Fisiologi ibu hamil

Disusun oleh : Hinarto

sehingga dosis pemberian anestesi apapun harus dipertimbangkan. ‡ MAC yang menurun ini disebabkan oleh perubahan hormon maternal serta endogenus opioid : . .Beta endorfin pada ibu hamil juga meningkat.CNS ‡ MAC pada ibu hamil 40 % . dan akan kembali normal setelah 3 hari kelahiran bayi . .Progesteron kenaikan dosis 20x dari obat sedasi.

kenaikan epidural blood flow.Penurunan dari Volume potensial ruang epidural .‡ Pada ibu hamil juga mengalami kenaikan sensitifitas terhadap anestesi regional ( sehingga dosis diturunkan 30 % ).Penurunan dari volume serebrospinal . ‡ Fenomena ini bukan hanya karena perubahan hormon ibu hamil tapi juga karena adanya pembesaran dari uterus sehingga dapat menekan ruang plexus epidural. distensi plexus epidural. ‡ Pembesaran progresif dari uterus dapat menyebabkan : obstruksi vena cava inferior.Kenaikan dari tekanan ruang epidural . Dari 3 penyebab diatas dapat menyebabkan : .

Respirasi Tidal volume dan Respirasi rate mengalami kenaikan. PaCO2 menurun 28-32 mmHg muncul alkalosis respiratorik yang disebabkan oleh mekanisme kompensasi untuk menurunkan kadar konsentrasi bikarbonat plasma. ‡ Perubahan pada sistem pernapasan disebabkan oleh adanya pembesaran dari uterus. Ventilasi permenit naik hingga 50 %. Konsumsi O2 juga mengalami kenaikan 20-50 %. ‡ ‡ ‡ ‡ .

‡ Dengan adanya kenaikan dari diafragma. kapasitas vital paru minimal dipengaruhi. ‡ FRC dapat menurun 50 % pada wanita hamil pada posisi supine.penurunan dari gerakan diafragma. . tetapi FRC menurun 20 % dan akan kembali normal setelah 3 hari kelahiran. pernapasan torakal lebih dominan daripada abdominal. maka pada wanita hamil dilakukan posisi lateral saat tidur.Dengan adanya FRC yang menurun ini maka dapat terjadi atelektasis dan hiposekmia. ‡ Dengan FRC yang menurun serta konsumsi O2 yang meningkat maka pada semua wanita hamil terjadi fase apnea yang lebih cepat daripada orang tidak hamil.‡ Pembesaran dari uterus dapat menyebabkan elevasi diafragma yang dikompensasi dengan kenaikan diameter antero-posterior thorak.

‡ Pembesaran dari kapiler mukosa selama kehamilan dapat menyulitkan saat dilakukan intubasi karena dapat terjadi trauma.5 mm. dan obstruksi.‡ Pada Wanita hamil saat pemilihan teknik anestesi umum maka harus dilakukan preoksigenasi yang lebih daripada orang tidak hamil. ‡ Bila perlu dilakukan Rapid Sequence Induction .6. ‡ Penurunan FRC dan kenaikan dari ventilasi permenit maka dapat mengakibatkan kenaikan dari jumlah zat inhalasi anestesi. maka dalam intubasi dilakukan dengan cepat dan pemilihan ETT berdiameter 6 . perdarahan mukosa.

.Kardiovaskular ‡ CO ( cardiac output ) dan volume darah naik selama kehamilan untuk mencukupi kebutuhan untuk metabolisme dari maternal dan fetus. ‡ Konsentrasi Hb dipertahankan diatas 11 gram / dl untuk transportasi oksigen ke jaringan. ‡ Penurunan SVR pada trimester ke 2 akan menurunkan diastolik dan sistolik tekanan darah. ‡ Volume darah (plasma) yang meningkat 45 % dan kenaikan seldarah merah sekitar 20 % menyebabkab adanya anemia fisiologis. juga terjadi penurunan respon terhadap adrenergik dan vasokontriktor agent.

sweating.‡ Pada wanita hamil terjadi peningkatan volume darah sebanyak 1000-1500 ml untuk mentolerir adanya kehilangan darah saat proses persalinan. nausea dan vomiting. ‡ Kira2 sebanyak 20 % wanita hamil terjadi syndrom supine hipotensi yg dikarakteristikan sebagai gejala hipotensi seperti : pallor. ‡ Syndrom tersebut terjadi karena adanya penekanan vena cava inferior oleh uterus yg membesar. . dan terjadi pada wanita hamil dengan posisi supine. ‡ Peningkatan CO (40%) dapat menyebabkan peningkatan heart rate 15-20 % dan Stroke volume 30 %. Pada persalinan normal terjdai kehilangan darah sebanyak 400-500 ml sedangkan pada caesar terjadi kehilangan darah sebanyak 800-1000 ml. Sindrom ini menyebabkan vaskularisasi diutamakan dari uterus ke bawah sehingga pasien dapat terjadi sindrom ini.

‡ Kompresi autocaval : ‡ Kombinasi dari sistemik hipotensi dan peningkatan tekanan venous uteri serta teknik anestesi spinal dapat menyebabkan keadaan hipotensi maternal yang sangat parah. . sehingga dapat menyebabkan asfiksi dari fetus.

serta terjadi peningkatan renin dan aldosteron yang mengakibatkan retensi natrium. ‡ GFR mengalami peningkatan . serta serum creatinin dan nitrogen urea mengalami penurunan. ‡ Ginjal seringkali membesar.5-0.6 mg/dl dan nitrogen urea menurun sebanyak 8-9 mg/dl .Sistem Ginjal ‡ Pada wanita hamil terjadi peningkatan renal blood flow saat trimester pertama. ‡ Serum creatini menurun sebanyak 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful