MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT

SEKSI KESEHATAN KELUARGA SUBDIN BINA PELAYANAN KESEHATAN

LATAR BELAKANG
SETIAP TAHUN LEBH DARI 12 JUTA ANAK MENINGGAL AKIBAT TERSERANG PENYAKIT DAN NUTRISI YANG TIDAK CUKUP.

DI BEBERAPA NEGARA, 1 DARI 5 ANAK MENINGGAL SEBELUM MEREKA BERUSIA LIMA TAHUN

70 % KEMATIAN PADA ANAK DISEBABKAN OLEH LIMA PENYAKIT YANG SEMUANYA DAPAT DICEGAH DAN DAPAT DIOBATI 3 DARI EMPAT ANAK YANG MENCARI PELAYANAN KESEHATAN PALING TIDAK MENDERITA SATU DARI LIMA PENYAKIT TERSEBUT YAITU : PNEUMONIA DIARE MALARIA CAMPAK MALNUTRISI

PNEUMONIA BUKAN MERUPAKAN ANCAMAN SERIUS BAGI KEHIDUPAN ANAK DENGAN MENGGUNAKAN STANDAR TEHNIK MANAJEMEN KASUS. PNEUMONIA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT MEMBUNUH 2 JUTA BALITA SETIAP TAHUN. 40 % ANAK YANG DATANG KE KLINIK MENDERITA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT DI NEGARA BERKEMBANG 1 DARI 3 ANAK YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT DISEBAKAN OLEH PNEUMONIA DENGAN PENANGANAN YANG BAIK. 70 % DARI KEMATIAN AKIBAT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN DAPAT DISELAMATKAN .1.

POLUSI UDARA DALAM RUANGAN. PERBAIKAN NUTRISI TERMASUK MENYUSUI .UNTUK MENGURANGI ANGKA KEMATIAN AKIBAT PNEUMUNIA DI NEGARA BERKEMBANG MEMERLUKAN : PENGENALAN SEGERA TERHADAP PNEUMONIA ENGOBATAN SEGERA DG ANTIBIOTIK RUJUKAN SEGERA TERHADAP KASUS YANG BERAT PERBAIKAN MANAJEMEN DI RUMAH PENCEGAHAN MELALUI IMUNISASI.

8 JUTA ANAK SETIAP TAHUN DENGAN MENGETAHUI LAMANYA DIARE. MENGKAJI DERAJAT DEHIDRASI DAN ADANYA DARAH DALAM TINJA.2. DIARE DI NEGARA BERKEMBANG. YANG MERUPAKAN PEMBUNUH ANAK BALITA NOMOR DUA DI DUNIA PENANGANAN DIARE SECARA TEPAT DAPAT MENYELAMATKAN 1. SETIAP TAHUN 2 JUTA ANAK MENINGGAL AKIBAT PENYAKIT DIARE. PETUGAS KESEHATAN TERLATIH AKAN MAMPU MENGKATEGORIKAN TIPE DIARE DAN MEMUTUSKAN PENGOBATAN YANG SESUAI .

PENDEKATAN TERPADU WHO UNTUK MENGURANG ANGKA KEMATIAN AKIBAT DIARE DENGAN MENINGKATKAN : PENGOBATAN YG CEPAT & EFEKTIF DENGAN STANDAR MANAJEMEN KASUS DETEKSI AWAL DAN PENGOBATAN KONDISI YANG TIMBUL AKIBAT DIARE PERBAIKAN MANAJEMEN DI RUMAH PERBAIKAN NUTRISI PENCEGAHAN MELALUI MENYUSUI DAN VAKSINASI CAMPAK .

000 ANAK SETIAP TAHUN . TERUTAMA DI DAERAH SUB SAHARA AFRIKA MALARIA ENDEMIK DI LEBIH DARI 100 NEGARA DAN SETENGAH DARI POPULASI DI DUNIA HIDUP DI DAERAH BERESIKO MANAJEMEN MALARIA SECARA TEPAT DAPAT MENYELAMATKAN 500. MALARIA 600.000 ANAK MENINGGAL AKIBAT MALARIA SETIAP TAHUN.3.

UNTUK MENGURANGI JUMLAH ANAK YANG MENINGGAL AKIBAT MALARIA MEMERLUKAN : MENDORONG ORANG TUA UNTUK MENCARI PERAWATAN YANG SESUAI PENGKAJIAN YANG AKURAT KONDISI ANAK SECARA MENYELURUH PENGOBATAN SEGERA DENGAN OBAT ANTI MALARIA DETEKSI AWAL DAN PENGOBATAN TERHADAP KONDISI LAIN YANG ADA SEPERTI MALNUTRISI DAN ANEMIA PENCEGAHAN DENGAN MENGGUNAKAN KELAMBU .

000 KEHIDUPAN SETIAP TAHUN .4.000 BALITA SETIAP TAHUN. CAMPAK SANGAT MUDAH DICEGAH YAITU DENGAN PEMBERIAN VAKSIN YANG AMAN DAN BIAYANYA MURAH PENCEGAHAN YANG EFEKTIF DAN PENGOBATAN CAMPAK DAPAT MENYELAMATKAN 700. CAMPAK CAMPAK MERUPAKAN PENYAKIT UMUM YANG MENGINFEKSI LEBIH DARI 40 JUTA ANAK DAN MEMBUNUH 800.

UNTUK MENGURANGI JUMLAH ANAK YANG MENINGGAL AKIBAT CAMPAK DI SELURUH DUNIA MEMERLUKAN : PENINGKATAN CAKUPAN IMUNISASI YG LEBIH LUAS RUJUKAN SEGERA UNTUK KASUS YANG SERIUS PENGOBATAN SEGERA KONDISI YG TIMBUL MENYERTAI CAMPAK PERBAIKAN NUTRISI TERMASUK MENYUSUI DAN SUPLEMEN VIT A .

00 JIWA PER TAHUN . MALNUTRISI MESKIPUN NUTRISI TIDAK TERCATAT SEBAGAI PENYEBA LANGSUNG. TAPI KONDISI TERSEBUT MENDUKUNG LEBIH DARI SETENGAH KEMATIAN PADA ANAK. PRAKTEK PEMBERIAN MAKAN YANG SALAH DAN PENYAKIT MENDUKUNG TERJADINYA MALNUTRISI PERBAIKAN PRAKTEK PEMBERIAN MAKAN UNTUK MENCEGAH DAN MENGOBATI MALNUTRISI DAPAT MENYELAMATKAN 800.5. PADA KEBANYAKAN ANAK. KURANGNYA AKSES TERHADAP MAKANAN BUKAN MERUPAKAN SATUSATUNYA PENYEBAB MALNUTRISI.

PENDEKATAN WHO DAPAT MEMPERBAIKI NUTRISI ANAK DENGAN : MENINGKATKAN POLA MENYUSUI MEMPERBAIKI PRAKTEK MENYUSUI MEMBERIKAN SUPLEMEN MIKRONUTRISI SECARA RUTIN PADA ANAK YANG MEMBUTUHKANNYA .

MEREKA AKHIRNYA MENGEMBANGKAN STRATEGI BARU YANG MEMFOKUSKAN PADA ANAK SECARA KESELURUHAN DARIPADA MENGOBATI SATU PENYAKIT ATAU KONDISI.PENDEKATAN BARU UNTUK MENGOBATI ANAK SAKIT SELAMA 15 TAHUN. BANYAK HAL DIPELAJARI DARI PROGRAM KONTROL PENYAKIT YANG TELAH DIGUNAKAN OLEH WHO. STRATEGI INI DIKENAL DENGAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT .

APA ITU MTBS ? SUATU PENDEKATAN KETERPADUAN DALAM TATA LAKSANA BALITA SAKIT DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT DASAR BUKAN PROGRAM VERTIKAL .

MELALUI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI UNIT RAWAT JALAN PADA FASILITAS KESEHATAN DASAR MEMBERIKAN KONTRIBUSI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KESEHATAN ANAK .TUJUAN MTBS MENURUNKAN SECARA SIGNIFIKAN ANGKA KESAKITAN DAN KEMATIAN GLOBAL YG TERKAIT DG PENYEBAB UTAMA PENYAKIT PADA BALITA.

KOMBINASI PERBAIKAN TATALAKSANA KASUS PADA BALITA SAKIT (KURATIF) DENGAN ASPEK GIZI. IMUNISASI DAN KONSELING (PROMOTIF DAN PREVENTIF) STRATEGI MTBS PENYAKIT ANAK DIPILIH MERUPAKAN PENYEBAB UTAMA KEMATIAN DAN KESAKITAN BAYI DAN BALITA .

MTBS SEBAGAI STRATEGY KEY UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN ANAK Manajemen Balita Sakit Gizi Imunisasi Pencegahan berbagai penyakit & promosi tumbuh kembang .

TIGA KOMPONEN STRATEGI MTBS MENINGKATKAN KETRAMPILAN PETUGAS KESEHATAN DALAM TATALAKSANA KASUS MEMPERBAIKI SISTEM KESEHATAN AGAR PENANGANAN PENYAKIT PADA BALITA LEBIH EFEKTIF MEMPERBAIKI PRAKTEK KELUARGA & MASYARAKAT DALAM PERAWATAN DI RUMAH DAN POLA PENCARIAN PERTOLONGAN .

PELATIHAN PROGRAM KESEHATAN VERTIKAL Bahan pelatihan & pedoman klinis penyakit yg spesifik dan terpisah-pisah Penyelenggaran pelatihan terpisah menurut penyakit Integrasi dari pedoman klinis oleh petugas kesehatan .

MTBS DAN SEORANG PETUGAS KESEHATAN Keterpaduan Pedoman klinis dan paket pelatihan Program nasional bekerjasama dalam pelatihan terpadu Manajemen terpadu kasus klinis .

CAMPAK. DIARE. MALNUTRISI ATAU KOMPLIKASI MENGAPA PERLU MTBS LEBIH DARI 75 % IBU MEMBAWA BALITA KE KLINIK DENGAN KELUHAN SALAH SATU KONDISI DI ATAS SERING DITEMUKAN OVERLAPPING GEJALA SEHINGGA DIAGNOSA TUNGGAL TIDAK TEPAT .12 JUTA BALITA MENINGGAL SETIAP TAHUN DI NEGARA BERKEMBANG 70 % KEMATIAN BALITA KARENA PNEUOMONIA. MALARIA.

YAITU : PARAMEDIS (PERAWAT & BIDAN) DOKTER BUKAN UNTUK RAWAT INAP BUKAN UNTUK KADER .PELAKSANA MTBS TENAGA KESEHATAN DI UNIT RAWAT JALAN TINGKAT DASAR.

KEUNTUNGAN MTBS BAGI PROGRAM TERKAIT
PROGRAM ISPA & DIARE Imunisasi Malaria Kesehatan Ibu Gizi Pengobatan, QA Promosi kesehatan KEUNTUNGAN Keterpaduan tatalaksana kasus Mengurangi ³missed opportunities¶ Memperbaiki penanganan malaria pada Balita & Promosi kesehatan Mendiskusikan kesehatan ibu dan memberikan konseling Konseling bagi ibu untuk pemberian makanan pada anaknya & meneteki Pedoman tatalaksana yang baku Mencari pertolongan kesehatan secara tepat

KONTRIBUSI MTBS DALAM MENUJU INDONESIA SEHAT 2010
PENGHEMATAN : BIAYA PELATIHAN, SUPERVISI, PENCETAKAN, OBAT & TRANSPORT IBU. MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DASAR. RASIONALISASI PEMAKAIAN OBAT. MENINGKATKAN PENGETAHUAN & KETRAMPILAN IBU/PENGASUH ANAK DALAM PERAWATAN DI RUMAH PADA BALITA SAKIT. MENGOPTIMALKAN PENDAYAGUNAAN NAKES. PEMERATAN CLINICAL ESSENSIAL PACKAGE. MENINGKATKAN RUJUKAN KASUS TEPAT WAKTU. MEMPERBAIKI PERENCANAN & MANAJEMEN KESEHATAN DI TINGKAT KABUPATEN MEMENUHI HAK-HAK ANAK.

FIK/AKPER 2001 : MTBS DILAKSANAKAN DI 23 PROPINSI .1996 : 1 SET MODUL & PEDOMAN MTBS WHO/UNICEF DIADAPTASI MENJADI PEDOMAN ³GENERIK´ INDONESIA 1997 : UJI LAPANGAN DI JAWA TIMUR 1998 : MASUK KURIKULUM 15 FK NEGERI.

2003 : PENGEMBANGAN MODUL MTBM 2004 : SURAT SEKJEN DEPKES RI KE SELURUH GUBERNUR. BUPATI/WALIKOTA SE-INDONESIA TENTANG ANJURAN PENERAPAN MTBS DALAM PENANGANAN BALITA SAKIT DI SELURUH PELAYANAN KESEHATAN DASAR .

.

PETUNJUK MANAJEMEN KASUS SECARA TERPADU TELAH DIKEMBANGKAN UNTUK DIGUNAKAN OLEH TENAGA KESEHATAN DARI BERBAGAI MACAM LATAR BELAKANG DAN PENGALAMAN UNTUK MENCAPAI KEEFEKTIFAN DALAM MANAJEMEN KASUS MAKA TENAGA KESEHATAN YANG MENGGUNAKAN PETUNJUK TERSEBUT HARUS DILATIH SISTEM DAN MATERI PELATIHAN TELAH DIKEMBANGKAN BAGI PETUGAS KESEHATAN DI TINGKAT PELAYANAN DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI PROSES SISTEMATIS UNTUK IMPLEMENTASI MTBS .

PUSTU.PELATIHAN MTBS SIAPA YANG PERLU DILATIH PETUGAS KESEHATAN DI UNIT RAWAT JALAN PUSKESMAS. BIDAN DI DESA PENANGGUNGJAWAB PROGRAM TERKAIT DI KAB/KOTA/PROPINSI (SUPERVISOR) FASILITATOR MTBS .

PUSKESMAS MAUPUN RUMAH SAKIT SEBAIKNYA SALING BERDEKATAN .TEMPAT PELATIHAN UNIT RAWAT JALAN PUSKESMAS DAN ATAU RUMAH SAKIT BANGSAL RAWAT INAP RUMAH SAKIT TEMPAT PELATIHAN DI KELAS.

LAMA PELATIHAN 11 HARI EFEKTIF (TANPA SESI MALAM) 9 HARI DIANTARANYA UNTUK PRAKTEK KLINIS .

METODE PELATIHAN 60 % PELAJARAN DI KELAS MEMBACA MODUL LATIHAN SOAL TERTULIS LATIHAN DENGAN VIDEO DAN FOTO BERMAIN PERAN LATIHAN LISAN 40 % PRAKTEK KLINIS PRAKTEK DENGAN KASUS SEBENARNYA .

MODIFIKASI PELATIHAN PELATIHAN 6 HARI (DG SESI MALAM) PELATIHAN JARAK JAUH (DENGAN PERTEMUAN TUTORIAL 1 MINGGU SEKALI SELAMA 20 MINGGU) PELATIHAN ³PRE-SERVICE´ DI FK/FIK DAN AKPER PELATIHAN INTERAKTIF MELALUI CD ROOM .

JUMLAH PESERTA DAN FASILITATOR JUMLAH PESERTA DALAM 1 ANGKATAN : MAKSIMAL 24 ORANG TERBAGI DALAM 3 KELOMPOK KECIL RATIO FASILITATOR DAN PESERTA 1 : 34 TIAP ANGKATAN TERDIRI DARI 1 INSTRUKTUR KLINIS .

TAHAP PAKET PELATIHAN TOT (PELATIHAN CALON FASILITATOR) UNTUK PEMAHAMAN MODUL LOKAKARYA FASILITATOR UNTUK KETRAMPILAN SEBAGAI FASILITATOR PELATIHAN MTBS BAGI PETUGAS PUSKESMAS. BIDAN DESA PEMANTAUAN PASCA PELATIHAN . PUSTU.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM MTBS .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful