You are on page 1of 23

SINDROMATOLOGI

“DEMAM”
Oleh :
Tirza Stephanie Pandie
1408010047
Pembimbing :
Dr. Asep Purnama, Sp.PD

SMF/ Bagian Ilmu Penyakit Dalam


FK Undana – RSUD dr. T.C. Hillers
1 Maumere 9/7/2016

2019
PENDAHULUAN
Pengaturan suhu tubuh dikendalikan oleh
keseimbangan antara pembentukkan panas dan
kehilangan panas. Bila laju pembentukan panas dalam
tubuh lebih besar dari hilangnya panas, panas akan
timbul dalam tubuh dan suhu tubuh akan meningkat.

2 9/7/2016
FISIOLOGI TERMOREGULASI

3 9/7/2016
Termostat

Kontrol mekanisme
termoregulator
Keseimbangan produksi
panas dan kehilangan
4 9/7/2016

panas
Silbernagl S, Lang F. 2006. Demam. Teks & Atlas Berwarna Patofisiologi. 6
DEMAM

Demam
 kenaikan suhu tubuh di atas batas normal akibat dari perubahan
pada pusat termoregulasi yang terletak di hipotalamus anterior.
• Suhu tubuh normal 36,5oC – 37,2oC
• Hiperpireksia  41,2oC atau lebih
• Hipotermia  <35oC

Suhu tubuh  aksila, oral,rektum, atau membran timpani

5 9/7/2016
ETIOLOGI

Eksogen Endogen

• Mikroba products, toxin, M.O • cytokines pirogenik


itself • IL-1α, 1β, IL 6, IL-8, IL-11,
• Endotoxin gram negative INF-α, INF-γ, TNF-α, TNF-
bacteria β
• inflammation, trauma, tissue
• Enterotoxin gram positive necrosis , complex Ag-Ab 
(stafilokokkus aureus, produce IL-1, TNF-α, and/or
streptokokkus group A & B) IL-6

6 9/7/2016
MEKANISME TERJADINYA DEMAM
1 2
INFEKSI, TOKSIN MIKROBA,
TOKSIN
MEDIATOR INFLAMASI,
MIKROBA
DEMAM
REAKSI IMUN

PRODUKSI
Cyclic AMP PANAS

MONOSIT/MAKROFAG,
SEL ENDOTEL, dll PENINGKATAN
PGE2 SET POINT
TERMOREGULASI

SITOKIN PIROGENIK HYPOTHALAMIC


IL-1, IL-6, TNF, IFN ENDOTHELIUM
7 9/7/2016
sirkulasi sistemik
Demam dalam waktu singkat, jarang melebihi
satu atau dua minggu sebelum diagnosis
Demam Akut ditegakan. Misalnya influenza burung (avian
influenza), malaria, dan demam berdarah
dengue.

Demam Demam intermiten atau kontinyu selama

Kronik waktu berminggu-minggu atau bahkan


berbulan-bulan tanpa banyak indikasi yang
menunjukan etiologinya.
Misalnya malaria, demam tifoid, demam
rematik dam neoplasia, dll.
8 9/7/2016
Tipe &
Karakteristik
Demam Demam
Intermitten
o suhu badan turun ke
tingkat yang normal
Demam Remitten selama beberapa jam
o suhu badan dapat turun setiap dalam satu hari. Bila
Demam Septik hari tetapi tidak pernah
mencapai suhu badan normal,
demam seperti ini 2 hari
sekali disebut tersiana
o suhu badan berangsur naik ke tingkat perbedaan suhu yang mungkin
dan bila terjadi tiap 3 hari
yang tinggi sekali pada malam hari tercacat dapat mencapai dua
sekali disebut kuartana
dan turun kembali ke tingkat di atas derajat dan tidak sebesar
perbedaan suhu yang dicatat o Cth: malaria
normal pada pagi hari, sering disertai pada demam septik
keluhan menggigil dan berkeringat
o Cth: sepsis, demam tifoid
o Cth: TBC berat stadium lanjut
9 9/7/2016
Demam terus menerus Terjadi kenaikan suhu
tanpa mencapai suhu badan selama
normal, variasi suhu beberapa hari yang
sepanjang hari tidak lebih diikuti periode bebas
dari 1 derajat demam untuk
beberapa hari yang
Cth: pada TB Miliaris, kemudian diikuti oleh
pneumonia lobaris, kenaikan suhu seperti
demam tifoid permulaan semula

Demam Demam
Kontinyu Siklik

1
9/7/2016
0
o Keadaan dimana pasien
mengalami demam terus menerus
selama 3 minggu tetapi belum
diketahui penyebabnya walaupun
telah diteliti secara intensif selama
satu minggu menggunakan sarana
laboratorium dan penunjang
medis lainnya.

1
9/7/2016
1
Klasik Nasokomial Neutropenik HIV
• Penderita • Pasien dirawat • Demam • Penderita HIV
telah diperiksa dirumah sakit dengan yang
3 hari tanpa infeksi, neutrofil <500 menderita
berturut-turut kemudian ul dengan demam
tanpa menderita pemeriksaan selama 4
diketahui demam dan intensif selama minggu rawat
penyebab sudah 3 hari tanpa jalan atau
atau 3 minggu diperiksa hasil jelas. lebih dari 3
dengan namun belum hari dirawat di
diagnostik ada hasil jelas. RS dan
invasif dilakukan
maupun non pemeriksaan
1 invasif tanpa tanpa hasil9/7/2016
2
hasil. yang jelas.
Gompf SG. 2017. Fever of Unknown Origin (FUO). Medscape Journal. 15
DEMAM TIFOID
Masa inkubasi 2-60 hari
Penyakit infeksi akut
dengan demam yang demam ± 5-7 hari,
disebabkan oleh demam bersifat makin
Salmonella typhii naik tiap hari (step
ladder)

Minggu pertama :
Minggu kedua : gejala
Demam (kalau sore
lebih jelas demam,
meningkat),nyeri kepala,
bradikardi relatif*, lidah
nyeri otot,anoreksia,mual
berselaput,hepatomegali,
muntah,obstipasi/diare,
splenomegali
batuk,epistaksis
1
*peningkatan suhu tubuh 1oC tidak diikuti peningkatan denyut nadi 8/mnt 9/7/2016
3
MALARIA

Jenis Plasmodium yang


Definisi Gejala klinis
menginfeksi manusia
• Penyakit infeksi yang • Trias malaria : • Plasmodium vivax
disebabkana oleh • periode dingin • Plasmodium
plasmodium yang
menyerang eritrosit dan • periode panas falciparum
ditandai dengan • periode berkeringat • Plasmodium malariae
ditemukan bentuk • Plasmodium ovale
aksesual dalam darah
• Plasmodium knowlesi

1
9/7/2016
4
Manifestasi Klinik Infeksi Plasmodium
Plasmodium Masa inkubasi (hari) Tipe Panas Relaps Rekrudensi Manifestasi Klinik
rata-rata (min-max) (jam)

Falsiparu 12 (9-14) 24, 36, 48 Tidak Ya Gejala GI, hemolisis,


m anemia, ikterus
hemoglobinuria, syok,
algid malaria, gejala
serebral, edema paru,
hipoglikemi, gangguan
kehamilan, kelainan retina.

Vivax 13 (12-17) 48 Ya Tidak Anemia kronik,


12bulan splenomegali, ruptur limpa

Algid malaria komplikasi malaria oleh P. falsiparum yang ditandai dengan gangguan
1
5 hemodinamik akibat kegegalan sirkulasi perifer seperti kulit lembab dan dingin serta
hipotermia.
9/7/2016
Manifestasi Klinik Infeksi Plasmodium (2)
Plasmodium Masa inkubasi (hari) Tipe Panas Relaps Rekrudensi Manifestasi Klinik
rata-rata (min-max) (jam)

Ovale 17 (16-18) 48 Ya Tidak Sama dengan


vivax
Malariae 28 (18-40) 72 Tidak Ya Rekrudensi
sampai 50
tahun,
splenomegali,
ruptur limpa
jarang, sindroma
nefrotik
Knowlesi 9-12 24 Tidak ? Demam, nyeri
perut,
trombositopenia,
1
gangguan ginjal,
6 ikterik, 9/7/2016

hiperparasitemia
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Demam berdarah dengue (DBD)
suatu penyakit yang disebabkan oleh virus
dengue (Abovirus) yang masuk kedalam tubuh
melalui nyamuk aedes aegypti

1
9/7/2016
7
Tanda dan Gejala Demam Berdarah
• Demam akut selama 2-7 hari
Terdapat minimal 1 dari manifestasi perdarahan
berikut :
- Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit
-perdarahan mukosa (epistaksis/pedarahan gusi)
- uji bendung positif
Trombositopenia (<100.000 u/I0)
 Penurunan Ht > 20%, setelah mendapat terapi
cairan
1
9/7/2016
8
TATALAKSANA DEMAM

1.Pendinginan Menyeka (sponging) dengan air hangat (27-


Eksternal 340c)
(external
cooling) Kompres air hangat

Kombinasi menyeka air hangat dan pemberian


antipiretik dipertimbangkan jika demam > 400c
1
9/7/2016
9
Tatalaksana Demam(2)

2. Antipiretik

Menurunkan pusat pengatur suhu di hipotalamus secara difusi dari


plasma ke susunan saraf pusat.

Menghambat ezim siklooksigenase, enzim yang berperan pada


sintesis prostaglandin

Menurunkan PGE2 pada pusat termoregulasi


2
9/7/2016
0
Tatalaksana Demam(3)

3. Antibiotik

• Dipertimbangkan diberikan jika :


• adanya gejala lokal yang disebabkan oleh bakteri
• demam tanpa gejala lokal dengan hasil
laboratorium darah dan urine abnormal
2
9/7/2016
1
DAFTAR PUSTAKA
• Guyton C. A. Hall E.J. 2007.Guyton Fisiologi manusia dan mekanisme penyakit edisi 11.Jakarta. EGC
• Nelwan, R.H.H. 2011. Demam : Tipe dan pendekatan. Dalam sudoyo, Aru W.Et. AL. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam Jilid III Edisi V. Jakarta :Pusat Penerbitan Ilmu penyakit dalam FKUI
• Widodo D. Demam Tifoid. In:Sudoyo A, Setiyohadi B, Alvi I,K,MS, Setiati S, editors. Buku ajar ilmu penyakit
dalam. 5th ed. Jakarta: interna publishing–Pusat Penerbitan ilmu penyakit dalam;2009.P. 2797-805
• Harijanto PN. Malaria. In : sudoyo A, setiyohadi B, Alwi I,K MS, Setiati S, editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam.
5th ed. Jakarta: interna publishing–Pusat Penerbitan ilmu penyakit dalam;2009.P. 2813-25
• Suhendro, Nainggolan L, Chen K, Pohon HT. Demam berdarah dengue In:Sudoyo A, Setiyohadi B, Alvi I,K,MS,
Setiati S, editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam. 5th ed. Jakarta: interna publishing – Pusat Penerbitan ilmu
penyakit dalam;2009.P. 2776-9
• Bickley L. Bates Buku Ajar Pemeriksaan Fisik. 11th ed. Jakarta: EGC; 2013. p. 130.
• Sherwood K. Keseimbangan Energi dan Pengaturan Suhu Tubuh. Fisiol. Mns. dari Sel ke Sist. 6th ed. Jakarta:
EGC; 2009. p. 710.
• Roth A, Basello G. Approach to the Adult Patient with Fever of Unknown Origin. Am. Acad. Fam. Physician
[Internet]. 2003;68:2223–8. Available from: www.aafp.org/afp
• Kelly G. Body Temperature Variability ( Part 1 ): A Review of the History of Body Temperature and its Variability
Due to Site Selection , Biological Rhythms , Fitness , and Aging. Altern. Med. Rev. 2006;11(4):280.
2
9/7/2016
2
TERIMA KASIH

2
9/7/2016
3