You are on page 1of 37

MATERI KULIAH INTERAKTIF

PERAWATAN PULPA GIGI SULUNG

Prof.Dr.RetnoHayatidrg. SKM.SpKGA(K)
29 Okt 2015

rh - okt 2015 1
Tujuan perawatan pulpa GS:
mempertahankan integritas & kesehatan jaringan oral

Alasan:
1. Mastikasi
2. Estetik, Cegah efek psikologis akibat PL
3. Cegah mesial drift & maloklusi
4. Cegah masalah bicara
5. Cegah tongue habits
6. Menjaga waktu erupsi normal GT
PERAWATAN PULPA
GS vs GT
• Fisiologis:
- GS sementara didlm mulut
- Resobsi akar -- tanggal

• Anatomis: struktur & morfologi


- jar keras
- jar pulpa
ANATOMI GIGI SULUNG
BEDA ANATOMI GIGI SULUNG
Kamar pulpa gigi sulung Akar gigi sulung
• Kamar pulpa proporsional • proporsional > panjang dr
lebih besar dibandingkan pd mahkota
dengan mahkota gigi. • Saluran akar > pipih
• Tanduk pulpa GS lebih dekat • Akar di servikal lebih
dan lebih memanjang menyebar
dibawah cusp. • Saluran akar tambahan di
dasar kamar pulpa yg
• Tidak ada batas jelas antara berhubungan langsung
kamar pulpa dengan saluran dengan daerah furkasi inter
akar. radikuler
Hal yang perlu dipertimbangkan

• Luasnya kerusakan jaringan keras gigi


restorasi & kerja steril.
• Lamanya gigi sulung berada dalam mulut
• Oklusi dan posisi gigi --evaluasi pertumbuhan
gigi/lengkung rahang, gg molar2 sulung, M1
belum erupsi  Mempertahankan gigi sulung
menjaga panjang lengkung rahang,
mencegah gigi berjejal pada periode gigi tetap
PEMILIHAN KASUS
PULPA • DIAGNOSIS

• WAKTU TANGGAL, fungsi-peran GS


GIGI • RESTORASI & KERJA STERIL-

RONGGA ORAL • HIGIENE ORAL

KESEHATAN UMUM • KAITAN DGN PENYEMBUHAN

PERILAKU • KOPERATIF ANAK

WAKTU & BIAYA • PERSETUJUAN ORTU


Diagnosis Pulpa

OBJEKTIF:
KLINIS:
*Ekstra Oral: maksila, OBJEKTIF:
mandibula RADIOGRAFIS
*Resobsi akar DIAGNOSIS PULPA:
SUBJEKTIF: **Intra oral: VITAL, NON VITAL,
keluhan fisiologis/patologis DENTOALVEOLAR
sakit -GIGI: luasnya *Radiolusensi ABSES
kerusakan, pulpa furkasi, jaringan
terbuka, sensitif, perkusi, periapeks
tekanan sakit
-JARINGAN LUNAK:
bengkak, fistula
PEMERIKSAAN KLINIS

 VISUAL & TAKTIL: 3 C’s : is color, contour, consistency.


 MOBILITAS gg sulung: fisiologis/patologis.
 PERKUSI pos: peradangan ligamen periodontal
 PALPASI pada pembengkakan ekstra oral
 SINUS/FISTULA—gg dg pulpa non vital
 DISKOLORASI-- pulpa nekrotik
RADIOGRAFIS
1. posisi benih gg permanen
2. kondisi patologis:
a. Pulp calcification~ degenerasi pulpa
 kontraindikasi pulpotomi satu kunjungan
b. Resobsi Internal ~ peradangan di saluran akar
 kontraindikasi pulpotomi satu kunjungan
c. Resobsi External : patologis ~ peradangan
meluas jar periapeks...pulpectomi atau cabut
d. Resobsi tulang: gambaran radiolusensi
DIAGNOSIS PULPA
Dikaitkan dengan kedalaman karies
• KE: Karies Email: D1
• KD: D2= KDentin:
D3=Karies dentin dalam ~ pulpitis reversibel
• KMPV: D4=Karies Mencapai Pulpa Vital ~ pulpitis
irreversibel
• KMPNV: Karies Mencapai Pulpa NonVital ~ nekrosis
pulpa
– DAAA: Dento Alveolar Abses Akut
– DAAK: Dento Alveolar Abses Kronis
PRINSIP PERAWATAN PULPA

Painless technique

Steril : daerah kerja & tehnik aseptik

Anatomi pulpa & akar gg sulung


PERAWATAN PULPA Gigi Sulung

Pulp Pulpotomi vital Pulpektomi


Capping Formokresol • Vital
• Indirect • Devitalisasi
• Direct • Nonvital
•1 kunjungan
• 2 kunjungan
Indikasi secara umum
1. Pasien dan Orang tua kooperatif
2. Kesehatan umum pasien tdk menderita
penyakit sistemik yg serius
- congenital ischemic heart disease,
- leukemia
- long term corticosteriods therapy
PULP CAPPING
**Prosedur yang memungkinkan terjadinya
natural protective mechanisms of the pulp
against caries.

**Berdasarkan teori: zone demineralisasi


dentin berada antara lapisan dentin yang
terinfeksi dan pulpa, infected dentin dibuang
maka akan terjadi remineralisasi dentin dan
odontoblast membentuk reparatif dentin,
menghindari terbukanya pulpa
PULP CAPPING
Definisi
INDIRECT P.C Tehnik:
Indikasi:
-Karies dentin dalam -pembuangan
-pulpa gigi vital. nekrotik dentin
Kontra indikasi: -medikamen:
-riwayat sakit pulpitis *Ca (OH)2
-kelainan periapeks *MTA

DIRECT P.C:
pulpa terbuka pin point
gigi vital  PULPOTOMY VITAL
MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE(MTA)
• MTA medikamen dgn ph alkaline. Komposisi: Tricalcium silicate
Dicalcium silicate, Tricalcium aluminate, Tetracalcium
aluminoferrite, Calcium silicate Bismuth oxide

• Efek yg signifikan dibandingkan bahan materi lain utk promoting


penyembuhan pulpa dan jaringan periradikular

• Biocompatible, prevents bacterial leakage and is effective even in


moist environment.

• Penggunaan MTA: •pulp capping •root end filling •perforation


repair in furcation, coronal,mild or apical portion of the root •repair
of resorptive perforation if not too extensive

• Non vital pulpotomy


PULP CAPPING
PULPOTOMI
pengambilan jaringan (amputasi) pulpa vital pada
bagian koronal gigi yang telah mengalami infeksi,
jaringan pulpa dalam saluran akar ditinggalkan,
diberi obat-obatan (Zn Oksid Eugenol Formokresol)
dengan pengharapan terjadi penyembuhan dan
vitalitas pulpa dapat dipertahankan

Pulpotomi:
- Vital
- Devitalisasi
- Mortal
Indikasi Pulpotomi vital

• GS vital pulpa terbuka karena karies atau


trauma
• bebas dari suppurasi
• tidak ada tanda-tanda nekrosis, degenerasi
jaringan pulpa dan resorbsi interna
• Panjang akar masih 2/3, gg masih lama di
rongga mulut
KONTRAINDIKASI PULPOTOMI VITAL
1. Riwayat sakit spontan
2. Pembengkakan, Fistula
5. Goyang Patologis
6. Resobsi External/internal pada akar
7. Radiolusensi periapikal / interadikular
8. Kalsifikasi jaringan pulpa
9. Pada bagian pulpa yg terbuka terdapat pus atau eksudat
10. Perdarahanyg tidak dapat dikendalikan pada pulpa yg
diamputasi
11. Resobsi akar >1/3 apikal
12. Lesi karies luas, tidak dapat direstorasi crown, tidak dapat
bekerja secara aseptik
13. Kontraindikasi Medis penyakit jantung, immunocompromised
patient
Pulpotomi formokresol

Formula formokresol dari Buckley:


- formaldehyd 19%
- tricresol 35%
- glycerin 15%
- aquadest ad 100

- Formocresol mencegah autolysis jaringan


karena mengikat protein--reversible
Pulpotomi formokresol

zone fiksasi:
bebas dari
bakteri,
Khasiat mengikat keras/innert,
formokresol - protein resisten
bakterisid kuat  fiksasi. terhadap
(caustic). Jaringan pulpa autolysis
menahan
infiltrasi bakteri
kedalam pulpa
Pulpotomi Formokresol:
**1 kunjungan: FK kps .. 5’
**2 kunjungan: FK kps .. 1 mgg
Non vital pulpotomy = Mortal pulpotomi
**Secara ideal, gg non-vital dilakukan pulpektomi, karena ada
kendala bentuk saluran akar dan terbatasnya kooperasi anak

** Seleksi kasus:
1. Sakit spontan
2. Pembengkakan mukosa
3. Gg goyang
4. Perkusi pos
5. Radiografis kelainan resobsi akar < 1/3 apikal
6. Tidak ada perdarahan dibagianpulpa yg terbuka

**digunakan antiseptik yg kuat


PULPEKTOTOMI

• Pembuangan jaringan pulpa di dalam kamar


pulpa dan saluran akar yang telah
infeksi/nekrotik, dilakukan debridement dan
disinfected pada saluran akar, kemudian diisi
dengan RESORBABLE MATERIALS .
Indikasi PULPEKTOMI

- Gigi sulung vital, partial nekrosis atau gigi


non-vital, dengan infeksi
- Saluran akar dapat dimasukkan instrumen.
- Kelainan jaringan apikal secara radiografis
kurang dari 1/3 apikal.
- Resorbsi akar gigi sulung tidak lebih dari 1/3
akar.
Radiographic indication

1. Adequate peridontal and bony support.


2. Incipient internal root resorpation in the
occlusal portion of the occlusal portion of the
root canal.
Radiographic contraindication

1. External root resorption.


2. Internal root resorption in the apical 3rd of
the root.
3. Radicular cyst, dentigrous – follicular cyst in
assocition with the primary tooth.
4. Interradicular radiolucency that
communicatees with gingival sulcus.
Tehnik Pulpektomi

2 tahap
KORONAL pembuangan jar.karies, pembukaan atap
kamar pulpa, Amputasi pulpa
RADICULAR pembuangan jar pulpa di sal akar dgn
endodontic files panjang akar di<1 - 2 mm dari
root apices. Irigasi dgn sodium hypochlorite,
keringkan dgn paper point steril . Pengisian sal
akar dgn paste Zinc OxideEugenol
Gg direstorasi dgn stainless steel crown
Kriteria bahan pasta pengisi saluran akar pada
pulpektomi

1. Antiseptik
2. Resorbable
3. Tidak membahayakan benih gg tetap, tidak
menahan erupsi gg tetap
4. Radiopak
5. Mudah dimasukan, tdk mengkerut (shrink).
6. Tdk larut dalam air,
7.Tidak menyebabkan diskolorasi gg
Tehnik pengisian saluran akar

• Endodontic pressure syringe


• Lentulo spiral technique
• Amalgam plugger .
• Paper point
• Plugging action with wet cotton pellet
Pulpektotomi
Follow-up pasca perawatan pulpectomi

• Klinis tidak ada gejala akut, gg bebas dari sakit


dan tdk goyang
• Radiografis: gambaran radiolusensi di regio
furkasi dan periapeks berkurang
SELAMAT BELAJAR

rh - okt 2015 37