Rihadini

Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo

Semarang

€ Menurut

PPDGJ III y itu sekelompok ngguan psikosis fungsional psikologis yang itandai oleh distorsi pikiran dan persepsi yang mendasar dan khas. Afek yang tidak wajar atau tumpul. Kesadaran yang jernih, kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara, walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian.

€ Penyebab

gangguan skizofrenia belum diketahui dengan pasti. Ada beberapa teori penyebab yang terus berkembang : A. Teori Somatogenik:
1. 2.

3.

4.

Keturunan/ genetik Endokrine: sering timbul skizofrenia pada waktu pubertas, kehamilan dan puerperium Metabolisme: mungkin disebabkan kesalahan metabolisme Susunan saraf pusat: diduga kelainan SSP dapat menyebabkan gangguan neurotransmiter pada tempat tertentu di otak, pelebaran ventrikel lateral dan III, ggn perkembangan neuron awal dan perubahan metabolisme serebral

B.

Teori psikogenik:
1. 2. 3. 4.

Adolf Meyer: suatu mal adaptasi Sigmund Freud: kelemahan ego E.Bleuler: jiwa yang terpecah belah atau disharmoni Stres psikologi:  Persaingan antara saudara kandung  Hubungan yang kurang baik dalam keluarga. Pekerjaan dan masyarakat; ekspresi emosi yang tinggi dalam keluarga.

C.
ƒ

Teori sosiogenik:
Keadaan sosial ekonomi, pengaruh keagamaan, nilainilai moral, bulan kelahiran(berhubungan dengan musim di negara barat, infeksi prenatal), industrialisasi, perbedaan kultur, dll.

€ Tidak

ada gejala-gejala yang patognomonis, tetapi dalam praktek untuk kepentingan diagnosis ada beberapa kelompok gejala, yaitu berupa gangguan:
1.

2.

3.

4. 5.

Berbahasa dan komunikasi: asosiasi longgar, sirkumstansial, tangensial, kemiskinan isi pembicaraan, neologisme, inkoherensi Isi pikiran: tidak logis, distorsi pikiran dan persepsi, berbagai macam delusi/ waham Persepsi: halusinasi perintah serta berbagai macam halusinasi, ilusi Afek: tidak serasi, labil tumpul, dll Sense of self: tidak tahu siapa dirinya, ragu-ragu, bimbang tentang identitasnya

6.

7.

8.

Kemauan(volition): inisiatif, aktivitas yang bertujuan, dorongan dan interest yang kurang, tidak mampu menyelesaikan aktivitas, ambivalensi. Hubungan dengan dunia luar: menarik diri dari dunia luar kedalam egosentrik, dan fantasi/ ide yang tak logis, autistik Perilaku motorik: motorik spontan berkurang (stupor katatonik), fleksibilitas serea, katapleksi, gerakan monoton dan konstan, agresif ( katatonia agitasi)

€ Crow,
ƒ ƒ

1980 gejala positif dan negatif :

Gejala positif disebut type I Gejala negatif disebut type II

ƒ

Gejala positif isebut type I: 
    

disebabkan gangguan regulasi dopamin Gejala onset akut Potensial reversibel Fungsi intelektual normal Respon dengan antipsikotika baik Gejala-gejala berupa halusinasi, waham, berbagai bentuk gangguan proses pikir, perilaku aneh Disebabkan abnormalitas struktur otak Dengan gejala kemiskinan pembicaraan/ide dan proses pikir (alogia), keterbatasan afek dan emosi, hilangnya kemauan dan dorongan sosial serta perawatan diri, hilangnya kemampuan untuk menikmati kesenangan (anhedonia ² asosialisasi) dan kurangnya perhatian.

ƒ

Gejala negatif isebut type II: 


Gejala posistif Waham Halusinasi Bicara kacau Katatonia

Disfungsi sosial/ okupasional Kemampuan bekerja Hubungan interpersonal Merawat diri

Gejala negatif Afek datar/ tumpul Alogia Avolition Anhedonia Social withdrawal

Defisit ognitif Atensi Memori Fungsi eksekutif (mis.daya abstraksi)

Komorbiditas penyalahgunaan zat

Gejala afektif/ ood Depresi Tak berdaya Keinginan bunuh diri Ansietas Agitasi hostilitas

€ Anamnesis
ƒ ƒ ƒ ƒ

Autoanamnesis heteroanamnesis Somatik: internistik, neurologik, laboratorium Psikiatrik: termasuk evaluasi psikologi

€ Pemeriksaan

€ Kunjungan

rumah/ sekolah/ kerja: untuk memperoleh data tambahan guna membantu menegakkan diagnosis € Diagnosis dibuat berdasarkan gejala klinis yang memenuhi batasan kriteria diagnosis skizofrenia dalam PPDGJ III.

1.

Harus ada sedikitnya satu gejala yang jelas (dan biasanya 2 gejala atau lebih bila gejalagejala itu kurang tajam atau kurang jelas):
a. ‡ ‡ b. ‡ ‡ ‡ b. c.

‡ ‡ d.

Thought echo Thought insertion or withdrawal Thought broadcasting Delution of control Delution of influence Delution of passivity Delution of perception Halusinasi auditorik Halusinasi yang berkomentar terus menerus terhadap perilaku penderita Mendiskusikan pasien diantara mereka sendiri Halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh Waham-waham menetap jenis lain, yang menurut budaya setempat tidak wajar dan sesuatu yang mustahil

2.

Paling sedikit 2 gejala di bawah ini harus selalu ada secara jelas:
a.

b.

c.

d.

Halusinasi yang menetap dari pancaindera apa saja, apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas, ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan yang menetap, ataupun apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus menerus. Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation), yang berakhir inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan atau neologisme Perilaku katatonik seperti keadaan gaduh gelisah, posisi tubuh tertentu atau fleksibilitas serea, negativisme, mutisme, stupor Gejala-gejala negatif: sikap sangat apatis, jarang bicara, respon emosional tumpul atau tidak wajar, penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial, tetapi harus jelas bahwa hal tersebut tidak disebabkan depresi atau medikasi neuroleptika

3.

4.

Gejala-gejala tertentu diatas harus secara jelas selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase non psikotik prodromal) Harus ada perubahan konsisten yang bermakna dalam mutu keseluruhan dari beberapa aspek perilaku perorangan., bermanisfestasi sebagai hilangnya minat, hidup tak bertujuan, tidak berbuat sesuatu, sikap larut dalam diri sendiri dan penarikan diri secara sosial

€ Skizofrenia

Paranoid € Skizofrenia Hebefrenik € Skizofrenia Katatonik € Skizofrenia Tak Terinci (undifferentiated) € Depresi pasca skizofrenia € Skizofrenia residual € Skizofrenia simplek € Skizofrenia lainnya € Skizofrenia tak tergolongkan

1.

Somatoterapi
a. b. c.

Neuroleptik tipical (konvensional) Neuroleptik atipikal (novel) Terapi elektrokonvulsi kalau perlu Untuk memperkuat fungsi ego dengan cara psikoterapi suportif Agar penderita dapat bersosialisasi Memahami dan menerima keadaan penderita Membimbing pasien dalam kehidupan sehari-hari, memberi kesibukan atau pekerjaan Mengawasi obat secara teratur dan terus menerus serta membawa pasien untuk pemeriksaan ulang

2.

Psikoterapi:
‡ ‡

3.

Manipulasi lingkungan
‡ ‡

‡

1.

2. 3.

4.

Kesembuhan total (total recovery): mungkin sembuh seterusnya, mungkin kambuh 1-2 kali Kesembuhan sosial (social recovery) Keadaan kronis yang stabil(stable chronicity) Terjadi deteriorasi

Secara umum prognosis bergantung pada: 1. Usia pertama kali timbul(onset) 2. Mula timbulnya akut atau kronik 3. Tipe/jenis skizofrenia 4. Cepat, tepat serta teraturnya pengobatan 5. Ada/tidak ada faktor keturunan 6. Ada/tidak ada faktor pencetus 7. Kepribadian pre psikotik 8. Keadaan sosio ekonomi 9. Jenis kelamin 10. Status perkawinan 11. Gejala postif/negatif
€

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful