DECENERAS! DAN DECENERAS!

DAN
NEKROS!S SEL NEKROS!S SEL
NK. PATOLOC! NK. PATOLOC!
By. By.
Wahyuni,A.Nd.Kep Wahyuni,A.Nd.Kep
Penyakit Penyakit ÷÷Kerusakan tubuh yg Kerusakan tubuh yg
disebabkan oleh agen berbahaya disebabkan oleh agen berbahaya
(jejas/lesi/trauma) S disertai reaksi tubuh (jejas/lesi/trauma) S disertai reaksi tubuh
sendiri, ex.panas, nyeri, sakit, dll. sendiri, ex.panas, nyeri, sakit, dll.
Kerusakan Tbh Kerusakan Tbh ÷÷ Degenerasi Degenerasi
= kemunduran jar (sakit) = kemunduran jar (sakit)
÷÷ Nekrosis Nekrosis= kematian sel = kematian sel
Damage done by Harmful agent + Body Reaction = Disease
DECENERAS! DECENERAS!
Degenerasi Degenerasi (Kemunduran ]aringan / sakit) (Kemunduran ]aringan / sakit) ÷÷
Perubahan Perubahan··perubahan morfologik akibat jejas perubahan morfologik akibat jejas··
jejas yg nonfatal. jejas yg nonfatal.
Perubahan Perubahan··perubahan tsb masih dpt pulih perubahan tsb masih dpt pulih
(reversibel). (reversibel).
Neskipun sebab yg menimbulkan perubahan Neskipun sebab yg menimbulkan perubahan
sama, namun bila berjalan lama S derajatnya sama, namun bila berjalan lama S derajatnya
berlebih berlebih ÷÷ kematian sel (nekrosis). kematian sel (nekrosis).
So.jejas sel(cellular injury) S kematian sel mrpk So.jejas sel(cellular injury) S kematian sel mrpk
kerusakan sel yg berbeda dlm derajat kerusakan sel yg berbeda dlm derajat
kerusakannya. kerusakannya.
Pada Degenerasi Pada Degenerasi ÷÷ timbul perubahan pd timbul perubahan pd
sel akibat adanya jejas pd sel sel akibat adanya jejas pd sel ÷÷
mengakibatkan ggn dlm metabolisme mengakibatkan ggn dlm metabolisme
karbohidrat, proten S lemak pd sel karbohidrat, proten S lemak pd sel ÷÷
Perubahan struktur sel.Sedangkan Perubahan struktur sel.Sedangkan
Pd !nfiltrasi Pd !nfiltrasi ÷÷ tjd akibat ggn yg sifatnya tjd akibat ggn yg sifatnya
sistemik sistemik ÷÷ akibat adanya metabolik akibat adanya metabolik··
metabolik yg menumpuk dlm jumlah metabolik yg menumpuk dlm jumlah
berlebihan berlebihan ÷÷ merusak struktur sel. merusak struktur sel.
!nfiltrasi sel pd miokardium ventrikel !nfiltrasi sel pd miokardium ventrikel
1eeenera¶¡ 1eeenera¶¡ ÷÷ tjd akibat jejas sel tjd akibat jejas sel ÷÷ baru baru
timbul perubahan metabolisme. Sdgkan timbul perubahan metabolisme. Sdgkan
nI¡Itra¶¡ nI¡Itra¶¡ ÷÷ mencerminkan adanya mencerminkan adanya
perubahan metabolisme perubahan metabolisme ÷÷ diikuti oleh diikuti oleh
jejas seluler. jejas seluler.
Dpt tjd akibat ggn yg sifatnya biokimiawi or Dpt tjd akibat ggn yg sifatnya biokimiawi or
biomolekuler. biomolekuler.
]EN!S ]EN!S··]EN!S DECENERAS! ]EN!S DECENERAS!
1. 1. B. 4lbumin (Cluudy Swelling÷bengkak keruh) B. 4lbumin (Cluudy Swelling÷bengkak keruh)
Nrpkan deg.yg paling ringan Nrpkan deg.yg paling ringan ÷÷ bersifat reversibel. bersifat reversibel.
Perubahan kemunduran akibat jejas yg tdk keras. Perubahan kemunduran akibat jejas yg tdk keras.
Ditandai adanya timbunan albumin dlm sitoplasma Ditandai adanya timbunan albumin dlm sitoplasma
÷÷ sitoplasma tampak keruh S membengkak. sitoplasma tampak keruh S membengkak.
Sering ditemukan pd sel tubulus ginjal, sel hati S Sering ditemukan pd sel tubulus ginjal, sel hati S
sel otot jantung. sel otot jantung.
Penyebab: infeksi, demam, keracunan, suhu yg Penyebab: infeksi, demam, keracunan, suhu yg
rendah/tinggi, anoxia, gizi buruk S ggn sirkulasi. rendah/tinggi, anoxia, gizi buruk S ggn sirkulasi.
. . B. Lemak B. Lemak
Pd parenkim, otot jantung, hati (paling Pd parenkim, otot jantung, hati (paling
sering) sering) ÷÷ yg mpy metabolik rata yg mpy metabolik rata··rata rata
tinggi. tinggi.
Ada ketidakmampuan jaringan non Ada ketidakmampuan jaringan non
lemak memetabolik sejumlah lemak lemak memetabolik sejumlah lemak
÷÷lemak tertimbun dlm sitoplasma lemak tertimbun dlm sitoplasma ÷÷
sitoplasma membesar, inti ketepi. sitoplasma membesar, inti ketepi.
Di hati tertimbun lemak Di hati tertimbun lemak ÷÷ dpt dpt
berkembang mjd Cirrosis Hepatis berkembang mjd Cirrosis Hepatis ÷÷ hati hati
mengecil mengecil ÷÷ Carsinoma Hep / Hepatoma. Carsinoma Hep / Hepatoma.
. . B. Hukuid (Husin / Lendir) B. Hukuid (Husin / Lendir)
Suatu perubahan yg sering tjd pd tumor Suatu perubahan yg sering tjd pd tumor
epitel yg mensekresi musin. epitel yg mensekresi musin.
Epitel yg degenerasi melarut dlm musin. Epitel yg degenerasi melarut dlm musin.
Kadang Kadang··kadang jar ikat nampak kadang jar ikat nampak
mensekresi musin yg mengisi ruang mensekresi musin yg mengisi ruang
antaranya antaranya ÷÷ disebut Nyxomatous. disebut Nyxomatous.
Ex. Pd FAN (Fibroma Adeno Namae) Ex. Pd FAN (Fibroma Adeno Namae)
. . B. 4miluid B. 4miluid
Timbunan bahan berupa lilin tdd protein Timbunan bahan berupa lilin tdd protein
abnormal di jar ekstra sel, terutama : abnormal di jar ekstra sel, terutama :
sekitar jar penyokong pembuluh darah, sekitar jar penyokong pembuluh darah,
sekitar membran basalis. sekitar membran basalis.
Sifat amiloid Sifat amiloid ÷÷ tdk gampang rusak, tdk tdk gampang rusak, tdk
gampang bergerak gampang bergerak ÷÷ timbunan tsb timbunan tsb
mengeras. mengeras.
Ada tipe Ada tipe ÷÷ !7207 !7207 (tdk diketahui (tdk diketahui
sebabnya) S sebabnya) S $0:3/07 $0:3/07 (mengikuti pyk (mengikuti pyk
kronik spt TBC, Sifilis, rheumatik). kronik spt TBC, Sifilis, rheumatik).
. . B. Bialin B. Bialin
Ada timbunan hialin (jar ikat), sering pd otot Ada timbunan hialin (jar ikat), sering pd otot
uterus yg mengalami tumor jinak (mioma). uterus yg mengalami tumor jinak (mioma).
Nrpkan deg paling jelek Nrpkan deg paling jelek ÷÷ bersifat irreversibel. bersifat irreversibel.
Tidak menunjukkan timbunan bahan ttt, Tidak menunjukkan timbunan bahan ttt,
memberi gambaran massa yg mengkilap, memberi gambaran massa yg mengkilap,
homogen (tdk jelas). homogen (tdk jelas).
Terbanyak ditemukan dlm bentuk massa Terbanyak ditemukan dlm bentuk massa
kolagen yg padat pd tumor jinak otot, ex. Nioma kolagen yg padat pd tumor jinak otot, ex. Nioma
uteri. uteri.
NEKROS!S NEKROS!S
Yaitu kematian sel S kematian jaringan akibat Yaitu kematian sel S kematian jaringan akibat
kerusakan oleh berbagai agent pd organisme kerusakan oleh berbagai agent pd organisme
hidup. hidup.
Kematian sel / jar dihubungkan dg : Kematian sel / jar dihubungkan dg :
1. Sistem energi intrasel yg << 1. Sistem energi intrasel yg <<
. Pecahnya inti sel . Pecahnya inti sel ÷÷ tanda ! kematian sel. tanda ! kematian sel.
. Organel sitoplasma . Organel sitoplasma ÷÷timbul organel timbul organel··organel organel
dlm sitoplasma dlm sitoplasma ÷÷ sitop > gelap/keruh, tdk sitop > gelap/keruh, tdk
bisa menerima sinar. bisa menerima sinar.
. Nembran plasma/sel . Nembran plasma/sel ÷÷ rusak rusak ÷÷ sel sel
lysis/pecah. lysis/pecah.
Tanda utama nekrosis Tanda utama nekrosis ÷÷ perubahan pd inti, perubahan pd inti,
diantaranya : diantaranya :
·· hilangnya gambaran khromatin hilangnya gambaran khromatin
·· inti mjd keriput, tdk vesikuler lg. inti mjd keriput, tdk vesikuler lg.
·· inti tampak lebih padat, warnanya gelap inti tampak lebih padat, warnanya gelap
hitam ( hitam (yknusis) yknusis)
·· inti terbagi atas fragmen inti terbagi atas fragmen··fragmen, robek fragmen, robek
((karyurhexis) karyurhexis)
·· inti pucat, tidak nyata/hancur ( inti pucat, tidak nyata/hancur (karyulysis). karyulysis).
Akhirnya slrh jar mjd suatu masa amorf, Akhirnya slrh jar mjd suatu masa amorf,
granuler tanpa inti at meninggalkan bayangan granuler tanpa inti at meninggalkan bayangan
kerangka sel S akhirnya menghilang sama kerangka sel S akhirnya menghilang sama
sekali. sekali.
PENYEBAB NEKROS!S PENYEBAB NEKROS!S
1. 1. !skhemi !skhemi
. . Agen Biologik Agen Biologik
. . Agen Kimia Agen Kimia
. . Agen Fisik Agen Fisik
. . Kerentanan (Hypersensitivity) Kerentanan (Hypersensitivity)
]EN!S NEKROS!S ]EN!S NEKROS!S
1. 1. t. C0A6ulATlvA (HFt66uHPAl´HFHßFKu t. C0A6ulATlvA (HFt66uHPAl´HFHßFKu))
Protoplasma tampak spt membeku akibat koagulasi Protoplasma tampak spt membeku akibat koagulasi
protein. protein.
Tjd pd nekrosis ishkemik akibat putusnya Tjd pd nekrosis ishkemik akibat putusnya
perbekalan darah perbekalan darah ÷÷ infark, jantung, ginjal infark, jantung, ginjal. .
Scr mikroskopik Scr mikroskopik ÷÷ Sitoplasma, opaque Sitoplasma, opaque (lebih (lebih
gelap/keruh/kemerah gelap/keruh/kemerah··merahan), merahan), 5ti 5ti dpt dpt
mengalami, mengalami, pik5osis pik5osis S kariolysis S kariolysis. .
Dpt juga tjd akibat toksin bakteri Dpt juga tjd akibat toksin bakteri ÷÷ ex.typus ex.typus
abdominalis, diptheria, pneumonia. abdominalis, diptheria, pneumonia.
. . t. C0lll0uATlvA (HFtCAlR) t. C0lll0uATlvA (HFtCAlR)
Tjd dlm waktu lebih cepat, akibat pengaruh Tjd dlm waktu lebih cepat, akibat pengaruh
enzim enzim--enzim yg bersifat litik. enzim yg bersifat litik.
Sering tjd pd Sering tjd pd ,749, ,749,..
ar nekrotik melunak & berbentuk campuran ar nekrotik melunak & berbentuk campuran
pigmen / cairan keruh pigmen / cairan keruh ÷÷ inti sel S membran inti sel S membran
meleleh/hancur. meleleh/hancur.
Dpt juga tjd pd jar yg mengalami infeksi Dpt juga tjd pd jar yg mengalami infeksi
bakteriologik yg membentuk nanah(piogenik). bakteriologik yg membentuk nanah(piogenik).
Struktur jar/sel hilang. Struktur jar/sel hilang.
. . t. CASF0SA (PFRKlJuAt) t. CASF0SA (PFRKlJuAt)
ar nekrosis mirip keju. ar nekrosis mirip keju.
Dijumpai pd ps TBC Dijumpai pd ps TBC ÷÷ infeksi bakteri infeksi bakteri
tuberkulosis dpt menimbulkan sarang tuberkulosis dpt menimbulkan sarang··sarang sarang
nekrotik dg membentuk suatu masa yg rapuh, nekrotik dg membentuk suatu masa yg rapuh,
berbutir, berlemak, putih kuning spt keju. berbutir, berlemak, putih kuning spt keju.
Struktur sel hilang. Struktur sel hilang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful