You are on page 1of 21

MODUL KULIAH

MITIGASI DAN
PENANGANAN BENCANA
TS 701/ 2 SKS

Oleh;
Dr. Kuswandi, S.T.,M.T
SILABUS
DESKRIPSI SINGKAT:
Mitigasi merupakan tindakan-tindakan yang bertujuan untuk mereduski dampak bencana baik dampak ke
komunitas yaitu jiwa, harta benda, maupun dampak ke infrastrukur. Sedangkan bencana alam adalah peristiwa
atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang
disebabkan oleh alam dan/atau non alam maupun factor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa,
kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Pemahaman tentang jenis bencana, upaya
penanggulangannya, kebijakan penanggulangan bencana dan program kerja yang direncanakan
KOMPETENSI:
Mahasiswa mampu menyelesaikan permasalahan bencana dan bencana alam dengan penanganan bidang teknik
sipil, sehingga mahasiswa dapat terlibat langsung utnuk berperan serta dlaam penanganan masalah-masalah di
masyarakat

Kegiatan Persentase penilaian


Absensi 10 %
Tugas 20 %
Ujian Tengah Semester 25 %
Ujian Akhir Semester 45 %

Dosen Pengampu:
Nama : Dr. Kuswandi, S.T., M.T
NIDN : 0103057502
Jafung : Lektor Kepala
Email : kuscoastal@yahoo.com; kuswandi@itm.ac.id
MATERI
MATERI PERKULIAHAN MATERI PERKULIAHAN

PERTEMUAN-1 (2 X 50 MENIT) PERTEMUAN-VIII (2 X 50 MENIT)


PENDAHULUAN Mitigasi dan Penanganan Bencana Banjir Lahar Dingin
dari Letusan Gunung Api-1
PERTEMUAN-II (2 X 50 MENIT)
Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami PERTEMUAN-IX (2 X 50 MENIT)
Mitigasi dan Penanganan Bencana Banjir Lahar Dingin
PERTEMUAN-III (2 X 50 MENIT)
dari Letusan Gunung Api-2
Bencana Alam Banjir, Kekeringan, Longsor dan
pergerakan tanah PERTEMUAN-X (2 X 50 MENIT)
Mitigasi dan Penanganan Bencana Banjir Lahar Dingin
PERTEMUAN-IV (2 X 50 MENIT)
dari Letusan Gunung Api-3
Bencana Alam Letusan Gunung api
PERTEMUAN-XI (2 X 50 MENIT
PERTEMUAN-V (2 X 50 MENIT)
SABO DAM
Bencana Akibat Faktor manusia (Pecah Bendung,
Banjir dan Penurunan Tanah di Perkotaan PERTEMUAN-XII (2 X 50 MENIT
SABO DAM
PERTEMUAN-VI (2 X 50 MENIT)
Quiz-1 PERTEMUAN-XIII (2 X 50 MENIT
Quiz-2
PERTEMUAN-VII (60 MENIT)
Ujian Tengah Semester (UTS) PERTEMUAN-XIV (60 MENIT)
Ujian Akhir Semester (UAS)
MATERI PERTEMUAN -1
Daftar isi;
PENDAHULUAN
 Proses terbentuknya daratan Tujuan materi: Menyampaikan materi awal
 Defenisi mengenai bencana dan bentuk kerusakannya
 Bentuk bencana dan sumber kejadiannya
Pencapaian pembelajaran:
LETAK GEOGRAFIS INDONESIA
 Pendekatan geologi pembentukan kepulauan Indonesia  Mahasiswa memahami tentang defenisi dan
 Letak Indonesia terhadap pergerakan lempeng dunia pengertian bencana dan mitigasi
 Letak Indonesia terhadap jalur cincin gunung api  Mahasiswa memahami tentang tipe bencana
 Letak Indonesia terhadap sirkulasi arus samudera dan sumber pemicu terjadinya bencana
 Mahasiswa memahami potensi bencana di
KEBENCANAAN DI INDONESIA
 Tipe Bencana yang melanda di Indonesia Indonesia
 Pengelolaan Kebencanaan di Indonesia  Mahasiswa dapat mengerti hubungan ilmu
 Mitigasi dan Penanganan Bencana berdasarkan dengan teknik sipil yang dikaitkan kepada mitigasi
ilmu Teknik Sipil bencana
DAFTAR PUSTAKA
_____ UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Paidi, 2013., Pengelolaan Manajemen Risiko Bencana Alam Di Indonesia. Majalah ilmiah Widya Tahun 29 Nomor
321. http://e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/majalah-ilmiah/article/viewFile/63/59.
Hall,R. 1995. Plate Tectonic Reconstructions Of The Indonesian Region. Proceedings Indonesian Petroleum Association. Pp 71-
84
W.A., R.J.S. Spense, A. Pamonis. (1994). Mitigasi Bencana. Program Pelatihan Mitigasi Bencana. 2nd edition. Cambridge
Architectural Research Limted. UNDP-DHA
Latief, H., H. Sunendar, A. R. Gusman, & Panca Y. (2007). Current Tsunami Research Activities in Indonesia. South China Sea
Tsunami Workshop.
Latief, H., Puspito, N. T., & Imamura, F. (2000). Tsunami Catalog and Zones in Indonesia. Journal of Natural Disaster Science,
22(1), 25 - 43. DOI:10.2328/jnds.22.25
https://en.wikipedia.org/wiki/Thermohaline_circulation
PROSES
TERBENTUKNYA
DARATAN

KENAPA DARATAN BERUBAH?


FAKTOR ALAM ?
FAKTOR NON-ALAM ?

DAPATKAH PROSES INI


DISEBUT DENGAN BENCANA?
DEFENISI
Menurut UU Nomor 24 Tahun 2007, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang
mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan,
baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga
mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda,
dan dampak psikologis.

Rangkuman dari beberapa literatur, Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi
aktivitas alami dan aktivitas manusia, seperti Banjir bandang, gempa bumi, letusan gunung,
dan tanah longsor dsb. Karena ketidakberdayaan manusia serta kurang baiknya manajemen
keadaan darurat, sehingga dapat menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan
struktural, bahkan sampai kematian.

Mitigasi adalah Adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi resiko
bencana, baik secara fisik struktural melalui pembuatan bangunan-bangunan fisik, maupun
non fisik-struktural melalui penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman
bencana
BENTUK BENCANA BERDASARKAN
SUMBER KEJADIANNYA
• Bencana alam adalah suatu kejadian yang
menimbulkan kerugian akibat aktivitas alam,
Bencana dibagi menjadi 2 tipe seperti: gempa bumi, letusan gunung api dan
berdasarkan sumber kejadian, yaitu; tsunami
1. Faktor Alam • Bencana akibat aktivitas manusia/social seperti;
kegagalan konstruksi (runtuhnya bangunan,
2. Faktor Manusia pecahnya bendungan), wabah penyakit, kerusuhan,
konflik atau perang
3. Kombinasi aktivitas alam dan manusia
• Bencana akibat kombinasi aktivitas alam dan
manusia; seperti kebakaran hutan, banjir bandang
dll
BENTUK BENCANA BERDASARKAN
SUMBER KEJADIANNYA
BENCANA

BUMI DAN ALAM MEMILIKI


AKTIVITAS SENDIRI AKTIVITAS MANUSIA
LETAK GEOGRAFIS INDONESIA
Indonesia terletak
 Pada 6o LU – 11o LS dan 95o
BT – 141o BT
 Antara 2 benua yaitu Benua
Asia dan benua Australia
 Antara 2 samudera yaitu
Samudera Hindia dan
Samudera Pasifik
Pendekatan geologi LETAK GEOGRAFIS INDONESIA
pembentukan
kepulauan Indonesia
Indonesia terletak
 Kepulauan Indonesia terbentuk sejak 50 Ma
(satuan waktu untuk juta tahun yang lalu )
 Kepulauan Indonesia dan Asia tenggara
terbentuk dari gabungan lempeng
1. Euresia (Sumatera, Sebagian
Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara,
Sulawesi
2. Lempeng Fhilipina (kepualauan Philipina
dan palung Mindano)
3. Lempeng Australia ( Kepulauan Maluku
dan Irian)
Letak Indonesia
terhadap pergerakan LETAK GEOGRAFIS INDONESIA
lempeng dunia
Indonesia terletak
 Pertemuan 3 lempeng aktif dunia yaitu
Lempeng Indo-Australia (Indian-
Autralian Plate), Lempeng Eurasia
(Eurasia Plate) dan Lempeng Pasifik
(Pasifik plate)
 Kepulauan Indonesia sering
merasakan dampak pergerakan
lempengan seperti gempa
LETAK GEOGRAFIS LETAK GEOGRAFIS INDONESIA
INDONESIA
Indonesia terletak
 Lintasan Jalur Arus Dunia
 Antara Arus panas di samudera Pasifik
dan Arus dingin di Samudera Hindia

PENGARUH AKTIVITAS
GERAKAN ALAM,
MENYEBABKAN INDONESIA
MENJADI MEMILIKI POTENSI
BENCANA DENGAN INTESITAS
KEJADIAN BESAR
Tipe bencana
di Indonesia
1. Letusan gunung Api (karena
berada di jalur gunung aktif
pasifik)
2. Gempa Bumi (karena berada di
pertemuan lempeng dan sesar)
3. Tsunami (karena karena berada
di pertemuan lempeng dan
sesar)
4. El Nino dan La Nina (karena
berada di lintasan sirkulasi arus
dan diapit 2 Samudera)
BENCANA DI INDONESIA
DATA BENCANA DI INDONESIA 2012-2014
Angin Puyuh / Tidak Ada
Tanah Banjir Gempa Gelombang Gunung Kebakaran
Provinsi Banjir Tsunami Angin Puting Kekeringan Bencana
Longsor Bandang Bumi Pasang Laut Meletus Hutan
Beliung / Topan Alam

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
Aceh 273 1,649 161 1,228 5 81 95 - 96 997 3,275
Sumatera Utara 569 807 92 191 2 40 356 194 44 324 4,116
Sumatera Barat 225 306 107 78 - 27 179 6 26 87 525
Riau 24 512 16 - - 23 86 - 292 269 986
Jambi 58 518 32 40 - - 67 - 36 60 933
Sumatera Selatan 145 745 26 2 - 2 126 - 33 134 2,269
Bengkulu 151 213 46 56 - 12 37 - 14 40 1,106
Lampung 82 508 33 5 - 15 163 - 2 95 1,927
Kepulauan Bangka
4 58 4 - - 4 44 - 6 2 275
Belitung
Kepulauan Riau 13 51 - - - 29 50 - 42 22 268
DKI Jakarta - 151 - - - 8 3 - - - 112
Jawa Barat 1,578 1,193 150 412 2 38 763 5 72 600 2,756
Jawa Tengah 1,222 1,273 96 129 - 57 866 1 28 188 5,494
DI Yogyakarta 77 76 3 27 - 8 115 2 1 22 220
Jawa Timur 665 1,218 111 207 - 56 937 43 28 139 5,889
Banten 150 531 32 19 - 17 132 - 3 123 849
Bali 150 58 11 - - 24 161 - 7 - 389
Nusa Tenggara Barat 46 286 50 68 1 40 164 - 5 70 649
Nusa Tenggara Timur 581 445 34 97 - 134 805 17 94 557 1,536
Kalimantan Barat 65 616 17 - - 17 58 - 161 277 1,293
Kalimantan Tengah 23 534 4 - - 13 52 - 121 107 929
Kalimantan Selatan 40 623 33 - - 69 229 - 12 249 1,086
Kalimantan Timur 55 409 1 4 - 9 24 - 8 62 568
Kalimantan Utara 40 140 13 13 - 3 11 - 9 11 304
Sulawesi Utara 308 353 89 102 - 125 190 102 15 64 966
Sulawesi Tengah 205 731 51 158 - 111 85 - 19 82 1,000
Sulawesi Selatan 280 728 58 22 - 98 715 - 6 102 1,579
Sulawesi Tenggara 123 702 20 175 - 38 149 - 6 66 1,294
Gorontalo 73 323 52 99 - 28 76 - 2 44 268
Sulawesi Barat 157 159 21 8 - 36 129 - 6 23 272
Maluku 122 233 31 43 1 142 116 - 38 37 619
Maluku Utara 52 285 34 143 - 183 103 63 13 53 607
Papua Barat 54 88 16 160 2 30 29 - - 2 1,246
Papua 251 308 34 341 3 43 28 - 22 5 3,999
INDONESIA 7,861 16,830 1,478 3,827 16 1,560 7,143 433 1,267 4,913 49,604
PETA BENCANA DI INDONESIA 1815-2012
PENGELOLAAN KEBENCANAAN DI INDONESIA
Indonesia menyadari bahwa masalah kebencanaan harus ditangani secara serius sejak terjadinya
gempabumi dan disusul tsunami yang menerjang Aceh dan sekitarnya pada 2004. Kebencanaan
merupakan pembahasan yang sangat komprehensif dan multi dimensi. Menyikapi kebencanaan yang
frekuensinya terus meningkat setiap tahun, pemikiran terhadap penanggulangan bencana harus
dipahami dan diimplementasikan oleh semua pihak. Bencana adalah urusan semua pihak. Secara
periodik, Indonesia membangun sistem nasional penanggulangan bencana. Sistem nasional ini
mencakup beberapa aspek antara lain:

Legalitas
Dari sisi legislasi, Pemerintah Indonesia telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007
Tentang Penanggulangan Bencana. Produk hukum di bawahnya antara lain Peraturan Pemerintah ,
Peraturan Presiden, Peraturan Kepala Kepala Badan, serta peraturan daerah.

Kelembagaan
Kelembagaan dapat ditinjau dari sisi formal dan non formal. Secara formal, Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) merupakan focal point lembaga pemerintah di tingkat pusat.
Sementara itu, focal point penanggulangan bencana di tingkat provinsi dan kabupaten/kota adalah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
MITIGASI DAN PENANGANAN BENCANA
BERDASARKAN DENGAN ILMU TEKNIK SIPIL

HARD
CONSTRUCT
ION
APPROACH

SOFT
CONSTRUC
TION
APPROACH

BENCANA DAN
JENIS-JENIS
KERUSAKANNYA
• Review jurnal Sumber;
TUGAS -1 1. Daftar pustaka
2. Jurnal internasional

1. Tugas dikerjakan berkelompok ( 3 orang; maks 4 orang)


2. Outline TUGAS
- Abstrak
- Pendahuluan
- Isi
- Kesimpulan
- Daftar Pustaka
3. LOG BOOK
- Tugas dan Konstribusi masing-masing anggota
4. Masa waktu 2 minggu sejak tugas diberikan
Daftar pustaka
_____ UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Paidi, 2013., Pengelolaan Manajemen Risiko Bencana Alam Di Indonesia. Majalah ilmiah Widya Tahun 29 Nomor 321. http://e-
journal.jurwidyakop3.com/index.php/majalah-ilmiah/article/viewFile/63/59.
Hall,R. 1995. Plate Tectonic Reconstructions Of The Indonesian Region. Proceedings Indonesian Petroleum Association. Pp
71-84
W.A., R.J.S. Spense, A. Pamonis. (1994). Mitigasi Bencana. Program Pelatihan Mitigasi Bencana. 2nd edition. Cambridge Architectural
Research Limted. UNDP-DHA
Latief, H., H. Sunendar, A. R. Gusman, & Panca Y. (2007). Current Tsunami Research Activities in Indonesia. South China Sea
Tsunami Workshop.
Latief, H., Puspito, N. T., & Imamura, F. (2000). Tsunami Catalog and Zones in Indonesia. Journal of Natural Disaster Science, 22(1),
25 - 43. DOI:10.2328/jnds.22.25
https://en.wikipedia.org/wiki/Thermohaline_circulation