan keluarga akan • Metode penyuluhan dapat
pengawasan lebih lanjut sulit dicapai jika tidak didukung oleh sistem nilai ditambahkan, misalkan dengan
terhadap perilaku tersebut, dan norma-norma sosial dan hukum yang dapat menghadirkan individu yang
sedangkan kita dari pihak dikembangkan oleh para pemuka masyarakat. sudah bisa berhenti merokok
puskesmas hanya bisa Perlu dilaksanakan strategi promosi kesehatan atau yang tidak merokok
sebatas memberikan paripurna yang terdiri dari pemberdayaan, sepanjang hidupnya untuk
penyuluhan ke masyarakat.” yang didukung oleh bina suasana dan advokasi, sharing mengenai
(Informan A) serta dilandasi oleh semangat kemitraan. pengalamannya
f. Apakah sudah “Karena belum selesai Setelah dilakukan intervensi selanjutnya dilakukan Belum dilakukan
dilakukan penyuluhannya dilakukan ke monitoring dan evaluasi analisis perubahan IKS, analisa pasca
analisis IKS semua sasaran jadi belum dimana tahap ini dilakukan untuk mendapatkan intervensi
pasca kita lakuin pendataan ulang gambaran pelaksanaan analisis perubahan IKS
intervensi? untuk analisis IKS pasca dari hasil intervensi lanjut. Namun analsis IKS
intervensinya” (Informan untuk indikator ini belum dilakukan karena
A) penyuluhan belum mencapai semua sasaran.
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
Indikator 10: Keluarga sudah menjadi Anggota JKN
a. Bagaimana Pencapaian di Desa Mekar Sari Dari hasil tersebut diketahui bahwa hampir Belum Puskesmas merencanakan
pencapaian 22,7%, Desa Sembung 26,1%, Desa sebagian besar masyarakat di ketujuh desa mencapai intervensi untuk meningkatkan
target PIS- Badrain 39,02%, Desa Krama Jaya belum menjadi anggota JKN. Berdasarkan target PIS-PK jumlah masyarakat yang
PK di 7 33,8%, Desa Dasan Tereng 40,24%, program pemerintah tahun 2019, kepesertaan memiliki JKN
desa? Desa Gerimak Indah 40,49%, dan JKN ditargetkan sebesar 95% dari total
Desa Tanak Beak 22,80%. Dari penduduk seluruh Indonesia. Masyarakat
ketujuh desa tersebut belum ada sebagian besar belum mempunyai JKN karena
yang mencapai target PIS-PK yaitu merasa rugi jika membayar setiap bulan, namun
95%. tidak sakit.
b. Apakah “Untuk indikator JKN sampai saat ini Keluarga sudah menjadi anggota JKN Belum ada • Puskesmas untuk program
dilakukan belum ada rencana intervensi lanjut merupakan salah satu indikator pada intervensi PROMKES bekerjasama
intervensi yang ingin dilakukan. Sebenarnya pendekatan keluarga terkait lingkungan. Setiap lanjut untuk dengan BPJS untuk
lanjut? Jika untuk sosialisasi kepesertaan JKN anggota keluarga diharapkan mempunyai indikator JKN mengadakan penyuluhan
tidak, merupakan bagian dari tugas BPJS jaminan kesehatan yang mampu mengatasi mengenai pentingnya
mengapa Kesehatan. Dari saya sendir jugai setiap permasalahan kesehatan yang terjadi memiliki JKN serta
tidak sebagai pemegang program untuk pada keluarga tersebut. menyediakan pelayanan
dilakukan? tahun ini memang belum ada Dari pemegang program belum ada kepersertaan JKN yang
merencanakan apa-apa terkait merencanakan intervensi untuk indikator ini mudah dan efisien
indikator ini.” (Informan A) sehingga sebaiknya dilakukan suatu intervensi • Pemerintah melakukan
segera mengingat masyarakat di ketujuh desa kampanye nasional
yang sudah didata masih jauh dari angka mengenai JKN
target capaian.
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
Indikator 11: Keluarga memiliki akses/menggunakan sarana air bersih
a. Bagaimana Pencapaian di Desa Mekar Tercantum dalam Agenda Nasional Pembangunan Air Minum Indikator sarana Puskesmas merencanakan
pencapaian Sari 85,4%, Desa Sembung dan Sanitasi 2015-2019 target Universal Access pada tahun air bersih belum intervensi untuk mencapai
target PIS- 95,7%, Desa Badrain 98,89%, 2019 adalah 100%, begitu juga dengan target PIS-PK pada mencapai target target tersebut
PK di 7 Desa Krama Jaya 98,6%, indikator akses/menggunakan sarana air bersih adalah PIS-PK.
desa? Desa Dasan Tereng 98,44%, 100%. Berdasarkan data PIS-PK di ketujuh desa belum ada
Desa Gerimak Indah 98,89%, yang mencapai target 100%. Sebagian besar keluarga yang
dan Desa Tanak Beak 98,03%. tidak memiliki akses/menggunakan sarana air bersih karena
Dari ketujuh desa tersebut mereka mengambil air dari tetangga.
belum ada yang mencapai
target PIS-PK yaitu 100%.
b. Apakah “Belum ada intervensi lanjut Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam Belum ada • Puskesmas berkerja
dilakukan untuk indikator ini, tapi ada perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku sehat intervensi lanjut sama lintas sektor
intervensi program Pemerintah yaitu dibuatlah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), yang dalam indikator ini dengan Pemerintah
lanjut? Jika Program Nasional Penyediaan salah satu kegiatannya adalah peningkatan akses masyarakat tetapi terdapat Daerah (Pemda) untuk
tidak, Air Minum dan Sanitasi Berbasis terhadap air minum yang aman dan sanitasi yang layak. program membangun sarana air
mengapa Masyarakat (PAMSIMAS) yang Penyediaan air minum dan sanitasi dilakukan melalui program Pemerintah yang bersih.
tidak ikut membantu indikator ini. Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat membantu dalam • Promosi kesehatan
dilakukan? PAMSIMAS bertujuan untuk (PAMSIMAS) yang bersinergi dengan Program Sanitasi Total pencapaian target mengenai pentingnya
meningkatkan jumlah warga Berbasis Masyarakat (STBM). PIS-PK yaitu menggunakan air
miskin yang dapat mengkakses Adanya program PAMSIMAS ini membantu tercapainya target program bersih
fasilitas air minum dan sanitasi PIS-PK pada indikator ini. Pemegang program bekerjasama PAMSIMAS.
yang layak.” (Informan M) dengan Pemerintah Desa dalam program PAMSIMAS.
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
Indikator 12: Keluarga memiliki Akses/menggunakan Jamban Keluarga
a. Bagaimana Pencapaian di Desa Mekar Sari 35,9%, Desa Target Nasional yang berhubungan dengan Belum Puskesmas
pencapaian Sembung 51,3%, Desa Badrain 69,32%, Desa indikator keluarga memiliki akses/menggunakan mencapai merencanakan
target PIS- Krama Jaya 76,6%, Desa Dasan Tereng 82,27%, jamban keluarga disebut Stop Buang Air Besar target PIS-PK. intervensi untuk
PK di 7 Desa Gerimak Indah 78,92%, dan Desa Tanak Sembarangan (SBS) (open defecation free/ODF) mencapai
desa? Beak 80,30%. Dari ketujuh desa tersebut belum adalah 100%. Hal ini sama dengan target PIS-PK target tersebut.
ada yang mencapai target PIS-PK yaitu 100%. yaitu 100%.
b. Apakah “Intervensi lanjutnya berupa pemicuan yang kerja Pemicuan merupakan cara mendorong perubahan Sudah -
dilakukan sama tim kesling. Pemicuan ini pakai metode perilaku yang higienis dari masyarakat atas dilakukan
intervensi dimana masyarakatnya sebagai subjek lalu dipicu kesadaran sendiri dengan merubah pola pikir, intervensi
lanjut? Jika untuk introspeksi diri tentang kondisi sanitasi perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat. untuk indikator
ya, dalam lingkungan mereka sehingga merubah kondisi Terdapat 5 pilar dalam Sanitasi Total Berbasis jamban
bentuk apa sanitasi lingkungannya menjadi lebih baik. Masyarakat (STBM) salah satunya adalah Stop keluarga ini
dilakukan Pemicuan hanya mengubah pola pikir mengenai Buang Air Besar Sembarangan (SBS). Program ini yaitu berupa
intervensi sanitasi bukan memberikan intervensi sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 2014. pemicuan.
lanjut? pembangunan fisik. Pemicuan dilakuin di 5 lokasi Pemicuan ini digunakan sebagai intervensi lanjut
yang berbeda tiap bulannya, bekerja sama dalam indikator ini.
dengan kader kemudian masyarakat dikumpulkan Sejak pemicuan dilakukan sampai sekarang, sudah
baik yang punya jamban atau yang tidak punya, ada beberapa Dusun/Desa yang melakukan
nanti yang punya jamban bisa berbagi informasi pembangunan jamban sehat berdasarkan informasi
mengenai enaknya memiliki jamban. Tujuan adalah yang didapatkan dari kader di Desa yang dipilih
target ODF yaitu 100%” (Informan M) sebagai pelapor ke bagian kesling.
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
c. Apakah “Jadi setiap kita melakukan pemicuan, ada Dalam perencanaan Sudah terdapat SPJ -
terdapat bukti bukti tertulisnya berupa SPJ.” (Informan M) pelaksanaan kegiatan pemicuan sebagai bukti
tertulis tersebut terdapat kerangka tertulis pelaksanaan
pelaksanaan acuan kegiatan disertai dengan kegiatan pemicuan
intervensi surat pertanggungjawaban tersebut.
lanjut? (SPJ) setiap kali kegiatan
tersebut dilaksanakan di suatu
lokasi.
d. Bagaimana “Pemicuan ini merupakan program kesling Perkembangan data PIS-PK Belum bisa melihat Data segera
perkembangan yang sudah dilakukan sejak 5 tahun yang untuk indikator ini belum dapat perkembangan diserahkan ke
intervensi lanjut lalu. Jadi pemicuan ini sudah dilakukan di terlihat karena data hasil intervensi lanjut admin untuk
yang dilakukan semua Desa Kecamatan Narmada, termasuk intervensi lanjut belum yang dilakukan dilakukan analisis
tujuh desa tersebut. Bahkan ada beberapa diserahkan ke admin untuk karena data hasil perubahan IKS agar
tempat yang sudah dilakuin pemicuan 2 dilakukan analisis perubahan intervensi lanjut mengetahui apakah
sampai 3 kali. Indikator PIS-PK ini bekerja IKS. belum diserahkan terdapat
sama dengan program kesling. Berdasarkan ke admin untuk perubahan IKS dan
target ODF 100%, masih ada 4 desa yang dilakukan analisis untuk merencanakan
belum mencapai ODF yaitu Desa Badrain perubahan IKS. strategi yang lain.
92,50%, Desa Sembung 80,11%, Desa
Mekar Sari 70,41%, dan Desa Lembuak
91,20%.”(Informan M)
Tema/Sub tema Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran
e. Apa kendala “Kendala selama pemicuan adalah Terdapat kendala yang Terdapat  Promosi oleh NAKES,
yang sulitnya mengubah perilaku masyarakat dihadapi selama melakukan kendala kader kesehatan,
dihadapi untuk membuat atau mengakses intervensi lanjut, yaitu selama kader PKK tentang
dalam jamban. Masyarakat menganggap masyarakat memilih melakukan pelaksanaan pentingnya
pelaksanaan belum membutuhkan jamban atau belum kegiatan MCK di sungai intervensi penggunaan jamban
intervensi sanggup membuat jamban akibat karena merasa lebih nyaman lanjut. sehat
lanjut? keadaan ekonomi yang ada dan dan sudah menjadi kebiasaan,  Bekerjasama
masyarakatnya masih senang Buang Air tidak memiliki jamban di rumah dengan Pemda
Besar (BAB) di kali karena merasa lebih karena alasan ekonomi. untuk penyediaan
enak dan lebih praktis. Masyarakat jamban sehat
lebih menginginkan adanya intervensi
pembangunan fisik dibandingkan hanya
sekedar pemicuan.” (Informan M)
f. Apakah sudah “Analisis IKS belum dilakukan karena Belum dilakukan analisis Belum dapat Seharusnya segera di
dilakukan data hasil intervensi lanjut belum perubahan IKS karena data diketahui input datanya untuk
analisis IKS diberikan ke admin PIS-PK.” (Informan hasil intervensi lanjut blm perubahan mengetahui apakah
pasca M) diberikan ke admin PIS-PK. IKS. terdapat perubahan
intervensi? IKS atau tidak.
KESIMPULAN & SARAN BAB V
KESIMPULAN
• Seluruh indikator belum ada yang mencapai target PIS-PK, kecuali
Indikator bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap yang sudah
hampir mencapai 100 %.
• Indikator yang pencapaiannya sangat jauh dari target adalah
indikator penderita hipertensi yang berobat teratur.
• Terdapatnya kerancuan target pencapaian yang dijadikan acuan
pada beberapa indikator antara target dari rencana strategis
Lombok Barat 2015-2016 dan target nasional PIS-PK.
• Terdapat beberapa indikator yang tidak dilaksanakan intervensi lanjut
yaitu indikator keluarga sudah menjadi anggota JKN dan Keluarga
memiliki akses/menggunakan sarana air bersih.
SARAN
• Dalam upaya intervensi lanjut diperlukan suatu perencanaan
yang matang dan bukti tertulis atau dokumentasi pelaksanaan
intervensi lanjut agar meningkatkan efektifitas serta kualitas dari
intervensi lanjut.
• Diperlukan peningkatan koordinasi antara tim PIS-PK dan
pemegang program
TERIMAKASIH