EPIDEMIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO BATU SALURAN KEMIH

oleh Citra Aryanti

Epidemiologi
‡ Batu saluran kemih menduduki gangguan sistem kemih ketiga terbanyak setelah infeksi saluran kemih dan BPH. ‡ Resiko pembentukan batu sepanjang hidup (life time risk) dilaporkan berkisar 5-10% (EAU Guidelines). ‡ Prevalensi pada orang arab>kulit putih>asia>afrika. The overall probability of forming stones differs in various parts of the world: 1-5% in Asia, 5-9% in Europe, 13% in North America, 20% in Saudi Arabia. ‡ Dari data dalam negeri yang pernah dipublikasi didapatkan peningkatan jumlah penderita batu ginjal yang mendapat tindakan di RSUPN-Cipto Mangunkusumo dari tahun ke tahun mulai 182 pasien pada tahun 1997 menjadi 847 pasien pada tahun 2002, peningkatan ini sebagian besar disebabkan mulai tersedianya alat pemecah batu ginjal non-invasif ESWL (Extracorporeal shock wave lithotripsy) yang secara total mencakup 86% dari seluruh tindakan. ‡ Laki-laki:wanita= 3:1, sekarang 2:1. Batu kalsium dan asam urat lebih banyak diderita laki-laki, sedangkan insidensi batu struvit tinggi dialami wanita.

‡ 25% dialami penderita yang memiliki riwayat keluarga menderita batu saluran kemih. ‡ Patients in whom multiple recurrent stones form usually develop their first stones while in their second or third decade of life. An initial stone attack after age 50 years is relatively uncommon. ‡ Approximately 7% of urinary calculi occur in children younger than 16 years of age. Many children with stone disease have a metabolic abnormality. Hypocitraturia, hyperuricosuria, Cystinuria. ‡ About 1/1000 adults is hospitalized annually in because of urinary calculi, which are also found in about 1% of all autopsies. Up to 12% of men and 5% of women. Likewise, its annual economic burden climbed from $1.3 billion in 1994 to more than $2 billion in 2000 ‡ Approximately 85% of all patients with renal colic demonstrate at least microscopic hematuria, which means that 15% of all patients with kidney stones do not have hematuria.

Faktor resiko
‡ Yang tidak bisa diubah:  Genetik: penyakit genetik keluarga mempengaruhi yang primer(RTA, medullary sponge kidney, kelainan elektrolit defisiensi enzim HGPRT, hiperoksaluria, hiperkalsemia, hiperparatiroid, cystinuria) maupun sekunder(kanker, SLE).  Kelainan anatomik uretropelvic junction, horseshoe kidney, divertikula kalikeal.  Umur: 20-40 tahun(diet).  Jenis kelamin= laki-laki:wanita=3:1(estrogen).  Ras: arab>kulit putih>asia>kulit hitam.

‡ Yang tidak bisa diubah  Diet: resiko bila mengonsumsi promotor batu(kalsium, oksalat, fosfat, natrium), defek konsumsi inhibitor(sitrat, magnesium, sulfat). Jadi, resiko batu saluran kemih pada vegetarian lebih rendah. Diet juga berhubungan dengan faktor sosioekonomik. Vitamin C yang tinggi meningkatkan resiko batu oksalat. Defisiensi vitamin A menyebabkan resiko kalkulogenik.  Geografi: iklim(panas dehidrasi dan pembentukan vitamin D).  Aktivitas: pekerjaan sedentari(aktivitas<asupan) dan yang mnguras tenaga(dehidrasi, berkeringat terlalu banyak).  Obat-obatan: thiazide, karbonik anhidrase.  Obesitas: menurunkan pH urin, meningkatkan resiko pengendapan kristal.  Infeksi: Proteus sp.

Composition of renal stones
Calcium oxalate 36 ± 70% Calcium phosphate (hydroxyapatite) 6 ± 20% Mixed Ca oxalate & Ca phosphate 11 ± 31% Mg ammonium phosphate (struvite) 6 ± 20% Uric acid 6 ± 17% Cystine 0.5 ± 3% Miscellaneous (xanthine, silicates & drug metabolites) 1 ± 4%

‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡

Asam urat
‡ Asam urat(pKa=5,75) merupakan suatu produk antioksidan yang diproduksi oleh tubuh kita sebagai hasil akhir dari metabolisme purin. Hanya manusia yang menghasilkan asam urat sebab manusia tidak memiliki enzim urikase. ‡ Artritis gout(pirai) adalah suatu kelompok penyakit/gangguan heterogen yang disebabkan oleh deposit monosodium urat/kristal urat pada jaringan akibat supersaturasi asam urat di cairan ekstraseluler. ‡ Hampir 1% dari populasi di dunia menderita artritis gout. Prevalensi gout di dunia berkisar 13,6 per 1000 pria, 6,4 per 1000 wanita.

‡ Adapun beberapa faktor resiko penyebab artritis gout diantaranya adalah yang bisa diubah maupun yang tidak bisa ubah. ‡ Yang tidak bisa diubah adalah umur, jenis kelamin dan ras. Makin tua umur seseorang, makin tinggi resiko gout. Sebelum umur 40 tahun, laki-laki mempunyai resiko lebih tinggi sebab rendahnya estrogen yang berperan dalam proses ekskresi asam urat. Setelah umur 40 tahun, resiko kedua jenis kelamin sama. Prevalensi gout ditemukan lebih besar pada orang berkulit hitam. ‡ Yang bisa diubah meliputi pola makan, obesitas, hipertensi, penyakit sekunder, dll. Obesitas pola makan(intake>output sintesis de novo asam urat Makanan tinggi purin asam urat Puasa asam keton menggangu eksreksi asam urat dari ginjal Hipertensi, penyakit gagal ginjal GFR ekskresi asam urat Resistensi insulin URAT 1 reabsorpsi asam urat Diuretik hydroxyl-urate exchanger dilumen tubulus ginjal konsentrasi hidroksil di intrasel ginjal cenderung mengeluarkan hidroksil reabsorpsi asam urat Alkohol katabolisme ATP asam urat Alkohol asam laktat lactate-urate exchangers di lumen tubulus ginjal reabsorpsi asam urat Kemoterapi, psoriasis, penyakit hematologik sel pecah asam urat