You are on page 1of 11

ANALISIS DAN SINTESIS

DALAM PROSES PERANCANGAN ARSITEKTUR


NAMA : FIKRI RACHMAN FAUZI
NIM : 0512001700051

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS ARSITEKTUR
2017
DESIGNING
Designing berarti ‘perancangan’ (design methods, J.C. Jones).
Desain dianggap sebagai suatu proses perancangan, dalam
konteks arsitektur, adalah semata-mata usulan pokok yang
mengubah sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih
baik.
Perancangan adalah sebagai suatu proses tiga bagian yang
terdiri dari :
- Keadaan mula
- Suatu metode atau transformasi, dan
- Suatu keadaan masa depan yang dibayangkan(Produk).
PROSES MENDESAIN DAN MERANCANG

Proses merancang telah banyak diketengahkan oleh para teoritis


maupun praktisi arsitektur. Dari sekian banyak model pentahapan proses
merancang tersebut pada intinya dapat dipilah menjadi tiga tahap utama
yakni tahap ANALISI, SINTESIS, dan EVALUASI (Bryan Lawson 1981).

EVALUASI

ANALISIS SINTESIS
Pada tahap Analisis yang dominan dipakai adalah suatu pola
berfikir rasional, karena diharapkan ini didapat dari semua hal (fakta,
data, konteks, literature dsb) yang mempengaruhi atau bakal
terpengaruh terhadap desain nantinya

Pada tahap Sintesis atau perumusan usulan desain, sangat


dibutuhkan pola berfikir kreatif, karena pada tahap ini sangat
diharapkan adanya ide/gagasan sekreatif mungkin dari perancang
sebagai usulan desain. Pada tahap ini permasalahan yang sudah
dirumuskan pada tahap sebelumnya yakni analisis sudah harus direspon
dengan penyelesaian masalah.

Sedangkan pada tahap Evaluasi pada dasarnya menyiratkan


karakteristik proses merancang yang berjalan tidak linier, Dalam
pelaksanaanya, proses merancang akan selalu dapat bersifat alur balik
(feed back).
TAHAP ANALISIS

RASIONAL

INTUITIF/KREATIF

TAHAP SINTESIS

PROSES DESAIN

DOMINASI POLA PIKIR DALAM PROSES DESAIN


TAHAP ANALISIS
Tahap Analisis atau dikenal sebagai divergence (design method)
merupakan tahapan yang memecahkan atau memisahkan masalah
menjadi beberapa bagian kecil.

mendefinisikan analisis sebagai “pemutusan dari keseluruhan apapun


ke dalam bagian-bagiannya sehingga dapat mengetahui sifat, fungsi, dll“
ANALISIS TIMBUL
DESAIN PERMASALAHAN
RASIONAL

IDENTIFIKASI
MASALAH
DAN
PERUMUSAN
MASALAH
Seperti yang di jelaskan diatas, pada tahap analisis yang
dominan dipakai adalah suatu pola berfikir rasional, karena
diharapkan pada tahapan ini didapat semua hal (fakta, data,
konteks, literatur dan sebagainya) yang mempengaruhi atau
bakal terpengaruh terhadap desain nantinya (dalam istilah
Sam F.Miller disebut tahapan known)
Sedangkan terkait dengan jenis kegiatannya sendiri,
pada tahap analisis lebih banyak berupa
pengumpulan, pengorganisasian dan sistematika
informasi dimana pada tujuan akhirnya berupaya
mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan desain
yang akan dipecahkan.
Bagian analisis dari proses perancangan
adalah mengeksplorasi dan menggambarkan
keadaan yang ada urusan atau konteks di mana
desain yang harus dilakukan
Mengumpulkan dan menganalisis data
tentang kondisi yang ada atau konteks untuk
desain adalah langkah penting untuk berhasil
memahami kendala dan kemungkinan masalah
desain yang diberikan.
DAFTAR PUSTAKA
LAWSON, BRYAN. 1980. HOW DESAINERS THINK. YOGYAKARTA:
JALASUTRA

PENA, WILLIAM. 1977. PROBLEM SEEKING, AN ARCHITECTURAL


PROGRAMMING PRIMER. COLUMBUS : CAHNERS BOOKS
INTERNATIONAL

SNYDER,JAMES C. 1984. PENGANTAR ARSITEKUR


(INTRODUCTION OF ARCHITECTURE). JAKARTA : ERLANGGA
SEKIAN