Grup A streptokokus Grup B Streptokokus

GRUP A Angka kejadian 0.06/1000 kelahiran Menghasilkan toxin bisa menyebabkan infeksi berat ex: Toxic shock like syndrome .

30% pada kehamilan 35 minggu & sering terjadi sepsis Implikasi yang ditimbulkan : Ketuban pecah dini Korioamnionitis Fetal Neonatal infeksi Kehamilan prematur .Grup B streptokokus : 20 %.

Infeksi ini Penyebab utama dari early neonatal sepsis -Sepsis menyebabkan septisemia GEJALA : distres respirasi. . syok apnea .

Infeksi pasca persalinan 46% a an Ot t ter s 2% Perit nitis 8% Ab rt s septik 7% .

Malariae . Falsiparum.definisi penyakit infeksi yang merupakan gabungan antara masalah obstetrik. P. dan kesehatan masyarakat dengan pemecahan multidimensi dan multidisiplin. P. sosial. etiologi Etiologi : Plasmodium yaitu P.Ovale. dan P.vivaks .

Diagnosis Klinis Pemeriksaan Mikroskopis Anamnesis Pemeriksaan Fisik Sediaan darah .

pucat. transfusi darah -Malaria rat. nyeri otot dan pegal ) -Riwayat sakit malaria.diare. mata dan tu uh kuning. oliguria. menggigil ( dapat disertai mual. kelemahan umum.muntah. gusi. panas sangat tinggi. warna urin seperti the. . muntah . sat ari jala : angguan kesadaran.. kejang. tinggal didaerah endemik malaria. perdarahan hidung. saluran cerna.Demam.

Pemeriksaan Fisik : Panas Pucat Splenomegali Hepatomegali .

Masalah infeksi malaria pada kehamilan : Ada tendensi atipik terutama pada trimester II Sistem imun yang turun Jumlah parasit 10 x lebih tinggi Beberapa bat antimalaria kontraindikasi pada bumil mengakibatkan komplikasi hebat .

kesadaran menurun. muntah. koma. kejang. Pembesaran lien . dan diare.Malaria pada kehamilan Panas Anemia Manifestasi klinik Pada infeksi berat bisa terjadi : ikterus.

Komplikasi Hipoglikemia Edem paru Anemia berat .

Resiko malaria terhadap janin : Tranmisi plasmodium melalui plasenta dapat menyebabkan kongenital malaria ( < 5 % ) Gejala antara lain : -Panas -Iritabel -Problem menyusui -Hepatosplenomegali -Kuning .

Pengobatan pada malaria Penanganan malaria pada kehamilan : Penanganan komplikasi Penanganan Persalinan .

nadi. fungsi ginjal. TEPAT. kuning . parasit count Pengawasan ketat keadaan ibu janin Pilih obat yang tepat . pucat. temperatur. fungsi hepar. HATI-HATI ) Dugaan malaria : dirawat Periksa jenis plasmodium Pemeriksaan : kesadaran . kadar gula. darah lengkap. tensi.Pengobatan Malaria pada kehamilan (CEPAT.

-Semua trimester : klorokuin. Lini kedua : artemisin parenteral (+ amidokuin+primakuin ) : kina parenteral ( + primakuin + doksisiklin/ tetrasiklin) . artesunat/artemeter/arteeter -Jika malaria berat : a. Lini pertama b.kuinin.

6 ml Natrium bikarbonat 5 % diencerkan dalam 3-5 ml dekstrose 5%. Pemberian . 1 ampul (80 mg artemeter) Pemberian : 160 mg ( 2 ampul ) IM hari ke 1 80 mg IM hari ke 2 sampai ke 5 . Intravena 2.4 mg/kg BB tiap hari sampai hari ke7 -Artemeter ( di lapangan atau di puskesmas ) Sediaan.Lini pertama : -Artesunat injeksi ( dirumahsakit perawatan ) Sediaan 1 ampul ( 60 mg ) Serbuk kering asam artesunik dilarutkan dalam 0.

Jika belum bisa minum dilanjutkan personde ( NGT ) sampai 7 hari -Dosis maksimum 2000 mg -Jika sudah bisa minum beri kina tablet dosis 10 mg /KgBB/kali.Lini ke dua : -Kuinin ( kina) per infus ( drip ) . . 3 kali sehari .per infus selama 3 hari .

Penanganan Persalinan : Kontrol suhu tubuh ibu jika tinggi turunkan dengan obat dan kompres dingin Kontrol cairan .

bat antimalaria yang kontraindikasi pada ibu hamil : Tetrasiklin Doksisiklin Halofantin .

palsiparum yg resisten terhadap klorokuin 1.5 mg / kgBB .Pengobatan pencegahan : Klorokuin u/ P.vivaks 5 mg /kgBB/minggu Doksisiklin u/ P.

90% pada 3-19 th dengan 20.000 kematian tiap tahun .000 kasus.DEMAM TIF ID Etiologi : Salmonella typi ( masa inkubasi 3-60 hari ) Di Indonesia : ± 900.

malaise .Gejala .sakit kepala . heopatomegali. DIC & komplikasi lain ). .panas tinggi & parsisten 7-10 hari .gangguan defekasi ( obstipasi atau diare ) Pada daerah endemik : multi drug resisten ( gangguan kesadaran .

Penanganan : Pencegahan : menjaga higiene dan perbaikan sanitasi Antibiotika .