You are on page 1of 38

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

PEMBANGUNAN KAB/KOTA DI PROVSU


SESUAI DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN
DAERAH SUMATERA UTARA

Oleh:

IR. HASMIRIZAL LUBIS, MSI


BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
PROVINSI SUMATERA UTARA
Perencanaan
 Perencanaan adalah bagian integral dan merupakan
tahapan yang amat penting dalam suatu kegiatan. Tingkat
keberhasilan kegiatan, sangat ditentukan oleh seberapa
baik atau seberapa buruk perencanaan yang disusun
sebagai pemandu bagi pelaksanaan kegiatan tersebut.
 Perencanaan meliputi kegiatan: perumusan masalah,
kemampuan, tujuan, sasaran, strategi pencapaian. e.g.
prioritas alternatif.
 Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu
kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk
menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam
jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan, yang
dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan
masyarakat di tingkat pusat maupun daerah.
Pedoman Pedoman
Renst Renja RKA- Rincian

Pemerintah
ra KL - KL KL APBN

Pusat
Pedoman Diacu

RPJP Pedoman RPJM Dijabarkan Pedoman


Nasio Nasion RKP RAPBN APBN
nal al
Diacu Diperhatikan Diserasikan melalui
Musrenbang

RPJP Pedoman
RPJM Dijabarkan
RKP Pedoman
Daera Daer Daer RAPBD APBD

Pemerintah
h ah ah

Daerah
Pedoman Diacu

Renst Pedoman Renja Pedoman


RKA - Rincian
ra - SKPD APBD
SKPD SKPD

UU No. 25 Tahun 2004


UU No. 17 Tahun 2004
(SPPN)
(KN)
Pemahaman
Daerah
Penetapan Visi
Monitoring dan dan Misi
Evaluasi

Pelaksanaan /
Implementasi Perumusan Tujuan

Penganggaran
Identifikasi
Penentuan Strategi Alternatif-2 Strategi

Pengujian Alternatif-
2
Dokumen Perencanaan
(RPJM-D)
 RPJM Daerah merupakan penjabaran visi, misi, dan program
Gubernur/Bupati/Walikota terpilih selama 5 (lima) tahun,
ditempuh melalui Strategi Pokok yang dijabarkan dalam
Agenda Pembangunan Daerah memuat sasaran-sasaran
pokok yang harus dicapai, arah kebijakan, dan program-
program pembangunan.
 Periodisasi RPJM Daerah tidak dapat mengikuti periodisasi
RPJM Nasional dikarenakan pemilihan Kepala Daerah tidak
dilaksanakan secara bersamaan waktunya sebagaimana diatur
dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005.
 Kepala Daerah paling lambat 3 (tiga) bulan setelah dilantik
menetapkan RPJM Daerah sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional.
Secara normatif dalam perencanaan satu organisasi kebutuhan
pertama adalah merumuskan VISI atau kondisi masa depan yang
diharapkan.
A vision is a picture of a preferred future state, a description of what
it would like to be some years from now. It is more than a dream or
set of hopes; it is a commitment. Designing and managing the
changes to reach the goals. (D.Scott, 1993)

MASYARAKAT

BUPATI DPRD
1. Specific – input yang ada diharapkan menjadikannya berbeda
dengan kota lain yang selanjutnya diharapkan dengan
perbedaan tersebut akan memberi daya tarik (meningkatkan
nilai jual) bagi pihak lain
2. Measureable – dapat terukur atau setidaknya terasakan,
sehingga bukan sepenuhnya berupa khayalan ,
3. Achieveable, dapat terjangkau-setidak-tidaknya memberi makna
bahwa dalam menyusun visi perlu melihat kapasitas atau
potensi riil atau yang mungkin dapat diciptakan,
4. Rational , dalam pengertian tidak terlalu muluk-muluk – erat
kaitanya dengan analisis pada butir-butir diatasnya, dan
5. Timebound, mengandung makna adanya batas waktu (bukan
tak terhingga).
MISI
PROSES PERUMUSAN MISI MISI

RUMUSAN MISI
RUMUSAN MISI
(HASIL DISKUSI)
(HASIL DISKUSI)
PENILAIAN
PENILAIAN
LINGKUNGAN
LINGKUNGAN
EKSTERNAL
EKSTERNAL DISKUSI
DISKUSI
DAN
DAN PERUMUSAN MISI
PERUMUSAN MISI
INTERNAL
INTERNAL

MANDAT YANG
MANDAT YANG DIPEROLEH
DIPEROLEH DARI
DARI
PELAKSANAAN OTONAMI
PELAKSANAAN OTONAMI DAERAH
DAERAH
DAN MANDAT
DAN MANDAT DARI
DARI MASYARAKAT
MASYARAKAT
SETEMPAT
SETEMPAT
VISI
SUMATERA UTARA YANG MAJU DAN 2009-2013
SEJAHTERA DALAM HARMONI
KEBERAGAMAN
MISI

Mewujudkan Sumatera Utara


1
yang maju, aman, bersatu, rukun
dan damai dalam kesetaraan.

Mewujudkan Sumatera Utara yang mandiri 2


dan sejahtera dan berwawasan lingkungan.

Mewujudkan Sumatera Utara yang berbudaya, 3


religius dalam keberagaman.

Mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang partisipatif 4


dan peduli terhadap pembangunan.
5 PRINSIP DASAR PEMBANGUNAN PENCAPAIA
5 STRATEGI DASAR PEMBANGUNAN N VISI-MISI
5 AGENDA PEMBANGUNAN 2009-2013
5PRINSIP DASAR PEMBANGUNAN
1 Berkembang dan maju serta memiliki daya tahan terhadap
perubahan, dan resesi.

2 Berkembang berdasarkan jiwa, semangat dan keberagaman


etnik dan agama.

3 Percaya diri, menampilkan identitas budaya lokal, ditengah


arus globalisasi

4 Memiliki kemandirian dan kesempatan bagi setiap orang dan


kelompok untuk mencapai kesejahteraan

Memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan


pembangunan kesehatan, pendidikan dan pertanian, dalam
5 kerangka kesejahteraan rakyat (RAKYAT TIDAK BODOH,
TIDAK SAKIT, TIDAK LAPAR, DAN MEMPUNYAI MASA
DEPAN).
5STRATEGI DASAR PEMBANGUNAN
1 Mendorong dinamika kehidupan etnik dan agama serta
menjembatani keharmonisan yang berlandaskan semangat
persatuan dan kesatuan

2 Pengelolaan tata pemerintahan yang baik sebagai abdi


masyarakat

3 Mendorong penciptaan sentra-sentra ekonomi kerakyatan


sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

4 Meningkatkan ketersediaan infrastruktur, kemampuan sumber


daya manusia dan peraturan daerah (regulasi) yang responsif
bagi percepatan pertumbuhan dunia usaha.

Meningkatkan mutu dan jumlah sarana prasarana


5 pendidikan, kesehatan, dan penunjang kesejahteraan
masyarakat.
5 AGENDA PEMBANGUNAN
1 Mewujudkan Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat

2 Menciptakan Tata Pemerintahan yang Baik dan Efektif

3 Tersedianya Prasarana dan Sarana Sosial Ekonomi


sebagai Penunjang Pembangunan

4 Menciptakan Kehidupan Masyarakat yang Harmoni


dalam Keberagaman

Mewujudkan Masyarakat yang Partisipatif dan


5
Peduli terhadap Proses Pembangunan
SIKLUS PERENCANAAN DAN
PENGANGGARAN
NO AKTIVITAS WAKTU SUMBER/ PELAKSANA
RUJUKAN

1 Musrenbang Desa Januari Pedoman Perenca naan Desa


dan pengenda lian
Pembangunan
Kecamatan
2. Musrenbang Minggu II Hasil Musrenbang Desa Kecamatan
Kecamatan Pebruari
3 Musrenbang Maret SE.Mendagri, PP 58, Hasil Bappeda
Kabupaten Musrenbang Kecamatan

4. Musrenbang Propinsi April Hasil Musrenbang Kab Bappeda


Prop

5. Finalisasi RKPD Mei Rancangan RKPD dan Bappeda/


hasil musrenbang Tim
6. Penandatanganan Juni Hasil penyempurnaan Bappeda/
KUA dan PPAS KUA Indikatif Tim
SIKLUS PERENCANAAN DAN
PENGANGGARAN
NO AKTIVITAS WAKTU SUMBER/ PELAKSANA
RUJUKAN

7 Penerbitan Pedoman RKA - Juli KUA dan PPAS BPKKD


SKPD

8. Penyusunan RKA -SKPD Agustus Pedoman RKA- SKPD


SKPD
9 Penyiapan Raperda APBD September RKA - SKPD Tim
Anggaran
10. Penyampaian dan Pembahasan Minggu I Raperda APBD Tim
RAPBD Oktober Anggaran
/DPRD
11 Persetujuan Raperda APBD Nopember Raperda APBD DPRD
12 Evaluasi Rancangan Perda dan Minggu II Draf APBD/Hasil Gubernur
Perkada ttg Penjabaran APBD Desember Pembahasan
SIKLUS PERENCANAAN DAN
PENGANGGARAN
NO AKTIVITAS WAKTU SUMBER/ PELAKSANA
RUJUKAN

13 Penetapan Perda APBD dan 31 Desember Hasil Evaluasi DPRD dan


Perkada Penjabaran APBD RAPBD Kepala
Daerah
14 Penyiapan rancangan DPA 3 hari setelah Perda APBD BPKKD
SKPD penetapan
APBD
15 Penyerahan Rancangan DPA 6 hari setelah Perda APBD dan BPKKD
SKPD ke PPKD pemberitahua Perkada
n Penjabaran APBD

16 Verifikasi rancangan DPA SKPD 15 hari sejak DPA SKPD Tim


ditetapkannya Anggaran
Perda APBD
TARGET PEMBANGUNAN
PROVINSI SUMATERA UTARA
1). Pendidikan
( Mewujudkan Rakyat Tidak Bodoh)
No APK/APM TAHUN

2008 2009 2010 2011 2012 2013


1. APK SD + MI 109,36 110,52 111,41 111,40 111,64 112,59

2. APM SD + MI 92,41 92,90 93,16 92,66 92,36 92,66


3. APK SMP + MTs 94,60 96,89 99,49 101,19 104,00 105,01

4. APM SMP + MTs 86,84 89,01 91,56 93,29 96,20 97,52


5. APK SMA + MA + SMK (%) 75,63 78,07 81,21 82,46 86,29 89,99
6. APM SMA 63,06 65,01 67,55 68,50 71,59 74,57
7. Buta Aksara 2,2 2,05 1,92 1,79 1,67 1,54
8. Rata - Rata Lama Sekolah 9,08 9,27 9,47 9,66 9,86 10,07
(tahun)
2). KESEHATAN
(Mewujudkan Rakyat Tidak
NO INDIKATOR
Sakit) SASARAN TAHUNAN

2009 2010 2011 2012 2013


1. Angka Kematian Bayi 26 / 1000 25/1000 (KLH) 24 / 1000 23 / 1000 22 / 1000
(KLH) (KLH) (KLH) (KLH)
2. Angka Kematian Ibu 315 / 1000 305/1000 295 / 1000 285 / 1000 275 / 1000
(AKI) (KLH) (KLH) (KLH) (KLH) (KLH)
3. Prevalensi Gizi Buruk 22,5 % 21,8 % 21,2 % 20,6 % 20 %
dan Kurang
4. Usia Harapan Hidup 68,8 Thn 69,6 Thn 70,4 Thn 71,2 Thn 1.hn
(UHH)
3). Peningkatan Kualitas Infrastruktur
a. JALAN DAN JEMBATAN
NO. TAHUN JALAN / JEMBATAN PROVINSI

TARGET EFEKTIF JEMBATAN TARGET EFEKTIF JALAN (KM)


(M)

1. 2009 251,00 207,76

2. 2010 1.540,00 319,81

3. 2011 1.320,00 382,14

4. 2012 400,00 382,11

5. 2013 960,00 356,18

TOTAL 4.471,00 1.648,00


b. IRIGASI

No Tahun Target

Irigasi (Ha) Rawai (Ha) Sungai (M) Penyediaan


Air Baku/
Embung
Pemeliharaa Perbaikan Pemeliharaan Perbaikan/ Perkuatan Normalisasi/ Pembangunan
(Unit)
n (rutin tiap /Pening (tutin tiap Peningkatan Tebing Pelurusan /Perbaikan
tahun) katan tahun) Tanggul

1 2009 73,326 2,656 61,732 1,970 4,515 8,900 12,500 3

2 2010 73,326 5,000 61,732 3,500 5,500 9,500 10,250 4

3 2011 73,326 5,000 61,732 3,500 5,500 9,500 10,250 4

4 2012 73,326 5,000 61,732 3,500 5,500 9,500 10,250 4

5 2013 73,326 5,000 61,732 3,500 5,500 9,500 10,250 4


c. KELISTRIKAN
No PEMBANGKIT LISTRIK KAPASITAS PENGEMBANG RENCANA
SELESAI
1. PLTU Kuala Tanjung, Kab. Batu 2 X 215 MW PT. Ranyza Energy 2009
Bara
2. PLTA Asahan I, Kab. Tobasa 2 X 90 MW PT. Bajradaya Sentra Nusa dan 2010
Investor Negara Cina.
3. PLTU Paluh Merbau, Kab. Deli 2 X 150 MW PT. Gregory Energy 2010
Serdang
4. PLTU Sumut, Kab. Langkat 2 X 200 MW PT. PLN ( Persero ) 2010
5. PLTP Sarulla, Kab. Taput 110 MW PT. Pertamina Geothermal 2010
Energy dan Medco – Ormat -
Itochu
6. PLTU Sicanang, Kab. Langkat 105 MW PT. PLN ( Persero ) 2011
7. PLTP Asahan III, Kab. Asahan 154 MW 2011

8. PLTP Sarulla II, Kab. Taput 110 MW PT. Pertamina Geothermal 2011
Energy dan Konsorsium Medco –
Ormat - Itochu
9. PLTP Sarulla III, Kab. Taput 110 MW PT. Pertamina Geothermal 2012
Energy dan Konsorsium Medco –
Ormat - Itochu
4). Mewujukdan Rakyat Tidak
Lapar a. KETERSEDIAAN
BERAS

No. URAIAN TAHUN


2008 2009 2010 2011 2012 2013

1. Jumlah Penduduk (Jiwa) 12,925,943 13,092,688 13,259,433 13,426,178 13,592,923 13,759,668

2. Kebutuhan Konsumsi/Kapita/Tahun 134.80 134.13 133.46 132.79 132.12 131.46


(Kg)
3. Kebutuhan Konsumsi per Tahun 1,742,417 1,756,070 1,769,543 1,782,837 1,795,953 1,808,895
(Ton)
4. Ketersediaan Beras untuk 1,920,675 2,016,709 2,063,335 2,111,039 2,159,846 2,209,782
dikonsumsi*)
5. Surplus/Penyangga per Tahun 178,257 260,639 293,792 328,202 363,893 400,887
(Ton)(5 – 3)
6. Produksi GKG (Ton) 3,391,291 3,560,856 3,643,183 3,727,413 3,813,591 3,901,761
7. Luas Panen (Ha) 780,619 817,277 829,536 841,980 854,609 867,428
8. Produktivitas (Kw/Ha) 43.44 43.57 43.92 44.27 44.62 44.98
9. Luas Tanam (Ha) 804,201 833,956 846,466 859,163 872,050 885,131
b. KETERSEDIAAN KOMODITAS
JAGUNG

No. URAIAN TAHUN

2008 2009 2010 2011 2012 2013

1. Jumlah Penduduk (Jiwa) 12,925,943 13,092,668 13,259,433 13,426,178 13,592,923 13,759,668

2. Keb. Konsumsi/Kapita/Tahun 61.125 61.247 61.370 61.492 61.615 61.739


(Kg)

3. Kebutuhan (Konsumsi + 790,098 801,891 813,728 825,609 837,534 849,504


Industri) per Tahun (Ton)
4. Surplus/Penyangga per Tahun 79,946 151,857 172,662 194,540 217,529 241,669
(Ton)
5. Produksi Jagung (Ton) 867,044 953,748 986,390 1,020,149 1,055,063 1,091,173
6. Luas Panen (Ha) 237,719 261,399 267,934 274,632 281,498 288,536
7. Produktivitas (Kw/Ha) 36.47 36.49 36.81 37.15 37.48 37.82
8. Luas Tanam (Ha) 238,168 266,734 273,402 280,237 287,243 294,424
c. KETERSEDIAAN KOMODITAS KEDELAI

No. URAIAN TAHUN

2008 2009 2010 2011 2012 2013

1. Jumlah Penduduk (Jiwa) 12,925,943 13,092,668 13,259,433 13,426,178 13,592,923 13,759,668

2. Kebutuhan 4.434 4.438 4.443 4.447 4.452 4.456


Konsumsi/Kapita/Tahun (Kg)

3. Kebutuhan 57,314 58,111 58,910 59,710 60,512 61,316


(Konsumsi+Industri) per
Tahun (Ton)
4. Impor/Surplus per Tahun (42,208) (34,513) (24,365) (19,374) (14,374) (9,366)
(Ton) *)
5. Produksi Kedele (Ton) 15,106 23,598 34,545 40,337 46,138 51,950

6. Luas Panen (Ha) 12,967 20,139 29,400 34,300 39,200 44,100

7. Produktivitas (Kw/Ha) 11.65 11.72 11.75 11.76 11.77 11.78

8. Luas Tanam (Ha) 14,275 20,550 30,000 35,000 40,000 45.000


D. KETERSEDIAAN LUAS AREAL
PERKEBUNAN
TOTAL PRODUKSI PERKEBUNAN
PRODUKSI , EKSPOR KONSUMSI DAN
PENYERAPAN TENAGA KERJA DI
SEKTOR PERIKANAN

No Sasaran Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 Meningkatnya 481,139,42 512,413,49 545,720,36 545,720,36 581,192,19
Produksi Perikanan

2 Meningkatnya 53,017,51 58,319,26 64.151,19 70.566,31 77.622,94


ekspor hasil
perikanan
3 Meningkatnya 28,75 30,62 32,61 34,73 36,98
konsumsi ikan
4 Meningkatnya 155818 165,946 176,07 176,08 186,86
penyerapan tenaga
kerja
POPULASI, PEMOTONGAN, IMPOR, PRODUKTIVITAS,
PRODUKSI SERTA KEBUTUHAN SAPI
UNTUK MENDUKUNG SWASEMBADA DAGING SAPI

No URAIAN TAHUN
2008 2009 2010 2011 2012 2013

1. Jumlah Penduduk (Jiwa) 12,925,943 13,092,668 13,259,433 13,426,178 13,592,923 13,759,668

2. Kebutuhan Konsumsi/Kapita/Tahun 0.84 0.89 0.94 0.99 1.04 1.10


(Kg)
3. Kebutuhan Konsumsi per Tahun (Ton) 10,858 11,608 12,409 13,262 14,172 15,142

4. Produksi Daging yang diharapkan 10,493 11,507 12,618 13,838 15,174 16,640
(Ton)
5. Jumlah Pemotongan Sapi (Ekor) 56,396 61,848 67,819 74,373 81,558 89,434

6. Produktivitas (Kg/Ekor) 186 186 186 186 186 186

7. Pemotongan Sapi Impor (Ekor) 9,587 8,217 6,847 5,477 4,107 2,737

8. Pemotongan Sapi Lokal (Ekor) 46,809 53,631 60,972 68,896 77,451 86,697

9. Populasi (Ekor) 408,808 434,561 461,936 491,038 521,975 554,859


5). Mewujudkan Rakyat Punya Masa Depan
KOPERASI DAN UKM
No. U R A I A N TARGET SATUAN TAHUN
2009 2010 2011 2012 2013
1. Meningkatnya produktivitas 5.000 KUKM 1.000 1.100 1.100 1.000 800
koperasi dan UMKM dengan
laju pertumbuhan rata – rata
10 – 15% per tahun
2. Meningkatnya penyerapan 250.000 Orang 40.000 55.000 55.000 50.000 50.000
tenaga kerja per unit
koperasi dan UMKM dengan
laju pertumbuhan rata – rata
10% per tahun

3. Meningkatnya daya saing dan 150 KUKM 30 30 30 30 30


nilai ekspor produk koperasi
dan pertumbuhan nilai
tambahnya
4. Peningkatan kualiats 5.000 Koperasi 1.300 1.200 1.200 1.200 1.100
kelembagaan dan usaha
koperasi
5. Pemberdayaan usaha Mikro 1.000.000 UMKM 250.000 250.000 250.000 250.000 250.000
dan Menengah
6. Terbinanya Koperasi dan UKM 50 KUKM 10 10 10 10 10
pada daerah Agropolitan dan
Agromarinepolian

7. Terbinanya Koperasi pada 25 Koperasi 5 5 5 5


Desa TP. PKK Provinsi
MAKRO EKONOMI
No Indikator Satuan KONDISI YANG DIHARAPKAN
TAHUN 2009 – 2013 2)

2009 2010 2011 2012 2013

1 PDRB ADHB Triliun Rp 239,03 270,01 306,95 349,27 398,39


2 PDRB ADHK 2000 Triliun Rp 112,21 119,25 127,01 135,57 145,04
3 PDRB Perkapita ADHB Juta Rp 18,04 20,05 22,43 25,12 28,19

4 PDRB Perkapita ADHK 2000 Juta Rp 8,47 8,86 9,28 9,75 10,26

5 Pertumbuhan Ekonomi Persen 5,69 6,27 6,50 6,74 6,98

6 Nilai Tukar Petani (NTP) - 101,11 100,51 100,98 102,51 104,27


7 Volume Ekspor Juta Ton 8,47 8,81 8,96 9,21 9,42

8 Nilai Ekspor Milyar US$ 7,41 8,41 8,71 8,61 8,99

9 Volume Impor Juta ton 5,40 5,76 5,91 6,03 6,17

10 Nilai Impor Milyar US$ 2,63 2,86 2,90 3,05 3,06

11 Tingkat Inflasi Persen 6,00 6,50 6,50 6,00 6,00


MAKRO SOSIAL
No Indikator
KEMASYARAKATAN
KONDISI YANG DIHARAPKAN TAHUN 2009 - 2013 2)

2009 2010 2011 2012 2013


1 Jumlah Penduduk 13.252,66 13.466,87 13.684,54 13.905,74 14.130,51

2 Jumlah Penduduk Miskin 1.561,69 1.467,58 1.379,14 1.296,03 1.217,92

3 Persentase Penduduk 10,00 9,00 8,55 7,25 7,00


Miskin
4 Rata-rata Lama Sekolah 9,27 9,47 9,66 9,86 10,07

5 Tingkat Melek Huruf 97,95 98,08 98,21 98,33 98,46


6 Indeks Pembangunan 73,40 77,00 79,50 80,50 82,00
Manusia
7 Angka Harapan Hidup 69,96 70,29 70,63 70,96 71,30
8 Total Fertility Rate (TFR) 2,38 2,31 2,25 2,18 2,12

9 Infant Mortility Rate (IMR) 24,75 23,74 22,77 21,84 20,94

10 Tingkat Pengangguran 9,10 8,50 7,60 6,90 6,60


Terbuka (TPT)
CONTOH
DUKUNGAN KAB/KOTA
TERIMA KASIH