You are on page 1of 39

ASUHAN KEPERAWAWATAN PADA

KLIEN DENGAN GANGGUAN PADA


TELINGA

OLEH
NS. MALIANTI SILALAHI, S.KEP
AKER RUAH SAKIT HUSADA JAKARTA
2017
OTITIS MEDIA AKUT
ANATOMI TELINGA
FISIOLOGI PENDENGARAN
Bunyi ditangkap daun telinga  membran
timpani  tulang pendengaran  fenestra
ovale  menggerakkan perilimfe pada skala
vestibuli  melalui membran reissner
mendorong endolimfe menimbulkan gerak
relatif membran basilaris dan membran
tektoria  defleksi stereosilia sel rambut 
kanal ion terbuka  terjadi pertukaran ion 
depolarisasi sel rambut  pelepasan
neurotransmiter  potensial aksi saraf
auditorius  nukleus auditorius  korteks
pendengaran di lobus temporalis
 Otitis Media Akut (OMA) merupakan infeksi
yang disebabkan oleh bakteri pada telinga
tengah akibat disfungsi tuba Eustachius.
 Otitis Media Akut adalah peradangan pada
telinga tengah yang bersifat akut atau tiba-
tiba.
PENYEBAB
 Bakteri
Bakteri penyebab otitis media tersering adalah
Streptococcus pneumoniae, diikuti oleh
Haemophilus influenzae dan Moraxella
Cattarhalis
 Virus
Stadium OMA:
1. Stadium Oklusi
2. Stadium Supurasi
3. Stadium Perforasi
4. Stadium Resolusi
1. STADIUM OKLUSI
Telinga terasa penuh seperti kemasukan air
Pendengaran terganggu

Kadang-kadang otalgia (nyeri pada telinga)

Tinitus (bunyi pada telinga:dering,berdengung)

Membran tympani hyperemis, kadang-kadang


membran tympani tampak normal dan berwarna
keruh pucat
Membran tympani retraksi ke medial
2. STADIUM SUPURASI
 Otalgia hebat
 Febris tinggi (>39°)

 Pada anak dan bayi terlihat gelisah

 Terdapat eksudat yang purulen di kavum


timpani
 Membran tympani menonjol (bulging) ke arah
liang telinga luar.
 Jika tidak dilakukan incici membran tympani
(miringotomi) pada stadium ini, maka
kemungkinan besar membran tympani akan
ruptur dan nanah keluar ke liang telinga luar
3. STADIUM PERFORASI
 Terjdi karena penanganan seperti pemberian
antibiotik yang terlambat
 Terjadi ruptur membran tympani dan nanah
mengalir dari telinga tengah menuju telinga
luar
 Anak yang tadinya gelisah menjadi sedikit
lebih tenang
 Suhu tubuh menurun
4. STADIUM RESOLUSI
Jika membran tympani tetap utuh makan
keadaan membran tympani perlahan-lahan
akan normal kembali
 Bila sudah terjadi perforasi, maka sekret
akan berkurang dan kemudian kering, bila
daya tahan tubuh baik dan virulensi kuman
rendah, maka resolusi dapat terjadi tanpa
pengobatan
Anak lebih mudah terserang otitis media
dibanding orang dewasa karena:
1. Sistem kekebalan tubuh anak masih
dalam perkembangan.
2. Saluran Eustachius pada anak lebih
lurus secara horizontal dan lebih pendek
sehingga ISPA lebih mudah menyebar ke
telinga tengah.
3. Adenoid (kelenjar getah bening): salah
satu organ di tenggorokan bagian atas
yang berperan dalam kekebalan tubuh).
pada anak relatif lebih besar dibanding
orang dewasa. Posisi adenoid berdekatan
dengan muara saluran Eustachius
sehingga adenoid yang besar dapat
mengganggu terbukanya saluran
Eustachius. Selain itu adenoid sendiri
dapat terinfeksi di mana infeksi tersebut
kemudian menyebar ke telinga tengah
lewat saluran Eustachius.
Diagnosis OMA harus memenuhi tiga hal
berikut:
1. Penyakitnya muncul mendadak (akut)
2. Ditemukannya tanda efusi (efusi: pengumpulan cairan di
suatu rongga tubuh) di telinga tengah. Efusi dibuktikan
dengan adanya salah satu di antara tanda berikut:
I. menggembungnya gendang telinga
II. terbatas/tidak adanya gerakan gendang telinga
III. adanya bayangan cairan di belakang gendang telinga
IV. cairan yang keluar dari telinga
3. Adanya tanda/gejala peradangan telinga tengah, yang
dibuktikan dengan adanya salah satu di antara tanda
berikut:
I. kemerahan pada gendang telinga
II. nyeri telinga yang mengganggu tidur dan aktivitas normaL
Test Diagnostik :
1. Tes Garpu Suara
Dengan garpu suara frekuensi 64, 128, 256, 512, 1024, 2048 dan 4096
hz
2. Tes dengan Audiometer
Dengan audiometer dapat dibuat 2 macam audiogram, yaitu
Audiogram nada murni (pure tone audiogram dan Audiogram bicara
(speech audiogram)
Dengan audiometer dapat dilakukan test:
a. V-Test SISI (Short Increment Sensitivity Index)untuk mengetahui
adanya kelainan di koklear.
b. V-Test Tone Decay untuk mengetahui kelainan dibelakang koklea
(retro cochlear). Contoh adanya Kelainan retro coklear adalah
tumor yang menekan N VIII
Keuntungan pemeriksaan dengan audiometer :
a. Dapat menentukan lebih tepat lokalisasi kelainan yang
menyebabkan ketulian
b. Dapat mengetahui besarnya ketulian yang diukur dengan satu db
(desibel).
PEMERIKSAAN PENUNJANG:
Pemeriksaan dengan
Otoskop untuk :
Melihat perforasi
membran tympani,
adanya gendang
telinga yang
menggembung,
perubahan warna
gendang telinga
menjadi kemerahan
atau agak kuning dan
suram, serta cairan di
liang telinga
Antibiotik
1. OMA umumnya adalah penyakit yang akan
sembuh dengan sendirinya.
2. Sekitar 80% OMA sembuh dalam 3 hari tanpa
antibiotik. Penggunaan antibiotik tidak
mengurangi komplikasi yang dapat terjadi,
termasuk berkurangnya pendengaran.
3. Observasi dapat dilakukan pada sebagian besar
kasus. Jika gejala tidak membaik dalam 48-72
jam atau ada perburukan gejala, antibiotik
diberikan.
Pencegahan

Beberapa hal yang tampaknya dapat mengurangi


risiko OMA adalah:
1. Pencegahan ISPA pada bayi dan anak-anak,
2. Pemberian ASI minimal selama 6 bulan,
3. Penghindaran pemberian susu di botol saat
anak berbaring,
4. Penghindaran pajanan terhadap asap rokok.
5. Berenang kemungkinan besar tidak
meningkatkan risiko OMA
Komplikasi
1. Mastoiditis (infeksi tulang mastoid)
2. Kehilangan pendengaran permanen
3. Cairan di telinga tengah dan otitis media kronik
dapat mengurangi pendengaran anak serta
menyebabkan masalah dalam kemampuan bicara
dan bahasa.
4. Otitis Media dengan efusi
Rujukan
Beberapa keadaan yang memerlukan rujukan pada ahli THT adalah;
1. Anak dengan episode OMA yang sering. Definisi “sering” adalah lebih
dari 4 episode dalam 6 bulan. Sumber lain menyatakan “sering” adalah
lebih dari 3 kali dalam 6 bulan atau lebih dari 4 kali dalam satu tahun
2. Anak dengan efusi selama 3 bulan atau lebih, keluarnya cairan dari
telinga, atau berlubangnya gendang telinga
3. Anak dengan kemungkinan komplikasi serius seperti kelumpuhan
saraf wajah atau mastoiditis (mastoiditis: peradangan bagian tulang
tengkorak, kurang lebih terletak pada tonjolan tulang di belakang
telinga)
4. Anak dengan kelainan kraniofasial (kraniofasial: kepala dan wajah),
sindrom Down, sumbing, atau dengan keterlambatan bicara.
5. OMA dengan gejala sedang-berat yang tidak memberi respon terhadap
dua antibiotik.
PENGKAJIAN
1. Riwayat kesehatan sekarang
Data subjektive:
Telinga terasa penuh seperti kemasukan air
pendegaran terganggu
Kadang-kadang otalgia
Tinitus (grebeg-grebeg
Data Objektive:
Membran tympani hyperemis
Membran timpani retraksi ke medial
2. Riwayat kesehatan dahulu
 Riwayat infeksi saluran pernafasan (ISPA)
 Riwayat infeksi telinga dan pengobatan
OTITIS
MEDIA
SUPURATIF
KRONIK

Ns. Malianti Silalahi, S.Kep


Akademi Keperawatan Huasada
Jakarta
2017
PENGERTIAN
Otitis media supuratif kronik
(OMSK ) ialah infeksi kronis di
telinga tengah dengan perforasi
membrane timpani dan sekret yang
keluar dari telinga tengah terus-
menerus atau hilang timbul, sekret
dapat encer atau kental, bening
atau berupa nanah.
OMSK dapat dibagi atas 2 tipe
yaitu :
1) Tipe tubotimpani (benigna)
2) Tipe atikoantral (maligna kolesteatom)
1. Tipe tubotimpani (Benigna)
Penyakit tubotimpani ditandai oleh adanya perforasi sentral atau pars tensa
dan terbatas pada mukosa saja, biasanya tidak terkena tulang.
Beberapa faktor lain yang mempengaruhi keadaan ini:
 Patensi tuba eustachius
 Infeksi saluran atas
 Pertahanan mukosa terhadap infeksi yang gagal pada pasien dengan daya
tahan tubuh yang rendah, disamping itu campuran bakteri aerob dan
anaerob, luas dan derajat perubahan mukosa, serta migrasi sekunder dari
epitel skuamous.

Secara klinis penyakit tubotimpani terbagi berdasarkan aktivitas sekret


yang dikeluar:
 Penyakit aktif
OMSK dengan sekret yang keluar dari kavum timpani secara aktif
 Penyakit tidak aktif (tenang)
Keadaan kavum timpani terlihat basah atau kering
Tanda dan gejala OMSK tipe
benigna:
- Mukoid tidak terlalu bau busuk
- Mukoid dapat konstan atau intermitten
- Gangguan pendengaran konduktif selalu didapat pada
pasien dengan derajat ketulian bergantung beratnya
kerusakan tulang-tulang pendengaran dan koklea
selama infeksi nekrotik akut pada awal penyakit
- Perforasi membran timpani sering berbentuk seperti
ginjal tapi selalu meninggalkan sisa pada bagian
tepinya
2. Tipe atikoantral ( maligna
dengan kolesteatom)
 Pada tipe ini ditemukan adanya kolesteatom dan
berbahaya.
 Penyakit atikoantral lebih sering mengenai pars
flaksida dan khasnya dengan terbentuknya kantong
retraksi yang mana bertumpuknya keratin sampai
menghasilkan kolesteatom.
 Kolesteatom adalah suatu massa amorf, konsistensi
seperti mentega, berwarna putih, terdiri dari lapisan
epitel yang telah nekrotik
Tanda dan gejala OMSK
maligna dengan kolesteatom:
 Sekret yang sangat bau dan berwarna kuning abu-abu,
kotor, purulen, dapat juga terlihat keping-keping kecil
putih berwarna mengkilap
 Gangguan pendengaran tipe konduktif timbul akibat
terbentuknya kolesteatom bersamaan juga karena
hilangnya alat penghantar udara pada otitis media
nekrotikans akut
 Selain tipe konduktif dapat juga terjadi tipe campuran
karena kerusakan pada koklea yait karena erosi pada
tulang-tulang kanal semisirkularis akibat osteolitik
kolesteatom
Bentuk perforasi membran timpani adalah :
1. Perforasi sentral Lokasi pada pars tensa, bisa
antero-inferior, postero-inferior dan postero-
superior, kadang-kadang sub total.
2. Perforasi marginal Terdapat pada pinggir membran
timpani dengan adanya erosi dari anulus fibrosus.
Perforasi marginal yang sangat besar digambarkan
sebagai perforasi total. Perforasi pada pinggir
postero-superior berhubungan dengan kolesteatom.
3. Perforasi atik Terjadi pada pars flasida,
berhubungan dengan primary acquired
cholesteatoma
PEMERIKSAAN PENUNJANG:
1.Tes audiometrik untuk memeriksa sensitivitas
pendengaran
2.Foto rontgen pada mastoid
3.Terapi OMSK tipe maligna dengan pembedahan
Prinsip pengobatan tergantung dari jenis
penyakit dan luasnya infeksi, dimana
pengobatan dapat dibagi atas :
1.Konservatif / obat-obatan
2.Operasi
PENGOBATAN OMSK TIPE TUBATIMPANI
a. OMSK Tipe Tubatimpani Tenang
Keadaan ini tidak memerlukan pengobatan
 Anjurkan untuk tidak mengorek telinga, air jangan
masuk ke telinga sewaktu mandi, dilarang berenang dan
segera berobat bila menderita infeksi saluran nafas atas.
 Bila fasilitas memungkinkan sebaiknya dilakukan
operasi rekonstruksi (miringoplasti,timpanoplasti)untuk
mencegah infeksi berulang serta gangguan pendengaran.
b. OMSK Tipe Tubatimpani Aktif
 Keadaan ini harus dilakukan pembersihan liang telinga
dan kavum timpani agar membuat lingkungan yang
tidak sesuai untuk perkembangan mikroorganisme,
karena sekret telinga merupakan media yang baik bagi
perkembangan mikroorganisme
PENGOBATAN OMSK TIPE ATIKOANTRAL
Pengobatan yang tepat untuk OMSK maligna
adalah operasi.
Jenis-jenis pembedahan operasi untuk penyakit
OMSK:
1. Mastoidektomi sederhana
2. Mastoidektomi radikal
3. Mastoidektomi radikal dengan modifikasi
(Operasi Bondy)
4. Miringoplasti
5. Timpanoplasti
6. Timpanoplasti dengan pendekatan ganda
PENYEBAB :
1. Gangguan fungsi tuba eustachius yang kronis
akibat :
- infeksi hidung dan tenggorok yang kronis atau berulang
- obstruksi anatomic tuba eustachius parsial atau total
2. Perforasi membrane timpani yang menetap
3. Terjadinya metaplasia skuamosa / perubahan
patologik menetap lainnya pada telinga tengah
4. Obstruksi terhadap aerasi telinga tengah atau
rongga mastoid
5. Terdapat daerah dengan skuester atau otitis
persisten di mastoid
6. Faktor konstitusi dasar seperti alergi kelemahan
umum atau perubahan mekanisme pertahanan
tubuh.
KOMPLIKASI
Biasanya komplikasi didapatkan pada penderita
OMSK tipe atikoantral seperti labirinitis,
meningitis, abses otak yang dapat menyebabkan
kematian.
PENGKAJIAN
Riwayat kesehatan sekarang:
Data Subyektif :
Adanya tanda-tanda dan gejala utama infeksi ekstrena
dan media seperti: nyeri serta hilangnya
pendengaran,mulai serangan, lamanya, tingkat
nyerinya, ada atau tidaknya cairan yang keluar dari
telinga, apakah mengerti tentang cara pencegahannya.
Data Objektif :
- Telinga eksterna dilihat apakah ada cairan yang
keluar dan bila ada harus diterangkan.
- Palpasi pada telinga luar menimbulkan nyeri pada
otitis eksterna dan media.
- Pengkajian dari saluran luar dan gedang telinga
(membran timpani) menggunakan otoskop
Riwayat kesehatan dahulu:
- Riwayat penyakit telinga dan pengobatannya
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan berkomunikasi berhubungan dengan efek
kehilangan pendengaran.
Tujuan : Gangguan komunikasi berkurang / hilang.
Intervensi Keperawatan :
- Dapatkan apa metode komunikasi yang dinginkan dan catat
pada rencana perawatan metode yang digunakan oleh perawat
dan klien, seperti : tulisan, bahasa isyarat, dll
- Kaji kemampuan untuk menerima pesan secara verbal.
Gunakan faktor-faktor yang meningkatkan pendengaran dan
pemahaman.
- Bicara dengan jelas, menghadap individu.
- Ulangi jika klien tidak memahami seluruh isi pembicaraan.
- Gunakan rabaan dan isyarat untuk meningkatkan komunikasi.
- Validasi pemahaman individu dengan mengajukan pertanyaan
yang memerlukan jawaban lebih dari ya dan tidak.
2. Perubahan persepsi sensori: pendengaran
berhubungan dengan obstruksi, infeksi di telinga
tengah atau kerusakan di syaraf pendengaran.
Tujuan :
Gangguan persepsi sensori: pendengaran klien berkurang
Intervensi Keperawatan :
a. Ajarkan klien untuk menggunakan dan merawat alat
pendengaran secara tepat.
b.Anjurkan untuk tidak mengorek telinga, air tidak masuk
ke telinga sewaktu mandi, dilarang berenang dan segera
berobat bila menderita infeksi saluran nafas atas.
c. Observasi tanda-tanda awal kehilangan pendengaran
yang lanjut.
d. Instruksikan klien untuk menghabiskan seluruh dosis
antibiotik yang diresepkan (baik itu antibiotik sistemik
maupun lokal).