You are on page 1of 33

PRAKTIKUM BLOK 4.

3
PLANT SURVEY

BENGKEL BAN MOBIL VALENTINO RACING


CUNDA LHOKSEUMAWE

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


T.A 2017/2018 12/06/2019 1
ANGGOTA KELOMPOK 2.2

 Mahathir Musfira (140610013)


 Marina Rizki (140610014)
 Nadya Indriati (140610018)
 Nurul Alvi Fauziana (140610023)
 Rauzatul Jannah (140610025)

12/06/2019 2
BAB 1

PENDAHULUAN

12/06/2019 3
LATAR BELAKANG

 Industri merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang cukup


strategis untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian
masyarakat secara cepat yang ditandai dengan meningkatnya
penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi dan meningkatnya
devisa negara.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dari industri menyangkut


keshetan:
 Kesehatan dan keselamatan kerja
 Sanitasi industri

12/06/2019 4
JUMLAH KASUS KAK DAN PAK

12/06/2019 5

Infodatin, Situasi Kesehatan Kerja 2015


Melihat tingginya risiko terhadap gangguan kesehatan, maka perlu dilakukan analisis
risiko dan upaya-upaya pencegahan terhadap kejadian penyakit atau traumatic akibat
lingkungan kerja dan faktor manusianya

Meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja


12/06/2019 6
PERMASALAHAN

 Identifikasi masalah pada plant survey ini pada bengkel Valentino Racing Cunda
Lhokseumawe adalah :

1. Bahaya potensi apa saja dan resiko kecelakaan kerja pada setiap langkah proses
produksi?
2. Dampak apa saja yang dapat terjadi akibat bahaya potensial tersebut?
3. Penyakit apa saja yang dapat timbul akibat bahaya potensial tersebut?

12/06/2019 7
TUJUAN

Survei ini dilakukan untuk mengetahui tentang aspek kesehatan


dan keselamatan kerja (K3) pada karyawan di bengkel Valentino
Racing serta menganalisis kesehatan pada pekerja bengkel
Valentino Racing Cunda Lhoksemawe.

12/06/2019 8
BAB 1I

HASIL KUNJUNGAN

12/06/2019 9
INFORMASI UMUM PERUSAHAAN

Bengkel mulai Jumlah


Melayani
beroprerasi karyawan 4
perbaikan ban
tahun2013 orang

Jam aktif: Bengkel


Buka setiap
08.00 s/d gabungan dari
hari
18.00 WIB 4 ruko
12/06/2019 10
SANITASI INDUSTRY PERUSAHAAN

Bengkel
dibersihkan Air untuk Pengelolaan
Kebersihan
setiap hari MCK sampah
toilet sangat
tergolong bengkel cukup
(pagi dan kurang
aman baik
sore)

12/06/2019 11
ALUR PPRODUKSI, LAY OUT DAN KAPASITAS PRODUKSI

Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan


di bengkel berupa:
1. Spooring dan balancing
2. Tambal ban
3. Press velg
4. Scamp ban
5. Ganti oli
6. Ganti air baterai 12/06/2019 12
IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO

12/06/2019 13
12/06/2019 14
PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PERUSAHAAN

Sanitas dan lingkungan


 Bangunan terdiri dari 2 lantai
Program Kesehatan Kerja  Pertukaran udara kurang baik
 Ishoma 15 menit di siang hari  Sumber pencahayaan dari cahaya
matahari

12/06/2019 15
DATA TENTANG PROGRAM KESEHATAN KERJA

TD : 70/100 keluhan berupa


Dilakukan Px vital 2 karyawan lain
Karyawan bengkel mmHg, HR : 75 demam, gangguan
sign pada 1 tidak mau
3 orang x/menit, RR : 25 pendengaran,
karyawan diperiksa
x/menit pernah sesak nafas

12/06/2019 16
DATA TENTANG PROGRAM KESELAMATAN KERJA

Karyawan bengkel tidak pernah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)


selama bekerja

12/06/2019 17
DATA TENTANG PROGRAM LINGKUNGAN KERJA DAN
PENANGANAN LIMBAH

Hasil sisa barang-barang yang tidak terpakai lagi dibengkel ini, tidak
menimbulkan penumpukan, karena semua diedarkan kepada pihak-pihak
yang membutuhkan, seperti:
 Ban bekas, dijual untuk bahan bakar pembuatan gula di takengon
 Sisa oli, digunakan untuk bahan bakar hutan di medan
 Sisa botol kaleng, dijual kepada pengumpul sampah
 Semua alat/bahan yang tersisa dikumpulkan dalam goni kemudian dijual

12/06/2019 18
BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

12/06/2019 19
TINJAUAN PUSTAKA TERKAIT MASALAH YANG DAPAT
MENIMBULKAN PAK / KECELAKAAN KERJA PADA PERUSAHAAN

KEBISINGAN
Gangguan pendengaran yang
disebabkan akibat terpajan oleh Gangguan yang ditimbulkan oleh
bising yang cukup keras dalam kebisingan pada mesin scamp ban
jangka waktu yang cukup lama antara lain gangguan saat Pencegahan: menggunakan alat
Bising dengan intensitas 85 desibel mendengar, gangguan dalam pelindung telinga
(dB) atau lebih sehingga dapat berkomunikasi dan gangguan pada
menyebabkan kerusakan reseptor saat berkonsentrasi
Corti pada telinga dalam

12/06/2019 20
LOW BACK PAIN
Pencegahan:
Nyeri yang dirasakan daerah - Latihan punggung setiap hari
punggung bawah, dapat Penyebab: faktor gerakan tubuh, - Berhati-hati saat mengangkat
merupakan nyeri lokal maupun lingkungan dan individu - Lindungi punggung saat duduk
nyeri radikuler atau keduanya dan berdiri
- Tetap aktif dan hidup sehat

12/06/2019 21
DERMATITIS KONTAK
Penyebab: bahan kimia yang Penyebab pada bengkel mobil:
50% dari semua PAK (Penyakit terkandung dalam alat-alat akibat kontak pekerja dengan
Akibat Kerja), terbanyak yang dikenakan oleh penderita, campuran zat kimia untuk
bersifat nonalergi atau iritan yang berhubungan dengan merekatkan, mencuci, serta
pekerjaan/hobi, atau oleh melicinkan suku cadang hasil
Bersifat akut maupun kronis. bahan yang berada di produksi, dan juga pada saat
sekitarnya melakukan penggantian air aki.

12/06/2019 22
POTENSI BAHAYA DAN RISIKO TERHADAP K3

FAKTOR • Inhalasi (menghirup)


• Pencernaan (menelan)

KIMIA • Penyerapan ke dalam kulit atau kontak invasif

FAKTOR • Kebisingan
• Penerangan

FISIK • Getaran

12/06/2019 23
FAKTOR • faktor biologis dapat menular dari seorang pekerja ke
pekerja lainnya. Usaha yang harus ditempuh cara
pencegahan penyakit menular, antara lain imunisasi
BIOLOGI • Imunisasi: vaksin cacar terhadap variola, kolera, typus,
TB, difteri, dll

FAKTOR • Kebisingan
• Penerangan

ERGONOMI • Getaran

12/06/2019 24
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN NAB

 Dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari


atau 40 jam seminggu
 Kandungan debu maksimal di dalam udara ruangan dalam pengukuran
debu rata-rata 8 jam adalah 1mg/m³

12/06/2019 25
BAB IV

PEMBAHASAN

12/06/2019 26
PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

 Program kesehatan kerja menunjukkan pada kondisi yang bebas dari


gangguan fisik, mental, emosi atau rasa sakit yang disebabkan oleh
lingkungan kerja di bengkel tersebut
 Bentuk program yang harusnya ada: Pemeriksaan kesehatan sebelum
bekerja (calon pekerja), pemeriksaan kesehatan berkala, pendidikan
tentang kesehatan, pemberian informasi tentang peraturan-peraturan
yang berlaku ditempat kerja, penggunaan pakaian pelindung, pengaturan
ventilasi setempat/lokal dll
12/06/2019 27
POTENSI BAHAY A TERHADAP PEKERJA MASYARAKAT DI
LINGKUNGAN PERUSAHAAN

 Penyakit yang diderita karyawan dalam hubungan dengan kerja dipengaruhi oleh
beberapa factor resiko, meliputi kondisi tempat kerja, peralatan kerja, material yang
dipakai, proses produksi, cara kerja,limbah perusahaan dan hasil produksi.
 Dari hasil analisis (Tabel 2.1), faktor risiko terbesar dari faktor mekanik, yaitu
kebisingan dan terbakar saat spooring. Kebisingan memiliki nilai risk level 50 dan nilai
risk level terbakar yaitu 7,2, artinya kedua faktor tersebut memerlukan respon
manajemen yang spesifik dan monitoring terhadap masalah yang perlu ditangani.

12/06/2019 28
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN MASALAH
KESEHATAN KERJA DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA

 Berdasarkan survey didapatkan karyawan tidak menggunakan alat pelindung diri


(APD) saat melakukan pekerjaan. Pihak perusahaan hendaknya memikirkan hal ini dan
menyediakan lebih banyak persediaan APD karena berhubungan dengan keselamatan
karyawan. Kekurangan lainnya yaitu tidak tersedianya kotak P3K di bengkel, harusnya
pada setiap ruangan kerja hendaknya disediakan kotak P3K agar jika terjadi gangguan
keselamatan kerja petugas tersebut segera mendapatkan pertolongan pertama.

12/06/2019 29
TINDAK LANJUT

 Perusahaan diharapkan membuat Sistem Manajemen Keselamatan dan


Kesehatan Kerja (SMK3), menyediakan (Alat Pelindung Diri) APD untuk
setiap karyawan dan pemberian edukasi mengenai Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) juga penting bagi karyawan.

12/06/2019 30
BAB V

PENUTUP

12/06/2019 31
KESIMPULAN

 Pada hakekatnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu


keilmuwan multidisiplin yang menerapkan upaya pemeliharaan dan peningkatan
kondisi lingkungan kerja, keamanan kerja, keselamatan dan kesehatan tenaga
kerja, serta melindungi tenaga kerja terhadap resiko bahaya dalam melakukan
pekerjaan serta mencegah terjadinya kerugian akibat kecelakaan kerja, penyakit
akibat kerja, kebakaran, peledakan atau pencemaran lingkungan kerja.
 Berdasarkan hasil observasi kelompok hazard di Bengkel Valentino Racing pada
tanggal 17 Januari 2018 ditemukan bahwa paparan atau potensi bahaya
terbesar pada kebisingan dan posisi dalam mengangkat ban yang salah.
 Risiko lainnya yang bisa terjadi dikarenakan tidak adanya atura pemakaian APD
12/06/2019 32
SARAN

 Edukasi dan motivasi karyawan mengenai pentingnya penggunaan APD dengan benar.
 Pihak bengkel membuat aturan mengenai penggunaan APD demi keselamatan para
pekerja
 Edukasi untuk mengangkat ban dengan posisi yang baik agar tidak menimbulkan
keluhan muskuloskeletal seperti sakit pinggang. Kemudian, penyediaan tempat duduk
yang sesuai secara ergonomis untuk para karyawan dengan memperhatikan kriteria
tempat duduk yang baik.

12/06/2019 33