You are on page 1of 8

“ASUHAN KEPERAWATAN

PADA ANAK denganDHF”


Definisi dhf
 Demam berdarah dengue adalah penyakit demam
akut yang disebabkan oleh empat serotipe virus
dengue dan ditandai dengan empat gejala klinis
utama yaitu demam yang tinggi, manifestasi
perdarahan, hepatomegali, dan tanda-tanda
kegagalan sirkulasi sampai timbulnya renjatan
(sindroma renjatan dengue) sebagai akibat dari
kebocoran plasma yang dapat menyebabkan
kematian (Rohim dkk, 2002 ; 45).
etiologi
 1. Virus Dengue
 2. Vektor
Manifestasi klinis
 1. Demam
 2. Perdarahan
 3. Hepatomegali
 4. Renjatan ( syok )
klasifikasi
 WHO, 1986 mengklasifikasikan DHF menurut derajat penyakitnya menjadi 4 golongan, yaitu
:
• Derajat I.
 Demam disertai gejala klinis lain, tanpa perdarahan spontan. Uji tourniquet positif.
• Derajat II.
 Sama dengan derajat I, ditambah dengan gejala-gejala perdarahan spontan seperti
petekie, ekimosis, hematemesis, melena, perdarahan gusi.
• Derajat III.
 Ditandai oleh gejala kegagalan peredaran darah seperti nadi lemah dan cepat
(>120x/mnt), tekanan nadi sempit ( ≤ 20 mmHg ), tekanan darah menurun, (120/80 →
120/100 → 120/110 → 90/70 → 80/70 → 80/0 → 0/0 ).
• Derajat IV.
 Nadi tidak teraba, tekanan darah tidak teatur (denyut jantung ≥ 140x/mnt), anggota gerak
teraba dingin, berkeringat dan kulit tampak biru.
Pemeriksaan penunjang

a) HB, Hematokrit / PCV meningkat sama atau lebih dari 20 %.


b) Trombosit menurun £ 100.000 / mm3.
c) Leucopenia, kadang-kadang Leucositosis ringan.
d) Waktu perdarahan memanjang
e) Waktu protombin memanjang.
penatalaksanaan
 1. Tirah baring atau istirahat baring.
 2. Diet makan lunak.
 3. Minum banyak (2-2,5 liter/24 jam) dapat berupa : susu, teh manis, sirup dan beri
penderita sedikit oralit, pemberian cairan merupakan hal yang paling penting bagi penderita
DHF.
 4. Pemberian cairan intravena (biasanya ringer laktat, NaCl Faali) merupakan cairan yang
paling sering digunakan.
 5. Monitor tanda-tanda vital tiap 3 jam (suhu, nadi, tensi, pernafasan) jika kondisi pasien
memburuk, observasi ketat tiap jam.
 6. Periksa Hb, Ht dan trombosit setiap hari.g.Pemberian obat antipiretik sebaiknya dari
golongan asetaminopen.
 7. Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut.
 8. Pemberian antibiotik bila terdapat kekuatiran infeksi sekunder.
 9. Monitor tanda-tanda dan renjatan meliputi keadaan umum, perubahan tanda-tanda
vital, hasil pemeriksaan laboratorium yang memburuk.
pencegahan

a) Lingkungan.
 Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan
pemberantasan sarang nyamuk, pengelolaan sampah padat, modifikasi
tempat pengembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia.
a) Biologis.
 Pengendalian biologis dengan menggunakan ikan pemakan jentik (ikan
cupang).
a) Kimiawi.
 -Pengendalian kimiawi antara lain :
 -Pengasapan/fogging berguna untyk mengurangi kemungkinan penularan
sampai batas waktu tertentu.
 -Memberikan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air seperti
gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.