Preseptor: Drg.

Etty Sofia Mariati Asnar, SpKGA

Osteomielitis

Muhammad Iman Pratama Putra Richard Chandra

1301-1209-0020 1301-1210-0012

Definisi
Peradangan dari bagian medula dari tulang.

Proses inflamasi akut atau kronik dalam ruang medula atau permukaan korteks tulang yang menyebar dari lokasi awal, biasanya karena infeksi bakteri.

Klasifikasi
Osteomielitis Supuratif ‡ Osteomyelitis supuratif akut ‡ Osteomyelitis supuratif kro is ‡ rimer : ti ak a a fase akut ya g me a ului ‡ Seku er : i a ului e ga fase akut ‡ Osteomyelitis i fa til Osteomielitis No supuratif ‡ Osteomyelitis sklerosis ifus ‡ Osteomyelitis sklerosis fokal (Condensing osteitis) ‡ eriostitis proliferatif (periostitis ossifica s, Osteomyelitis sklerosis arre) ‡ Osteora io ekrosis

Faktor Predisposisi
Kekebalan penderita y Virulensi dari mikroorganisme y Perubahan vaskularisasi y Faktor-faktor lain seperti: diabetes, penyakit autoimun, agranulositosis, leukemia, anemia berat, malnutrisi, sifilis, kemoterapi kanker, penggunaan obat steroid, penyakit sickle cell, AIDS, rokok dan alkohol.
y

Patogenesis
Inflamasis Akut

Ekstensi pus

Peningkatan tekanan intrame ular

Sistem Havers/kanalis

Kolaps pembuluh arah

Pengangkatan periosteum

Tulang ja i avaskuler

Suplai arah terganggu

Mikrobiologi .

biasanya karies dari gigi yang terlibat y .Gejala Klinik Nyeri y Demam intermiten y Anestesia dari bibir bawah y Penyebab yang dapat dengan jelas dilihat.

Gigi menjadi longgar dan menjadi sensitif terhadap perkusi.Gejala Klinik Jika penyakit ini tidak dapat dikendalikan dalam waktu 10-14 hari setelah onset. melalui mukosa. y Nyeri. malaise. demam dan anoreksia ditemukan. y Nanah tampak di sekeliling sulkus gusi. dan kemungkinan fistula kulit. y Nanah menyebar melalui kanalis Havers dan menumpuk di bawah periosteum dan akan menembus dan menyebar ke jaringan lunak. y . bau mulut sering ditemukan. maka akan berkembang menjadi osteomyelitis supuratif subakut.

y rismus tidak selalu ada y Limfadenopati regional sering ditemukan y . pelebaran dari tulang akibat peingkatan aktivitas periosteal . pembentukan abses dengan eritema dan demam lokal. parestesia nervus mentalis juga diperhatikan. nyeri tekan.Gejala Klinis Selulitis dari pipi.

.Gejala Klinis y Pada osteomyelitis kronis sekunder. gejala klinik yang biasa ditemukan terbatas pada: Fistula pembengkakan jaringan lunak dan penebalan dari daerah yang terkena disertai dengan nyeri tekan.

y .00015. y Jarang jumlah leukosit mencapai 20.Laboratorium Jumlah leukosit berkisar antara 8.000 sel/mm3.000 sel/mm3 dengan pergeseran ke arah kiri.

Pencitraan y Radiografi yC konvensional -scan y MRI y Radionuclide bone scanning .

y . y Minimal 4-14 hari setelah onset penyakit.Pencitraan Diperkirakan 30-60% dari bagian mineral tulang telah dihancurkan sebelum perubahan radiografik yang signifikan dapat dilihat.

Gambaran Radiografik y Moth Eaten Appearance .

dengan penampakkan pola trabekula dan ruang sumsum. y Pemadatan granular karena deposisi subperiosteal dari tulang baru membuat struktur tulang intrinsik sulit dikenal atau deposisi dari tulang baru pada permukaan dari trabekula yang sudah ada dengan mengorbankan ruang sumsum. y .Gambaran Radiografik Islands: sekuestra.

do MRI.S OP or IIIIn WBC scan (+) .Skema Diagnosis Dengan Radiografi Radiografi Konvensional (+) .S OP (-) . use C ) (+) .S OP (-) ² suspek osteomielitis MRI or C in selected cases (drainable absces.S OP .S OP (-) ² suspek osteomielitis echnetium Bone Scan (-) ² suspek osteomielitis 67Ga (+) . sequestrum.

Pulpa 5.Anatomi dan Histologi Gigi Enamel 2. Ligamen periodontal 1. Akar gigi 10. Dentin 7. Kanal pulpa 9. Mandibula 8. Lapisan granular 11. Mahkota gigi 3. . Gusi 4. Semen 6.

Osteomielitis Supuratif .

sisi gigi yang patah. y Osteomielitis Supuratif dapat melibatkan semua komponen tulang: periosteum. y Infeksi gigi berasal dari saluran akar. korteks.Definisi Reaksi inflamasi tulang terhadap infeksi yang berasal dari gigi. periodontal ligament atau tempat ekstraksi. luka jaringan lunak atau tempat operasi. dan sumsum y .

Klasifikasi .

umumnya didahului oleh rasa sakit yang berlanjutan dengan pembengkakan pada muka. Bila yang terkena mandibula sakitnya terasa menyebar sampai telinga disertai parestesia bibir. Penderita mengeluh sakit yang terlokalisasi dan disertai demam (kadang-kadang demam tinggi) dan malaise. .Osteomielitis Supuratif Akut Gejala: Osteomielitis Supuratif akut. Pembengkakan ini baru timbul setelah terjadinya periosteilitis. yang di tandai dengan kemerahan pada kulit dan mukosa.

tampak bibir membengkak dan menonjol serta infeksi bisa menyebar ke daerah pipi. Bila yang terkena adalah maksila bagian anterior. . Gingival bengkak ( edema) dan pus keluar dari marginal gingival atau fistel multiple pada mukosa. menjadi goyang karena terjadinya destruksi tulang. Jika yang terkena adalah bagian posterior. pipi dan infra orbital membengkak dan dengan terkenanya intra orbital ini bias di sertai dengan penonjolan bola mata.Osteomielitis Supuratif Akut Gejala: Disamping penderita sukar untuk membuka mulut (trismus). Infeksi ini disertai dengan limfadenopati regional. Gigi ² gigi pada rahang yang terkena terasa sakit pada oklus.

dengan pelebaran ruangan-ruangan pada spongiosa. . Pada saat ini mulai tampak rarefraksi irregular karena adanya destruksi trabekular. tampak gambaran yang khas berupa bercak ²bercak atau gambaran moth eaten appearance. Lesi dan kerusakan pada tulang baru tampak setelah penyakit berjalan 10 sampai 12 hari. erbentuk sekuester.Osteomielitis Supuratif Akut Gambaran radiografi: Gambaran radiologis masih normal kecuali pada yang ekserbasi akut.

Osteomielitis Supuratif Akut Gambaran darah: Tampak leukositosis antara 12000-20000 di hari ² hari pertama. Pada hitungan jenis ada peningkatan jumlah sel neutrofil PMN dan gambaran shift to the left. setelah keadaan klinis menjadi baik dengan melakukan drainase. Pada hari ketiga terjadi penurunan leukosit secara perlahan-lahan menjadi normal. .

osteoblast maupun osteoklas serta masuknya eksudat ke dalam kanalikuli. x Infiltrasi sel-sel netrofil disertai edema. x Kematian bagian-bagian tulang terlihat dari hilangnya osteosit. x Spikula tulang menunjukkan erosi pada tepinya dan desintegrasi granuler pada matriks tulang. x Spikula spikula tulang devital dan focus-fokus tulang korteks yang nekrosis lebih nyata. .Osteomielitis Supuratif Akut Gambaran histologis x Gambaran destruksi itu sangat menonjol. kongesti vascular dan thrombosis pembuluh darah kecil dalam pusat inflamasi.

Osteomielitis Supuratif Akut Terapi: y Antibiotika y Drainase y Suportif y Sekuerektomi .

trismus perlahan-lahan berkurang sehingga penderita merasa lebih enakan. Rasa sakit yang sudah berkurang tapi masih ada demam. Supurasi dan absess local tetap ada dan membentuk fistel multiple pada mukosa dan kulit. Eksaserbasi akut dari stadium kronis dapat tejadi secara periodic dengan gejala gejala yang sama seperti osteomilitis akut. Pada keadaan lebih lanjut mungkin sudah tampak sekuester sebagai tulang yang terbuka ataupun suatu fraktura patologis.Osteomielitis Supuratif Kronik Osteomilitis Supuratif Kronik mempunyai gambaran klinik yang sama dengan akut. Gigi ² gigi yang bergoyang pada fase akut kegoyangannya telah berkurang dan dapat berfungsi kembali meskipun terasa kurang sempurna. hanya gejalanya lebih ringan. . tempat keluarnya pus dan tulang nekrotis. Pareatesi bibir berkurang bahkan mungkin juga bilang.

ini bila penyakit sudah berlangsung 2 sampai 3 minggu. Sekuester tampak lebih padat di batasi daerah radiolusen.Osteomielitis Supuratif Kronik Gambaran radiografis: Osteomilitis Supuratif Kronik. perubahan ² perubahan gambaran tulang tampak lebih jelas. y Gambaran radiologis pembentukan tulang baru lebih luas dan nyata pada anak-anak daripada orang dewasa dan tampak sebagai gambaran radioopak di luar korteks tulang. y Daerah destruksi tulang menunjukkan gambaran bercak-sekuester dengan pelbagai bentuk dan ukuran dengan involukrum di sekitarnya. y Kloaka sering kali tampak sebagai bayangan gelap melewati daerah radioopak. y .

Pemeriksaan leukosit dapat di jadikan sebagai indikator untuk kemajuan pengobatan. . adanya sel-sel leukosit muda menunjukkan adanya toksemia dan bila toksisitas berkurang sel-sel dewasa bertambah sampai terjadi keseimbangan. Pada kasus yang disertai dengan toksemia berat biasanya terjadi pada anemia.leukosit sekitar 8000.Osteomielitis Supuratif Kronik y Laboratorium: Osteomielitis Supuratif Kronik.12000.

Osteomielitis Supuratif Kronik Gambaran Histologi: Eksudat neutrofil tetap dan disertai dengan banyak sel-sel limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Bersamaan dengan perbaikan jaringan lunak terjadinya pembentukan tulang baru Osteogenesis ini tampak dengan adanya bertambah sel-sel osteoblas. . menjadi hipetropi nya sel-sel ini dan pelekatan lamella baru. Proliferasi fibroblast menjadi nyata sebagai membran yang menutupi atau tersebar di seluruh fokus inflamasi.

Osteomielitis Supuratif Kronik Terapi . x Osteomilitis Supuratif Kronik memerlukan antibiotik yang agresif dan juga intervensi bedah yang agresif. x Untuk Osteomilitis Supuratif Kronik yang berat antibiotika diteruskan selama 6 minggu. Penderita di rawat inap agar dapat diberikan antibiotic dosis tinggi secara IV. . bersama intervensi bedah bias sampai 3 minggu dan selama itu antibiotika diteruskan. x Penisilin efektif terhadap streptokokus dan mikroba anaerob yang biasa menyebabkan osteomilitis. x Antibiotika pilihan utama adalah penicillin dan jika tidak memberi respon pilihan keduanya adalah klindamisin. selama menunggu sebelum ada hasilnya di berikan penisilin sebagai drug of choice. x Dosis yang tidak adekuat akan menyebabkan resistensi.Antibiotika x Diberikan dengan dosis massif secara parentral dan diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan sensitivitas bakteri.

Osteomielitis Pada Anak Osteomielitis pada anak jarang terjadi . . tapi mendapat sebutan khusus karena keparahannya dan potensi yang besar untuk terjadinya deformitas akibat terlambatannnya atau pengobatannya yag tidak tepat.

Penderita memperlihatkan selulitis fasisalis yang berpusat sekitar orbita.Osteomielitis Pada Anak Gejala Klinis Biasanya menyerang bayi/ anak yang baru berusia beberapa minggu dan terjadi pada maksila. anoreksia dan dehidrasi serta bias disertai konvulsi dan muntah-muntah. tertutup mata. Gejala lainnya pembengkakan canthus sebelah dalam. . didahului dengan gelisah. Pus keluar dari hidung atau sinus canthus sebelah dalam. konjuktivitis dan proptosis. edema palpebra. malaise di ikuti dengan hipereksia.

meskipun banyak mikroba lain yang di temukan terutamanya streptokokus. . Mikroba penyebab utama adalah staphylococcus aureus. Gambaran darah umumnya memperlihatkan lekositisis dengan gambaran shift to the left. dengan fluktuasi dan fistula pada mukosa. maksila yang terkena membengkak di bukal dan palatinal.Osteomielitis Pada Anak Di intra oral. Pada awal fase akut tak Nampak perubahan pada gambaran radiologis. terutama di regio molar.

y Penanganan terhadap sekuester secara konservatif karena bahaya merusak benih gigi. y Untuk memberikan terapi suportif diberikan anti piretik.Osteomielitis Pada Anak Terapi y Pengobatan harus segera dan agresif untuk mencegah kerusakan optik yang permanen. komplikasi neurologis dan kehilangan benih gigi serta tulang. y Antibiotika diberikan selama 2 sampai 4 minggu sesudah tanda-tanda infeksi hilang. cairan dan diet yang sesuai. y Diberikan penicillin atau klindamisin serta drainase di daerah yang menunjukkan fluktuasi. .

Osteomielitis Non-Supuratif NonGarre·s Sclerosing Osteomyelitis y Osteomyelitis Sklerosis Difus Kronis y Osteomyelitis Radiasi dan Nekrosis y .

maka yang terjadi adalah neoosteogenesis di mana sejumlah tulang terbentuk dan diletakkan sekitar fokus infeksi dalam ruang medula yang menyebabkan penambahan densitas dan sklerosis tulang pada bagian perifer daerah infeksi. infeksi berjalan secara kronis. y . daya tahan tubuh penderita tinggi dan virulensi mikroorganisme rendah. y Bila berlangsung dalam periode waktu yang lama memberi gambaran sklerosis padat.Garre·s Sclerosing Osteomyelitis Patogenesis Pada osteomyelitis sklerosis dan osteomyelitis Garre.

Dideskripsikan sebagai penebalan fokal yang diinduksi oleh iritasi dari periosteum dan korteks tulang tibia.Garre·s Sclerosing Osteomyelitis Gejala Klinis Umumnya terjadi pada orang muda usia di bawah 20 tahun. Penyakit ini biasanya berhubungan dengan gigi M1 mandibula yang berlubang. dan unilateral pada aspek lateral dan inferior dari mandibula. demam dan leukositosis biasanya tidak terjadi. y . y Dikarakteristikan dengan pembengkakan tulang yang lokal. tidak nyeri pada penekanan. terjadi pada apeks gigi. y Terjadi terutama pada anak-anak dan dewasa muda dan kadang-kadang pada individu yang lebih tua. y Limfadenopati. dengan riwayat sakit gigi pada masa lampau. keras.

y Di sini jaringan bereaksi terhadap infeksi dengan proliferasi dan bukan dengan destruksi. y . y Secara radiologis daerah fokal dari proliferasi tulang yang kalsifikasinya baik dapat terlihat halus dan sering mempunyai lapisan atau penampakan kulit bawang. Radiolusensi mungkin berhubungan dengan apex dari gigi yang terpengaruh. karena infeksi cenderung bertindak sebagai stimulan daripada sebagai iritan. y Tepi lesinya halus dan berbatas tegas dengan tulang normal atau tampak bercampur dengan tulang di sekitarnya.Garre·s Sclerosing Osteomyelitis Gambaran Radiografi Osteosklerosis fokal kronis pada dasarnya merupakan reaksi tulang terhadap infeksi ringan yang masuk melalui karies pada orang dewasa dengan daya tahan jaringan yang tinggi.

biopsi yang segera diindikasikan. Deformitas mungkin dapat tinggal terus dan pembedahan mungkin dibutuhkan. Terapi endodontik telah berhasil digunakan dengan resolusi dari massa. y Jika gigi yang terkena tidak dapat dirawat maka pencabutan gigi diindikasikan.Garre·s Sclerosing Osteomyelitis Terapi Penatalaksanaan lebih diarahkan kepada pembuangan sumber inflamasi. Penggunaan antibiotik tidak diperlukan. y Follow up perawatan diperlukan. y . y Jika lesi membesar.

Garre·s Sclerosing Osteomyelitis .

Osteomyelitis Sklerosis Difus Kronis Gejala Klinis Osteomyelitis tipe ini bisa terjadi di semua umur. y y . Gejala klinis lain tidak ditemukan. y Penyakit ini pada dasarnya merupakan penyakit tersembunyi. tidak diketahui kehadirannya secara klinis. Namun seringkali ditemukan pada orang yang sudah berumur terutama pada mandibula yang sudah tak bergigi atau daerah yang tidak bergigi. y Kadang-kadang tampak eksaserbasi dari suatu infeksi yang sebelumnya tidak tampak. dan rasa tidak enak di mulut. dengan pembentukan fistel spontan ke permukaan mukosa. y Dalam keadaan ini penderita mengeluh sakit yang samar.

y Batas dari lesi radioopak dengan tulang normal seringkali tidak jelas.Osteomyelitis Sklerosis Difus Kronis Gambaran Radiografi y Lesi radioopak bisa meluas bilateral. kadang-kadang mandibula dan maksila terkena sekaligus. . hanya sekalikali tampak suatu radiolusensi yang sempit sebagai batas.

sedang dipihak lainya sering terjadi eksaserbasi akut. Lesi ini tidak terlalu membahayakan karena tidak destruktif dan jarang menimbulkan komplikasi. defeknya bisa diperbaiki dengan transplantasi tulang. Pada fase akut bisa diberikan antibiotika. lesinya biasanya terlalu luas untuk diambil dengan pembedahan. Karena itu kalau giginya akan diekstraksi. Jika pada daerah sklerosis ada gigi yang perlu diekstraksi hendaknya diperhitungkan kemungkinan terjadinya infeksi dan lamanya penyembuhan luka pasca ekstraksi. sebab bagian tulang ini avaskular dan kurang bereaksi terhadap infeksi.Osteomyelitis Sklerosis Difus Kronis y y y y y Terapi Sulit. . hendaknya melalui pendekatan berupa pengambilan tulang yang cukup untuk memudahkan ekstraksi dan menambah perdarahan. Pada kasus dengan pengambilan tulang yang banyak.

y Komplikasi pada tulang adalah osteoradionekrosis. yaitu penyakit pada tulang yang terkena radiasi yang menimbulkan rasa sakit. y Efek radiasi terhadap jaringan lunak dan keras menimbulkan berbagai masalah seperti mukositis. di samping pembedahan dan kemoterapi. xerostomia dan karies.Osteomyelitis Radiasi dan Nekrosis Radiasi merupakan salah satu terapi untuk kanker maksilofasial. atropi mukosa. y . hilangnya tulang serta cacat muka.

radiasi sangat merusak tulang dan menghasilkan insidensi nekrosis radiasi rahang mencapai 17 sampai 37 %. hiposelularitas dan hipovaskularisasi dari tulang yang terkena radiasi. y Meskipun radiasi efektif terhadap neoplasma (tertentu). y .Osteomyelitis Radiasi dan Nekrosis Osteoradionekrosi ditunjukkan sebagai suatu luka yang tidak sembuh yang diakibatkan oleh hipoksia.

. Respons terhadap infeksi menjadi sangat menurun.Osteomyelitis Radiasi dan Nekrosis Patogenesis y y y y y y y Mandibula umumnya lebih sering terkena daripada maksila. Bila tulang terkena infeksi dari kulit. maka mikroorganisme yang biasa ditemukan adalah Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Terjadi nekrosis asepsis bagian tulang yang langsung terkena sinar. tulang akan berfungsi normal. karena kebanyakan tumor mulut terdapat di mandibula. Pembuluh-pembuluh darah di periosteum dan alveolaris inferior sangat terkena. Selama jaringan lunak tidak rusak. Radiasi melebihi 5000 rad mengakibatkan kematian sel-sel tulang yang berakibat arteritis progresif. Tidak adanya korteks yang padat dan kaya akan jaringan pembuluh darah di maksila menyebabkan maksila jarang terkena nekrosis radiasi. denganakibat kurangnya vaskularisasi pada tulang dan jaringan lunaknya.

Osteomyelitis Radiasi dan Nekrosis Terapi y y y y y y Pengobatan awal adalah pemberian antibiotika bila ada infeksi. Jika ada gejala toksis dan dehidrasi. diberikan 500 mg per oral 4 kali sehari. Pengobatan suportif dengan cairan atau semilikuid dan diet tinggi protein dibutuhkan. Irigasi ringan pada tepi jaringan lunak sangat berguna untuk membersihkan debris dan mengurangi inflamasi. Bila terbentuk abses atau fistula kulit. . dan penentuan antibiotika yang sesuai. Penisilin merupakan obat pilihan pertama. kultur aerob dan anaerob dibuat untuk melihat sensitivitas bakteri. penderita dirawat inap untuk pemberian cairan dan antibiotika IV. Kalau alergi terhadap penisilin bisa diganti dengan eritromisin 500 mg 4 kali sehari.

Pengobatan dengan HBO ini juga diindikasikan pada pengobatan osteomyelitis resisten. y . y Jika di lingual ada mukosa atau perlekatan otot. ditutup dengan pack yang dibasahi peroksid dan neomisin. dibuat lubang dengan dibor sampai pada daerah perdarahan. y Irigasi dan packing diulangi setiap minggu sampai terjadi sekuestrasi atau sampai tulang dipenetrasi jaringan granulasi.Osteomyelitis Radiasi dan Nekrosis Terapi Tulang terbuka dihaluskan dengan bor atau file. y Di samping itu bisa diberikan pengobatan dengan hyperbaric oxygen (HBO) yaitu pengobatan dengan menggunakan oksigen bertekanan tinggi. ini akan mendorong terjadinya revaskularisasi.

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful