Pabrik Monosodium Glutamate

Presentasi mata kuliah Pengantar industri Kimia

Dalam bentuk murninya. MSG dipatenkan oleh Ajinomoto Corp. MSG berbentuk seperti serbuk kristal putih yang dapat berdisosiasi menjadi kation natrium dan anion glutamate jika berkontak dengan air. Glutamat sendiri adalah anion dari asam glutamate. di Jepang pada 1909 Sekilas tentang MSG .Monosodium Glutamat (MSG) adalah garam natrium dari asam glutamate MSG digunakan sebagai penyedap rasa pada makanan.

Properti dari monosodium glutamate : Bentuk Molekul : Nama IUPAC : Sodium-2-amino-5-hidroksil-5-oksopnetanoat Formula Berat Molekul Titik Leleh :C5H8NNaO4 :169 g/gmol : 225oC Kelarutan dalam Air :74g/100 mL Sekilas tentang MSG .

Proses biosintesis Proses sintesis secara kimia Proses klasik Monosodiu Monosodium Glutamat Metode Pembuatan .

Adapun prosesnya adalah sebagai berikut : (Lia Ozza 1991.Pembuatan MSG dengan proses klasik adalah dengan proses ekstraksi. Monosodium Glutamat) Tahap Ekstraksi dan Hidrolisa Pemekatan larutan dan kristalisasi L-asam glutamat (L-GA) Filtrasi larutan dan pelarutan Pengendapan kristal Pembentukan MSG Proses Klasik . Proses ini digunakan dari tahun 1909 sampai 1965 dan saat ini proses ini sudah tidak digunakan lagi.

4. MSG diperoleh dengan menambahkan NaOH pada larutan L-GA Proses sintesis secara kimia . Penambahan ammonium cyanida yang diperoleh dari campuram ammonia. Salah satu prosesnya adalah dengan menggunakan akrilonitril sebagai bahan baku. kemudian ke dalam rasimik DL-GA ditambahkan Na2SO4 sehingga diperoleh bentuk D-GA yang kemudian direcycle. furfural melalui á-ketoglutaric acid 3.Sintesa MSG dapat dilakukan dengan menggunakan tiga cara. metan dan O2. yaitu 1. furfural melalui maleic 2. Adapun tahapannya sebagai berikut : 1. Akrilonitril ditambah dengan H2 dan CO dimana dari proses penambahan ini dihasilkan â-cyanopropionaldehid (4-oxobutronitril) 2. â-acrylonitrile melalui formylpropionitrile. dan L-GA sebagai bahan pembentuk MSG. larutan dihidrolisis dengan menggunakan larutan NaOH dan asam sulfat yang akan menghasilkan rasimik GA yaitu DL-GA. 3.

Adapun proses pembuatannya adalah sebagai berikut : a. Tahap persiapan media dan fermentor  Pembuatan media Bactosoytone  Pembiakan dan pemisahan media fermentor b. Tahap pengeringan dan pengayakan Proses Biosintesis . Tahap pembentukan MSG C5H9NO4 + NaOH C5H8NO4Na + H2O Asam glutamat Monosodium glutamat e. Pemisahan asam glutamat (GA) d.Proses biosintesis merupakan suatu proses pembuatan MSG dengan menggunakan proses fermentasi. Tahap pembentukan kristal MSG f. Proses ini menggantikan proses klasik. Tahap fermentasi 2C6H12O6 + (NH2)2CO + 3O2 2C5H9O4N + 3CO2 + 5H2O gula urea asam glutamate c.

Bakteri dibiakkan di media cair starter 2. lactofermentum bakteri diambil untuk fermentasi Fase II Fermentasi Pembuatan MSG 1.Pembuatan media Bactosoytone oleh difco Protein Kedelai Hidrolisis Enzimatik oleh Porcine Fase I Pertumbuhan/Pembiakan Bakteri B. Bakteri kemudian dipindahkan ke media cair produksi. yang berisi molases Molases + bakteri Bactosoytone bactosoytone digunakan sebagai medium padat Bakteri ditumbuhkan/ dibiakkan dalam media padat Bactosoytone Asam glutamat MSG dimurnikan Dan dikristalisasi Proses Biosintesis .

Proses Biosintesis .

Proses Biosintesis .

No .Moto Proccessing .fer e tatio Receivi raw aterial Crystallizatio of luta ate Addition of sodium Packa i a d shippi Quality i spectio Crystallizatio a d dryi of o osodiu luta ate Filtratio AJI .

.

Fermentation Process .

Carbon Active Treatment .

Monosodium Glutamat (MSG) adalah neotransmitter penting. ketika sel saraf terbuka dan kelebihan glutamate akan menyebabkan sel saraf mati. Semua bentuk MSG (asam glutamat bebas yang terdapat pada makanan akibat proses produksi) menyebebkan reaksi pada orang yang sensiti e terhadap MSG. MSG dan Kesehatan . Nilai ambang ini harus diperhatikan agar konsumen MSG tidak melebihi jumlah konsumsinya. Namun. untuk berkomunikasinya senya a kimia yang tersedia pada sel saraf di otak dengan sel saraf yang lain.Penyerapan dari MSG menghasilkan berbagai macam reksi yang merugikan pada orang-orang tertentu. Jika dibuat berat tubuh orang de asa Indonesia ratarata sebesar 50 kg maka aman jika tidak melebihi 120 mg x 50 = 600 mg (6 gr) per hari. FAO dan WHO mengelompokkan MSG sebagai Food Additi e (zat tabahan makanan) dengan Acceptable Daily Intake (ADI) sebesar 120 mg/kg berat badan/hari.