PRESENTASI BOKONG

Figur Puspito Y. D FK UMS J 500 050 047

Pendahuluan
‡ Malpresentasi dapat mengakibatkan timbulnya penyebab kematian perinatal kelainan presentasi bokong, sering ditemukan hipoksia dan trauma saat lahir. ‡ Presentasi bokong memiliki angka kejadian sekitar 3-8% dari seluruh persalinan pervaginam. Kematian perinatal yang disebabkan karena persalinan presentasi bokong sebesar 4-5 kali dibanding presentasi kepala. ‡ Dengan adanya presentasi bokong, ibu memiliki resiko lebih besar untuk terjadinya komplikasi selama proses persalinan dibandingkan presentasi kepala. ‡ Sebab kematian perinatal pada persalinan presentasi bokong yang terpenting adalah prematuritas dan penanganan persalinan yang kurang sempurna hipoksia atau perdarahan di dalam tengkorak.

hidrosefalus. gemelli. anensefalus. anomali uterus. Definisi dan Etiologi Presentasi bokong merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. . juga pada plasenta yang terletak didaerah kornu fundus uteri. tumor dalam panggul. presentasi bokong sebelumnya.Tinjauan Pustaka a. oligohidramnion. multiparitas. hidramnion. Faktor ± faktor yang memegang peranan dalam terjadinya presentasi bokong di antarnya ialah: usia kehamilan.

2.Presentasi bokong kaki tidak sempurna: bagian terbawah ada bokong dan satu kaki.b. Presentasi bokong murni (frank breech presentation) Bagian terbawah adalah bokong saja.Presentasi bokong kaki sempurna: bagian terbawah ada bokong dan dua kaki. . sendi paha dan sendi lutut dalam keadaan ekstensi. . sendi paha dan sendi lutut dalam keadaan ekstensi. Terbagi lagi menjadi 2 : . Presentasi Bokong Kaki (Complete breech presentation) Bagian Terbawah adalah bokong. Klasifikasi 1. dengan kaki disampingnya. Presentasi bokong murni adalah yang tersering pada presentasi bokong.

Presentasi kaki tidak sempurna : bagian terbawah hanya ada satu kaki . Presentasi lutut = bagian terbawah adalah lutut Terbagi lagi menjadi 2: ‡ Presentasi lutut sempurna : bagian terbawah adalah kedua lutut ‡ Presentasi lutut tidak sempurna : bagian terbawah hanya ada satu lutut.3. 4.Presentasi kaki sempurna : bagian terbawah adalah kedua kaki . Presentasi Kaki = bagian terbawah adalah kaki Terbagi lagi menjadi 2: .

Leopold IV : Menunjukan bagian yang turun pada pintu atas panggul. ‡ Pemeriksaan penunjang : USG . kedua tuber ossis ischii dan anus. ‡ Pemeriksaan dalam : dapat diraba lebih jelas adanya bokong yang ditandai dengan adanya sakrum. Diagnosis ‡ Pemeriksaan Luar (Abdomen) Leopold I : Kepala janin yang keras dan bulat dengan balotemen menempati bagian fundus uteri Leopold II : Teraba punggung berada satu sisi dengan abdomen dan bagian-bagian kecil berada pada sisi yang lain.c. Leopold III : Bokong janin teraba di atas pintu atas panggul selama engagement belum terjadi.

>39 minggu >3630 Tidak Multi 38 minggu 3629-3176 1 kali <37 minggu <3176 > 2 kali 1 2 Arti nilai : ‡ = 3 : persalinan perabdominam ‡ 4 : evaluasi kembali secara cermat.d. bila nilai tetap dapat dilahirkan pervaginam ‡ > 5 : dilahirkan pervaginam . ‡ Zatuchni dan Andros telah membuat suatu indeks prognosis untuk menilai lebih tepat apakah persalinan presentasi bokong dapat dilahirkan pervaginam atau perabdominam. Seleksi persalinan ‡ Terdapat 2 cara pilihan persalinan yaitu perabdominam dan pervaginam. sebagai berikut : 0 Paritas Umur kehamilan Taksiran berat anak Pernah presentasi bokong (2500gram) Pembukaan serviks Station < 2 cm < -3 3 cm < -2 > 4 cm -1 atau lebih rendah Primi . khususnya berat badan janin.

pada multi >4000g 5. Prematuritas . Tafsiran berat janin pada primi > 3500g. Ketuban pecah > 12 Jam 3. presentasi bokong kaki 2.‡ Kriteria persalinan Pervaginam pada presentasi bokong: 1. Zatuchni Andros > 4 5. Presentasi bokong murni. Tafsiran berat janin pada primi : < 3500g. Kepala dalam posisi hiperekstensi 7. Presentasi lutut/kaki 6. pada multigravida <4000g 3. Panggul luas 4. Plasenta tidak dibawah ‡ Kriteria sectio cesarea pada presentasi bokong: 1. Janin besar 2. Tali pusat ditunggangi 8. Zatuchni Andros <4 4.

tanpa manipulasi penolong.e. . Persalinan pervaginam a. Cara yang lazim dipakai disebut cara BRACHT. Penanganan 1. Persalinan spontan (spontaneous breech) x Janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri.

Untuk melahirkan bahu belakang.2. dan tangan yang satu lagi melahirkan tangan belakang. di tarik curam ke atas sejauh mungkin. . Ekstraksi Parsial / EP (Manual aid / partial breech extraction) Janin dilahirkan sebagian dengan tenaga dan kekuatan ibu dan sebagian lagi dengan tenaga penolong. kedua kaki dipegang dengan satu tangan. Ekstraksi Parsial dapat dilakukan dengan tiga cara: 1) Cara Klasik ‡ Prinsipnya adalah melahirkan bahu belakang terlebih dahulu.

.

kedua tangan penolong memegang panggul bayi secara femuro-pelvik dan ditarik curam ke bawah sampai bahu depan lahir.2) Cara Muller ‡ Prinsipnya adalah melahirkan bahu depan terlebih dahulu. . kemudian ditarik ke atas untuk melahirkan bahu belakang.

kemudian setelah bahu depan lahir. badan janin diputar lagi ke arah berlawanan untuk melahirkan bahu belakang.3) Cara Lovset ‡ Prinsipnya adalah melahirkan bahu depan dengan cara memutar badan janin 180 derajad. .

‡ Ada dua macam ekstraksi total. Ekstraksi Total / ET (Total breech extraction) ‡ Janin dilahirkan seluruhnya dengan memakai tenaga penolong. ekstraksi bokong dan ekstraksi kaki.c. Cara ini dilakukan hanya bila terjadi fetal distress atau ada indikasi untuk menolong persalinan dengan ekstraksi total. .

untuk mempertahankan supaya kepala janin tetap dalam keadaan fleksi. Tangan kanan memegang bahu janin dari belakang dengan jari telunjuk dan jari tengah berada di sebelah kiri dan kanan leher. Badan janin dengan perut ke bawah diletakkan pada lengan kiri penolong. Jari tengah dimasukkan ke dalam mulut janin sedangkan jari telunjuk dan jari manis pada maksilla. Janin ditarik ke bawah dengan tangan kanan sampai suboksiput atau batas rambut di bawah simfisis. .Melahirkan Kepala ‡ Untuk melahirkan kepala. dapat dilakukan dengan cara Mauriceau. Kepala janin dapat dilahirkan dengan cara Mauriceau (Veit Smellie).

disusul oleh bagian kepala yang lain. sedangkan tangan kiri tetap mempertahankan fleksi kepala. Perlu ditekankan di sini. karena dapat menyebabkan perlukaan pada mulut dan muka janin . bahwa tangan kiri tidak boleh ikut menarik janin.Kemudian tubuh janin digerakkan ke atas. sehingga muka lahir melewati perineum.

. Banyak ahli melaporkan bahwa persalinan presentasi bokong secara pervaginam. memberi trauma yang sangat berarti bagi janin. Namun hal ini tidak berarti bahwa semua presentasi bokong harus harus dilahirkan secara perabdominam. Persalianan presentasi bokong dengan Sectio Cesaria merupakan cara yang terbaik ditinjau dari janin. Persalinan perabdominam (Sectio Cesaria / SC). yang gejala-gejalanya akan tampak pada waktu persalinan maupun dikemudian hari.2.

.Kesimpulan ‡ Presentasi bokong adalah letak memanjang janin dengan bagian terbawah bokong. ‡ Dengan adanya presentasi bokong. ‡ Pada akhirnya pemilihan cara persalinan pada ibu hamil dengan presentasi bokong harus didasarkan pada kemampuan penolong. kelengkapan sarana dan prasarana serta kesejahteraan ibu dan janin. ibu memiliki resiko lebih besar untuk terjadinya komplikasi selama proses persalinan dibandingkan presentasi kepala.

.html ‡ Tohar. Presentasi Bokong. F.. Analisis Faktor-Faktor Resiko Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Perinatal di Rumah Sakit Pandan Arang Boyolali tahun 1998-2000. Jakarta : EGC ‡ Fakhrudin. P. Emir. Distosia karena kelainan pada presentasi.. 1995. Hartono.. 2009.G.. 2000. A.Donald. L.F. Yogyakarta . Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo ‡ Cunningham. J. dalam Ilmu Bedah Kebidanan.C.. Obstetri Williams (18th ed). ( Alih Bahasa ). Kepaniteraan klinik ilmu kandungan RSPAD Gatot Soebroto ‡ Yuliawati. Billy Anthony. Persalinan sungsang..com/2009/11/presentasi-bokong. Mac. Suyono. S. posisi atau perkembangan janin. 2001. Presentasi Bokong. 2008.Daftar Pustaka ‡ Angsar. M.. Setjalilakusuma. http://www. N. FK UKRIDA. Gant.D.emirfakhrudin. Tesis FK UGM.

Terima Kasih .