PERHITUNGAN HARGA ALIR PANAS ( HEAT FLOW

)

y y . gas dan pada ruang hampa udara. dan gas. cair. Radiasi Panas yang merambat melalui gelombang elektromagnet dan dapat terjadi pada media penghantar berupa benda padat. Konveksi Panas yang merambat diikuti oleh gerakan molekul-molekul media penghantar.Perambatan panas terjadi dengan 3 cara : y Konduksi panas yang merambat tidak diikiuti oleh gerakan molekul-molekul penghantar. terjadi pada benda padat. cair. terjadi pada media cair dan gas.

Harga alir panas ( Q ) diperoleh dari perkalian konduktivitas panas ( K ) dengan landaian suhu ( dT/dZ) sehingga mempunyai persamaan : dT/dZ) Q = K x dT dZ . konduksi.Heat Flow (Alir Panas) Panas) Didefinisikan sebagai perambatan panas dengan cara konduksi.

dimana 1 HFU = 10 -6 kal/cm2 det Satuan konduktivitas panas adalah HCU ( Heat Conductivity Unit ). .Konduktivitas panas dan landaian suhu harus pada suatu interval dan tempat yang sama. Satuan alir panas adalah HFU ( Heat Flow Unit ). Pengukuran konduktivitas batuan dilakukan di laboratorium dan pengukuran temperatur untuk penentuan landaian suhu dilakukan di lapangan pada sumur dalam atau sumur dangkal. dimana 1 HCU = 10-3 kal/cm Cdet Harga alir panas ( Q ) akan diperoleh dalam satuan HFU apabila konduktivitas panas dalam HCU dan landaian suhu dalam C/10 m.

Nusa Tenggara. Anomali alir panas pada permukaan bumi antara lain terjadi pada : 1.Bumi bagian dalam merupakan benda yang relatif panas dibandingkan dengan bagian luarnya. Oleh sebab itu akan terjadi perambatan panas dari dalam bumi menuju permukaan bumi dengan cara konduksi. serta Maluku dan Sulawesi. . Jawa. Daerah jalur gunung api ( daerah prospek panas bumi ) 4. Harga alir panas pada jalur gunung api umumnya bervariasi antara 3 HFU ² 6 HFU sangat tergantung pada temperatur dan letak kedalaman magma. Daerah geothermal / hidrothermal Jalur gunung api di Indonesia sepanjang P. Sumatera. Daerah seismik aktif yaitu pertemuan lempeng tektonik 2. Daerah yang mempunyai unsur radioktif tinggi 3. dan Jawa. P.

Pada daerah yang mempunyai sisitem hidrothermal. Harga alir panas yang mempunyai persamaan : Q = K x dT dZ . dalam perhitungan alir panasnya menganggap reservoar fluida panas sebagai sumber panas yang mengalirkan panas secara konduksi melalui batuan tudung ( cap rock ) menuju permukaan bumi. Puncak Reservoar dapat dihitung apabila harga alir panas dan temperatur reservoar diketahui.

Diturunkan menjadi : dZ = 10 x K x dT dZ dZ = kedalaman punvak reservoar ( m ) K = konduktivitas panas batuan tudung ( HCU ) dT = beda temperatur antara temperatur permukaan dengan temperatur reservoar ( C ) Q = alir panas ( HFU ) .

sedangkan yang menyamping disebut ´ out flow ´. . Di daerah up flow akan memberikan harga alir panas yang tinggiyaitu lebih tinggi dari 10 HFU. dan yang masuk ke dalamdisebut ´ in flow ´.Aliran fluida yang terjadi dalam reservoar pada sisitem hidrothermal adalah aliran konveksi. Aliran fluida yang naik disebut µ up flow ´. sedangkan di daerah in flowmemberikan harga kurang dari 5 HFU dan daerah out flow memberikan harga antara 5 HFU sampai dengan 10 HFU. Pergerakkan fluida dalam sistem hidrothermal ini sangat berpengaruh terhadap harga alir panas di permukaan bumi. Dari pengukuran alir panas di daerah lapangan panas bumi dapat ditentukan : Batas lapangan panas bumi Memprediksi kedalaman puncak reservoar Arah gerak fluida panas di dalam reservoar panas bumi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful