You are on page 1of 39

DESIMINASI AWAL

STASE MANAJEMEN
KELOMPOK 1
Ilham Wahyudi 1814901110040
M. Aulia Azwar 1814901110061
Rudianor 1814901110096
Raudatul Nur Hikmah 1814901110087
Mariatul Kiftiyah 1814901110056
Ratna Windari 1814901110086
Rizqa Hadiyati 1814901110095
Ledia Wandari Saputri 1814901110047
Norlatifah 1814901110076
Jabal Rahmah 1814901110042
Puspita Wulandari 1814901110084
Endah Sevianawati 1814901110027
RUANG NURI RUMAH SAKIT DAERAH IDAMAN
BANJARBARU
PROFIL RUANGAN:

RSD Idaman Banjarbaru terletak di Jalan


Trikora No. 115 Guntung Manggis Landasan
Ulin 70721 Kota Banjarbaru Kalimantan
Selatan.

Ruang Nuri merupakan salah satu ruangan di


RSD Idaman Banjarbaru yang merupakan
ruang Bedah

VISI :
Profesional dan unggul dalam perawatan
bedah
MISI :

Menjamin dan meningkatkan


profesionalisme tenaga Menciptakan konrdinasi dan Menciptakan suasana lingkungan
keperawatan yang handal dalam komunikasi yang efektip dengan kerja yang sehat dengan
perawatan bedah sesuai dengan semua pelayanan yang terlibat mengutamakan kekompakan dan
perkembangan ilmu dan teknologi didalam melaksanakan asuhan budaya berfikir positif
denagn tetap megedepankan secara konfrehensip
sikap terapeutik.

Berperan, berkontribusi dan


mepasilitasi penelitian
keperawatan bedah yang
berkelanjutan
Motto Ruangan Nuri
“cermat dalam berfikir tanggap dalam pelayanan”

INPUT

• MAN
• MATERIAL
• MONEY
• METHODE
• MARKETING/MUTU
TENAGA KESEHATAN (PERAWAT)

BERDASARKAN JENIS DAN TINGKAT PENDIDIKAN


BERDASARKAN JENIS DAN No Jenis Tenaga PNS TKK Jlh
PNS
(%)
TKK
(%)

TINGKAT PENDIDIKAN 1 Medis 6 1 7 30% 5%

2 Keperawatan
RUANG NURI LANTAI 2 YANG a.Perawat
6 1 6 30% 5%
PALING BANYAK ADALAH Profesional (Ners)

PERAWAT MAHIR (DIII) b.Perawat Profesional (S.Kep) 0 1 1 - 5%

DENGAN JUMLAH 13 c.Perawat Mahir (DIII-SKM) 0 0 0 - -

ORANG, DENGAN PEGAWAI


d. Perawat Mahir (DIII) 2 11 13 10% 55%

PNS 2 ORANG DENGAN


PERSENTASE 10 % DAN TKK e. Perawat Kesehatan (SPK-SKM) 0 0 0 - -

11 ORANG DENGAN f. Perawat Kesehatan (SPK) 0 0 0 - -

PERSENTASE 55 %. g. Bidan 0 0 0 - -

h. Perawat Gigi 0 0 0 - -

3 Non Keperawatan 0 3 3 - 15%

4 Non Medis 0 3 3 - 15%

Total 10 20 26 70 100
Berdasarkan jenjang karir

Sumber: Data Sekunder RSD Idaman Banjarbaru 2019

No Jenis Tenaga Jumlah %

1 Perawat Klinis I 11 55

2 Perawat Klinis II 4 20

3 Perawat Klinis III 5 25

Total 20 100

BERDASARKAN DATA JENJANG KARIR PADA RUANG NURI LANTAI 2 PERAWAT KLINIS I PALING BANYAK DARI
PADA PERAWAT KLINIS I YAITU 11 ORANG DENGAN PERSENTASE 55%.
BERDASARKAN PELATIHAN YANG DIIKUTI
No Jenis Pelatihan Jumlah

1. Pelatihan BTCLS 12

2. Pelatihan Kredensial 1

3. Pelatihan Assesor 1

4. Pelatihan Kompetensi 1

5. Pelatihan PPI Dasar 1

6. Pelatihan ICU Dasar 1

7. Pelatihan Presptorship 3

9. Pelatihan CI 1

10. Pelatihan Luka Modern 5

11. ACLS 1

12. EKG 1

13. Ketoasidosis 1

14. PPGD 1

15. Diklat MTBT 1

16. Pengelolaan TBC 1

17. Pengelolaan kusta 1

18. MBT 1

19. CWCCA 1

20 Pelatihan Case Manager 2

21 Pelatihan Triage 1

Total 38

Sumber: Data Sekunder RSD Idaman Banjarbaru 2019

Berdasarkan data pelatihan yang diikuti Pada ruang nuri lantai 2 yang paling
tinggi adalah pelatihan BTCLS sebanyak 12 orang
Jumlah Pasien Masuk dan Keluar Tiga Bulan Terakhir
Keluar

No. Bulan Masuk

APS Hidup Meninggal

1. Februari 107 0 112 0

2. Maret 124 0 124 0

3. April 81 5 81 0

Sumber: Data Sekunder RSD Idaman Banjarbaru 2019

Berdasarkan data Jumlah Pasien Masuk dan Keluar Tiga Bulan Terakhir yaitu bulan Februari - April yang paling
banyak pada bulan Maret yaitu masuk 124 orang.
10 PENYAKIT TERBANYAK 3 BULAN TERAKHIR DI RSD
IDAMAN BANJARBARU
No Nama Penyakit Jumlah

1 Fraktur 28

2 Apendisitis 13

3 Hill 27

4 Tumor 15

5 Abses 18

6 Ileus 6

7 Impaksi 11

8 DM 14

9 Hemoroid 7

10 CKR 14

Sumber: Data Sekunder RSD Idaman Banjarbaru 2019

Berdasarkan data Daftar 10 Penyakit Terbanyak di Ruang Nuri adalah Fraktur sebanyak 28 orang.
MATERIAL

BERDASARKAN DATA DAFTAR BARANG KESEHATAN


MAUPUN BARANG NON KESEHATAN DI RUANG NURI
MENUNJUKAN BAHWA MATERIAL ATAU FASILITAS YANG
BERADA DI RUANGAN NURI CUKUP LENGKAP DENGAN
KEBUTUHAN RUANGAN
MONEY

Sumber pembiayaan ruangan berasal dari dana rumah sakit, sumbangan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) dan badan layanan Umum Daerah (BLUD).

Hasil wawancara dengan kepala ruangan pengadaan alat diruangan dilakukan dengan proses
mengajukan anggaran dan barang dengan cara mengamprah di akhir tahun dan minta apa
yang dibutuhkan dengan cara memberikan surat telaah yang ditujukan kepada direktur rumah
sakit, dengan mendapatkan disposisi dari kepala seksi sarana keperawatan, kepala bidang
keperawatan, wakil direktur pelayanan medik, kepala bagian keuangan, dan pejabat keuangan.
Misalnya untuk penyedian alat kesehatan, kepala ruangan meminta disposisi kepada bagian
penunjang medik dan untuk kebutuhan alat rumah tangga surat disposisi diberikan kepada
bagian umum dan logistik dan perlengkapan yang akhirnya disetujui oleh direktur untuk
pengadaan alat tersebut dan untuk alat baru perlu waktu dan jika alat yang berkelanjutan
seperti kertas EKG akan tersedia langsung.
METHODE

• HASIL OBSERVASI DAN WAWANCARA PADA TANGGAL 7 MEI 2019, DIDAPATKAN


BAHWA MODEL ASUHAN KEPERAWATAN SP2KP YANG DITERAPKAN PADA RUANG
NURI (PERAWATAN BEDAH) DENGAN METODE TIM DAN ADANYA SUPERVISOR DALAM
METODE INI. TERJALIN KERJASAMA YANG BAIK ANTARA KATIM DAN PERAWAT
PELAKSANA. BERDASARKAN HASIL WAWANCARA JUGA DIDAPATKAN BAHWA
SEBAGIAN BESAR PERAWAT DI RUANG NURI SUDAH MEMAHAMI PERAN DAN
TUGASNYA MASING-MASING BAIK ITU SEBAGAI KETUA TIM ATAU PERAWAT
PELAKSANA. KEPALA RUANGAN MENGATAKAN BAHWA MODEL ASUHAN
KEPERAWATAN SP2KP YANG DIGUNAKAN INI ADALAH MIX ATAU CAMPURAN DARI
METODE PRIMER DAN TIM.
MARKETING/MUTU
Sasaran Keselamatan Pasien

SKP 1 (KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN)

• SETIAP PASIEN YANG MASUK RAWAT INAP DIPASANGKAN GELANG


IDENTITAS PASIEN. ADA 2 CARA IDENTITAS YAITU MENGGUNAKAN
NAMA DAN TANGGAL LAHIR YANG DISESUAIKAN DENGAN TANDA
PENGENAL RESMI. PENGECUALIAN PROSEDUR IDENTIFIKASI DAPAT
DILAKUKAN PADA KONDISI KEGAWATDARURATAN PASIEN DI IGD, ICU
DAN KAMAR OPERASI DENGAN TETAP MEMPERHATIKAN DATA PADA
GELANG IDENTITAS PASIEN.
SKP 2 (KOMUNIKASI EFEKTIF)

• RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN TEHNIK SBAR (SITUATION – BACKGROUND –


ASSESSMENT – RECOMENDATION) DALAM MELAPORKAN KONDISI PASIEN UNTUK
MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTAR PEMBERI LAYANAN.
SITUATION : KONDISI TERKINI YANG TERJADI PADA PASIEN.BACKGROUND :
INFORMASI PENTING APA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONDISI PASIEN
TERKINI. ASSESSMENT : HASIL PENGKAJIAN KONDISI PASIEN TERKINI
RECOMMENDATION : APA YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK MENGATASI
MASALAH PASIEN SAAT INI. RUMAH SAKIT KONSISTEN DALAM MELAKUKAN
VERIFIKASI TERHADAP AKURASI DARI KOMUNIKASI LISAN DENGAN CATAT, BACA
KEMBALI DAN KONFIRMASI ULANG (CABAK) TERHADAP PERINTAH YANG
DIBERIKAN. PELAPORAN KONDISI PASIEN KEPADA DPJP PASIEN MENJADI
TANGGUNG JAWAB DOKTER RUANGAN YANG BERTUGAS.
SKP 3 (Peningkatan keamanan obat yang perlu
diwaspadai)

BERDASRKAN HASIL PENGKAJIAN DI RUANGAN TANGGAL 7-9


DIDAPTKAN HASIL BAHWA DIDALAM TEMPAT OBAT/KAMAR OBAT
TIDAK TERDAPAT DAFTRA OBAT HIGH ALERT DAN HANYA SEBAIAN
JENIS OBAT YANG DI KATOGORIKAN OBAT HIGH ALERT TIDAK
TERPASANG STIKER TETAPI SUDAH DI TEMPATKAN DI TEMPAT YANG
BERBDEA.
• SKP 4 (KEPASTIAN TEPAT-- LOKASI, TEPAT-- PROSEDUR, TEPAT—PASIEN OPERASI)

• PROSES TIME OUT INI MERUPAKAN STANDAR OPERASI YANG MELIPUTI PEMBACAAN DAN PENGISIAN FORMULIR SIGN
IN YANG DILAKUKAN SEBELUMPASIEN DIANESTESI DI HOLDING AREA, TIME OUT YANG DILAKUKAN DI RUANG
OPERASI SESAAT SEBELUM INCISI PASIEN OPERASI DAN SIGN OUT SETELAH OPERASI SELESAI (DAPAT DILAKUKAN DI
RECOVERY ROOM). PROSES SIGN IN, TIME OUT DAN SIGN OUT INI DIPANDU OLEH PERAWAT SIRKULER DAN DIIKUTI
OLEH OPERATOR, DOKTER ANESTESI, PERAWAT.
• SKP 5 (PENGURANGAN RISIKO INFEKSI TERKAIT PELAYANAN KESEHATAN)

• SEMUA PETUGAS DIRUMAH SAKIT TERMASUK DOKTER MELAKUKAN 6 LANGKAH KEBERSIHAN TANGAN PADA 5
MOMEN YANG TELAH DITENTUKAN, YAKNI:
• SEBELUM KONTAK DENGAN PASIEN
• SESUDAH KONTAK DENGAN PASIEN
• SEBELUM TINDAKAN ASEPSIS
• SESUDAH TERKENA CAIRAN TUBUH PASIEN
• SESUDAH KONTAK DENGAN LINGKUNGAN SEKITAR PASIEN

• ADA 2 CARA CUCI TANGAN YAITU :


• HANDWASH – DENGAN AIR MENGALIR WAKTUNYA : 40 – 60 DETIK
• HANDRUB – DENGAN GEL BERBASIS ALKOHOL WAKTUNYA : 20 – 30 DETIK
• ADAPUN ANGKA KEJADIAN FLEBITIS SELAMA 3 BULAN TERAKHIR DI RUANG NURI TIDAK ADA KEJADIAN FLEBITIS, DI
RUANG NURI SETIAP 3 HARI PENGGANTIAN INFUS UNTUK PENCEGAHAN TERJADINYA FLWBIRIS
• SKP 6 (PENGURANGAN RISIKO JATUH)

• PENILAIAN RISIKO JATUH DILAKUKAN SAAT PENGKAJIAN AWAL DENGAN MENGGUNAKAN


METODE PENGKAJIAN RISIKO JATUH YANG TELAH DITETAPKAN OLEH RSD IDAMAN
BANJARBARU PENILAIAN RISIKO JATUH PADA PASIEN ANAK MENGGUNAKAN SCORING
HUMPTY DUMPTY DAN PADA PASIEN DEWASA MENGGUNAKAN SCORING MORSE.
PENGKAJIAN TERSEBUT DILAKUKAN OLEH PERAWAT DAN KEMUDIAN DAPAT DIJADIKAN
DASAR PEMBERIAN REKOMENDASI KEPADA DOKTER UNTUK TATALAKSANA LEBIH LANJUT.
PERAWAT MEMASANG STIKER BERWARNA KUNING DI TEMPLE DI DINDING/DI BET
KLIEN/DIGELANG KLIEN DAN MENGEDUKASI PASIEN DAN ATAU KELUARGA MAKSUD
PENEMPELAN STRIKER TERSEBUT TERSEBUT. SPO PENGKAJIAN DAN PENCEGAHAN PASIEN
RISIKO JATUH. PENGKAJIAN ULANG DILAKUKAN OLEH PERAWAT SECARA BERKALA SESUAI
HASIL PENILAIAN RISIKO JATUH PASIEN DAN JIKA TERJADI PERUBAHAN KONDISI PASIEN ATAU
PENGOBATAN. DARI HASIL WAWANCARA DAN DARI DATA TERDAHULU TIDAK TERDAPT
KEJADIAN JATUH DI RUMAH SAKIT.
PROSES
• Fungsi Perencanaan (Planning)
• Fungsi Pengorganisasian
• Fungsi Pengaturan Staf (Staffing)
FUNGSI PERENCANAAN
• SOP dan SAK
• BERDASARKAN HASIL WAWANCARA SECARA LANGSUNG DENGAN KEPALA RUANGAN MENGENAI SPO DI
RUANG NURI SUDAH MENGIKUTI SPO YANG DIBUAT OLEH RSD. IDAMAN BANJARBARU PERAWAT SELALU
BERUSAHA AGAR SELALU MELAKUKAN SETIAP TINDAKAN YANG DILAKUKAN KE PASIEN BERDASARKAN SPO
YANG SUDAH DITETAPKAN OLEH RUMAH SAKIT AGAR MENINGKATKAN PELAYANAN DAN KEPUASAN PASIEN.
• Standar kinerja
• WAWANCARA: APA SAJA KEBIJAKAN YANG BERLAKU DI RUANGAN INI, TATA TERTIB DAN STANDAR
PELAYANAN MINIMAL YANG DISEPAKATI
• OBSERVASI: KEBJIKAN, TATA TERTIB TERTULIS, STANDAR PELAYANAN MINIMAL YANG DISEPAKATI
• KUISIONER: PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG KEBJIKAN, TATA TERTIB TERTULIS, STANDAR PELAYANAN
MINIMAL YANG DISEPAKATI
FUNGSI PENGORGNISASIAN

• Pembagia tugas
Uraian tugas kepala ruang pelayanan rawat inap
Urayan tugas supervisor
Uraian tugas ketua tim
Uraian tugas perawat pelaksana di ruang rawat
• Pengaturan pengorganisasian pasien
FUNGSI PENGATURAN STAF (STAFFING)

• ORIENTASI STAF PERAWAT BARU


• KEBIJAKANNYA SEBELUM BERTUGAS DIRUMAH SAKIT, PERAWAT BARU PERLU MENJALANI ORIENTASI SELAMA 6
MINGGU SEBAGAI PERSIAPAN MELAKSANAKAN TUGAS. DIRUMAH SAKIT IDAMAN KHUSUSNYA DIRUANG NURI
SETIAP PERAWAT BARU DIORIENTASI SELAMA KURANG LEBIH 3 BULAN. SELAMA 3 BULAN ITU, 2 MINGGU
ROLING /RUANGAN YANG ADA DI RS IDAMAN BANJARBARU. SELAMA DIORENTASI DIRUANGAN ADA LEMBAR
PENILAIAN KHUSUSNYA YANG MENYANGKUT ETIK DAN SKILL. HASIL DARI NILAI TERSEBUT DIJADIKAN ACUAN
DASAR KRIDENSIAL DAN PENEMPATAN TIAP RUANGAN.
• PENGATURAN JADWAL DINAS
Di Ruangan Merak, Pengaturan Jadwal Dinas Dilakukan Oleh Kepala Ruangan Dengan Menempatkan supervaisor
dan KATIM Pada Shift Pagi Dan Perawat Pelaksana Paling Banyak Yang Dinas Pada Shift Pagi.
• PERHITUNGAN KEBUTUHAN TENAGA DI RUANGAN
Menurut Perhitungan Menggunakan Rumus Dari PPNI :
Jumlah seluruh tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah 22 orang, untuk tenaga keperawatan di ruang merak ada 24 orang jadi di ruang merak kelebihan tenaga
kerja keperawatan sebanyak 2 orang.
• BERDASARKAN HASIL PENGKAJIAN PADA TANGGAL 7-8 MAI 2019 DIPEROLEH DATA JUMLAH KEBUTUHAN PERAWAT SEBAGAI BERIKUT:
• TINGKAT KETERGANTUNGAN MINIMAL 2 PASIEN : KEBUTUHAN JAM PERAWATAN
• JAM PERAWATAN LANGSUNG
• MINIMAL= 2 JAM X 2 ORANG = 4 JAM= 240 MENIT
• JAM PERAWATAN TIDAK LANGSUNG
• MINIMAL = 1 JAM X 2 ORANG = 2 JAM= 120 MENIT
• JAM PENYULUHAN
• MINIMAL= 15 MENIT X 2 ORANG = 30 MENIT
• JADI, TOTAL JAM PERAWATAN YANG DIBUTUHKAN DALAM SATU HARI UNTUK 2 ORANG PASIEN ADALAH 390 MENIT ATAU 6.5 JAM.
• MENENTUKAN JUMLAH TOTAL JAM KEPERAWATAN YANG DIBUTUHKAN PERHARI ADALAH 6,5 JAM : 2 PASIEN = 3.25 JAM = 3 JAM
• PENENTUAN KEBUTUHAN TENAGA PERAWAT MENURUT LOKAKARYA PPNI DENGAN MENGUBAH SATUAN HARI DENGAN MINGGU. SELANJUTNYA JUMLAH HARI
KERJA EFEKTIF DIHITUNG DALAM MINGGU SEBANYAK 41 MINGGU DAN JUMLAH KERJA PERHARI SELAMA 40 JAM PER MINGGU. PPNI BERUSAHA
MENYESUAIKAN LAMA KERJA DAN LIBUR YANG BERLAKU DI INDONESIA:
FUNGSI PENGARAHAN (ACTUATING)
• TIMBANG TERIMA (HAND OVER)

Berdasarkan observasi tanggal 07 - 08 Mei 2019 didapatkan operan dilakukan 2 kali


dalam sehari, yaitu pada pergantian shift malam ke pagi, pagi ke sore, sore ke malam.
Timbang terima sudah dijalankan. Timbang terima dilakukan dan diikuti oleh semua
perawat yang telah dinas di nurse station. Setelah timbang terima di ruangan, semua
perawat keliling untuk melihat keadaan pasien, namun hal ini hanya pada pergantian
shift malam ke pagi. Timbang terima di ruang merak hanya menyampaikan keluhan
pasien saat ini dan menekankan pada intervensi yang sudah dilakukan dan intervensi
yang akan diberikan atau tindakan kolaboratif yang belum atau sudah dilaksanakan, dan
keluhan pasien saat perawat ruangan keliling.
• Preconferen

• BERDASARKAN OBSERVASI TANGGAL 7-8 MEI 2019 DIDAPATKAN OPERAN DILAKUKAN 2 KALI
DALAM SEHARI, YAITU PADA PERGANTIAN SHIFT MALAM KE PAGI, UNTUK PAGI KE SORE, SORE
KE MALAM HANYA DILAKUKAN DIRUANGAN SAJA. TIMBANG TERIMA SUDAH DIJALANKAN
SECARA MAKSIMAL. TIMBANG TERIMA DILAKUKAN DAN DIIKUTI OLEH SEMUA PERAWAT YANG
TELAH DINAS DI NURSE STATION. SETELAH TIMBANG TERIMA DI RUANGAN, SEMUA PERAWAT
KELILING UNTUK MELIHAT KEADAAN PASIEN. TIMBANG TERIMA DI RUANG NURI MENEKANKAN
PADA INTERVENSI YANG SUDAH DILAKUKAN DAN INTERVENSI YANG AKAN DIBERIKAN ATAU
TINDAKAN KOLABORATIF YANG BELUM ATAU SUDAH DILAKSANAKAN, DAN KELUHAN PASIEN
SAAT PERAWAT RUANGAN KELILING.
• Motivasi
• KEPALA RUANGAN MEMOTIVASI KATIM DAN PERAWAT PELAKSANA SAAT TIMBANG TERIMA
PERGANTIAN DINAS MALAM KE PAGI SEKITAR PUKUL 08.00 WITA DAN KADANG-KADANG SAAT
PERGANTIAN DINAS PAGI KE SORE.
• Pendelegasian
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan 07-08 mei 2019, pendelegasian sudah berjalan dengan baik
dengan mementingkan tanggung jawab, kemampuan dan wewenang. Saat observasi pendelegasian dari kepala
ruangan ke katim dan katim ke perawat pelaksana serta mahasiswa yng berdinas berjalan baik sesuai dengan tiga
komponen.
• Supervisi
• BERDASARKAN HASIL OBSERVASI YANG TELAH DILAKUKAN 7-8 MEI 2019, SUPERVISI SUDAH
DILAKUKAN OLEH KEPALA RUANGAN. SAAT WAWANCARA TUGAS SUPERVISI DILAKUKAN KATIM.
• Ronde Keperawatan
• RONDE KEPERAWATAN MERUPAKAN METODE UNTUK MENGGALI DAN MEMBAHAS SECARA MENDALAM MASALAH
KEPERAWATAN YANG TERJADI PADA PASIEN DENGAN MELIBATKAN TIM KEPERAWATAN, KEPALA RUANGAN, DOKTER,
AHLI GIZI DAN MELIBATKAN PASIEN SECARA LANGSUNG SEBAGAI FOKUS KEGIATAN. RONDE KEPERAWATAN SUDAH
DILAKSANAKAN SECARA OPTIMAL OLEH RUANGAN
FUNGSI PENGENDALIAN (CONTROLLING)
• Indokator Mutu
Berdasarkan wanwancara diruangan evaluasi kinerja perawat rutin dilakukan diruangan
bersama ketua tim dan perawat pelaksana. Perhitungan BOR, ALOS, TOI dilakukan tiap
bulan pada setiap tahun dan untuk infeksi nasokomial dilakukan oleh tim PPI di rumah
sakit. Namun setiap ruang memiliki perawat yang diberikan pelatihan PPI guna
melakukan pencegahan infeksi nasokomial di setiap ruangan rumah sakit.
• Audit Dokumentasi Keperawatan
• Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala ruangan didapatkan bahwa
untuk audit dokumentasi asuhan keperawatan di ruangan nuri sudah ada pengauditan
dokumentasi asuhan keperawatan, tetapi audit dokumentasi langsung dilakukan oleh
kabid keperawatan rumah sakit, yaitu dengan cara melihat kelengkapan dari
dokumentasi di ruangan yang sudah diisi saat melakukan asuhan keperawatan
• SURVEI KEPUASAN PASIEN
• BERDASARKAN HASIL SURVEI YANG DIBERIKAN KEPADA PASIEN
PADA TANGGAL 7-9 MEI 2019, MENGENAI KEPUASAN PASIEN
TERHADAP KINERJA PERAWAT. DIDAPATKAN HASIL KUESIONER
TENTANG KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN PERAWAT
YANG DIBAGIKAN KEPADA 2 RESPONDEN SECARA UMUM
MENYATAKAN BAHWA PELAYANAN PERAWAT DI RUANG NURI
ADALAH PUAS YAITU SEBANYAK (100 %).
OUTPUT

Indikator Pelayanan Efisiensi Ruangan

Pasien Keluar
No. Tanggal Jumlah Tempat Tidur Jumlah Hari Perawatan
(Hidup+Mati)

237 112

1 Februari 29

335 124

2 Maret 29

333 81

3. April 29

Total 905 317

29
• BOR = JUMLAH HARI PERAWATAN X • BTO = JUMLAH PASIEN KELUAR

100% • JUMLAH TEMPAT TIDUR

• UMLAH TEMPAT TIDUR X • = 317 = 11 ATAU 11 KALI

JUMLAH HARI DALAM 1 PERIODE • 29

905 X 100% •

• TOI = ((JUMLAH TEMPAT TIDUR X PERIODE) - HARI PERAWATAN)


• 29 X 89
• JUMLAH PASIEN KELUAR (HIDUP + MATI)
• = 35,0%
• = (29 X 89 ) - 905
• • 317
• ALOS = JUMLAH LAMA DIRAWAT • = 5,2 ATAU 5 HARI

• JUMLAH PASIEN KELUAR • GDR = JUMLAH PASIEN MATI SELURUHNYA X 1000 PERMIL

• JUMLAH PASIEN KELUAR (HIDUP+MATI)


• = 905 = 3 ATAU 3 HARI
• = 0 X 1000 PERMIL = 31.700PERMIL
• 317
• 317
Hasil Evaluasi (Instrumen ABC)

• Instrumen
• BERDASARKAN DATA PENGUMPULAN DATA INSTRUMEN A HASIL RATA-
RATANYA ADALAH 100%.
Berdasarkan Pengumpulan Data Dari Pertanyaan Instrumen B
Didapatkan Angka Kepuasan Pasien Yang Merasa Puas Sebesar
(81,3%) Dan Merasa Tidak Puas Sebesar (18,7%).
• \
KEKUATAN KELEMAHAN PELUANG ANCAMAN

1. Jumlah tenaga perawat ners 6 orang,


sarjana keperawatan S1 dan diploma
1. IDENTIFIKASI MASALAH
Masih banyaknya perawat
D3 sebanyak 14 perawat
1. Bisa melanjutkan ke jenjang
selanjutnya untuk menambah
1. Ada tuntutan tinggi dari masyarakat untuk
pelayanan yang lebih professional, makin
III keperawatan 14 orang. (70%) dari 20 perawat. wawasan dan ilmu tingginya kesadaran masyarakat akan
2. Ruangan memiliki 16 SAK 2. SAK yang dimiliki tidak 2. Dapat meningkatkan mutu pentingnya kesehatan, kebijakan pemerintah
3. Sudah ada struktur organisasi yang lengkap pelayan dan mempercepat tentang kesehatan dan adanya peningkatan
dibuat 3. Belum dicetaknya struktur penyembuhan pasien. standar masyarakat yang harus dipenuhi
4. Sumber pembiayaan ruangan berasal organisasi, hanya dalam 3. Adanya struktur organisasi yang 2. Asuhan keperawatan tidak sesuai dengan
dari dana rumah sakit, sumbangan bentuk file jelas terlihat SAK, dan memperlama hari rawat.
Anggaran Pendapatan dan Belanja 4. Jika meminta alat-alat baru 4. Adanya dana APBD dan untuk 3. Tidak jelasnya pembagian peran dalam
Daerah (APBD) dan badan layanan akan memerlukan waktu. meningkatkan pelayanan rumah ruangan
Umum Daerah (BLUD). 5. Masih adanya 8 dari 20 sakit Dukungan dana BLUD untuk 4. Terlambatnya pemasukan alat baru karena
5. Adanya perawat yang mengikuti perawat yang tidak peningkatan SDM dan fasilitas terkendala waktu.
pelatihan sebanyak 12 perawat sudah mengikuti pelatihan BTCLS. rumah sakit. Adanya 5. Ada tuntutan tinggi dari masyarakat untuk
mendapatkan pelatihan BTCLS. 6. – kesempatan pelayanan yang lebih professional, makin
6. Semua perawat mengetahui prinsip- 7. Perawat berpotensi salah untuk meningkatkan kemampuan tingginya kesadaran masyarakat akan
prinsip tentang teknik penyampaian dalam memberikan obat kerja melalui pelatihan dan pentingnya kesehatan, kebijakan pemerintah
timbang terima dihadapan pasien. akibat nama obat yang meningkatkan pendidikan tentang kesehatan dan adanya peningkatan
7. Tidak ada poster daftar nama untuk membingungkan (LASA) 6. – standar masyarakat yang harus dipenuhi.
obat High Alert (ada label High Alert karena obat yang tidak 7. Membangun kembali 6. Kondisi pasien tersampaikan secara
yang sudah tertempel pada obat) dan berlabel. kesadaran dengan menempelkan menyeluruh karena berhadapan langsung
LASA (tidak ada poster label nama label LASA pada obat dan dengan pasien
dan label yang tertempel pada obat) menempelkan poster di ruangan 7. Resiko terjadi kesalahan pemberian obat
ataupun di dekat penyimpanan dikarenakan nama obat yang mirip yang
obat. merugikan masalah kesehatan pasien.
PRIORITAS MASALAH
DIMANA YANG MENJADI PRIORITAS ADALAH:

No Data Masalah Faktor Penyebab Skor

1 SAK tidak lengkap, tidak sesuai Kesalahan dalam penentuan Kurangnya perhatian oleh 2500
dengan jenis 10 kasus penyakit asuhan keperawatan dan tenaga kesehatan dan rumah
tertinggi tidak memenuhi standar yang sakit
sudah ditetapkan rumah sakit.

2 Sudah ada struktur organisasi Struktur organisasi hanya Kurang optimal upaya 1200
yang dibuat. berbentuk file, belum di pembuatan struktur organisasi
cetak.
3 Tidak ada poster daftar nama Tidak ada perhatian dari Kurangnya upaya pencegahan 2000
untuk obat High Alert (ada label pihak rumah sakit untuk untuk masalah pentingnya
High Alert yang sudah tertempel menempelkan poster, dan daftar obat high alert, LASA,
pada obat) kurangnya inisiatif dari pihak dan cytotoxic.
perawat untuk melaporkan.
ANALISIS MASALAH FISH BONE

MONEY (M4) MARKETING (M5)


Dana supervisi tidak ada
diatur dalam APBD dan
BLUD

Tidak ada dana khusus Tidak ada poster daftar nama


untuk supervisi untuk obat High Alert (ada label
High Alert yang sudah tertempel
pada obat)
SAK yang dimiliki ruangan
tidak lengkap Belum optimal
pemasangan
penanda/poster obat High
Alert
METODE (M3) Lulusan Ners 6 orang, S1 1 orang
dan D3 Berjumlah 14 orang. SDM
sudah cukup namun pelaksanaan
terhadap pasien resiko kesalahan
pemberian obat belum optimal

Kurang kesadaran tenaga Tidak dipasangnya poster


kesehtan terkait resiko Kepala ruangan sekaligus
obat High Alert
kesalahan pemberian obat memegang peran supervisi

MATERIAL (M2) MAN (M1)


MONEY (M4) MARKETING (M5)
Dana supervisi tidak ada
diatur dalam APBD dan
BLUD

Tidak dibuatnya SAK diruangan


Tidak ada dana khusus
yang mencakup 10 penyakit
untuk supervisi
terbanyak yang ada diruangan

Belum optimal
METODE (M3) pembuatan SAK (SAK
tidak lengkap)

Lulusan Ners 6 orang, S1 1 orang


dan D3 Berjumlah 14 orang. SDM
sudah cukup namun pelaksanaan
untuk membuat atau melengkapi
SAK belum optimal
SAK yang ada diruangan
tidak lengkap, tidak
mencakup 10 penyakit
terbanyak yang ada
diruanagan Kurang optimal
perencanaan untuk Kepala ruangan sekaligus
membuat SAK yang kurang memegang peran supervisi

MATERIAL (M2) MAN (M1)


MONEY (M4) MARKETING (M5)
Dana supervisi tidak ada
diatur dalam APBD dan
BLUD
Belum dicetaknya struktur
organisasi tetapi struktur
organisasi namun sudah dibuat
dalam bentuk file
Tidak ada dana khusus
untuk supervisi

Kurang optimal upaya


METODE (M3) pembuatan struktur
organisasi
Lulusan Ners 6 orang, S1 1
orang dan D3 Berjumlah 14
pembuatan struktur orang. SDM sudah cukup namun
belum adanya pemasangan
organisasi karena
struktur organisasi
tidak jelasnya
pembagian peran
dalam ruangan karena
struktur organisasi Sudah ada struktur
yang belum tercetak Kepala ruangan sekaligus
organisasi yang dibuat
memegang peran supervisi

MATERIAL (M2) MAN (M1)


Planning Of Action (POA)

INDIKATOR BIAYA PENANGG


No MASALAH TUJUAN KEGIATAN KEBERHASILA WAKTU UNG
N JAWAB
1 Kurang optimal Untuk mencegah 1. Membangun kembali Dilakukannya Role play 1. Bingkai ± Puspita
upaya resiko kesalahan kesadaran dengan pembuatan dilaksanak 45.000,- Wulandari
penanggulangan pemberian obat membuat poster dan stiker poster dan an pada 2. Poster ±
resiko kesalahan dengan nilai obat High Alert stiker obat High tanggal 13 30..000,- Anggota :
dalam pemberian capaian 100% 2. Melakukan sosialisai Alert oleh Mei – 26 3. Stiker 100 Mariatul
obat High Alert tentang jenis obat High mahasiswa Mei 2019 pic ± Kiftiyah
Alert stase 50.000,- Rudianor
manajemen. 4. Tranfortasi Ratna
dan dapat ± 15.000,- Windari
diimplementasik
an diruangan
2. Kurang Untuk 1. Membangun kembali Dilakukanny Role play 1. ATK Mariatul
optimal mencegah kesadaran untuk a dilaksanak ± Kiftiyah
pembuatan kesalahan membuat asuhan pembuatan an pada 100.
SAK (SAK dalam keperawatan yang SAK yang tanggal 13 000, Anggota :
tidak lengkap) pembuatan sesuai dengan SAK kurang oleh Mei – 26 - Rudianor
asuhan 2. Melakukan sosialisasi kerjasama Mei 2019 2. Perc Ratna
keperawatan tentang pembuatan antara pihak etak Windari
dengan nilai SAK yang kurang rumah sakit an ± Endah
capaian 100 % dan 60.0 Sepiana
mahasiswa 00,- Wati
stase Muhamma
manajemen d Aulia
dan dapat Azwar
diimplement
asikan
diruangan
3 Kurang Adanya pembuatan Dilakukannya Role play 1. Spanduk Rizqa
optimal struktur struktur pembuatan dilaksanaka besar 1,5 Hadiyati
upaya organisasi organisasi n pada cm x 1 cm
pembuatan agar yang karena tidak tanggal 13 ± Anggota
struktur struktur peran jelasnya Mei – 26 80.000,- :
organisasi jelas terlihat pembagian Mei 2019 2. Bingkai Endah
peran dalam sesui Sevianaw
ruangan ukuran ± ati
karena 100.000,- Muhamm
struktur ad Aulia
organisasi Azwar
yang belum Jabal
tercetak. Rahmah
TERIMAKASIH