You are on page 1of 13

REFLEKSI KASUS DAN ANALISIS JURNAL

Di susun oleh :
KELOMPOK 2

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FKIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
PENGKAJIAN
Nama Klien : Tn. R No Register :34.30.xx
Usia : 54 Tahun Tanggal Masuk :25-04-2019
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Diagnosa Medik : Penurunan kesadaran + HT emergency + DM +Asma Bronkial
Keluhan utama:
• Sesak nafas

Keadaan umum:
• Klien terlihat sesak. Untuk skala aktivitasnya 2 (dengan bantuan dan bimbingan serta pengawasan).
Terkadang pasien ada batuk dan berdahak.

Riwayat penyakit sekarang:


• Keluarga klien mengatakan klien ketika masuk rumah sakit merasakan sesak, batuk, nyeri dada, dan
sempat mengalami penurunan kesadaran. Setelah mendapatkan perawatan sesak, batuk dan nyeri sudah
berkurang.
LANJUTAN……..
Riwayat penyakit dahulu:
• Keluarga pasien mengatakan pasien memiliki riwayat penyakit gula (DM)
- TTV:
TD : 178/70 mmHg
Suhu : 36,6°C
RR : 36 x/menit
N : 130 x/menit
SpO2: 99%
ANALISA DATA

No Hari/Tgl Data Problem Kemungkinan Tanda dan Gejala


Penyebab
1. Jum’at, 26- Data Subjektif : Bersihan jalan napas tidak Obstruksi jalan  Klien batuk
04-2019 o Klien dan keluarga mengatakan sesak efektif (00031) napas dengan berdahak
o Klien dan keluarga mengatakan batuk adanya secret  Klien sesak napas
o Klien dan keluarga mengatakan berdahak  Respirasi 36x
permenit
Data Objektif :
- kesadaran composmentis (E4M6V5)
- Batuk tidak efektif
- Suara napas ronchi
- Menggunakan otot bantu napas
- Kedalam inspirasi tidak teratur
- Menggunakan otot bantu napas

- TTV:
TD : 178/70 mmHg
Suhu : 36,6°C
RR : 36 x/menit
N : 130 x/menit
SpO2: 99%
- Terapi kolaborasi
Ventolin 1 amp/ 6 jam
2. Jum’at, Data subjektif: Ketidakefektifan Keletihan  Klien sesak
26-04- - Klien mengatakan sesak napas pola napas otot  Klien
2019 - Klien bernapas menggunakan (00032) pernapasa mengguna
otot bantu pernapasan n kan otot
bantu
Data objektif: napas
- Tanda-tanda vital:
TD : 178/70 mmHg  Respirasi
Suhu : 36,6°C 36 x
RR : 36 x/menit permenit
N : 130 x/menit  Klien
SpO2: 99% menggunakan NRM mengguna
10 lpm kan O2 10
lpm
PERENCANAAN
Diagnosa
Nursing Outcome Nursing Intervention
Keperawatan Rasional
Bersihan jalan Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi TTV 1. Memastikan keadaan umum dan TTV dalam
napas tidak keperawatan selama 1x24 jam 2. Monitoring suara napas tambahan batas normal
efektif b.d diharapkan penumpukan secret 3. Ajarkan batuk efektif 2. Mengetahui dengan Auskultasi suara napas
Obstruksi jalan berkurang, tujuan yang diharapkan: 4. Ajarkan untuk Mengatur posisi tambahan.
napas karena 1. Jalan napas kembali efektif, 5. Kolaborasi dengan tim medis 3. Meningkatkan inhalasi
adanya secret pasien tidak mengeluh sesak - Antibiotik 4. Memudahkan bernapas
dalam 24 jam - Kortikosteroid 5. Memenuhi suplai O2 yang kurang karena
2. Status pernapasan kembali 1. Menganjurkan minum air hangat bronkospasme
paten: 2. Lakukan saction sesui kebutuhan - Melebarkan bronkus yang mengalami spasme
Kemudahan bernapas - Mengeluarkan secret dari jalan napas
Frekuensi dan irama napas teratur 1. Mengencerkan sputum agar dapat keluar dari
Sputum keluar dari jalan napas jalan napas
1. SPO2 > 95 tanpa oksigen 2. Membantu mebersihkan jalan nafas
2. TTV dalam batas normal:
TD: 120/80 mmHg
RR:12-20x/menit
N:60-100x/menit
S:36,5-37,5ºC
1. Batuk efektif dan mengeluarkan
secret secara efektif
2. Pada pemeriksaan auskultasi
memiliki suara napas vesikuler
Ketidakefektifan pola NOC: Status pernapasan 1. Monitor kecepatan, irama, kedalaman 1. Mengetahui permasalahan jalan
napas berhubungan dan kesulitan bernapas napas yang dialami dan keefektifan
dengan keletihan Tujuan: 2. Catat pergerakan dada, catat pola napas klien untuk memenuhi
otot pernapasan Setelah dilakukan asuhan kesimetrisan, penggunaan otot-otot kebutuhan oksigen tubuh
keperawatan, 3x24 jam bantu napas
pola napas kembali efektif 3. alpasi kesimetrisan ekspansi paru\ 2. Monitor keadekuatan pernapasan
4. Aukultasi suara napas,
3. Melihat apakah ada obstruksi di
Kriteria hasil: 5. catat area dimana terjadi penurunan
salah satu bronkus atau adanya
- Frekuensi pernapasan suara napas.
gangguan pada ventilasi
dalam batas normal 6. Monitor saturasi oksigen
- Irama pernapasan teratur 7. Baringkan pasien dengan kondisi yang 4. Untuk mengetahui kesimetrisan
- Tidak menggunakan otot nyaman, dalam posisi duduk, ekspansi paru
bantu pernapasan. dengankepala tempat tidur ditinggikan
- Saturasi oksigen dalam 60-90o 5. Untuk mengetahui perkembangan
batas normal 8. Kolaborasi dengan tim medis lain status kesehatan pasien dan
untuk pemberian O2 dan obat-obatan mencegah komplkasi lanjutan

6. Mengetahui status pernapasan


pasien

7. Mengoptimalkan pengembangan
paru

8. Pemberian O2 dapat menurunkan


beban pernapasan dan mencegah
terjadinya sianosis akibat hipoksia
Substansi Penelitian
Judul Penelitian Perbedaan Ukuran Kanul Suction Terhadap Perubahan Kadar Saturasi
Oksigen Di Ruang Icu Rsud Dr. Moewardi Tahun 2015

Tahun Penelitian Jurnal Keperawatan Global, Volume 3, No1, Juni 2018 hlm 1-57

Nama Peneliti Yunita Kusuma Wardhani

Lokasi Penelitian Ruang Icu Rsud Dr. Moewardi


Alamat Jurnal http://jurnal.poltekkes-solo.ac.id/index.php/JKG/article/view/451
Pendahuluan Secara praktis, gagal napas didefinisikan sebagai PaO2 < 60 mmHg atau
PaCO2 > 50 mmHg. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan gagal
nafas adalah obstruksi jalan nafas, termasuk obstruksi pada endotrakeal
tube pada pasien yang terpasang alat ventilator mekanik. Penanganan
untuk obstruksi jalan napas akibat akumulasi sekresi pada ventilator
mekanik adalah dengan melakukan tindakan penghisapan lendir (suction)
dengan memasukkan selang kanul suction melalui hidung/ mulut/
endotracheal tube yang bertujuan untuk membebaskan jalan nafas,
mengurangi retensi sputum dan mencegah infeksi paru.

Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui


Perbedaan Ukuran Kanul Suction Terhadap Perubahan
Kadar Saturasi Oksigen
Desain Penelitian
pre test and post test control group design
Analisis Jurnal
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang
dirawat di ruang intensif yang terpasang ventilator mekanik
Rumah Sakit Dr. Moewardi, sedangkan sampel penelitian
Population & pasien yang terpasang ventilator mekanik yang dilakukan
Sample (P)
suction sebanyak 17 orang

Intervention Pemberian tindakan suction dengan kanul 10F dan 12F


(I)

Zuhrah, (2018), dalam penelitiannya berjudul Pengaruh Tindakan


Penghisapan Lendir (Suction) terhadap Perubahan Kadar Saturasi Oksigen
pada Pasien kritis di ICU Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai p
Comparation value sebesar 0,000 (< 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, yang
(C) berarti terdapat pengaruh antara tindakan suction dengan kadar saturasi
oksigen pasien yang dirawat di ruang ICU RS An-Nisa Tangerang. Kesimpulan
penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara tindakan suction dengan kadar
saturasi oksigen pasien yang dirawat di ruang ICU RS An- Nisa Tangerang.
Hasil pengamatan ini terdapat perbedaan ukuran kanula
untuk perubahan saturasi oksigen pada ventilator mekanik
pasien di ruang ICU RSUD Dr. Moewardi Surakarta. ukuran
kanul 12F memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan
Outcom (O)
dengan ukuran kanul 10F yang sebesar 0,001, sedangkan
ukuran kanul 10F telah berubah sebesar 0,029. Kesimpulan:
Perbedaan ukuran kanul pengukur memiliki perubahan untuk
mentitrasi saturasi oksigen

Dengan perlahan rotasi kateter saat menariknya, tidak


boleh lebih dari 15 detik
Time (T)
Implikasi
Hasil penelitian dapat dijadikan sebagaibahan
pertimbangan dalam menentukan tindakan penghisapan
lendir (suction) sebagai salah satu alternative dalam
upaya membersihkan jalan napas pasien yang dilakukan
secara berkala oleh perawat, sesuai dengan indikasi
pasien. Penelitian ini dapat juga dijadikan bahan acuan
dalam penyusunan maupun revisi standar operasional
prosedur rumah sakit mengenai penghisapan lendir pada
pasien kritis.
Billahi fii sabilil haq, fastabiqul khairat
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh