You are on page 1of 16

KONDILOMA AKUMINATA

OLEH:
Wayan Sadhira Gita Krisnayanti (112018040)
Jane Laura (112017231)

Pembimbing:
dr. Silvi, SpKK
Definisi

Kondiloma akuminata
Penyebab: virus golongan papova
berupa pertumbuhan jaringan yang bersifat jinak, superfisial,
terutama di daerah genital.
Bentuk  datar, bertangkai, berjonjot, seperti buah raspberi
atau berbentuk seperti bunga kol.
Epidemiologi

1% populasi usia 18-45


Prevalensi tertinggi
Pria = Wanita tahun, aktif secara
20 – 29 tahun
seksual
Etiologi
Berdasarkan predileksi, histopatologi, dan biologi

Tipe genital-
mukosal

Yang diisolasi dari


Tipe kutaneus
epidermoplasia
(non-genital)
veruciformis

HPV
Etiologi
HPV
Low risk  6 dan 11  kutil
kelamin
Pasien dapat
terinfeksi o/
beberapa jenis
High risk  16 dan 18  displasia HPV
serviks dan SCC

Intermediate risk  neoplasma


squamosa
Patogenesis

Virus mengaktifkan
Kontak seksual  HPV Fase laten = tidak ada pembentukan protein 
masuk melalui inokulasi gejala pembentukan memicu proliferasi sel 
virus ke basal epidermis DNA virus, kapsid & lapisan spinosum
(sel surface heparan sulfate) partikel lain menebal membentuk lesi
papilomatous
Gejala Klinis
Wanita: labia mayor dan
Warna: sama dengan kulit, minor, klitoris, introitus
eritema, atau kehitaman. vagina, perineum, uretra,
Infeksi sekunder: keabu- serviks ,perianal.
erupsi popular single atau abuan dan bau
multiple, bentuk seperti
filiformis, bertangkai, Pria: perineum dan sekitar
seperti bunga kol atau plak. anus, sulkus koronarius, glans
penis, preputium, uretra,
korpus, dan pangkal penis
 Diagnosis Banding
1. Veruka vulgaris : proliferasi jinak pada
kulit dan mukosa yang disebabkan oleh
human papilloma virus (HPV)
2. Karsinoma sel squamous : Vegetasi yang
seperti kembang kol, mudah berdarah dan
berbau.
3. Kondiloma latum: Pada sifilis, biasanya
dengan permukaan rata dan STS positif
Pemeriksaan Penunjang
Tes Asetowhite Biopsi

• Pemeriksaan penunjang • direkomendasikan hanya


dapat dilakukan dengan apabila tidak responsive
melakukan tes terhadap terapi, terdapat
acetowhite untuk indurasi, ulserasi,
mendiagnosis kutil tumbuh secara
kelamin secara cepat, mendadak dan
namun dengan akurasi pigmentasi meningkat,
yang lemah. maupun lesi yang
berubah penampakannya
Diagnosis

Ditegakkan terutama berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan


fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Manifestasi klinisnya ditemukan adanya papul atau nodul
verukosa di daerah anogenital dengan bentuk yang bervariasi,
dengan warna sama dengan kulit, eritem, atau
hiperpigmentasi. Pemeriksaan fisik dilakukan di tempat yang
terang.
Terapi
a. Podophyllin  berasal dari resin podofilum emodi dan peltatum
podofilum yg mengandung podofilotox, efektif thdp KA. Digunakan
tingtur podophyllin 25%.Jangan > 0,3 cc  toksik, tidak boleh untuk
ibu hamil.

b. Bichloractetic acid dan Trichloracetic acid  keratolitik kuat,


mudah dan murah, dapat menyebabkan iritasi lokal. Interval mingguan
Terapi

c. 5-fluorourasil  konsentrasi 1-5% krim, pemberian setiap hari


sampai lesi hilang, jangan miksi 2 jam setelah pengobatan
Bedah  elektrokauterisasi, bedah eksisi, bedah beku
Terapi laser  CO2, kekambuhan tinggi dan nyeri,
namun luka lebih cepat sembuh dan sedikit jar. Parut
Interferon  suntikan atau topikal, interferon alfa
dosis 4-6 mU i.m 3 x seminggu slm 6 minggu. Interferon
beta 2 x 106 unit i.m slm 10 hari berturut-turut
Prognosis

Walaupun sering mengalami residif, prognosis dari kondiloma


akuminata masih baik. Perlu dicari dan digali lebih dalam
mengenai adanya faktor predisposisi yang lain misalnya
higiene, fluor albus, atau kelembaban pada pria akibat tidak
disirkumsisi.