PENGUKURAN KINERJA MANAJEMEN

disusun oleh :

Ai Sya·adah Fitria Windiani Ika Kartika Rini Murni

contoh : pencapaian laba 2. contoh : kualitas produk ‡ PENGUKURAN KINERJA pada dasarnya adalah penilaian perilaku manusia dalam melaksanakan tanggung jawab dalam pencapaian tujuan organisasi .PENGUKURAN KINERJA ‡ KINERJA adalah pencapaian suatu target (keberhasilan) dari sesuatu yang direncanakan di dalam organisasi ‡ Kinerja Organisasi terdiri dari : 1. Kinerja Keuangan dinilai bedasarkan ukuran-ukuran angka dalam satuan nilai uang. Kinerja Non Keuangan diilai tidak berdasarkan ukuranukuran angka dalam satuan nilai uang.

TUJUAN DAN MANFAAT PENGUKURAN KINERJA Tujuan Pengukuran Kinerja (Rudianto. 2006) : adalah untuk memotivasi karyawan dalam mencapai secara organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan Manfaat Pengukuran Kinerja (Mulyadi. transfer dan pemberhentian ‡ Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan ‡ Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka ‡ Menyediakan dasar bagi pendistribusian penghargaan . 2001) ‡ Mengelola operasional organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimal ‡ Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan. seperti promosi.

KARAKTERISTIK PENGUKURAN KINERJA ‡ Secara akurat mengukur variabel kunci kinerja. ‡ Tidak mudah dimanipulasi untuk mencapai hasil yang diinginkan . ‡ Termasuk basis komporasi untuk membantu pemahaman yang lebih baik yang ditujukan tingkat kinerja. ‡ Dikumpulkan dan didistribusikan berdasarkan waktu ‡ Dapat dianalisis secara makro dan mikro.

Tahap Penilaian 1) Perbandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang ditetapkan sebelumnya 2) Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari yang ditetapkan dalam standar 3) Penegakan perilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan .TAHAPTAHAP-TAHAP PEGUKURAN KINERJA a. Tahap Persiapan 1) Penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang bertanggungjawab 2) Penetapan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja 3) Pengukuran kinerja sesungguhnya b.

ia akan mengalami kecemasan dan keputusasaan . TAHAP PERSIAPAN 1) Penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang bertanggungjawab ‡ Jika orang akan diminta untuk bertanggungjawab atas sesuatu.a. langkah pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan dengan jelas daerah pertanggungjawaban yang menjadi wewenang ‡ Dalam daerah pertanggungjawaban tersebut ia diberi wewenang untuk mempengaruhi secara signifikan berbagai variabel yang menentukan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan ‡ Jika seseorang diminta untuk mempertanggungjawabkan suatu kegiatan yang ia tidak memiliki wewenang untuk mengendalikan kegiatan tersebut.

TAHAP PERSIAPAN 1) Penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang bertanggungjawab (lanjutan«) ‡ Motivasi orang tersebut untuk melaksanakan kegiatan akan hilang dan perilaku yang tidak semestinya akan timbul. Karakteristik pusat pertanggungjawaban .a. Tipe pusat pertanggungjawaban 3. seseorang akan mudah dinilai kinerjanya ‡ Ada tiga hal yang berkaitan dengan penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang bertanggungjawab antara lain: 1. Kriteria penetapan tanggungjawab 2. Penilaian kinerja harus diawali dengan penetapan garis batas tanggung jawab yang jelas bagi manajer yang akan dinilai kinerjanya ‡ Batas tanggung jawab yang jelas ini dipakai sebagai dasar untuk menetapkan sasaran atau standar yang harus dicapai oleh manajer yang akan diukur kinerjanya ‡ Dengan batas tanggungjawab dan sasaran yang jelas.

Tipe kriteria yang digunakan dan aspek perilaku yang ditimbulkan ‡ . Dapat diukur atau tidaknya kriteria 2. Bobot yang dipertimbangkan atas kriteria 4.a. Untuk mewujudkan hal ini. harus terdapat kesesuaian antara sasaran organisasi dengan sasaran manajer secara individual. Dalam menetapkan kriteria kinerja manajer berbagai faktor berikut ini perlu dipertimbangkan : 1. Rentang waktu sumber daya dan biaya 3. TAHAP PERSIAPAN (lanjutan«) 2) Penetapan kriteria yang disepakati untuk mengukur kinerja ‡ Manajemen puncak harus memperoleh jaminan bahwa setiap manajer bertindak sesuai dengan sasaran perusahaan. karena penilaian kinerja memaksa setiap manajer bertindak sesuai dengan ukuran yang ditetapkan dalam kriteria kinerja. Kesesuaian sasaran dipengaruhi oleh prosedur yang digunakan untuk menilai kinerja manajer.

‡ Meskipun pengukuran kinerja tampaknya objektif. . langkah berikutnya dalam penilaian kinerja adalah melakukan pengukuran hasil sesungguhnya bagian atau aktifitas yang menjadi daerah wewenang manajer tersebut.a. bersifat repetitif dan merupakan kegiatan yang rutin. TAHAP PERSIAPAN (lanjutan«) 3) Pengukuran kinerja sesungguhnya ‡ Setelah seorang manajer ditetapkan bagian atau aktifitas yang menjadi daerah wewenangnya dan ditetapkan pula kriteria dalam menjalankan bagian atau dalam melaksanakan aktifitasnya. namun pengukuran kinerja itu sendiri seringkali memicu timbulnya prilaku yang tidak semestinya.

Informasi penyimpangan kinerja sesungguhnya dari sasaran yang telah ditetapkan diumpanbalikkan dalam laporan kinerja kepada manajer yang bertangungjawab untuk menunjukkan efisiensi dan efektifitas kinerja. dan penafsiran dan manajemen. TAHAP PENILAIAN 1) Perbandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang ditetapkan sebelumnya ‡ Dalam evaluasi kinerja. 3) Penegakan perilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan ‡ Tahap akhir penilaian kinerja adalah tindakan koreksi untuk menegakkan perilaku tertentu didalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan. Perilaku merupakan tindakan orang untuk memproduksi hasil. dan dapat direncanakan tindakan untuk mengatasinya. Baik penyimpangan yang merugikan maupun yang menguntungkan memerlukan perhatian. hasil pengukuran kinerja secara periodik kemudian dibandingkan dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. . Sasaran yang dicapai dengan menggunakan perilaku tidak seperti yang diinginkan bukan merupakan tujuan penilaian kinerja. 2) Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari yang ditetapkan dalam standar ‡ Penyimpangan kinerja sesungguhnya dari sasaran yang ditetapkan perlu dianalisis untuk menentukan penyebab terjadinya penyimpangan tersebut. analisis.b.

Penonjolan dan pelanggaran aturan (Focusing and Illegal Act) 1.Perilaku yang tidak seharusnya muncul dalam pengukuran kinerja ‡ Perilaku yang tidak seharusnya muncul dalam pengukuran kinerja adalah : 1. Permainan (Gaming) 4. Perataan (Smoothing) 2. Perataan dilakukan dengan cara mengirim pesan dalam periode sekarang mengenai peristiwa yang terjadi dalam periode yang akan datang atau menunda pengiriman pesan mengenai peristiwa sekarang sampai dengan periode yang akan datang. Pencondongan (Biasing) 3. Perataan (Smoothing) ‡ Perataan meliputi semua kegiatan yang digunakan oleh manajer untuk mempengaruhi arus data dengan cara mempercepat atau menunda pesan yang disampaikan kepada manajer atasnya. Informasi pendapatan dan biaya biasanya merupakan informasi yang menjadi objek perataan untuk memenuhi kepentingan pribadi manajer yang diukur kinerjanya. .

Jika misalnya manajer atas menetapkan aturan main dalam pengukuran kinerja seperti target laba. yang kemungkian menghasilkan gambaran yang paling menguntungkan bagi kinerja manajer tersebut. manajer cenderung akan memilih metode akuntansi yang memberikan gambaran yang paling baik bagi manajer. Permainan (Gaming) ‡ Manipulasi hasil kerja dapat pula dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai aspek hubungan antara atasan dengan bawahannya. yang menghasilkan dampak yang paling menguntungkan bagi dirinya. manajer bawahnya kemudian memilih satu diantara altematif tindakan yang mungkin dilaksanakan. Jika kemungkinan untuk memilih. ‡ . 3.Perilaku yang tidak seharusnya muncul dalam pengukuran kinerja (lanjutan«) 2. aturan untuk pendistribusian penghargaan. biaya standar. Permainan adalah perilaku pengirim pesan yang bertindak untuk menyebabkan pesan yang diinginkan yang seharusnya dikirim. Pencondongan (Biasing) ‡ Perilaku tidak semestinya yang lain yang kemungkinan timbul dalam proses pengukuran kinerja sesungguhnya adalah pencondongan. yang merupakan metode manipulasi data yang digunakan oleh manajer dengan memilih pesan diantara berbagai rangkaian pesan yang mungkin dihasilkan.

Perilaku yang tidak seharusnya muncul dalam pengukuran kinerja (lanjutan«) 4. manajemen perusahaan memalsukan angka-angka pendapatan dan biaya. . Penonjolan dan pelanggaran aturan (Focusing and Illegal Act) ‡ Penonjolan terjadi dengan cara menonjolkan pesan yang menguntungkan diri pengirim pesan dan menyembunyikan pesan yang tidak menguntungkan dirinya. Misalnya untuk memberikan gambaran profitabilitas perusahaan kepada calon kreditur atau investor. ‡ Penonjolan sering berbentuk pelanggaran aturan perusahaan atau bahkan pelanggaran hukum.

Penyajian laporan kinerja sebaiknya memperhatikan kemampuan penerima dalam memahami laporan tersebut. Laporan kinerja (manajer tingkat bawah) harus berisi informasi yang rinci dan laporan kinerja untuk manajer tingkat diatasnya harus berisi informasi yang lebih ringkas. sehingga manajer yang bertanggungjawab atas kinerja dapat dimintai pertanggungjawaban atas unsur-unsur yang dikendalikan olehnya. Laporan kinerja sebaiknya diterbitkan paling sedikit sebulan sekali. . f. Semakin tinggi jenjang manajer.LAPORAN KINERJA ‡ Laporan kinerja harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a. b. Laporan kinerja harus mencakup penyimpangan baik yang menguntungkan ataupun yang merugikan. c. Laporan kinerja berisi unsur terkendali dan unsur tidak terkendali yang disajikan secara terpisah. d. Laporan kinerja harus disesuaikan dengan kebutuhan dan pengalaman pemakai. semakin ringkas isi laporan kinerjanya. e.

sekian« .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful