You are on page 1of 7

PENGARUH GAMBAR PADA BUNGKUS ROKOK

TERHADAP KESADARAN BAHAYA MEROKOK PADA


TUKANG BECAK DI WILAYAH LHOKSEUMAWE

DESRINA HARNUM
130610047
Instruktur: dr. AL-MUQSITH, M.si
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada tahun 2008 World Healt Organitation
(WHO) telah menetapkan Indonesia sebagai
negara terbesar ke tiga sebagai pengguna
rokok di dunia yakni sekitar 65 juta perokok.
China adalah negara dengan jumlah perokok
terbanyak, yaitu sekitar 300 juta penduduk. Di
urutan ke dua India dengan 120 juta
penduduk.
Konsumsi rokok di Indonesia pada tahun 2008
mecapai 240 miliar batang atau setara dengan
658 juta batang rokok perharinya yang berarti
uang senilai Rp 330 miliar ‘dibakar’ oleh para
perokok di Indonesia dalam satu harinya.
Sebuah penelitian di Amerika Serikat juga
pernah mengkonfirmasikan adanya hubungan
yang erat antara kebiasaan merokok dengan
latar belakang pendidikan sang perokok. Data
itu juga menjelaskan adanya kecenderungan
di antara perokok dengan latar pendidikan
yang rendah untuk mengabaikan kesehatan
mereka.
Pada umumnya tukang becak masuk dalam
kategori masyarakat berpenghasilan rendah
dan mempunyai latar pendidikan yang juga
rendah. Selain hal tersebut telah diketahui
bahwa tukang becak mempunyai kebiasaan
buruk yang dapat mengganggu kesehatan
seperti kebiasaan merokok.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Prof Boedi
Darmojo menunjukkan bahwa prevalensi
merokok sebanyak 96,1% pada tukang becak
di Semarang.