You are on page 1of 38

ASUHAN KEPERAWATAN

KOMUNITAS

Oleh
Ns. Tini, S.Kep.,M.Kep

Disampaikan pada Mata Ajar Keperawatan Komunitas


Prodi PJJ Keperawatan
Politeknik Kesehatan Kemenkes Kaltim
PENGKAJIAN
 Pengkajian komunitas merupakan suatu upaya
mengenal masyarakat yang berperan sebagai mitra
dan berkontribusi terhadap keseluruhan proses.
 Tujuan :
 Mengidentifikasi faktor-faktor (baik positif maupun
negatif) yang mempengaruhi kesehatan warga
masyarakat agar dapat mengembangkan strategi
promosi kesehatan.

3
 Metode Pengumpulan Data
1. Informant interview
Interaksi (wawancara) dengan tokoh masyarakat, kader
kesehatan & anggota masyarakat dengan mengacu pada
pedoman wawancara
2. Participant observation
Pengamatan langsung tentang norma, nilai, keyakinan,
struktur kekuatan, proses penyelesaian masalah, dinamika dan
pola komunikasi. Hal ini dilakukan dengan panduan observasi
yang telah dibuat sebelumnya dalam bentuk checklist.
3. Meassurement
Pengukuran dengan menggunakan format Survei Mawas Diri
(SMD), yang dilakukan pada setiap rumah guna mendapatkan
data dari setiap keluarga yang tinggal di daerah binaan
4
4. Windshield surveys
Pengamatan terstruktur terhadap semua data
yang ada di lingkungan daerah tersebut untuk
mengumpulkan data kesehatan komunitas
dengan faktor pendukungnya, hal ini dilakukan
dengan menggunakan format yang sudah disusun
sebelumnya.
5. Data Laporan
Analisis sekunder : result of community
meeting, public documents, health surveys,
statistical data, and health records

5
6. Community Self Survey (Survey Mawas
Diri)
 Merupakan pengenalan lingkungan sendiri terhadap
situasi dan permasalahannya serta dikembangkan oleh,
dari dan untuk masyarakat itu sendiri dengan beberapa
arahan dari petugas kesehatan.
 Pengumpulan data biasanya dilakukan oleh masyarakat
dalam hal ini kader kesehatan yang ada, namun demikian
petugas kesehatan juga dapat melakukan pengumpulan
data dengan tujuan untuk lebih mengetahui
permasalahan kesehatan yang ada dimasyarakat,
sehingga pada saat perumusan masalah akan lebih
mudah.
6
Sasaran Pengkajian
 Individu

 Yang berhubungan dengan keluarga, pola


hubungan dan peran, pola pertahanan atau
koping.
 Keluarga

 Struktur dan karateristik keluarga,


Sosial ekonomi dan Budaya, Lingkungan,
Riwayat Kesehatan dan Pemeriksaan Fisik.
 Masyarakat

 Inti komunitas
7
KOMPONEN PENGKAJIAN KOMUNITAS

1. Komponen Inti Komunitas (core)


 “Inti” didefinisikan sebagai “sesuatu yang
penting, dasar, dan menguatkan”.
 Inti komunitas adalah sejarah, karakteristik,
nilai, dan keyakinan setiap warga. Oleh karena
itu, langkah pertama pengkajian komunitas
adalah mempelajari warganya.

8
KOMPONEN PENGKAJIAN
1. Pengkajian Data Inti Komunitas (Core)
A. Riwayat atau sejarah

 Tanyakan siapa yang mengetahui sejarah daerah


tersebut.
 Tanyakan kepada tokoh masyarakat tentang bagaimana
riwayat berdirinya daerah tersebut, sudah berapa lama.
 Tanyakan tentang wilayah-wilayah yang diyakini oleh
penduduk setempat memiliki nilai mistik.
 Observasi kondisi bangunan yg ada di daerah tersebut.

9
B.Agama, nilai/kebiasaan dan keyakinan
yang dianut masyarakat

 Tanyakan tentang nilai-nilai dan keyakinan yg dianut


masyarakat terkait pola kebiasaan.
 Tanyakan tentang norma yg berlaku di masyarakat.
 Identifikasi tentang pola budaya yg banyak diyakini
masyarakat terkait dgn kesehatan.
 Apakah terdapat mesjid, gereja, dll (sarana ibadah) ?
 Apakah keyakinan agamanya homogen ?

10
C.Demografi

 Komposisi penduduk; umur dan jenis kelamin


 Tipe keluarga dan Satatus perkawinan
 Ras/suku
 Pekerjaan

D. Statistik Vital
 Kelahiran
 Kematian (berdasarkan umur dan penyebab
kematian)
 Morbiditas

11
2. Data Subsistem Komunitas
A. Lingkungan fisik
B. Pelayanan kesehatan dan sosial
C. Ekonomi
D. Pekerjaan
E. Keamanan dan transportasi
F. Politik dan pemerintahan
G. Pendidikan
H. Komunikasi
I. Rekreasi

12
3. Persepsi
A. Persepsi Masyarakat
 Bagaimana perasaan masyarakat tentang diri
mereka ?
 Apakah mereka mengidentifikasi adanya suatu
kekuatan di masyarakat ?
 Apa yang mereka anggap sebagai masalah
masyarakat ?
 Tanyakan kepada beberapa kelompok yang
berbeda (lansia, remaja, pekerja, buruh, ibu rumah
tangga, pegawai), apa jawaban mereka ?
13
B. Petugas kesehatan (perawat)
 Pernyataan secara umum tentang

kesehatan masyarakat ?

 Apa yang menjadi kekuatan komunitas ?

 Apa masalah atau risiko masalah yang

dapat diidentifikasi ?

14
ANALISIS
Analisa data DATA
keperawatan komunitas

 Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah


kegiatan pertemuan masyarakat baik para tokoh
masyarakat, instansi lain yang terkait dengan
masalah kesehatan
 Bertujuan untuk mengetahui secara bersama hasil
pendataan dari SMD yang dilakukan sebelumnya
& selanjutnya secara musyawarah menentukan
permasalahan kesehatan & langkah-langkah
pemecahannya.
LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN MMD

Persiapan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) :


1). Lakukan tabulasi hasil survei (SMD)
2). Susunlah rencana Musyawarah
Masyarakat Desa (MMD)
3). Lakukan pendekatan tokoh masyarakat
berkaitan dengan Musyawarah
Masyarakat Desa (MMD)
4). Lakukan persiapan secara matang
rencana pelaksanaan MMD
b. Cara melaksanakan Musyawarah Masyarakat
CARA MELAKSANAKAN
Desa (MMD), meliputi: MMD
 Paparkan data hasil survei mawas diri
 Lakukan penggalian potensi masyarakat
dalam perumusan masalah kesehatan dan
langkah penyelesaiannya
 Pandu masyarakat dalam menyusun
prioritas masalah & langkah
penyelesaiannya.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
PERUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN
PRIORITAS MASALAH
Pertimbangkan dalam merumuskan masalah
hal-hal berikut:
 Sifat dan beratnya masalah
 Tingkat bahaya yang mengancam
 Kemungkinan masalah dapat diatasi
 Tersedianya sumber dalam kelompok.
NURSING DIAGNOSIS
 MUCKE (1984)
1. Masalah (sehat-sakit)
2. Karakteristik populasi
3. Karakteristik lingkungan
1). Risiko terjadinya (masalah) : di menggambarkan wilayahberhubungan dengan
2). Penyebab : karakteristik perilaku kelompok dan lingkungannya yang ditandai
dengan
3). Tanda dan gejala (indikator kesehatan dan data penunjang).
Contoh :
 Risiko terjadinya penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat (ISPA) di wilayah

RT 01/RW 09 Kel. Sei. Lantung, berhubungan dengan kurangnya pengetahuan


dan kepedulian masyarakat tentang kesehatan lingkungan yang kurang sehat.
PRIORITAS MASALAH TIAP
Format penentuan prioritas masalah
DIAGNOSA KEPERAWATAN
keperawatan komunitas
DX 1 2 3 4 5 6 7 8 Skor

a b c d e

II

III

IV
1. Kesesuaian dengan peran perawat komunitas
2. Risiko terjadi
3. Risiko tingkat keparahan
4. Potensial untuk pendidikan kesehatan
5. Minat masyarakat
6. Sesuai program pemerintah
7. Kemungkinan diatasi
8. Tersedianya sumber : Tempat
9. Dana
Bobot Penilaian :
10. Waktu Rendah : 1
11. Fasilitas Cukup : 2
12. Petugas Tinggi : 3
Penjabaran Komponen Prioritas
Komponen Penjabaran Penilaian
Peran perawat 1 : Kurang memerlukan keterlibatan peran perawat
komunitas 2 : Cukup memerlukan keterlibatan peran perawat
3 : Memerlukan keterlibatan peran perawat tinggi
Resiko terjadi Penilaian dilakukan bersama masyarakat
1 : Resiko terjadinya masalah lain kurang
2 : Resiko terjadinya masalah lain sedang
3 : Resiko terjadinya masalah lain besar
Resiko tingkat Penilaian dilakukan bersama masyarakat
keparahan 1 : Jika tidak diatasi masalah kurang bertambah parah
2 : Jika tidak diatasi masalah dapat menimbulkan keparahan yang sedang
3 : Jika tidak diatas masalah dapat menimbulkan keparahan yang besar
Potensial untuk Penilaian dilakukan bersama masyarakat
pendidikan 1 : Potensi untuk diberikan pendidikan kesehatan kurang
kesehatan 2 : Potensi untuk diberikan pendidikan kesehatan cukup
3 : Potensi untuk diberikan pendidikan kesehatan tinggi
Komponen Penjabaran Penilaian
Minat masyarakat Penilaian dilakukan bersama masyarakat
1 : Minat masyarakat terhadap masalah rendah
2 : Minat masyarakat terhadap masalah cukup
3 : Minat masyarakat terhadap masalah tinggi
Sesuai program Penilaian dilakukan oleh kelompok
pemerintah 1 : Masalah kurang sesuai dengan program pemerintah
2 : Masalah cukup prioritas dipandang pemerintah untuk ditanggulangi
melalui program pemerintah
3 : Masalah lebih prioritas dipandang pemerintah untuk ditanggulangi
melalui program pemerintah
Kemungkinan Penilaian bersama masyarakat
diatasi 1 : Kemungkinan masalah untuk bisa diatasi kurang
2 : Kemungkinan masalah untuk bisa diatasi sedang
3 : Kemungkinan masalah untuk diatasi besar
Tersedianya tempat Penilaian bersama masyarakat
1 : Kurang adanya tempat untuk kegiatan menangani masalah
2 : Kesediaan tempat untuk kegiatan menangani masalah cukup
3 : Kesediaan tempat untuk kegiatan menangani masalah besar
Komponen Penjabaran Penilaian
Tersedianya dana Penilaian dilakukan bersama masyarakat
1 : Kesediaan dana untuk menangani masalah kurang memadai
2 : Kesediaan dana untuk menangani masalah cukup memadai
3 : Kesediaan dana untuk menangani masalah memadai

Tersedianya waktu Penilaian dilakukan bersama masyarakat


1 : Kesediaan waktu untuk menanggulangi masalah kurang
2 : Kesediaan waktu untuk menanggulangi masalah cukup
3 : Kesediaan waktu untuk menanggulangi masalah tinggi

Fasilitas Penilaian bersama masyarakat


1 : Tersedianya fasilitas untuk menannggulangi masalah kurang akurat
2 : Tersedianya fasilitas untuk menanggulangi masalah cukup akurat
3 : Tersedianya fasilitas untuk menanggulangi masalah akurat

Petugas Penilaian oleh kelompok


1 : Kesiapan dan kemampuan petugas untuk menangani masalah kurang
2 : Kesiapan dan kemampuan petugas untuk menangani masalah cukup
3 : Kesiapan dan kemampuan petugas untuk menangani masalah besar
PERENCANAAN
PERUMUSAN TUJUAN
1. Perumusan tujuan keperawatan komunitas
KEPERAWATAN KOMUNITAS
a. Tujuan jangka panjang
Target akhir dari kegiatan atau rangkaian
proses pemecahan masalah keperawatan yang
berorientasi pada perubahan perilaku mencakup
pengetahuan, sikap dan ketrampilan.
b. Tujuan jangka pendek
Hasil yang diharapkan dari setiap akhir kegiatan
yang dilakukan pada waktu tertentu. Merupakan
tujuan perantara untuk mencapai tujuan jangka
panjang.
Pedoman penetapan tujuan jangka panjang dan
pendek:
1. Berfokus pada klien.
2. Tujuan jangka panjang berorientasi pada
penyelesaian masalah pada setiap diagnosa
keperawatan
3. Tujuan jangka panjang terdiri dari indikator
performance yang luas dan abstrak.
4. Tujuan jangka pendek disesuaikan dengan
penjabaran tujuan jangka panjang.
5. Tujuan jangka pendek terdiri dari indikator
performance yang spesifik.
6. Mengembangkan tujuan didasarkan pada prinsip
ilmiah dan praktek.
2.Penetapan
Penetapan rencana intervensi
Rencana Tindakan
 Susunlah rencana keperawatan kesehatan
masyarakat, yang rumusannya mengandung
komponen:
a. What : Apa yang akan dilakukan
b. When : Kapan akan dilakukan
c. How : Bagaimana akan dilakukan
d. Who : Siapa yang akan melakukan
e. How far : Berapa banyak yang akan dilakukan
f. Where : dimana akan dilaksanakan.
Rencana Evaluasi
(Kriteria dan Stándar)
 Rumuskan Kriteria : tolak ukur dari kegiatan
tertentu
 Rumuskan Standard : tingkat penampilan
(performance) sesuai dengan tolak ukur yang ada
yang dibuat sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
! FORMAT PERENCANAAN
Tujuan Rencana Evaluasi
Diagnosa Tindakan
Keperawatan
Jangka Jangka Kriteria Standard
Panjang Pendek
IMPLEMENTASI
Identifikasi fokus tindakan keperawatan
komunitas IMPLEMENTASI

Srategi implementsi
 Proses kelompok
 Promosi kesehatan
 Kerjasama
Format dokumentasi tindakan keperawatan komunitas:
FORMAT DOKUMENTASI IMPLEMENTASI

No Diagnosa Kep Kegiatan Paraf


EVALUASI
PELAKSANAAN EVALUASI
 EVALUASI PROSES DITUJUKAN TERHADAP
PELAKSANAAN PROGRAM YANG MENYANGKUT
PENGGUNAAN SUMBER DAYA (TENAGA, DANA,
FASILITAS )
 EVALUASI HASIL PROGRAM DITUJUKAN UNTUK
MENILAI SEJAUH MANA PROGRAM TERSEBUT
BERHASIL, YAKNI SEJAUH MANA TUJUAN YANG
TELAH DITETAPKAN TERCAPAI
 EVALUASI DAMPAK PROGRAM, DITUJUKAN
UNTUK MENILAI SEJAUH MANA PROGRAM INI
MEMPUNYAI DAMPAK TERHADAP KESEHATAN
MASYARAKAT
Format dokumentasi tindakan keperawatan komunitas:
FORMAT DOKUMENTASI IMPLEMENTASI

No Tanggal Diagnosa Kep Evaluasi


(SPH)
Wassalam