You are on page 1of 19

VCT DAN

PITC
SITI MAYSAROH 1710221009
ALFIAH 1710221047
SHARITADEVI CH D 1710221029
VIVI ANISA PUTRI 1710221021

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DIPONEGORO


UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
PERIODE 4 MARET 2019 – 27 APRIL 2019
VCT
(VOLUNTARY
COUNSELLING AND
TESTING)
VCT
Merupakan kegiatan konseling yang
bersifat sukarela dan rahasia, yang Konseling HIV/AIDS merupakan komunikasi
dilakukan sebelum dan sesudah tes bersifat rahasia antara klien & konselor
darah untuk HIV. bertujuan meningkatkan kemampuan
menghadapi stress & mengambil keputusan
terkait HIV/AIDS.
Voluntary: Volunter, atau tanpa paksaan.
Seseorang memutuskan sendiri untuk melakukan
tes HIV atau tidak.
Proses konseling termasuk evaluasi resiko
personal penularan HIV, fasilitasi
pencegahan perilaku dan evaluasi
Counselling: konseling mengenai pemeriksaan
penyesuaian diri ketika klien menghadapi
berisiko, penurunan risiko, dukungan emosional,
dan rujukan. hasil tes positif. (World Health Organization)

Testing: tes dilakukan dengan protokol


pemeriksaan HIV yang telah ditetapkan.
3
TUJUAN

memastikan orang yang terinfeksi HIV & berisiko tinggi HIV:

Mencegah penularan HIV

Memiliki akses ke tes HIV


Informed consent Kerahasiaan Memiliki akses ke pengobatan,
pencegahan, dan layanan dukungan
psikososial
PRINSIP VCT
Tidak ada
Client center
diskriminasi

4
MANFAAT VCT

INDIVIDU
• Mengatasi stress pada ODHA
• Mengurangi risiko pribadi untuk tertular HIV
• Membantu ODHA untuk menerima nasibnya
• Mengarahkan ODHA untuk menerima pelayanan yang dibutuhkan
• Merencanakan perubahan perilaku dan perawatan untuk masa depan
• Meningkatkan kualitas kesehatan pribadi
• Mencegah infeksi HIV dari ibu ke bayi
• Memfasilitasi akses pelayanan sosial dan medis (Infeksi oportunistik, IMS, OAT, ARV)

MASYARAKAT
• Memutus rantai penularan HIV dalam masyarakat
• Mendorong masyarakat dan pihak yang terkait untuk memberi dukungan pada ODHA

5
KEGIATAN VCT

Mobile VCT
• Mengunjungi sasaran kelompok masyarakat yang memiliki perilaku berisiko
tertular HIV di wilayah tertentu.

Statis VCT
• Pusat konseling dan testing HIV/AIDS sukarela terintegrasi dalam sarana
kesehatan (RS) dan sarana kesehatan lain (puskesmas, klinik KB, KIA, IMS, LSM)

CST (Care, Support, Treatment)


• Perawatan, dukungan, dan pengobatan untuk ODHA dilakukan oleh RS yang
berkompeten dan LSM

6
TAHAPAN PELAYANAN VCT

Konseling Pre Test


• Membangun kepercayaan klien pada konselor
• Menjelaskan proses VCT
• Menjelaskan tentang HIV/AIDS, pencegahan dan pengobatannya
• Mencari tahu tingkat pengetahuan klien mengenai HIV dan AIDS

Konseling Test HIV


• Menilai perilaku berisiko yang dapat menjadi sarana penularan HIV
• Menjelaskan keuntungan melakukan tes HIV & kerugian jika menolak atau menunda
• Menjelaskan makna hasil testing HIV positif atau negatif
• Memberikan penjelasan mengenai dampak pribadi, keluarga, dan sosial terhadap hasil testing HIV
• Mendiskusikan kemungkinan tindak lanjut setelah ada hasil tes (rencana perubahan perilaku)

Konseling Post Test HIV


• Testing serologis untuk mendeteksi antibodi HIV dalam serum atau plasma
• Metode rapid testing
7
Administasi
Administasi :: Konseling
Konseling Pre
PreTest
Test Konseling
KonselingTest
Test
Pendaftaran
Pendaftaran Informasi
Informasi HIV/AIDS
HIV/AIDS Pengambilan
Pengambilan darah
darah
Pembayaran
Pembayaran Informed
Informed consent
consent

Hasil
Hasil Laboratorium
Laboratorium

Konseling Post Test


ALUR Informasi hasil
Konseling hasil test
PEMERIKSAAN
VCT
Negatif Positif

Periksa ulang 3 bulan • Analisa kesiapan pasien


kemudian • Manajemen reaksi emosi dan dukungan reaksi
psikologis
• Perencanaan dukungan dan perawatan
• Info layanan klinik, KDS, MK, ARV
• Rencana penurunan resiko
• Rukukan konseling, MK, KDS, layanan
kesehatan, PL, PMTCT
8
HASIL TES VCT

Hasil Test (-) Hasil Test (+)


- Menegaskan kembali cara penularan dan - Sampaikan berita dengan hati-hati
pencegahan HIV/AIDS - Sediakan waktu untuk diskusi
- Membantu merencanakan perubahan perilaku - Bantu adaptasi dengan situasi
yang lebih sehat dan aman - Buat rencana tepat dan rasional.
- Memberi dukungan untuk mempertahankan - Konseling berkelanjutan melibatkan kelurga,
perilaku yang lebih sehat teman, dan lingkungan
- Anjuran untuk melakukan VCT kembali 3 bulan - Dorongan untuk mengurangi penularan, motivasi
berikutnya untuk menurunkan risiko penularan
9
- Kenali sumber dukungan lain, termasuk layanan
medik RS dan perawatan rumah
- Merujuk pada manajemen kasus
PITC
(PROVIDER-
INITIATED TESTING
AND COUNSELLING)
Definisi
Merupakan tes HIV yang
dianjurkan atau ditawarkan
oleh petugas kesehatan kepada
pasien pengguna layanan
kesehatan sebagai komponen
pelayanan standar layanan
kesehatan di fasilitas kesehatan
tersebut (Permenkes 74, 2014)

Bagan Alur PITC


PerbedaanVCT dan PITC
Variabel VCT PITC
Sasaran Sub-populasi Pengunjung layanan kesehatan

Konselor Sertifikasi Petugas kesehatan


Kerahasiaan >> <<
Sifat Skrining Tidak skrining
Mengubah perilaku >> <<
3 zero >> <<
- Tidak ada transmisi
- Tidak ada AIDS
- Tidak ada diskriminasi

Informed consent ++ +
Tanda tangan penolakan - +
Menentukan status epidemiologi ++ +
PrinsipDasarPITC

Penerapan PITC berdasarkan tingkat epidemic daerah

Epidemi rendah, penawaran tes HIV diprioritaskan pada kelompok


subpopulasi, penderita TB dan IMS serta ibu hamil. Pemeriksaan
dilakukan secara inklusif pada pemeriksaan laboratorium rutin
lainnya.

Epidemi terkonsentrasi, tenaga kesehatan wajib menawarkan tes


HIV kepada semua sasaran epidemic rendah dan penderita gizi buruk

Epidemic meluas, tenaga kesehatan wajib menawarkan tes HIV


kepada semua sasaran epidemic rendah dan terkonsentrasi serta
semua pengunjung layanan kesehatan dewasa dan remaja
Prinsip Dasar PICT
Mengedepankan “3C” Langkah-Langkah
Informed • Pemberian informasi tentang HIV dan
Consent
Counseling Confidentiality
Penyampaian Menjaga
AIDS sebelum tes
Mendapat
dengan kerahasiaan
persetujuan dari
konseling hasilnya
klien • Pengambilan darah untuk tes

Menerapkan “2 R” • Penyampaian hasil tes

Referral Recording
Terhubung dengan Reporting • Konseling
layanan perawatan, Dicatat dan dilaporkan
dukungan dan dengan menjamin
pengobatan (PDP) kerahasiaan
Informasi PraTest
Risiko penularan penyakit-penyakit tertentu

Keuntungan diagnosis dini penyakit -penyakit tersebut atau penyakit lainnya

Layanan yang tersedia dan pengobatan bagi pasien yang hasil tesnya positif

Informasi bahwa hasil tes akan diperlakukan secara konfidensial

Pasien mempunyai hak untuk menolak menjalani tes laboratorium rutin. Tes akan dilakukan
sesuai dengan standar prosedur yang berlaku, kecuali pasien menggunakan hak tolaknya
tersebut. Bila menolak, pasien perlu membuat pernyataan tertulis.

Penolakan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium, tidak akan mempengaruhi


layanan selanjutnya bagi klien/ibu hamil.
TEST HIV
a. Reagen Pertama  sensitivitas min 99%
b. Reagen Kedua  spesifisitas min 98%
c. Reagen Ketiga  spesifisitas min 99%

INTERPRETASI HASIL TEST


a. Hasil Positif:
Bila hasil A1 reaktif, A2 reaktif dan A3 reaktif
b. Hasil Negatif:
1) Bila hasil A1 non reaktif
2) Bila hasil A1 reaktif tapi pada pengulangan A1 dan A2
non reaktif
3) Bila salah satu reaktif tapi tidak berisiko
c. Hasil Indeterminate:
1) Bila dua hasil tes reaktif
2) Bila hanya 1 tes reaktif tapi berisiko atau pasangan
berisiko
TndaklanjutpemeriksaanHIV
a. Hasil positif  Rujuk ke Pengobatan HIV
b. Hasil negatif:
1) Berisiko  dianjurkan pemeriksaan ulang min 3, 6 dan 12 bulan dari pemeriksaan pertama sampai satu tahun.
2) tidak berisiko  dianjurkan perilaku hidup sehat
c. Tindak lanjut hasil indeterminate:
1) Tes perlu diulang dengan spesimen baru minimun setelah 2 minggu dari pemeriksaan pertama.

KonselingUntukHIV Non Reaktif

01
Penjelasan
02
Cegah infeksi di
03
Bahas risiko PIA
04
Konseling untuk
05
Edukasi pasangan
mengenai masa kemudian hari (penularan dari mengatur dan anjurkan tes
jendela/window ibu ke anak) kehamilan dan pasangan
period dan dengan infeksi KB
kemungkinan yang terjadi
akan di tes ulang
KonselingUntukHIV Reaktif
Jelaskan mengenai aspek konfidensialitas

Berikan pengertian dan dukungan

ANC teratur

Informasi Rencana pengobatan kotrimoksazol dan ARV pada ibu

Informasi Rencana pemeriksaan diagnostik HIV pada bayi

Konseling Tatalaksana pemberian makanan bayi

Konseling persalinan aman

Konseling mengatur kehamilan dan KB

Edukasi pasangan dan anjurkan tes pasangan

Rujuk ke Rumah sakit PDP

Informasikan sumber dukungan yang tersedia di masyarakat, seperti KDS, LSM, dukungan sosial.
THANK YOU

19