You are on page 1of 36

m Metabolisme normal: tubuh memproduksi
partikel kecil dengan tenaga besar• radikal
bebas.
m Ãtom atau molekul dengan elektron bebas ini
dapat digunakan untuk menghasilkan tenaga
dan beberapa fungsi fisiologis seperti
kemampuan untuk membunuh virus dan bakteri.
m Namun oleh karena mempunyai tenaga yang
sangat tinggi, zat ini juga dapat merusak
jaringan normal apabila jumlahnya terlalu
banyak.

m ’adikal bebas dapat mengganggu produksi
DNÃ, lapisan lipid pada dinding sel,
mempengaruhi pembuluh darah, dan produksi
prostaglandin.1
m ’adikal bebas juga dijumpai pada lingkungan,
beberapa logam (misalnya besi, tembaga),
asap rokok, polusi udara, obat, bahan beracun,
makanan dalam kemasan, bahan aditif, dan
sinar ultraviolet dari matahari maupun radiasi.

Merupakan juga suatu kelompok bahan kimia dengan reaksi jangka pendek yang memiliki satu atau lebih elektron bebas.m ’adikal bebas • sekelompok bahan kimia baik berupa atom maupun molekul yang memiliki elektron tidak berpasangan pada lapisan luarnya. .

lemak. seperti protein. maka mempunyai spesifitas kimia yang rendah sehingga dapat bereaksi dengan berbagai molekul lain.m Ãtom sering kali melengkapi lapisan luarnya dengan cara membagi elektron-elektron bersama atom yang lain. m Oleh karena radikal bebas sangat reaktif. dan DNÃ. . karbohidrat. Dengan membagi elektron. atom-atom tersebut bergabung bersama dan mencapai kondisi stabilitas maksimum untuk membentuk molekul.

. radikal bebas tidak dapat mempertahankan bentuk asli dalam waktu lama dan segera berikatan dengan bahan sekitarnya. yang akhirnya terjadi kerusakan sel tersebut. zat yang terambil elektronnya akan menjadi radikal bebas juga sehingga akan memulai suatu reaksi berantai.m Dalam rangka mendapatkan stabilitas kimia. m ’adikal bebas akan menyerang molekul stabil yang terdekat dan mengambil elektron.

.

Pemecahan satu molekul normal secara homolitik menjadi dua. 2.m ’adikal bebas dapat terbentuk in-vivo dan in-vitro secara : 1. Penambahan elektron pada molekul normal m Pada radikal bebas elektron yang tidak berpasangan tidak mempengaruhi muatan elektrik dari molekulnya. dapat bermuatan positif. Kehilangan satu elektron dari molekul normal 3. atau netral. panas. . Proses ini jarang terjadi pada sistem biologi karena memerlukan tenaga yang tinggi dari sinar ultraviolet. dan radiasi ion. negatif.

’        .

     : m ’adikal derivat dari oksigen yang disebut kelompok oksigen reaktif (p    .

 .

nitrit oksida (NO-). tunggal (singletë1O2). radikal alkoxyl (LO-). asam hipoklorus (HOCl). anion superoksida (O2-). m ’adikal bebas yang mengandung karbon (CCL3-) yang berasal dari oksidasi radikal molekul organik. . peroksinitrit (ONOO-).ë’OS). radikal hidroksil (-OH). hidrogen peroksida (H2O2). dan radikal peroksil (LO-2). termasuk didalamnya adalah triplet (3O2).

’        .

m Bentuk lain adalah radikal yang mengandung sulfur yang diproduksi pada oksidasi 4 glutation menghasilkan radikal thiyl (’-S).      : m ’adikal yang mengandung hidrogen hasil dari penyerangan atom H (H-). misalnya radikal fenyldiazine . m ’adikal yang mengandung nitrogen juga ditemukan.

.

m ’adikal bebas yang ada ditubuh manusia berasal dari 2 sumber : a. Endogen b. Eksogen .

1. Superoksida merupakan bentukan awal radikal. Molekul yang mengalami autoksidasi berasal dari katekolamin. Ion ferrous (Fe II) juga dapat kehilangan elektronnya melalui oksigen untuk membuat superoksida dan Fe III melalui proses autoksidasi. hemoglobin. Ãutoksidasi dari molekul diatas menghasilkan reduksi dari oksigen diradikal dan pembentukan kelompok reaktif oksigen. . dan thiol. mioglobin. Ãutoksidasi : m Merupakan produk dari proses metabolisme aerobik. sitokrom C yang tereduksi.

2. Oksidasi enzimatik: m Beberapa jenis sistem enzim mampu menghasilkan radikal bebas dalam jumlah yang cukup bermakna. meliputi   .

   .

 p p.

  p.

   .

.

   .

   .

dan   .

Enzim   p.

hasil aktifasi netrofil. . memanfaatkan hidrogen peroksida untuk oksidasi ion klorida menjadi suatu oksidan yang kuat asam hipoklor.

atau leukotrien dapat mengaktifkan enzim NÃDPH-oxidase. kompleks imun. m Lebih kurang 70-90 % penggunaan oksigen tersebut dapat diperhitungkan dalam produksi superoksida.3. . Enzim membran sel seperti NÃDPH-oxidase keluar dalam bentuk inaktif. ’espiratory burst: m Merupakan terminologi yang digunakan untuk menggambarkan proses dimana sel fagositik menggunakan oksigen dalam jumlah yang besar selama fagositosis. komplemen 5a. Paparan terhadap bakteri yang diselimuti imunoglobulin. Fagositik sel tersebut memiliki sistem membran bound flavoprotein cytochrome-b-245 NÃDPH oxidase.

’espiratory burst: m Ãktifasi tersebut mengawali respiratory burst pada membran sel untuk memproduksi superoksida. .3. Kemudian H2O2 dibentuk dari superoksida dengan cara dismutasi bersama generasi berikutnya dari OH dan HOCl oleh bakteri.

obat kanker seperti bleomycin. yang memiliki aktifitas pro-oksidan. m Bahan-bahan tersebut bereaksi bersama hiperoksia dapat mempercepat tingkat kerusakan. anthracyclines (adriamycin). Obat-obatan : m Beberapa macam obat dapat meningkatkan produksi radikal bebas dalam bentuk peningkatan tekanan oksigen. m Termasuk didalamnya antibiotika kelompok quinoid atau berikatan logam untuk aktifitasnya (nitrofurantoin). dan methotrexate. .1.

beberapa asam fenamat dan komponen aminosalisilat dari sulfasalasin dapat menginaktifasi protease. . dan penggunaan asam askorbat dalam jumlah banyak mempercepat peroksidasi lemak. Obat-obatan : m Selain itu. radikal juga berasal dari fenilbutason.1.

dan beta) menghasilkan radikal primer dengan cara memindahkan energinya pada komponen seluler seperti air. photon.2. m ’adikal primer tersebut dapat mengalami reaksi sekunder bersama oksigen yang terurai atau bersama cairan seluler. m ’adiasi elektromagnetik (sinar X. alfa. sinar gamma) dan radiasi partikel (partikel elektron. neutron. . ’adiasi : m ’adioterapi memungkinkan terjadinya kerusakan jaringan yang disebabkan oleh radikal bebas.

m Diperkirakan bahwa tiap hisapan rokok mempunyai bahan oksidan dalam jumlah yang sangat besar. Ãsap rokok : m Oksidan dalam rokok mempunyai jumlah yang cukup untuk memainkan peranan yang besar terjadinya kerusakan saluran napas. dan radikal bebas lain yang mungkin cukup berumur panjang dan bertahan hingga menyebabkan kerusakan alveoli. peroxida. meliputi aldehida. . epoxida.2. m Telah diketahui bahwa oksidan asap tembakau menghabiskan antioksidan intraseluler dalam sel paru (in vivo) melalui mekanisme yang dikaitkan terhadap tekanan oksidan.

m Contoh radikal dalam fase tar meliputi . radikal peroksil.2. Ãsap rokok : m Bahan lain seperti nitrit oksida. dan radikal yang mengandung karbon ada dalam fase gas. Juga mengandung radikal lain yang relatif stabil dalam fase tar.

    .

Juga ditemukan bahwa perokok mengalami peningkatan netrofil dalam saluran napas bawah yang mempunyai kontribusi pada peningkatan lebih lanjut konsentrasi radikal bebas . Besi dalam bentuk tersebut meyebabkan pembentukan radikal hidroksil yang mematikan dari hidrogen peroksida. m Perdarahan kecil berulang merupakan penyebab yang sangat mungkin dari desposisi besi dalam jaringan paru perokok. dihasilkan dari bermacam-macam   dan  p  .

. sedang pembentukan melalui rangsangan adalah kebocoran superoksida. hidrogen peroksida dan kelompok oksigen reaktif (’OS) lainnya pada saat bertemunya bakteri dengan fagosit teraktifasi. m Secara rutin adalah superoksida yang dihasilkan melalui aktifasi fagosit dan reaksi katalisa seperti ribonukleotida reduktase. m Produksi radikal bebas dalam sel dapat terjadi secara rutin maupun sebagai reaksi terhadap rangsangan. menggunakan mediator enzimatik atau non-enzimatik.m ’adikal bebas diproduksi dalam sel yang secara umum melalui reaksi pemindahan elektron.

dan paparan energi tinggi lainnya. sinar ultraviolet. dihasilkan radikal bebas yang sangat berlebihan .m Pada keadaan normal sumber utama radikal bebas adalah kebocoran elektron yang terjadi dari rantai transport elektron. m Dalam kondisi yang tidak lazim seperti radiasi ion. misalnya yang ada dalam mitokondria dan endoplasma retikulum dan molekul oksigen yang menghasilkan superoksida.

.

m Definisi tekanan oksidatif ( .

p .

.

m Keadaan ini mengakibatkan kelebihan radikal bebas. . protein. sehingga terjadi kerusakan lokal dan disfungsi organ tertentu.) adalah suatu keadaan dimana tingkat oksigen reaktif intermediate (’OI) yang toksik melebihi pertahanan anti-oksidan endogen. m Lemak merupakan biomolekul yang rentan terhadap serangan radikal bebas. yang akan bereaksi dengan lemak. asam nukleat seluler.

À      m Membran sel kaya akan sumber   .

p   (PUFÃ). aldehydes . proses tersebut dinamakan peroksidasi lemak. LOO·. m LH + ’ • L·+ ’H m L· + O2 • LOO· m LOO· + L'H • LOOH + L'· m LOOH • LO·. yang mudah dirusak oleh bahan-bahan pengoksidasi. m Pemecahan hidroperoksida lemak sering melibatkan katalisis ion logam transisi. m Hal ini sangat merusak karena merupakan suatu proses berkelanjutan.

m Salah satu penyebab kerusakan terfokus adalah jika protein berikatan dengan ion logam transisi .a     m Protein dan asam nukleat lebih tahan terhadap radikal bebas daripada PUFÃ. sehingga kecil kemungkinan dalam terjadinya reaksi berantai yang cepat. atau bila kerusakannya terfokus pada daerah tertentu dalam protein. Hal ini terjadi hanya jika radikal tersebut mampu berakumulasi (jarang pada sel normal). m Serangan radikal bebas terhadap protein sangat jarang kecuali bila sangat ekstensif.

dan terjadi sebelum replikasi maka akan terjadi mutasi. biasanya kerusakan terjadi bila ada lesi pada susunan molekul.     m Seperti pada protein kecil kemungkinan terjadinya kerusakan di DNà menjadi suatu reaksi berantai. apabila tidak dapat diatasi. . m ’adikal oksigen dapat menyerang DNà jika terbentuk disekitar DNà seperti pada radiasi biologis.

m GSH S-p . m Superoksida dismutase dan katalase (SOD) mengkatalisasi dismutasi dari superoksida Dan hidrogen peroksida.m Sifat reaktif yang tersebar dari sistem pembentukan radikal dalam sel menyebabkan evolusi mekanisme pertahanan terhadap efek perusakan suatu bahan teroksidasi kuat. m GSH (glutation) peroksidase mereduksi peroksida hidrogen Dan organik menjadi air dan alkohol.

 p.

. melakukan pemindahan residu glutation menjadi metabolit elektrofilik reaktif dari  .

m Produksi glutation teroksidasi (GSSG) direduksi secara cepat oleh reaksi yang menggunakan NÃDPH yang dihasilkan dari berbagai sistem intraseluler. diantaranya  .

-  .

 .

sedangkan enzim Zn. . SOD Zn. m Berbagai isoenzim organel spesifik dari dismutase superoksida juga ditemukan. . Mn mitokondrial. Isoenzim ini tidak ditemukan dalam cairan ekstraseluler. Cu merupakan sitoplasmik.

.

.

dan katalase . superoksid dismutase (SOD). m Untuk melakukan detoksikasi dari bahan berbahaya tersebut. oksidan. liver mengandung antioksidan dengan berat molekul rendah dan enzim yang merusak kelompok oksigen reaktif (reactive oxygen species. ’OS) yaitu glutation tereduksi (GSH). dan pro-oksidan.m Liver adalah organ utama untuk membersihkan zat-zat toksin berasal dari bakteri maupun zat kimia seperti indotoksin. glutation peroksidase. vitamin C. vitamin E.

.m Pemahaman tentang radikal bebas perlu dimiliki oleh para klinisi. sebab reaksi-reaksi kimia yang menimbulkan kerusakan pada tingkat seluler maupun mekanisme pertahanan tubuh untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat menjelaskan terjadinya fenomena- fenomena klinis.

In: Ãrias IM The liver biology and pathobiology Lippincott Williams and Wilkins 4th-ed. 8. 5. B M Bull. 249. Physiol ’ev. Oxidant-anti oxidant imbalance in blood of children with juvenile rheumatoid arthritis. Science. 16. ’ole of nitric oxide in mediation of macrophage cytotoxicity and apoptosis.1990:1157-61. et al. 2001:281-90. Poli G. 3. 4. 28. Philadelphia. 49. 6. ’eichner JS. ’aucher FJ III. Oxidative stress and gene regulation. Ãrnal C. ’edox regulation of fos and jun DNÃ-binding activity in vitro.1984:175-95. Ãraujo V. 8. Tressini M. 82. Droge W. Ãllen ’G. Ãbate C.1993:604-20. Patel L. 17. 2. Proctor PH.2002:47-95.1998:155-59. Liver damage due to free radicals. et al.1998:38-53. Bio Factor.1. Ãlbina JE. Free ’adical Biol Med.2000:463-99. Boronat M. Cancer Metatasis ’ev. Physiol Chem Phys Med. Inoue M. Free radicals and disease in man. . 7. Free radicals in the physiological control of cell function. Protective mechanisms against reactive oxygen species. ’eynolds ES.

TE’IMà KÃSIH .