You are on page 1of 54

Anatomi- Fisiologi Pulmo

Kardiovaskuler

Oleh
Dr. Huldani, MM, M.Imun
Pendahuluan
Fungsi sistem kardiovaskuler bersama - sama dengan
sistem pulmonal adalah untuk mensirkulasikan darah
yang teroksigenasi melalui pembuluh darah ke
seluruh sel - sel tubuh
Sistem ini kemudian mengumpulkan darah yang sudah
tidak teroksigenasi dari sistem pembuluh darah vena
untuk dihantarkan ke paru - paru agar teroksigenasi
kembali
Anatomi Jantung

 Organ berongga
 Memiliki 4 ruang :
– 2 atrium (kanan & kiri)
– 2 ventrikel (kanan & kiri)
 Jantung merupakan organ muskular berongga yang
bentuknya sedikit mirip piramida & terletak dalam
perikardium di mediastinum
 Pada basisnya dihubungkan dengan pembuluh -
pembuluh darah besar
 Mempunyai 3 permukaan : facies sternocostalis (
anterior ), facies diafragmatica ( inferior ), Basis
Cordis ( posterior ), juga mempunyai apex, yang
arahnya kedepan, bawah & kiri
Dinding Jantung

 Endokardium - lapisan dalam; jaringan


epitel yang membatasi seluruh sistem
sirkulasi
 Miokardium - lapisan paling tebal; terdiri
atas otot jantung
 Epikardium - tipis; membran luar yang
mengelilingi jantung
Jaringan Otot jantung

 Bercorak
 sel -sel banyak mengandung
mitokondria (lebih kurang 40% dari
volume sel)
 Hubungan antar sel dibatasi dari ujung
ke ujung pada strukturnya yang
dinamakan diskus interkalaris
(intrcalated disc)
Ruang - ruang jantung

 Atrium kanan, tempat bermuaranya


pembuluh darah vena : V. Cava
Superior, V. Cava Inferior, Sinus
Coronarius
 Ventrikel kanan, berhubungan dengan
atrium kanan melalui ostium
atrioventriculare dimana terdapat katup
TRIKUSPIDALIS
 Dengan trunkus pulmonalis melalui
ostium trunci pulmonalis, dimana
terdapat katup SEMILUNAR
PULMONALIS
 Dinding lebih tebal dibanding atrium,
dengan permukaan yang berigi disebut
TRABEKULAE CARNAE, yang terdiri
atas salah satunya adalah M. Pappilaris
 Trikuspidalis dihubungkan dengan M.
Pappilaris oleh CHORDA TENDINEAE
 Atrium kiri, terletak dibelakang atrium
kanan, bermuara 4 vena pulmonalis,
berhubungan dengan vetrikel kiri
melalui ostium atrioventrikular kiri yang
terdapat katup MITRAL
 Ventrikel kiri, dindingnya 3 kali lebih
tebal dibandingkan ventrikel kanan,
berhubungan dengan AORTA, yang
dibatasi oleh SEMILUNARIS AORTA
Struktur Jantung

 Terdiri dari lapisan tebal otot jantung,


Myocardium, epicardium, endocardium
 Atrium jantung relatif mempunyai
dinding tipis & dibagi menjadi septum
interatriale yang membagi menjadi
atrium kanan & kiri
Pendarahan Jantung

 Arteri yang memperdarahi jantung


adalah a. coronaria dextra & sinistra,
yang berasal dari aorta
 Cabang a. coronaria dextra : r.
marginalis : memperdarahi ventrikel
kanan & r. interventikularis posterior
yang memperdarahi kedua ventrikel
 Cabang a. coronaria sinistra : r.
interventricularis anterior,
memperdarahi ventrikel kanan & kiri
juga septum interventrikularis, r.
circumflexus, memperdarahi atrium &
ventrikel kiri
 Nodus Sinoatrial
 Jalur internodus
 Nodus Atrioventrikular
 Berkas His
 Serabut Purkinye
Elektrokardiografi

 Elektrokardiogram normal terdiri atas : 1


gelombang P, 1 kompleks QRS dan
sebuah gelombang T
 Gel P disebabkan oleh depolarisasi
atrium
 QRS disebabkan oleh depolarisasi
ventrikel
 Gelombang T dicetuskan sewaktu
ventrikel pulih dari keadaan
depolarisasi, disebut juga sebagai
gelombang repolarisasi
Siklus Jantung

 Jantung sebagai pompa


 Mekanisme siklus jantung
 Cardiac Output
Jantung Sebagai pompa

 Jatung dibungkus oleh perikardium


yang mengandung 5 - 30 ml cairan
jernih yang melumasi jantung
 Sistolik atrium mulai setelah gel P EKG
 Sistolik ventrikel mulai dekat akhir gel R
 Sistolik ventrikel berakhir setelah
gelombang T
Siklus Jantung

 Bagian akhir suatu kontraksi jantung


sampai pada akhir kontraksi berikutnya
 Dimulai potensial aksi spontan didalam
nodus SA
Atrium sebagai pompa

 Normal 70 % darah dari vena cava


mengalir langsung ke ventrikel
 20 - 30 % oleh karena kontraksi
ventrikel
 Perubahan tekanan dalam atrium : gel
a, gel c, gel v
Ventrikel sebagai pompa

 Pengisian cepat ventrikel ( 1/3 diastol


awal )
 1/3 diastol tengah diastasis
 1/3 diastol akhir
Pengosongan ventrikel

 Ventrikel berkontraksi, tekanan


meningkat tiba - tiba menyebabkan
katup AV menutup
 Kontraksi Isovolumetrik : kontraksi
didalam ventrikel namun belum ada
pengosongan
 Periode ejeksi : peningkatan ventrikel
kiri > 80 mmHg menyebakabkan katup
semilunar aorta terbuka
 Jumlah darah yang dikeluarkan tiap
ventikel ( stroke ) waktu istirahat adalah
70 - 90 ml
 Meninggalkan darah kira - kira 50 ml
dalam tiap ventrikel pada akhir sistolik
Relaksasi Isovolumetrik :
 Tekanan ventrikel turun

 Katup semilunar Aorta & Pulmonal


menutup
 Katup AV terbuka
 Volume akhir diastolik : volume ventrikel
meningkat menjadi 120 - 130 ml
 Volume curah sekuncup ( stroke volume
) : 70 ml
 Volume akhir sistolik : volume yang
masih tertinggal setiap ventrikel setelah
sistolik 50 - 60 ml
Fungsi Katup

 Katup AV : mencegah darah masuk


kedalam atrium saat ventrikel
berkontraksi ( sistolik )
 Katup semilunar AP : mencegah darah
masuk kedalam ventrikel saat diastolik
 M. papilaris berkontraksi bila ventrikel
berkontraksi
Bunyi Jantung

 Terjadi oleh karena adanya penutupan


katup yang menyebabkan bergetarnya
katup & cairan disekelilingnya oleh
karena adanya perbedaan tekanan
yang timbul mendadak, menjalar
melewati dada ke semua jurusan
 BJ I : oleh karena penutupan katup AV,
nada rendah, relatif berlangsung lama
 BJ II : penutupan semilunar, relatif
cepat
 Sistolik : interval BJ I - BJ II
 Diastolik : intrval BJ II - BJ I
Pengaturan Fungsi Jantung

 Pengaturan Intrinsik pemompaan dalam


menanggapi perubahan volume darah
yang mengalir kedalam jantung
 Pengaturan jantung secara refleks oleh
sistem saraf otonom
Pengaturan Intrinsik

 Kemampuan jantung intrinsik untuk


beradaptasi terhadap beban yang
berubah - ubah akibat aliran darah
masuk ke jantung : Hukum Frank -
Starling untuk Jantung
Hukum Frank - Starling

 Dalam batas - batas fisiologis jantung


memompakan semua jumlah darah
yang memasukinya tanpa membiarkan
adanya bendungan darah yang
berlebihan dalam vena
Pengaturan kerja Jantung

 Pengaturan lokal
 Saraf
 Hormonal
Curah Jantung (Cardiac Output)

Ditentukan oleh :
– Isi sekuncup (stroke volume)
– Jumlah denyut jantung per menit

CO = HR X SV