You are on page 1of 55

BLOCK

CBP
“Some of the people need
health care some of the time
BUT
All of the people need public
health all of the time."

C. Everett Koop, MD
former U.S. Surgeon General
APPROCHES OF CBP
 Prevention (not curative)
 Community
(not individual)
MODULE-1
• Determinants of morbidity
and mortality in a population
• Natural history of the
disease
• Diseases prevention
Several models/concept used to
analyzed determinants of morbidity
and mortality in a population
 The Epidemiologic Triad/ Triangle
(Teori Segi Tiga)

 Wheel Model (Teori Roda)

 Web Model (Teori Sarang Laba-laba)

 Model Blum
 Model Mosley
Model Segitiga (The Epidemiologic Triangle)

HOST (intrinsic)

AGENT ENVIRONMENT
(Physical, Biological, Social)
Model Roda (Wheel Model)
INTERNAL
(intrinsic)

Social
Biological HOST • politic,
Environ- Genetic • economic
ment • culture

Physical Environment

EXTERNAL (extrinsic)
BLUM MODEL
Genetic

Morbidity and
Behavior Health
mortality in
services
a population

Environmental factors
(biological, physical, social, economical, politic)
CONCEPT (THEORY, MODEL)
INTRODUCED BY
DR. MOSLEY WHICH EXPLAINED
DETERMINANTS OF MORBIDITY AND
MORTALITY OF CHILDREN AGE
UNDER 5 YEARS IN A POPULATION
Socioeconomic determinants

Maternal Environmental Nutrient


Injury
factors Contamination deficiency

Healthy Sick

Prevention
Treatment
Personal
Illness Growth
control Mortality
faltering
Contoh Kasus Kematian
WEB MODEL (SARANG IbuLABA-LABA)

Modifikasi dari: FA Moeloek, 2010


SOCIAL DETERMINANTS OF HEALTH
WHO- CSDH conceptual framework
Karies gigi INTERNAL

HOST Social
Biological • politic,
Environ- Genetic • economic
ment • culture

Physical Environment

EXTERNAL
Morbidity and mortality
due to Caries

Genetic BLUM MODEL

Morbidity and
Behavior Health
mortality in
services
a population

Environmental factors
(biological, physical, social, economical, politic)
Tuberculosis The Epidemiologic

HOST Triangle

AGENT ENVIRONMENT
Physical, Biological, Social)
HIV-AIDS

Genetic BLUM MODEL

Morbidity and
Behavior Health
mortality in
services
a population

Environmental factors
(biological, physical, social, economical, politic)
DHF (DBD)

Genetic BLUM MODEL

Morbidity and
Behavior Health
mortality in
services
a population

Environmental factors
(biological, physical, social, economical, politic)
PERJALANAN ALAMIAH
PENYAKIT
Perjalanan alamiah penyakit

 Perkembangan/ perjalanan
suatu penyakit dari waktu ke
waktu tanpa mendapat
intervensi apapun.
Definisi
 Riwayat alamiah penyakit adalah proses
perjalanan penyakit mulai dari terpapar
sampai penyakit selesai (sembuh, cacat, atau
mati) tanpa pengobatan.

Riwayat Alamiah Penyakit 25


FASE

 Bila terfokus pada penyebab


tunggal/klasik, ada 4 fase:
◦ Suseptibel/ at risk/rentan
◦ Sub-klinik
◦ Klinik
◦ Penyembuhan, ketidakmampuan atau mati
STIMULUS RESPONS

PROSES
 

Periode prepathogenesis + pathogenesis


• Adanya agen penyakit,
• Faktor-faktor (host)
• hereditas
• predisposisi Timbul penyakit
• Faktor-faktor lingkungan
• fisik, psikis, ekonomi,
• sosial, budaya

·      
  Riwayat Alamiah Penyakit 27
Istilah-istilah dlm
riwayat alamiah penyakit
 1. Stimulus penyakit adalah interaksi antara
inang, agen penyakit dan lingkungan yg
memicu proses penyakit  konsep terjadinya
penyakit

 2. Periode pre-patogenesis: periode saat


terjadinya stimulus penyakit sampai terjadinya
respons dari tubuh

 3. Peride patogenesis: Periode dari mulainya


respons sampai proses berhenti karena
sembuh, atau mati

Riwayat Alamiah Penyakit 28


PERIODE PATHOGENESIS
• Mulai saat terjadinya kelainan/gangguan pada
tubuh manusia akibat interaksi antara stimulus
penyakit dengan manusia sampai terjadinya :
• kesembuhan
• kematian
• kelainan yang menetap
• cacat

• Periode pathogenesis dapat dibagi menjadi

• fase subklinis
• fase klinis
• fase penyembuhan
 

Riwayat Alamiah Penyakit 29


Fase subklinis
(stage of subclicinical disease)
Disebut juga fase presimptomatik

• Penyakit belum bermanifestasi dengan nyata


signs and symptoms masih negatif
tapi telah terjadi perubahan-perubahan
dalam jaringan tubuh (struktur ataupun
fungsi)

• Kondisi seperti diatas dikatakan dalam kondisi


“below the level of the clinical horizon”
 

Riwayat Alamiah Penyakit 30


 
Fase klinis
(stage of clinical disease)

 Pada fase ini perubahan-perubahan


yang terjadi pada jaringan tubuh
telah cukup untuk memunculkan
gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit

 Fase ini dapat dibagi menjadi fase


akut dan fase kronis

Riwayat Alamiah Penyakit 31


PREPATOGENESIS PATOGENESIS

Agen Host Fase klinis

Sembuh Cacat
Lingkungan Fase penyembuhan Mati
Kronis

Fase susceptible Fase subklinis

Perjalanan Alamiah Penyakit 32


Natural history of disease
TIME
Death

Infection Clinical disease


Susceptible
host Recovery

No infection

Incubation
Latentperiod Infectious Non-infectious

Exposure Onset
NATURAL HISTORY (PERJALANAN
PENYAKIT)
Meninggal
Contoh: Symptomatic
Kencing stage Khronis
Manis
(DM)
Komplikasi Komplikasi
tanpa cacat dengan cacat
Asymptomatic
stage
TAHAP DAN UPAYA
PENCEGAHAN PENYAKIT
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT

• Disesuaikan dengan riwayat alamiah penyakit


maka tindakan preventif terhadap penyakit
secara garis besar dapat dikategorikan menjadi :
• tindakan/upaya preventif primer
• tindakan /upaya preventif sekunder
• tindakan /upaya preventif tertier

Upaya preventif primer (primary prevention)

• dilaksanakan pada periode prepathogenesis


 stage of susceptibility

• upaya yang dilakukan adalah untuk memutus mata


rantai interaksi “agent-host-environment”
 

Riwayat Alamiah Penyakit 37


Pencegahan primer
 Adl Upaya pencegahan yg dilakukan saat
proses penyakit belum mulai (pd periode
pre-patogenesis) dengan tujuan agar tidak
terjadi proses penyakit
 T.a: 1. Promosi kesehatan

2. Perlindungan khusus (proteksi


spesifik)

Riwayat Alamiah Penyakit 38


Tingkat pencegahan primer
 Promosi kesehatan
◦ Pendidikan kesehatan
◦ Gizi yang cukup sesuai dengan perkembangan
◦ Perumahan, rekreasi, tempat kerja
◦ Konseling perkawinan
◦ Genetika
◦ Pemeriksaan kesehatan berkala

Riwayat Alamiah Penyakit 39


Tingkat pencegahan primer
 Perlindungan khusus (Proteksi Spesifik)
◦ Imunisasi
◦ Kebersihan perorangan
◦ Sanitasi lingkungan
◦ Perlindungan kecelakaan akibat kerja
◦ Perlindungan terhadap kecelakaan secara umum
◦ Penggunaan nutrisi khusus
◦ Perlindungan terhadap bahan-bahan karsinogen
◦ Mmenghindari zat-zat allergen

Riwayat Alamiah Penyakit 40


Tingkat pencegahan sekunder
• Dilaksanakan pada periode pathogenesis

• Segera sesudah penyakit terdeteksi dapat


dilakukan usaha preventif sekunder dengan :

• diagnose dini (early diagnosis) dan


• pengobatan yang akurat (prompt treatment)

• Diagose dini dan pengobatan yang akurat

• penemuan kasus (individu atau massa)


• skrining survei
• pemeriksaan selektif
Riwayat Alamiah Penyakit 41
Upaya Preventif Sekunder (secondary prevention)

Untuk mengobati dan mencegah penyakit agar


tidak berlanjut

Mencegah penyebaran penyakit menular

Mencegah terjadinya komplikasi dan sekuele


mempersingkat periode “disability”

Pengobatan yang adekuat untuk mencegah


/menghentikan berlanjutnya proses penyakit

Mencegah komplikasi dan sekuele yang lebih parah

Pengadaan fasilitas khusus untuk mencegah


/mengurangi disabilitas dan kematian
Riwayat Alamiah Penyakit 42
Pencegahan sekunder
 Upaya pencegahan yg dilakukan saat proses
penyakit sudah berlangsung namun belum
timbul tanda/gejala sakit (patogenesis awal)
dengan tujuan proses penyakit tidak
berlanjut
 Early diagnosis & prompt treatment

Riwayat Alamiah Penyakit 43


Tingkat pencegahan sekunder
 Diagnosis dini dan pengobatan segera
◦ Penemuan kasus, individu dan masal
◦ Skrining
◦ Pemeriksaan khusus dengan tujuan
 Menyembuhkan dan mencegah penyakit berlanjut
 Mencegah penyebaran penyakit menular
 Mencegah komplikasi dan akibat lanjutan
 Memperpendek masa ketidakmampuan

Riwayat Alamiah Penyakit 44


Tingkat pencegahan sekunder
 Pembatasan ketidakmampuan
◦ Pengobatan yang cukup untuk menghentikan
proses penyakit dan mencegah komplikasi
◦ Penyediaan fasilitas untuk membatasi
ketidakmampuan dan mencegah kematian

Riwayat Alamiah Penyakit 45


Tingkat pencegahan tertier

Bila telah terjadi defect/kerusakan struktural


ataupun disabilitas:

maka untuk mencegah semakin buruknya


kondisi atau menetapnya disabilitas dilakukan
usaha preventif tertier dengan rehabilitasi
 

Riwayat Alamiah Penyakit 46


Tingkat pencegahan tersier
 Rehabilitasi
◦ Penyediaan fasilitas untuk pelatihan hingga fungsi
tubuh dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya
◦ Pendidikan pada masyarakat dan industriawan agar
menggunakan mereka yang telah direhabilitasi

Riwayat Alamiah Penyakit 47


Tingkat pencegahan tersier
 Rehabilitasi
◦ Penempatan secara selektif
◦ Mempekerjakan sepenuh mungkin
◦ Terapi kerja di Rumah Sakit
◦ Penggunaan koloni yang terlindung

Riwayat Alamiah Penyakit 48


Using Blum Model/Concept
Genetic Physical
Social, cultural Stage
Environment
Biological, economical of
Behavior dis-
Clinical
Health Services
Presym- stage ability
tomatic
Susceptible stage
(at risk)
Tertiary prev.
Secondary prev. • Disability
Primary prevention •
Early detection limitation
• Health promotion & prompt • Rehabilitation
• Specific protection treatment
• ICE-BERG PHENOMENA
• SEVERITY OF DISEASES
ICE BERG PHENOMENA
(FENOMENA GUNUNG ES)
Epidemiological Iceberg
 Only the tip of the
iceberg is easily
observable
 Dog bite example
◦ 3.73 dog bites
annually
◦ 451,000 medically
treated
◦ 334,000 emergency
room visits
◦ 13,360
hospitalizations
◦ 20 deaths
DUA KONSEKUENSI
Semakin lebar dasar gunung es:
 Semakin sulit penanggulangan penyakit

(control of the disease)


 Bila memakai data sekunder, data

(statistik penyakit) akan semakin tidak


akurat
CONTOH: karies, sariawan, penyakit
periodontal
THE VARIATION OF SYMPTOMATIC
DISEASES SEVERITY
100 CASES

Mild (ringan) Moderate


Severe
Fatal
 Matur Suksma
 Terima kasih
 Thank you