You are on page 1of 26

Benda Asing di

THT
Benda Asing

benda yang berasal dari luar tubuh atau dari


dalam tubuh, yang dalam keadaan normal tidak
ada
Benda Asing di Telinga

 Anatomi Telinga
Etiologi & faktor resiko

1. faktor penyebab :
 Usia
 Kecerobohan

 kejiwaan

2. Benda asing yg sering masuk

ke liang telinga
Epidemiologi

 kasus tersering yg di temukan di IGD


Insiden utk benda asing di hidung dan tenggorokan 11 %
Benda asing di liang telinga paling sering pd anak usia <5
tahun
 Dari 827 pasien yang dilibatkan dalam penelitian, 386
adalah perempuan (46,7%) dan 441 adalah laki-laki
(53,3%), dengan rasio perempuan dan laki-laki 1,14 : 1,00
Jenis BA sesuai jenis kelamin & usia Lokasi BA tersering
Patofisologi

 Benda asing ke dalam telinga (faktor2) → MAE shg os merasa sakit,


tersumbat, nyeri → usaha utk mengeluarkan benda asing tsb
(berhasiil/tidak) → laserasi kulit & lukanya membrane timpani →
gangguan pendengaran sampai otalgia.
Manfestasi Klinik

Pemeriksaan fisik telinga os


Efek BA masuk ke MAE → MT bisa tanpa/dengan gejala
Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Otoskopik
Pemeriksaan Ketajaman
Pemeriksaan dgn
Garpu Tala (weber & rine)
Penatalaksanaan
Kebutuhan narkose umum berdasarkan tipe
benda asing dan kelompok umur
Komplikasi
Pencegahan

 Kebiasaan terlalu sering memakai cotton bud untuk membersihkan


telinga sebaiknya dijauhi
 Hindarkan & awasi
memberi mainan berupa biji-bijian pd anak, dpt tejadi bahaya di
atas atau juga dapat tertelan dan yang fatal dpt menyumbat jalan
nafas
Benda Asing di jalan Napas

 Benda asing tersebut dapat terhisap mulai dari hidung hingga


traktus trakeo-bronkial
 BA : eksogen (organic & anorganik) & endogen
Etiologi & Faktor Resiko

 Faktor yang mempermudah terjadinya aspirasi benda asing


pada saluran nafas adalah
 Faktor personal
 Faktor fisik
 Faktor kejiwaan (emosi,dan gangguan psikis)
 Kegagalan mekanisme proteksi normal
 Faktor kecerobohan
 Proses menelan surgical
 Faktor &bentuk serta sifat BA
Benda Asing di jalan Napas

Hidung
Terdapatnya benda asing dalam hidung yaitu suatu massa yang
mengalami mineralisasi dan ditemukan di dalam kavum nasi
disebut dengan Rhinolith
Terjadinya proses mineralisasi umumnya akibat dari benda asing
yang tersumbat di cavum nasi
Keberadaan benda asing di hidung paling sering di temukan
pada anak-anak
Patogenesis

 BA mati
edema dan inflamasi mukosa hidung, dapat terjadi ulserasi,
epistaksis , jaringan granulasi dan dapat berlanjut menjadi
sinusitis
 BA hidup
reaksi inflamasi dengan derajat bervariasi dari infeksi lokal
sampai destruksi masif tulang rawan dan tulang hidung dengan
membentuk daerah supurasi yang dalam dan berbau
Gejala Klinis

 Lokasi, derajat sumbatan, bentuk & ukuran BA


Diagnosis

 Anamnesis
 Pemeriksaan fisik
 Pemeriksaan penunjang
Penatalaksanaan
Komplikasi

 obstruksi hidung dan rinore, inflamasi lokal dan edema


pada mukosa hidung
Benda asing di dasar lidah

 Gejala : nyeri di leher dan ketika menelan


 Tindakan : Laringoskopi direk & indirek
Benda asing di Faring/tonsil

Gejala : rasa tertusuk di tenggorokan


Tindakan : dengan menggunakan spatel lidah dan cunam
Benda Asing di Laring

 Benda Asing tidak menutup seluruh Laring :


 Disfonia, stridor, retraksi
 Tindakan : Laringoskopi dan ekstraksi BA dengan
cunam tergantung jenis BA
 Benda Asing menyumbat total Laring:
 Sianosis, dalam 4-5 menit dapat menyebabkan
kematian
 Perasat Heimlich
Benda Asing di Trakea

 Gejala : Batuk, mengi, sesak, jika masih dapat


bergerak  palpatory thud, audible snap.
 Tindakan : Bronkoskopi
 Untuk anak < 5 tahun  bronkoskopi kaku
 >5 th - dewasa  bronkoskopi serat optik.
Benda Asing di Esofagus

 Gejala : Disfagia, nyeri dada di epigastrium,


regurgitasi
 Tindakan :
 Ro Foto polos atau dgn kontras untuk menentukan
lokasi benda asing.
 Esofagoskopi ekstraksi
 Pembedahan