FISTEL TRAKEO BRONCHOESOFAGUS

PRESENTASI: DR.NORMAN IMANSYAH RIZAL PEMBIMBING : DR.YOAN LEVIA MAGDI Sp.THT KL

EMBRIO
Esofagus terbentuk hasil pemisahan divertikulum respiratorius dari usus depan minggu ke-4 berkembang dihubungkan kedg bagian utama usus depan oleh septum trakeoesofageal. Seiring dengan perkembangan primordium pernafasan ini, septum trakeoesofageal memisahkan diri dari duodenum terbagi mjd 2 bagian, yaitu: bagian ventral (primordium respiratorius) dan bagian dorsal (esofagus).

Esofagus berukuran pendek. jantung & paruparu-paru esofagus kemudian cepat memanjang sampai ke diafragma.  Lapisan otot esofagus terbentuk dari mesenkim splanknik di sekitarnya.  Dua per tiga bagian atas esofagus merupakan otot lurik dan diinervasi oleh nervus vagus.  Sementara sepertiga bawah esofagus merupakan otot polos yang diinervasi oleh pleksus splanknikus. 

TRAKEA  primordial respirasi merupakan evaginasi ventral dari lantai foregut postfaringeal pada awal gestasi minggu ke empat dan apeks paru primitif terletak pada bagian caudal evaginasi ini.  Pada masa pertumbuhan cepat, trakea yang terletak di ventral berpisah dari esofagus yang terletak di dorsal.  trakea berpisah akibat pertumbuhan cepat longitudinal dari primordial respirasi yang menjauh dari foregut   

Esofagus perpanjangan dan diferensiasi bagian kaudal foregut divertikulum pulmonary. Bagian esophagus ini sangat pendek pada awalnya dan divertikulum pulmonary atau laringotrakeal groove tampak sebagai area yang luas pada dinding ventral cranial foregut pada dinding esophagus. Pemanjangan dari bagian foregut esophagus menjadi trakea. Perkembangan esophagus dan pemisahan trakea dari foregut berhubungan dengan terjadinya fistula trakea dan esophagus. 

DEFINISI 

Saluran yang menghubungkan dinding esofagus dan trakea yang dapat disebabkan karena kelainan kongenital, ulkus atau trauma. 

Fistula trakeo-esofagus secara trakeokongenital atau didapat dimana terjadi hubungan antara trakea dan esofagus. Fistula kongenital kegagalan fusi celah trakeotrakeo-esofagus pada perkembangan embrio umur 3 minggu komplikasi serius pada paru-paru paru- 

Ada beberapa klasifikasi dari fistula trakeo esofagus sbb; 1. Atresia esofagus dengan fistel trakeoesofagus bagian distal 2. Fistula trakeo-esofagus tanpa atresia trakeoesofagus 3. Atresia esofagus dengan fistula proksimal 4. Atresia esofagus dengan fistel bagian distal dan proksimal

GEJALA
sekresi oral yang berlebihan.  Regurgitasi dan tersedak selalu terjadi pada saat makan.  Distensi abdominal  Aspirasi sekret oesofagus  refluks asam lambung melalui fistula menuju paru-paru masalah respirasi. paru

bayi prematur atau bayi dengan BBlr BBlr riwayat polihidramnion pada 50 - 60% kasus.  Lahir : 1. saliva berbuih dalam jumlah banyak yang keluar dari mulut dg tersedak, dg 2. dispnu 3. episode sianosis 

suction rutin untuk menjaga jalan nafas tetap terbuka. 

Jika terdapat fistula trakeo-oesofagus trakeotanpa atresia oesofagus bayi sering tersedak, batuk dan terlihat tanda-tanda tandasianosis ketika makan, dengan distensi abdomen yang sangat sering terjadi kolaps paru

Diagnosis
Pada masa antenatal ultrasonografi mendeteksi adanya polihidramnion predisposisi terjadinya atresia oesofagus atau fistula trakeo-oesofagus. trakeo Pada saat kelahiran dapat dilakukan pemasangan pipa nasogastrik.  Bila terjadi sumbatan atau atresia pipa tidak dapat masuk ke lambung sumbatan terjadi pada ukuran 9 ± 13 cm dari pipa.  

Foto toraks dan abdomen

gas pada

lambung bila terdapat fistula trakeotrakeooesofagus. 

Tidak adanya gas pd lambung atresia oesofagus tanpa fistula.

adanya 

Endoskopi trakea dan oesofagus melihat adanya fistula.

Penanganan
Penanganan Pre Operatif  Makanan dan minuman oral harus dihentikan.  Bayi harus dipertahankan pada posisi setengah duduk untuk mengurangi regurgitasi.  Segmen proksimal harus dilakukan suction secara rutin untuk mencegah aspirasi.  Adanya penyakit paru yang parah harus selalu dievaluasi.  Hipotermia harus dicegah

Penanganan bedah  Bronkoskopi  Pendekatan ekstrapleural  Torakotomi kanan  Pemotongan fistula  Mobilisasi dan anastomosis  Gastrostomi jika anastomosis dalam penekanan 

                 

Anamnesis

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang

Batuk dan tersedak saat minum. Vital sign Esofagorafi Riwayat penyakit : kongenital/ Under weight/malnutrisi weight/malnutrisi Foto toraks didapat ( infeksi, trauma iatrogenik, Tes makan/minum : batuk Foto leher lateral malignancy, benda asing). Auskultasi : ronkhi/wheezing

Trakeoskopi &Esofagoskopi kaku

Fistel trakeoesofagus

TERIMA KASIH

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful