You are on page 1of 14

KONSEP KEPERAWATAN ANAK

DALAM KONTEKS KELUARGA

RivanFirdaus
Ahmad Taufik
Ratu Kardina
Guntur Saputra
Perspektif Keperawatan Anak
dalam Konteks Keluarga
Keluarga merupakan unsur
penting dalam perawatan anak
mengingat anak bagian dari
keluarga. Dalam Pemberian
Askep diperlukan keterlibatan
keluarga karena anak selalu
membutuhkan orang tua di
Rumah Sakit seperti aktivitas
bermain atau program
perawatan lainnya.
Atrumatic care adalah perawatan
yang tidak menimbulkan trauma
pada anak dan keluarga.

Atraumatik care sebagai bentuk


perawatan terapeutik dapat
diberikan kepada anak dan
keluarga dengan mengurangi
dampak psikologis dari tindakan
keperawatan yang diberikan,
seperti memperhatikan dampak
psikologis dari tindakan
keperawatan yang diberikan
dengan melihat prosedur tindakan
atau aspek lain yang kemungkinan
berdampak adanya trauma untuk
mencapai perawatan tersebut
beberapa prinsip yang dapat dilakukan oleh
perawat antara lain:

1. Menurunkan atau mencegah dampak


perpisahan dari keluarga
2. Meningkatkan kemampuan orang tua dalam
mengontrol perawatan pada anak.
3. Meningkatkan kemampuan orang tua dalam
mengontrol perawatan pada anak.
4. Tidak melakukan kekerasan pada anak
5. Modifikasi lingkungan
Paradigma Keperawatan Anak
Keperawatan Anak Berfokus
Pada Keluarga
Family Centered Care (FCC) atau
perawatan yang berpusat pada
keluarga didefinisikan sebagai
filosofi perawatan berpusat pada
keluarga, mengakui keluarga
sebagai konstanta dalam
kehidupan anak. Family
Centered Care meyakini adanya
dukungan individu,
menghormati, mendorong dan
meningkatkan kekuatan dan
kompetensi keluarga (Yuliastati,
2016).
Manfaat penerapan family centered care adalah sebagai berikut
(Yuliastati, 2016):
1. Hubungan tenaga kesehatan dengan keluarga semakin menguat
dalam meningkatkan kesehatan dan perkembangan setiap anak.
2. Meningkatkan pengambilan keputusan klinis berdasarkan informasi
yang lebih baik dan proses kolaborasi.
3. Membuat dan mengembangkan tindak lanjut rencana perawatan
berkolaborasi dengan keluarga.
4. Meningkatkan pemahaman tentang kekuatan yang dimiliki keluarga
dan kapasitas pemberi pelayanan.
5. Penggunaan sumber-sumber pelayanan kesehatan dan waktu tenaga
profesional lebih efisien dan efektif (mengoptimalkan manajemen
perawatan di rumah, mengurangi kunjungan ke unit gawat darurat
atau rumah sakit jika tidak perlu, lebih efektif dalam menggunakan
cara pencegahan).
6. Mengembangkan komunikasi antara anggota tim kesehatan.
7. Persaingan pemasaran pelayanan kesehatan kompetitif.
8. Meningkatkan lingkungan pembelajaran untuk spesialis anak dan
tenaga profesi lainnya dalam pelatihan-pelatihan.
9. Menciptakan lingkungan yang meningkatkan kepuasan profesional.
10. Mempertinggi kepuasan anak dan keluarga atas pelayanan kesehatan
yang diterima.
Konsep Komunikasi pada Anak
1. Perkembangan Komunikasi Pada Bayi Dan
Anak
a. Masa bayi (0-1 tahun)
b. Masa Balita (sampai 5 tahun)
c. Anak Usia 5 sampai 8 tahun
d. Anak usia 8 sampai 12 tahun
e. Anak usia remaja
Bentuk Komunikasi
Prabicara

a. Tangisan
b. Ocehan dan celoteh
c. Isyarat
d. Ungkapan emosional
Pendekatan Teori Model
Keperawatan pada Anak
Dalam asuhan keperawatan, menurut Roy sebagai
penerima asuhan keperawatan adalah individu,
keluarga, kelompok, masyarakat yang dipandang
sebagai “Holistic adaptif system” dalam segala
aspek yang merupakan satu kesatuan.
Sistem adalah suatu kesatuan yang di hubungkan
karena fungsinya sebagai kesatuan untuk
beberapa tujuan dan adanya saling
ketergantungan dari setiap bagian-bagiannya.
System terdiri dari proses input, output, kontrol
dan umpan balik.
Trend dan Isu dalam
Keperawatan Anak

1.Perawatan Berfokus Pada


Keluarga
2.Imunisasi
3.Terapi pijat anak-anak maupun
bayi
Jurnal Pendukung
A Meta-Analysis of the Efficacy and Safety of
Using Oil Massage to Promote Infant Growth

Minyak pijat dapat secara


efektif meningkatkan
pertumbuhan fisik bayi, dan itu
menyajikan risiko terbatas dari
reaksi kulit yang merugikan.
Namun, hubungan antara
perkembangan saraf dan
pijatan minyak membutuhkan
penelitian lebih lanjut.
terimakasih