You are on page 1of 19

Dr.

Zuraini,SpS
Kedokteran Medik :
Pendekatan medis, psikis ,sosial dalam perawatan dan
asuhan melalui berbagai teknik intervensi yang didisain
untuk meningkatkan kemampuan fungsional pasien atau
penyandang cacat.

Tujuan utama perawatan penderita geriatri :


pemeliharaan dan peningkatan fungsi aktifitas para usia
lanjut

Ruang lingkup : Rumah Sakit (Rawat inap, Rawa jalan)


Rumah
Tempat kerja
Kegiatan komunitas
Peran Rehabilitasi Medis
1. Memperlambat proses penuaan
2. Mempertahankan kualitas hidup
3. Mengembangkan kualitas hidup sesuai dengan
kemampuan fungsional
4. Mempertahankan produktifitas
Penanganan Lansia

1. Disease (Impairtment) : adanya kelainan penyakit


yang diderita
2. Disabilitas : Hambatan anatomis, fungsional
3. Handicap : Hambatan subjektif aktifitas sosial
Gangguan Fungsional pada Lansia
1. Fungsi Motorik : Kekuatan, Spastisitas/Rigiditas,
Keterampilan
2. Fungsi Sensorik : Anestesia, Hiperastesia, Parastesia,
Hiperalgesia, Posisi, dll
3. Fungsi Sensomotorik : Keseimbangan dan kordinasi
4. Fungsi Kognitif dan Intrapersonal : Registrasi, Atensi,
Memori, kalkulasi, Orientasi
5. Fungsi Interpersonal/sosial : Ingin dihormati, dihargai,
sudah sepuh post power syndrome >>> Depresi,
Pemeriksaan Gangguan Fungsional
1. Motorik
- MMT (manual Muscle Testing)
5 : Normal
4 : Mampu melawan tahanan sedang
3 : Mampu melawan gaya gavitasi
2 : Gerak tanpa mampu melawan gaya gravitasi
1 : Kontraksi
0 : tidak ada kontraksi
- Tonus otot : Hipo/hiper /atonus /normotonus
- Postur : Normal
Lordosis (servikal, lumbal)
Kiposis (torakalis)
Sway back fleksi lumbal)
Flat back (kurva vertebra mendatar)
scoliosis
Genu Varum / Valgus
Pemeriksaan Sensorik
-Verbal Analog Scale : pemeriksaan nyeri 0-10
-Verbal Descriptive Scale (VDS)
1 : tidak nyeri,
2 : sangat ringan,
3 : Ringan,
4: tidak begitu berat,
5: cukup berat,
6: berat,
7: hampir tak tertahankan
-Skala 5 tingatan : 0 : tidak nyeri, 1: minimal, 2: ringan,
3:sedang: 4: berat
Pemeriksaan Fungsi sensorimotorik
-Rombeg test, Jari kehidung, jari kejari , pronas-
supinasi, dll

Pemeriksaan Fungsi Kognitif


- MMSE, CDT

Pemeriksaan Fungsional, interpersonal dan sosial


- BI, ADL
Proses Rehabilitasi beda Lansia>< Usia muda:

Target pencapaian

Kecepatan langkah – langkah tahapan RM


Langkah 1
- Upayakan agar masalah medis utama
diatasi  stabil
mis ; pasien stroke  ambulasi (berjalan pada
hemiparese)
- atasi demam, hipertensi, sesak dll
Langkah 2
-Cegah komplikasi sekunder
mis : Malnutrisi - Inkontinensia
Gangguan kognisi - Pneumonia
Kontraktur - Dekubitus
Depresi - DVT
Langkah 3
-Mengembalikan fungsi yang hilang
tergantung : kemampuan fungsional yang hilang
berapa berat kondisi penyakitnya
-Target  mampu mandiri , berjalan, bekerja
sosialisasi
- Penanganan penyebab bukan tujuan utama
Langkah 4
 Ciptakan kemampuan adaptasi  dapat
bersosialisasi dengan lingkungan
 Fisik : Alat bantu (kursi roda, tongkat, walker dsb)
Psikis
Sosial
Langkah 5
>>> menciptakan lingkungan yang mudah
beraktifitas
WC, Pintu, Pegangan tangga dsb
Langkah 6
 85 % aktifitas dirumah
Adaptasi keluarga  dorongan o/k lansia perlu
waktu memahami, mengerti dan menerima
Faktor-faktor yang mempengaruhi Rehabilitasi
1. Faktor Usia
> Biologis : kekuatan otot, Jantung, Paru, kapasitas aerobik,
tahanan perifer dll
> Psikologis : kelambatan proses belajar, kepercayaan, percaya
diri
> Sosial : Pandangan negatif usia lanjut, finansial, merasa tua,
mengurangi konsultasi tentang usia lanjut
2. Faktor Penyakit
> Biologis : komplikasi, sindroma, kontraktur, polifarmasi,
disfungsi organ
> Psikologis : defisit kognisi, depresi, penampilan atipikal,
motivasi
> Sosial : Kurang pelayanan, masalah asuransi
Penilaian potensi RM
Penilaian Medis : Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Lab, pemeriksaan penunjang
Kemampuan Fungsional : ADL, BI dl
Pemilihan Program
Rasional
Terstruktur
Mis : Senam (Tai Chi Chuan)
Aerobik
Treatmill
Latihan postur
Mencegah osteoporosis
Penggunaan Terapi Modalitas
- MWD (microwave Diathermi)
- SWD (Short Wave Diathermi)
- US (Ultra Sound Diathermi)
- TENS