Kelompok 6

Aas Siti Aisah Evan Giovani Ilman Hadid Yusuf Yanuar Pratiwa 209131001 209131011 209131015 209131024

PENGELASAN

hanya dengan tekanan (pressure). .PENGELASAN Pengertian a. Definisi pengelasan menurut American Welding Society. Logam pengisi (filler metal) dengan temperatur lebur yang sama dengan titik lebur dari logam induk dapat atau tanpa digunakan dalam proses penyambungan tersebut. 1983 Pengelasan adalah proses penyambungan antara dua atau lebih material dalam keadaan plastis atau cair dengan menggunakan panas (heat) atau dengan tekanan (pressure) atau keduanya. Definisi pengelasan menurut British Standards Institution. atau dengan atau tanpa menggunakan logam pengisi (filler) b. 1989 Pengelasan adalah proses penyambungan logam atau non logamyang dilakukan dengan memanaskan material yang akan disambung hingga temperatur las yang dilakukan secara : dengan atau tanpa menggunakan tekanan (pressure).

Komponen logam yang akan disambung dipanaskan hingga temperatur kerja kemudian bersama-sama ditempa dengan palu atau peralatan lainnya hingga tersambung menjadi satu.1. . Las Tempa (Forge Welding) Pengelasan tempa merupakan teknik penyambungan logam yang paling tua.

seng. Beban tekan dapat dilakukan dengan perlahan-lahan atau dengan tumbukan (impak). permukaan benda kerja mengalami aliran dan menghasilkan sambungan las. dan monel . Pengelasan dingin ini umumnya diterapkan pada aluminium dan tembaga. tetapi kadangkadang juga diterapkan untuk penyambungan nikel. Sebelum penyambungan permukaan dibersihkan terlebih dahulu dengan sikat sehingga terbebas dari lapisan oksida. Las Dingin (Cold Welding) Pengelasan dingin adalah proses penyambungan logam pada temperatur ruang di bawah pengaruh tekanan.2. Akibat tekanan.

Las Thermit (Thermit Welding) Las termit adalah penyambungan/las antara dua batang rel. Metode ini dilaksanakan dengan bahan yang sederhana dan menghasilkan sambungan yang baik. melalui suatu reaksi kimia dengan menggunakan termit (besioksida dengan bubuk alumunium). Reaksinya seperti berikut: Fe2O3 + 2 Al 2 Fe + Al2O3 + 850 kJ Hasil reaksi tersebut berupa besi ditambah dengan kerak Al2O3 serta panas yang terjadi cukup untuk mencairkan besi yang berada disekitar rel yang pada gilirannya akan memadukan besi hasil reaksi dengan rel.3. .

‡ Cetakan dibuka. ‡ Campuran ini akan tercetus reaksinya pada suhu 900 0C.Prosedur pelaksanaan pengelasan Las termit dilaksanakan dengan urutan: ‡ Setelah penggelaran rel dilaksanakan. ‡ Kelebihan besi sebagai hasil reaksi di potong selagi masih membara dan kemudian diratakan dengan menggunakan gerinda. . ‡ Reaksi akan berlangsung selama kurang lebih 15 menit. ‡ Dengan bantuan pemanasan dengan brander campuran tersebut dipanaskan sampai 900 0C. ‡ Disekitar sambungan dipasang cetakan/mal. ‡ Mal diisi dengan campuran besioksida dengan bubuk alumnium. Temperatur reaksi akan mencapai 2500 °C.

Las Buhul (Cad Welding) Play .4.

Las Alir (Flow welding) Play .5.

Las Gas Play .6.

Las Busur arang (Carbon Arc Welding) Play .7.

Las Busur Logam (Metalic Arc Welding) Play .8.

9. Las Tahanan (Resistance Welding) Play .

10. Las busur Otomatis (Submerge-Arc Welding) Play .

Las Atom Hidrogen (Atomic Hydrogen welding) Play .11.

Pateri Lunak.12. pateri keras dan las pateri (Soldering. Brazing and Braze Welding) Play .

G ) Gas tungsten arc welding (GTAW) adalah pengelasan busur proses yang menggunakan nonconsumable tungsten elektroda untuk menghasilkan las. meskipun beberapa lasan. Daerah las dilindungi dari pencemaran atmosfer oleh gas pelindung (biasanya suatu gas inert seperti argon ).13. tidak memerlukannya.I. dan logam pengisi biasanya digunakan.a Play . yang dikenal sebagai lasan autogenous. Las Busur Tungsten Perisai Gas (Tungsten Inert Gas T. Sebuah konstan-arus listrik las menghasilkan energi yang dilakukan di busur melalui kolom terionisasi gas dan uap logam yang sangat dikenal sebagai plasma .

G) Play . Las Busur Logam Perisai Gas (Metal Inert Gas/M.14.I.

15. Las sinar Laser dan Sinar Elektron (Laser beam and Elektron beam) Play .

Sinar Ias yang sangat terang/kuat itu tidak boleh dilihat dangan mata langsung sampai jarak 16 meter. . Helm Las / Penutup Muka Helm Ias maupun tabir las digunakan untuk melindungi kulit muka dan mata dari sinar las (sinar ultra violet dan ultra merah) yang dapat merusak kulit maupun mata.Peralatan Keselamatan untuk proses Pengelasan 1. Ukuran kaca Ias yang dipakai tergantung pada pelaksanaan pengelasan. Helm las ini dilengkapi dengan kaca khusus yang dapat mengurangi sinar ultra violet dan ultra merah tersebut.

sarung Tangan Sarung tangan dibuat dari kulit atau asbes lunak untuk memudahkan memegang pemegang elektroda. Pada waktu mengelas harus selalu di­pakai sepasang sarung tangan.2. .

3. Baju las yang lengkap dapat melindungi badan dan sebagian kaki. . Bila mengelas pada posisi diatas kepala. Baju Las/Apron Baju las/Apron dibuat dari kulit atau dari asbes. harus memakai baju las yang lengkap. Pada pengelasan posisi lainnya dapat dipakai apron.

sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat juga dipakai.4. . Bila tidak ada sepatu las. Sepatu las Sepatu las berguna untuk melindungi kaki dari semburan bunga api.

Kamar Las Kamar Ias dibuat dari bahan tahan. Untuk mengeluarkan gas.api. . Kamar las penting agar orang yang ada disekitarnya tidak terganggu oleh cahaya las. sebaiknya kamar las dileng­kapi dangan sistim ventilasi: Didalam kamar las ditempatkan meja Ias.5. Meja las harus bersih dari bahan-bahan yang mudah terbakar agar terhindar dari kemungkinan terjadinya kebakaran oleh percikan terak las dan bunga api.

6. maka gunakanlah masker las. . agar terhindar dari asap dan debu las yang beracun. Masker Las Jika tidak memungkinkan adanya kamar las dan ventilasi yang baik.

ppp .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful