1. SISTEM PENGUKURAN

Definisi mengukur : membandingkan suatu besaran /kwantitas yg besarnya tak diketahui dg besaran lain yg besaranya diketahui. € Utk mengukur diperlukan instrument (peranti ) € Hasil pengukuran berupa bilangan berapa banyaknya besaran yg diketahui untuk memperoleh harga besaran yg diukur. Besaran yang diketahui disebut satuan.
€

Peranti : sarana utk menentukan harga/besar suatu besaran/kwantitas / variabel Kecermatan (accuracy) besarnya selisih suatu peranti menampilkan harga yang diukur dibanding dengan harga yang sebenarnya. Ketelitian (precision) : ukuran ketepatan pengulangan suatu pengukuran Keliru (error) selisih dari harga sebenarnya pada variabel yang diukur (ketidak tepatan pengukuran) .

.

.

.

Keliru (Error) Keliru Sistematik Keliru Acak Peranti Ukur Metode Manusia Gangguan Baca Proyeksi Taksir .

PERANTI UKUR € Keliru teraan € Keliru yang ditimbulkan suhu lingkungan € Keliru karena umur peranti € Gesekan dlm tumpuan-tumpuan /gangguan jarum tuding .Keliru ini disebabkan oleh : 1.

misalnya 3% + 1% FS . misalnya : 2% FS ¾ Dengan suatu harga mutlak. 1 Kg. misalnya : 3% ¾ Sekian persen dari penunjukan skala penuh / full scale (FS). misalnya : 0.Keliru peranti biasanya dinyatakan dalam spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat dan dinyatakan dalam : ¾ Sekian persen dari penunjukan.1 mmHg. 1 m dll ¾ Kombinasi dari cara-cara di atas.

Nilai error : 3 % X 10 mV = 0.3 )mV = 9. NIlai error :1 % X 300 mmHg =3 mmHg.3 mV Nilai sebenarnya berada pada : (10² 0. Error peranti tuding (peranti analog) biasanya dinyatakan dalam n% FS.1. misal : 3%. Error dalam pembelokkan sebuah grafik dinyatakan dlm n %. hitung nilai tekanan sebenarnya . hitung nilai sebenarnya. Nilai tekanan sebenarnya pada : (200² 3 )mmHg = 197 mmHg s/d (200 + 3 )mmHg = 203 mmHg 2. Contoh : Besanya amplituda gelombang kompleks QRS = 10 mV mempunyai nilai error sebesar 3 %.3 mV. misal : s 2 % FS.7 mV sampai dengan (10 + 0. Contoh : Sebuah tensi meter jarum mempunyai nilai skala penuh (FS) 300 mmHg dengan nilai error FS = 1% jika jarum tuding menunjuk pada 200 mmHG. .3 )mV= 10.

Contoh : sebuah termometer tubuh digital digunakan pada nilai skala penuh 40 0 C.20 C = 33.40 C +1. Jadi nilai suhu yg sebenarnya berada diantara 360 C . 4.20 C.80 C s/d 360 C + 2.3. . Nilai error FS : 1 % X 40 0C = 0.80 C. hasil penunjukan didapatkan hasil 70 Kg. Jika nilai error : 5% + 1% FS. Error peranti ukur digital atau analog yang dinyatakan dengan n satuan. misal : 1Kg Contoh : Sebuah timbangan badan mempunyai nilai error mutlak sebesar 1 Kg. misal : 5% + 1% FS. Hitunglah nilai sebenarnya. Error keseluruhan sebesar = 0.2.20 C = 38.40 C Nilai error penunjukkan : 5% X 360 C = 1.80 C = 2. Hasil pengukuran menunjukkan nilai 36 0 C.20 C. hitung nilai sebenarnya Nilai yang sebenarnya adalah : (70 + 1) Kg = 71 Kg dan(70-1) Kg = 69 Kg Error peranti ukur digital biasanya dinyatakan dalam jumlahan error ditambah dengan error dalam skala penuh.

Contoh : sebuah alat EMG digunakan untuk mengukur potensial otot .arus referensi berpengaruh pada potensial listrik pada otot yang diukur. dikoreksi. ataupun diabaikan dengan cara memilih peranti ukur yg tepat dan menerapkan metode pengukuran yang benar µ.€ € Error yg terjadi karena metode pengukuran berpengaruh pada obyek yang diukur. Jika arus referensi lebih besar dari potensial yang diukur maka akan terjadi error Faktor ²faktor yg perlu diperhitungkan dalam metode pengukuran ¾ Kelembaban ¾ Suhu ¾ Perlawanan arus bocor ¾ Medan magnet dan medan listrik ¾ Getaran ´ Keliru metoda dapat dicegah. .

.€ Disebabkan oleh manusia yg melakukan pengukuran Contoh : seseorang yng melakukan pengukuran waktu dengan mengguanakan stop watch dapat melakukan kesalahan karena reaksinya kurang cepat ´Keliru oleh manusia dapat diperkecil dengan melakukan pengukuran oleh beberapa orang yg kemudian diambil nilai rata-ratanyaµ.

lingkungan dan kecermatan peranti € Tidak disebabkan oleh .€ Merupakan keliru yg berubah-ubah walaupun pengukuran dilakukan berulang.ulang.

Hasil ini dianggap sebagai hasil ukur yang benar.Perubahan dalam harga besaran yang sedang diukur € Dapat berlangsung sesaat ataupun lama € Tidak dapat diperhitungkan sebelumnya Contoh : pada saat pengukuran suhu dan kelembaban ruangan dapat terjadi gangguan yang disebabkan oleh pintu yang dibuka tutup secara berulang-ulang € Gangguan dapat diminimalkan dengan cara melakukan pengukuran berulang-ulang dan kemudian diambil hasil rata-ratanya. . ´Semakin banyak pengulangan yang dilakukan akan semakin kecil keliru (error) karena gangguanµ.

€ .Terjadi pada peranti analog € Dapat dibedakan menjadi 2 (dua) golongan : (a) Keliru proyeksi Terjadi karena mata tidak bisa tepat tegak lurus di atas jarum € Dapat diperkecil dengan cara memperpendek jarak skala dengan jarum serta menambahkan cermin pada skala.

cermin .

Tebal garis-garis pembagian D. Kelinearan pembagian skala . Tebal jarum B.(b) Keliru taksir Terjadi karena keliru menafsirkan pembagian skala dan proyeksi jarum. Keliru ini ditentukan oleh : A. Kehalusan pembagian skala C.

.

Besarnya error dapat dicari dengan cara membandingkan alat dengan alat yang dianggap sebagai standard € Tahap-tahap perhitungan ´ ¾ Lakukan pengukuran dengan menetukan satu nilai tertentu sebanyak-banyaknya (minimal 5 kali) ¾ Hitung nilai rata-ratanya ¾ Hitung nilai errornya € .

..Nilai rat-rata : x1  x 2  x3  . xn X ! n Error : Xn  X error ! Xn %error ! error v 100% Keterangan : X = nilai rata-rata Xn = nilai standard ...

004 x 100% = 0.4% .6)/100 = 0.€ € € € Sebuah tensimeter mempunyai nilai ukur pada 100 mmHG sebagai berikut: X1 = 99 mmHg X2 = 100 mmHg X3 = 101 mmHg X4 = 98 mmHg X5 = 100 mmHg Nilai rata2 = (99+100+101+98+100)/5 = 498/5 = 99.004 % Error = 0.6 mmHg Error = (100-99.4/100 =0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful