You are on page 1of 12

Analgesika

Disusun oleh :
Nurmadina Fitrah BP 175130100111013
Fallah Fernando A.M.Q. 175130100111050
Rizky Krisnanda Sinaga 175130100111054
Pengertian
› Analgesika adalah obat yang dapat mengurangi rasa sakit atau
nyeri.
› Dalam dunia veteriner penggunaan analgesik menjadi keharusan
dalam penanganan pasien -> Animal Welfare
› 3 golongan utama analgesika :
a. Opioid
b. Anti-inflamasi non steroid (NSAID)
c. Anestesi local
› Faktor yang mempengaruhi jenis dan rute administrasi analgesic ,
yakni umur, Body Condition Score(BCS), suhu, status penyakit,
farmakodinamik, dan farmakokinetik
Mekanisme penghantaran rasa nyeri akibat adanya rangsangan
Rangsangan mekanis (kimia atau fisika)

terlepasnya mediator nyeri (cth: Bradikinin&Prostaglandin)

rangsangan diteruskan ke pusat nyeri(korteks serebri) oleh
syaraf sensori melalui sumsum tulang belakang dan thalamus.

Nyeri
Prinsip kerja
Diberikan analgesika berupa parasetamol dan asetosal per oral
untuk mengamati efek perlindungan terhadap pengiduksi rasa
sakit yakni asam asetat, diperhatikan jumlah kejang yang
terdapat pada masing-masing analgesika dan diambil
kesimpulan
Farmakokinetik & farmakodinamik Obat Analgesik
 Parasetamol
Farmakokinetik Farmakodinamik
- Konsentrasi tertinggi dalam plasma - penghambat COX-1 dan
½ jam dan masa paruh plasma 1-3 COX-2 yang lemah dijaringan
jam. perifer
- Terikat oleh protein plasma 25% - Tidak memiliki efek
dan di metabolisme oleh enzim antiinflamasi
mikrosom hati.
- Diekskresikan melalui ginjal (3%)
dan sebagian besar dalam bentuk
terkonjugasi
Mekanisme Kerja dan Efek Parasetamol
Mekanisme kerja komponen yang dikenal sebagai
zat endogenous cababinoid.
Di dalam tubuh efek analgetik
dari parasetamol diperantarai Adanya N-arachidonoyl
oleh aktivitas tak langsung fenolamin ini meningkatkan
reseptor canabinoid CB1. Di kadar canabinoid endogen
dalam otak dan sumsum tulang dalam tubuh, disamping juga
belakang, parasetamol menghambat enzim
mengalami reaksi deasetilasi siklooksigenase yang
dengan asam arachidonat memproduksi prostaglandin
membentuk N- dalam otak.
arachidonoylfenolamin,
Mekanisme Kerja dan Efek Parasetamol
Efek Parasetamol
- Antipiretik yang kuat
- Memberi efek yang ringan
pada siklooksigenasi perifer
- Memberikan antiinflamasi
yang lemah
- Tidak memberikan efek
langsung terhadap PGf
Farmakokinetik & farmakodinamik Obat Analgesik
Ibuprofen
Farmakokinetik Farmakodinamik
- Diabsorpsi melalui GIT dari - Menghambat prostaglandin
lambung dan usus bagian atas - Menghambat enzim COX
- berikatan 99% dengan protein secara irreversible
plasma
- Absorpsi berlangsung 1-2 jam,
wakti paruh 2 jam
Mekanisme Kerja dan Efek Ibuprofen
Mekanisme Kerja - Melawan vasodilatasi dan
agregasi platelet
- Inhibisi sintesa prostaglandin
- Menghambat COX-1 dan COX-
2 Efek Obat Ibuprofen
- Penurunan pelepasan Memiliki daya anti inflamasi
mediator yang tidak terlalu kuat. Efek
samping sering terjadi pada GIT
- Penurunan kepekaan berupa tukak lambung disertai
terhadap mediator kimia anemia sekunder akibat
- Mempengaruhi produksi pendarahan saluran cerna
limfokin dan lomfosit- T hingga perforasi gastrointestinal
Title and Content Layout with Chart
6

0
Category 1 Category 2 Category 3 Category 4
Series 1 Series 2 Series 3