Latihan 3

PENGGALIAN KONSTRUKSI DI BAWAH ELEVASI MUKA AIR TANAH Author: M. Firdaus, ST, MT
www.dauspoli.co.cc

Permasalahan
‡ Penggalian tanah di dekat sungai yang dimungkinkan adanya air tanah. ‡ Samping galian ditahan oleh turap/ dinding diaphragma sedalam 30 m dan ditopang oleh penyangga/ strut dibagian atas dengan interval tiap 5 m, lebar galian 30 m, dalam galian 20 m ‡ Lapisan tanah terdiri dari tanah lunak 20 m dan dibawahnya berupa tanah pasir yang konsisten ‡ Dinding diaphragma masuk kedalam lapisan tanah keras 10 m

Cara Penyelesaian
‡ Kedalaman model diambil 10 m, karena simetris maka dimodelkan ½ nya saja ‡ Penggalian menjadi 2 tahap, dinding diaphragma dimodelkan sebagai beam A. Input data Membuat model geometri, langkahnya : Setting general - Pilih new project dari tabsheet create/ open project - General setting, model dipilih plainstrain, element dipilih 6 node - Dimension tabsheet batas : atas = 40, bawah = 0, kanan = 45, kiri = 0 - Klik <OK> maka akan muncul area gambar

CL

Geomerty contour Klik tombol line untuk menggambarkan geometry, klik titik (0;0) kemudian pindah ketitik (45;0) dan klik, naik ke (45;40) dan ketitik (0;40) kembali ketitik (0;0) klik kanan untuk berhenti - Membagi lapisan menjadi 2, klik titik (0;20) pada garis yang telah dibuat kemudian klik (20;45) lalu klik kanan, maka titik 4 dan 5 akan nampak Klik beam untuk membuat turap, pindahkan garis kursor horisontal atas kemudian klik (30;40) tarik ke bawah 30 m dan klik (30;10) klik kanan untuk berhenti Klik tombol line lagi untuk menggambar tahap penggalian, klik (30;30) tarik kursor kekanan 15 m dan klik (45;30) Klik tombol interface, kemudian klik (30;30) tarik ke (30;10) kembalikan ke titik semula (30;30) kemudian klik kanan

-

Element strut,klik tombol fixed end anchor lalu klik (30;40) akan muncul jendela seperti berikut : - Isikan panjang ekivalen 15 m dan sudutnya 0r

Syarat batas Klik standart fixities, untuk memberi kekakuan pada bagian bawah dan rol system pada bagian samping

Material properties - Lapisan lempung dan pasir dimodelkan masing masing :
No Nama Parameter 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Model material Material behaviour Berat volume kering Berat volume basah Permeabilitas Modulus elastisitas Angka poison Kohesifitas Sudut gesek Sudut dilatansi Strength reduction factor inter Interface permeable Simbol Model Type
Kdry Kwet

Lempung Mohrcoloumb Drained 16 18 0,001 10000 0,35 5 25 0 0,5 Imperm

Pasir Mohrcoloumb Drained 17 20 1 40000 0,3 1 32 2 0,67 Imperm

satuan kN/m2 kN/m2 m/day kN/m2 kN/m2
r r

Kx ky E v c
N =

Rinter Perm

-

- Turap dimodelkan sebagai beam, angkur dimodelkan strut Tabel 2:
No 1 2 3 4 5 6 Nama parameter Type of behaviour Normal stiffnes Flexural rigidity Equivalent thicknes Weight Angka poison Simbol Material type EA EI d w v Nilai Elastic
7,5 x 10 6

Satuan kN/m kN/m m kN/m/m -

1 x 10 6

1,265 10 0

Tabel 3 :
No 1 2 3 4 Nama parameter Type of behaviour Normal stiffnes Spacing out of plane Maximum force Simbol Material type EA Ls Fmax Nilai Elastic
2 x 10 6

Satuan kN/m m kN

5 1 x 1015

Untuk memasukkan data di atas, langkahnya : Klik tombol material properties, pilih soil and interface pada set type - Klik new untuk memasukkan material baru

-

Kemudian klik <OK> Klik new untuk membuat material pasir, dengan cara yang sama Drag (tekan dan tahan pada simbol tanah lalu pindahkan ke model tabsheet) material tersebut untuk apply pada lapisan tanah

- Kli pada type set material beam - Inputkan data pada tabel 2 ke beam properties

- Klik <OK> ,kemudian drag ke gambar beam - Klik type material anchor

- Klik <OK> ,kemudian material strut drag ke gambar

Meshing Klik tombol generate mesh, meshing secara global dilakukan klik update
untuk kembali ke input menu Select menu mesh dan pilih global coarness, pilih medium dan klik generate dan klik update

- pada bagian dinding bawah akan diperhalus mesh, klik dinding bawah kemudian klik menu mesh, pilih refine line

Kondisi awal Ada 3 hal, yaitu generate tekanan air, menon-aktifkan struktur yang semula beum ada dan generate initial stress. Klik phreatic line, set water weight 10 kN/m3 - Setelah kursor berubah menjadi pen, klik (0;39) dan tarik 45 m kekanan klik (45;39) selesai klik kanan Klik generate water pressure, pilih phreatic line pada box generate by , klik <OK> - Setelah muncul generation of water klik update kembali ke ground water condition Klik tombol initial stress, menon-aktifkan turap dan angkur/strut Klik tombol generate initial stress, dan klik <OK> (Ko-Prosedure tetapkan nilai pengali berat tanah = 1,default) Klik update Klik tombol calculation untuk memulai proses perhitungan

Plaxis calculation / Klik tombol calculation - Klik tombol parameter - Pada box loading input pilih stage construction kemudian klik define. Pertama turap dan strut diaktifkan kembali kemudian galian tahap 1 dilakukan dengan cara di klik - Klik update Klik tombol next untuk mendefinisikan tahapan berikutnya, yaitu penggalian 10 m berikutnya - Pada tabsheet general, parameter dan multiplier isian sama dengan tahap pertama - Klik update - Klik calculate - Apabila sukses dilakukan akan muncul ceklist pada masing masing phase

- Sebelum melihat hasinya, terlebih dahulu pilih select point sebagai titik acuan analisis misal titik (30;30)

- Penggalian tahap 1 :

- Penggalian tahap 2 :

Plaxis Output
Klik phase yang treakhir Klik tombol output, akan muncul jendela deformation mesh Pilih total increment dari menu deformation maka akan tampil displacement incerement, tanda anak panah menunjukkan arah longsoran

- Klik effective stress untuk mengetahui besar dan arah tegangan yang terjadi - Double klik pada dinding diapragma untuk mengetahui gaya yang bekerja

Paxis Curve Klik tombol going to curve untuk mengetahui interaksi antar parameter (displacement, tegangan, multiplier, step dan lainnya)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful