Pemisahan Dalam Analisis Kimia Langkah-langkah dalam suatu analisis

:
Sampel -pengambilan -penyediaan -pelarutan -pengaturan pH Pemisahan kimia Analisis

-dicari kaidah yg sesuai

-pengumpulan -pengukuran -penentuan

Hasil

Dasar-dasar Pemisahan (klasifikasi)

a. Berdasarkan perbedaan volatilitas - distilasi/penyulingan - tidak volatil: ekstraksi padat cair b. Berdasarkan perbedaan kelarutan/sifat kelarutan -pengendapan -kristalisasi c. Berdasarkan perbedaan ukuran zat dibanding pori-pori alat penyaring -ultrafiltrasi -dialisis

d. Berdasarkan distribusi partisi - Kromatografi gas cair (GLC) - Kromatografi kertas (LLC) - Ekstraksi pelarut (Solvent extraction) - Resin penukar kation/anion - Kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) e. Berdasarkan aktifitas permukaan - Kromatografi adsorpsi (TLC) - Kromatografi gas-padatan (GSC) - Kromatografi penukar ion (resin penukar ion)

f.elektrogravimetri .elektroforesa .polarografi . Prinsip elektrolisis: .

DESTILASI Suatu metoda pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) (perbedaan titik didih cairan pada tekanan tertentu) Contoh-contohnya: -pemurnian alkohol -pemisahan minyak bumi menjadi fraksi-fraksinya -pembuatan minyak atsiri .

Prinsipnya: -Pada pemisahan secara destilasi semua komponen yg terdapat dalam campuran bersifat volatil -Tingkat volatilitas berbeda-beda pada suhu yg sama -Pada suhu tertentu uap yg dihasilkan dari suatu campuran cairan akan selalu mengandung lebih banyak komponen yg lebih volatil .

Diagram kesetimbangan uap-cairan campuran binner .

Misal n-heksana (A) dan n-heptana (B) POA = tekanan uap murni A POB = tekanan uap murni B PA = tekanan uap parsial A dlm campuran PB = tekanan uap parsial B dlm campuran Hukum Raoult: PA = XA POA Pt = PA + PB XA = fraksi mol A XB = fraksi mol B Pt = tekanan uap total dari fasa uap PB = XB POB .

tekanan uap dan komposisi cairan pada tekanan tetap.Hubungan komposisi uap. maka POA>POB Dan juga YA/YB > XA/XB Hal ini merupakan prinsip dari destilasi. yg mana di dalam pendidihan larutan. uap yg terbentuk selalu diperkaya dg komponen yg lebih volatil . XA dan XB fraksi mol A dan B dlm keadaan cairan YA dan YB fraksi mol A dan B dlm keadaan uap PA/Pt = YA dan PB/Pt = YB PA/PB = YA/YB=XAPOA/XBPOB Jika komponen A lebih volatil daripada B.

Contoh soal: Bagaimanakah komposisi uap yg setimbang dg cairan yg berkomposisi 54% mol zat A dan 46% mol zat B pada titik didihnya? Diketahui titik didih cairan itu 80OC. POA 1050 torr dan POB 427 torr pada suhu dan tekanan tsb (1 torr=1 mmHg) .

42/763.42 x 100% = 74.42 =763.42 toor Komposisi uap: YA = PA/Pt = 567.00/763.54 x 1050 =567. berapakah komposisi uapnya? .00 torr 196.00 +196.42 torr PB = XB POB = 0.Penyelesaian: PA = XA POA = 0.46 x 427 = Pt = 567.42 x 100% = 25.27% YB = PB/Pt =196.73% Jika kondensat dg komposisi diatas kembali didestilasi.

. Destilasi biasa Cara ini digunakan untuk memisahkan dua jenis atau lebih yang mempunyai perbedaan titik didih cukup besar.Jenis-jenis Destilasi a.

b. -Keuntungannya. Destilasi uap -Destilasi jenis ini digunakan untuk memisahkan dan memurnikan senyawa-senyawa organik yang tidak atau sukar larut dalam air. . campuran dapat terdestilasi dibawah titik didih air dan titik didih zat organik tersebut. -Uap yang dibuat pada generator uap. -Destilat yang merupakan campuran air dan zat organik tidak larut kemudian dipisahkan dengan menggunakan corong pisah. dialirkan ke dalam wadah berisi zat/ materi yang mengembun melalui kondensor.

.

Destilasi vakum Titik didih cairan akan turun jika tekanan di atas permukaannya diperkecil. tekanan di atas permukaan cairan diperkecil sehingga zat dapat terdestilasi di bawah titik didihnya. Pada destilasi vakum. .c.

.

EKTRAKSI PELARUT Proses pengerjaan dimana satu zat terlarut atau lebih terbagi atau terdistribusi antara dua cairan yang tidak saling bercampur Alat: -Corong pisah -Counter-current Craig Hukum Distribusi Nernst Suatu zat pelarut X akan mendistribusikan dirinya antara 2 pelarut yang tidak saling mencampur, hingga setelah kesetimbangan distribusi tercapai, perbandingan konsentrasi x di kedua fasa (pelarut) pada suhu konstan akan merupakan suatu tetapan [X2] / [X1] = KD atau (ax)2 / (ax)1= KD a f disebut dg koefisien

Dimana a = f x konsentrasi aktifitas = 1

KD disebut dengan koefisien distribusi

X terdistribusi dikedua fasa Contoh: Asam benzoat dalam benzena akan diekstrak ke dalam air Dalam fasa air: asam benzoat akan terionsasi HBz + H2O H3O+ + Bz- Dalam fasa organik: asam benzoat akan berdimerisasi O O C OH C OH O C HO . Mr x dikedua fasa sama 2.Syarat berlaku Hukum Nernst: 1.

Berarti ada 3 KD 1. KD (HBz) = a (HBz)org / a (HBz)air 2. KD (Bz-) = a (Bz-)org / a (Bz-)air 3. KD (HBz2) = a (HBz2)org / a (HBz2)air Fakta: di fasa air hanya terdapat HBz dan Bzdi fasa organik hanya terdapat HBz dan HBz2 Jadi besaran yang bisa digunakan adalah D ?HBz Aorg  ?HBz A2org D! Bz air ?HBz Aair  ?  A .

D disebut dengan angka banding distribusi D= Konsentrasi total senyawa X dalam fasa organik Konsentrasi total senyawa X dalam fasa air Catatan: Harga D bergantung pada pH. KD dan Ka .

anion A.tidak larut dalam fasa organik Fasa air: HA KD Fasa organik: HA Ka H+ + A- K DHA ?HAAorg ! ?HAAair Ka ?H AA A ? ! ?HAA .Hubungan antara D dengan faktor-faktor yang menentukan ‡Ektraksi asam lemah (HA) Asumsi: 1. HA hanya berupa monomer 2.

?HAAorg D! ?A Aair ?HAAair  Turunkan hubungan antara D dan [H+] dari ketiga persamaan diatas D! 1  K a /[ H ]air .

K DHA  .

Vo %E ! [ X ]o .Va .Persen Terekstraksi (%E) Banyaknya mol zat yang terekstraksi kedalam fasa organik dibagi dengan banyaknya mol total dalam fasa organik dan fasa air kali 100 %E= mol zat X dalam fasa organik x 100 mol zat X dalam fasa organik+mol zat X dalam fasa air 100[ X ]o .Vo  [ X ]a .

‡Jika kedua penyebut dan pembilang dibagi dengan [X]a ‡ kemudian dibagi dengan Vo ‡ dan [X]o/[X]a adalah D.maka Va =volum fasa air Vo =volum fasa organik 100 D %E ! D 1 . maka persamaan diatas akan menjadi: 100 %E ! Va  Vo Jika Va = Vo .

D E! Va D Vo D f ! 1 Va D Vo E= bagian yg terekstrak f=bagian yag tidak terekstrak .

Efisiensi Ekstraksi Misal: suatu solut diekstraksi dari fasa air ke fasa organik gram awal = G0 volum fasa organik untuk 1 kali ekstraksi=Vorg gram yg tertinggal di fasa air= G1 volum fasa air=Vair ( G 0  G1 ) ? Aorg D! ? Aair ! org G1 air .

Buktikan bahwa: ¨ Vair © 1 ! 0© ª D.Vorg  Vair Sehingga: ¸ ¹ ¹ º Untuk 2 kali ekstraksi: gram solut yang tinggal di fasa air=G2 ( D! 1  V org 2 2 ) V air .

V  V org air ª ¸ ¹ ¹ º n n = jumlah ekstraksi .Buktikan bahwa: ¨ Vair Gn ! G0 © © D.

Ekstraksi Logam ‡ Ion-ion logam tidak larut dalam pelarut organik yang non polar ‡ Tetapi sering diperlukan ion logam harus diekstraksi dari fasa air ke fasa organik untuk dipisahkan dari logam lainnya yg mengganggu Cara: a. Pembentukan senyawa kompleks asosiasi ion a. Kompleks khelat/sepit (Ion logam (Mn+) harus diubah ke dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan) . Kompleks khelat/sepit b.

N N O O N + O Fe O + NH4 + Fe 3+ N + NH4 Cupferron 2.Contoh: 1. NH S C N N NH Fe(III)cupferrat NH N Zn N + Zn 2+ S C N + H + ditizon Zn ditizon .

Hubungan antara D dengan pH pada ekstraksi logam Reaksi umum: Mn+ + nHR Mn+ = logam bermuatan MRn + nH+ nHR = senyawa organik (bersifat sbg asam lemah) MRn = kompleks sepit Dalam fasa air: H+ + RMn+ + nR- Ki Kf (MRn)air KD (X) (HR)air KD ® Dalam fasa organik: (MRn)org + (HR)org .

?MRnAorg K D( X ) ! ?MRnAair . Kf ! ?MRnAair ?M A ?R A n  n air air ?HR Aorg K D(R) ! ?HR Aair 4.Keterangan: KD (x) = tetapan kesetimbangan distribusi komponen MRn Kf = tetapan pembentukan MRn Ki = tetapan ionisasi senyawa pengkompleks sepit (HR) KD (R) = tetapan kesetimbangan distribusi HR 1. ?K i Aair 3. [ H ]air [ R ]air ! ?HR Aair   2.

Jika D adalah Konsentrasi total M dalam fasa organik Konsentrasi total M dalam fasa air Buktikan bahwa: D! K D ( X ) K f K i ?HR A org n n K D( R) H n ? A  n air .

D! ?MRnAorg ?M A n air .?MRnAorg D! n ?M Aair  ?MRnAair [MRn]air sebagian besar terekstraksi Jadi [Mn+]air + [MRn]air sebanding dengan [Mn+]air 5.

[ M ]air ! n ?MRnAair Kf R ? A  n air . Sehingga: D! K D ( X ) ?MRn Aair ?M A n «««««.6 air Dari persamaan no 2.pers no. 4 ke pers. 5. [MRn]org = KD(X)[MRn]air Substitusikan pers.Dari persamaan no 4.

maka D! KDK f M ? A ?R A ?M A n  n air air n air Dari persamaan 1: ?R A  air K i ?HR Aair !  H air ? A .

Maka: D! K D ( X ) K f K i ?HR A air n n ?H A  n air Dari persamaan no. 3 ?HRAair ! Sehingga ?HRAorg K D (R ) D! K D ( X ) K f K i ?HR A org n n K D(R) H n ? A  n air .

Ki dan KD(R) merupakan tetapan (sifat khas) c. KD(X). Kf. D adalah angka banding distribusi untuk ekstraksi ion logam Mn+ b. [H+] dan [HR]org adalah variabel percobaan Sehingga persamaan diatas bisa ditulis sbb: D! K ekstraksi ?HR A org n ?H A  n air .Catatan: a.

Bentuk logaritma: Log D = Log Keks +n Log[HR]org ± n Log [H+] Atau Log D = Log Keks +n Log[HR]org + n pH Bentuk grafik Log D Log Keks + n Log [HR]org pH .

maka garis kurva akan bergeser ‡ Pada persamaan D tidak lagi terdapat [Mn+]. garis makin curam ‡ [HR]org berubah.Catatan: ‡ Muatan logam makin tinggi. jadi konsentrasi logam bisa renik ataupun makro .

Hubungan %E dengan pH Telah diturunkan bahwa 100 D %E ! Vair D Vorg atau Vair %E D! Vorg 100  % E .

Telah diturunkan bahwa: D! K ekstraksi ?HR A org n ?H A  n air Maka: Vair %E K eks ?HR A org !  n Vorg 100  % E H air n ? A Atau: %E Vair n ! K eks ?HR A org H  Vorg 100  % E ? A n air .

maka %E Log ! LogK *  npH 100  % E .Atau Vair %E ! K* H  Vorg 100  % E ? A n air Bentuk logaritma Vair %E * Log ! LogK  npH Vorg 100  % E Jika V air = V organik.

Grafik antara %E terhadap pH (Kurva Sigmoid) .

pH setengah (pH pada separuh ekstraksi) %E D! ! K* H 100  % E Jika %E =50. maka: ? A n 1! K * H ? A  n Log1 ! LogK *  npH 1 pH 1 !  LogK * n 2 .

Gunakan ekstraksi balik (stripping) jika unsur lain ikut terekstrak (dari fasa organik ke fasa air) .Catatan: ‡Tiap-tiap logam mempunyai nilai pH1/2 yang khas ‡Selisih pH1/2 antara kedua logam merupakan ukuran mudah tidaknya kedua logam dipisahkan Cara: 1.Atur pH pada fasa air sehingga unsur yang dikehendaki terekstrak sempurna 2.

80) 4. Tributil fosfat (sp=0.Efisiensi pemisahan kompleks logam khelat ( F ) D1 ( K f K D ) 2 F! ! D2 ( K f K D )1 Pelarut organik yang sering digunakan untuk ekstraksi: 1.98) . Kloroform (sp= 1. Metil isobutil keton (MIBK) (sp=0.88) 3. Benzene (sp=0.49) 2.

TEKNIK EKSTRAKSI 1. Ekstraksi kontinu/ekstraksi berterusan alat: a. Kutscher-Steudel (untuk pelarut organik yang lebih ringan dari air) b. Wehrli (untuk pelarut organik yang lebih berat dari air) syarat: bila D1/D2 mendekati 1 . Batch extraction/ekstraksi bertahap/ekstraksi sederhana alat: corong pisah syarat: bila D1/D2 besar sekali (>1000) 2.

a. Kutscher-Steudel .

b. Wehrli .

Cara Counter-current menurut Craig alat: sejumlah besar (100 atau lebih) tabung-tabung pengestrak (corong pisah) yang identik No tabung (r) pertama: tabung ke nol No pemindahan (n) pertama: n = 1 .3.

Fraksi total .

X  Y V air = V organik n X = fraksi yang tinggal dalam fasa bawah Y = fraksi yang terekstrak ke fasa atas ¨ 1 ¸ X !© ¹ ª D 1º ¨ D ¸ y!© ¹ ª D 1º .

setelah n kali pemindahan. maka jumlahnya sama dengan 1 Maka: .Catatan: Bila fraksi-fraksi total dalam semua tabung dijumlahkan.

r) dapat dihitung dari suku-sukunya.X  Y n ¨ 1 ¸ ¨ D ¸ !© ¹ !1 ¹© ª D 1º ª D 1º Misal: untuk 2 kali pemindahan (n=2). . fraksi zat terlarut dalam tiap tabung (fn.

.

maka: f n .r n! 1 n r ! ( ) D r!( n  r )! D  1 Jika jumlah kali pemindahan (n) besar > 50.0= X2 2 ! x  2 xy  y f2.r ! 1 D 2T n ( D  1) 2 .2=Y2 2 2 f2.1=2 X Y Jika jumlah kali pemindahan (n) besar tapi < 50.X  Y f2. maka: f n .

.

.

b. Reaksi pembentukannya: Mn+ + (n+a)XMXa-n+a + aY+ MXa-(n+a) (aY+. Pembentukan senyawa kompleks asosiasi ion Penggabungan logam kedalam suatu molekul besar yang kemudian digabungkan (diasosiasikan) dengan ion lain yang muatannya berlawanan. MXa-n+a) Pasangan ion . Pasangan ion dimana ion logam terikat dalam suatu anion. sehingga membentuk pasangan ion Pasangan ion dapat berupa: a.

Pasangan ion dimana ion logam terikat dalam suatu kation Reaksi pembentukannya adalah: Mn+ + bB MBbn+ Contoh: Cu2+ + MBbn+ nX[MBbn+. 2ClO4-) Cu(o-fen)2+ + 2ClO4- . FeCl4[(C2H5)2O]2(C6H5)As+.Contoh: ([C2H5]2OH+. nX-] + o-fenantrolin Cu(o-fen)2+ [Cu(o-fen2+).MnO4-) b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful