You are on page 1of 12

INFLAMMATORY BOWEL

DISEASE
DEFINISI

 Inflammatory Bowel Disease (IBD) adalah penyakit inflamasi


yang melibatkan saluran cerna dengan penyebab pastinya
sampai saat ini belum diketahui jelas (Ariestine 2008)
 Inflammatory bowel disease (IBD) merupakan penyakit
peradangan menahun pada usus yang tidak diketahui
penyebabnya, kemungkinan melibatkan reaksi sistem imun
tubuh terhadap saluran pencernaan (Rowe w 2008)
 Inflammatory bowel disease (IBD) merupakan istilah yang
digunakan untuk mendeskripsikan 2 jenis kelainan idiopatik
yang berkaitan dengan inflamasi traktus gastrointestinal , yaitu
Penyakit Crohn dan Kolitis Ulserativa. (Hyams J 2004)
TIPE IBD
 Penyakit Crohn adalah peradangan menahun pada dinding usus. Penyakit ini
mengenai seluruh ketebalan dinding usus. Kebanyakan terjadi pada bagian
terendah dari usus halus (ileum) dan usus besar, namun dapat terjadi pada
bagian manapun dari saluran pencernaan, mulai dari mulut sampai anus, dan
bahkan kulit sekitar anus (Anonim 2008)
 Kolitis Ulserativa merupakan suatu penyakit menahun, dimana usus besar
mengalami peradangan dan luka, yang menyebabkan diare berdarah, kram
perut dan demam. kolitis ulserativa tidak selalu memperngaruhi seluruh
ketebalan dari usus dan tidak pernah mengenai usus halus. Penyakit ini
biasanya dimulai di rektum atau kolon sigmoid (ujung bawah dari usus besar)
dan akhirnya menyebar ke sebagian atau seluruh usus besar Anonim 2008).
 (Djojoningrat, Dharmika. Inflammatory Bowel Disease : Alur Diagnosis dan Pengobatannya di Indonesia.
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1 Edisi ke-IV. Hal. 384-388. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen
Ilmu Penyakit Dalam FKUI.)
 Kkkzl

 Kolitis Ulserativa dan Crohn


ETIOLOGI IBD
 Sampai saat ini etiologi Penyakit Crohn dan Kolitis
Ulserativa belum jelas. Namun diduga penyakit ini
disebabkan oleh. multifaktor,
1. meliputi genetik, Penderita IBD mempunyai faktor
predisposisi genetik. Penelitian epidemiologi
menunjukkan bahwa 25% penderita IBD memiliki riwayat
keluarga dengan IBD. (penulis lain 10-25%). Pada kembar
monozigot peluang untuk Penyakit Crohn sekitar 42%-
58% dan peluang untuk Kolitis Ulserativa sekitar 6%-17%.
LANJUTAN....
 Sampai saat ini telah ditemukan beberapa kelainan
kromosom yang berhubungan dengan Penyakit
Crohn dan Kolitis Ulserativa atau keduanya.
Kromosom 16 (gen IBDI) atau gen CARD15
berhubungan dengan Penyakit Crohn. Perinuclear
antinetrophil antibody (pANCA) ditemukan pada
70% penderita Kolitis Ulserativa. Kromosom 5
(5q31), 6 (6p21 dan 19p) sering ditemukan pada
penderita IBD, kulit putih –kilit hitam
LANJUTAN.....
 pengaruh lingkungan, Faktor lingkungan lain yang diduga pencetus IBD
adalah stres psikososial, faktor makanan, seperti pajanan susu sapi atau
food additives, asupan serat kurang dan zat toksin lingkungan.
 faktor imunologis,+CD4 dominan TH1 akan merangsang aktivasi makrofag
dan pembentukan granuloma, merupakan gambaran histologi yang sering
ditemukan pada Penyakit Crohn
 sel Th2 menghasilkan sitokin akan merangsang antibody-mediated immune
respons. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan jaringan oleh aktivasi
antibodi dan komplemen lebih sering ditemukan pada Kolitis Ulserativa.
A. integritas mukosa faktor pencetus seperti infeksi, toksin dapat memicu
proses inflamasi dan akan menyebabkan disregulasi respon imunologi
mukosa traktus gastrointestinal pada individu yang rentan.
(Kathleen a. Calendra, W.Daniel J, Richard JG. Inflammatory Bowel Disease.
M.Gracey, Valerie B, editor Pediatric gastroenterology and hepatology. Edisi
ke-3. Boston: Blackwell,1993. Hlm 859-879.)
MANIFESTASI KLINIK
 Temuan fisik pada colitis ulseratif biasanya nonspesifik, bisa terdapat distensi
abdomen atau nyeri sepanjang perjalanan kolon. Pada kasus ringan,
pemeriksaan fisik umum akan normal. Demam, takikardia dan hipotensi
postural biasanya berhubungan dengan penyakit yang lebih berat (Ariestine,
2008).
 Crohn Gejala awal yang paling sering ditemukan adalah diare menahun, nyeri
kram perut, demam, nafsu makan berkurang dan penurunan berat badan
(Keshav S 2004).

(Arisetine, Dina Aprilia. 2008. Kolitis Ulseratif Ditinjau dari Aspek Etiologi, Klinik
dan Patogenesa. Universitas Sumatera Utara - Fakultas Kedokteran Medan.
www.scribd.com/affannurrochman/d/40473357-Kolitis. Diakses tanggal 17
April 2012. Jam 22.00 WIB.)
PATOFISIOLOGO

 Enteritis regional adalah inflamasi kronis dan subakut yang meluas ke seluruh
lapisan dinding dan mukosa usus, ini disebut juga transmural. Pembentukan fistula
dan fisura, serta abses terjadi sesuai luasnya inflamasi ke dalam peritoneum.
Penyakit Crohn dapat menyebabkan lesi di kulit, tulang, otot rangka, jaringan
sinovial dan lain-lain hal tersebut menjelaskan bahwa penyakit ini adalah penyakit
sistemik. Komplikasinya diluar usus, termasuk spondilitis ankilosa, eritema
nodosum, mioperikarditis, perikolangitis, kolangitis sklerosa, dan anemia
hemolitik autoimun. Komplikasi-komplikasi ini timbul setelah terjadi peradangan
usus dan cenderung menghilang dengan sembuhnya penyakit atau dilakukan
reseksi dari usus yang terganggu.
(simadopbrata, R ilmu penyakit dalam jakarta balai penerbit FKUI, Jil II 1990)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Pemeriksaan Endoskopi
 Pemeriksaan Radiologi
 Pemeriksaan Laboratorium (Feses)
KOMPLIKASI
 Artritis
 Episkleritis
 Stomatitis aftosa
 Eritema nodosum
 Pioderma gagrenosum
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri akut b.d agen injuri biologis
2. Resiko kekurangan volume cairan b.d diare
3. Resiko ketidak seimbangan elektrolit b.d pengeluaran cairan dari
muntah yang berlebih.
(nanda nic noc 2015)