Pendahuluan
y Definisi

: Gangguan pembentukan, aliran, atau absorpsi dari CSF yang dapat menyebabkan peningkatan volume yang ditempati oleh cairan tersebut pada susunan saraf pusat.
y Menurut onset terdapat 3 jenis Hidrosefalus: y Hidrosefalus Akut (beberapa hari) y Hidrosefalus Subakut (beberapa minggu) y Hidrosefalus Kronis (berbulan-bulan atau bertahuntahun)

Klasifikasi Klasifikasi Hidrosefalus hidrosefalus komunikans (non-obstruktif) hidrosefalus non-komunikans (obstruktif) .

Hidrosefalus Komunikans .

Hidrosefalus Non-Komunikans .

Epidemiologi y Sekitar 100.000 shunt dilakukan setiap tahun di negara y y y y berkembang. Puncak insidens yang lain terjadi pada usia dewasa (40%). terutama berasal dari hidrosefalus bertekanan normal. Laki-laki : Perempuan 1:1 . Insidens hidrosefalus menunjukkan kurva usia yang bimodal. Salah satu puncaknya terjadi pada usia bayi dan dihubungkan dengan berbagai jenis malformasi kongenital.

Hidrosefalus Komunikans .

yang dapat menyebabkan elevasi korpus kalosum. atau pembesaran ventrikel ketiga menuju fossa hipofise (yang dapat berakibat disfungsi hipofise). biasanya asimetris. y Kompensasi: y absorpsi transventrikular dari CSF dan sepanjang nerve root sleeves y terjadi dilatasi temporal dan frontal horn.Etiologi Dan Patogenesis y TIK akan meningkat jika produksi CSF melebihi absorpsinya. . y Hal ini terjadi jika terjadi produksi CSF yang berlebihan. atau peningkatan tekanan sinus venosus. peningkatan resistensi aliran CSF. peregangan atau perforasi septum pelusidum. penipisan lapisan serebral.

Etiologi Dan Patogenesis y Penyebab kongenital pada bayi dan anak: ‡ Malformasi batang otak yang menyebabkan stenosis aquaduktus Sylvii (10%) ‡ Malformasi Dandy-Walker (2-4%) ‡ Malformasi Arnold-Chiari tipe 1 dan 2 ‡ Agenesis foramen Monro ‡ Toksoplasmosis kongenital ‡ Sindrom Bickers-Adams (7% pada laki-laki). dan deformitas aduksi-fleksi dari ibu jari. . retardasi mental yang berat. yang ditandai oleh stenosis aquaduktus Sylvii.

sistiserkosis) y Peningkatan tekanan sinus venosus. misalnya perdarahan intraventrikular yang berkaitan dengan prematuritas. atau ruptur dari malformasi vaskular. yang biasanya berkaitan dengan akondroplasia. trauma kapitis. y Iatrogenik. . trombosis vena. kraniostenosis. tetapi dapat juga berupa kista. abses dan hematoma. Misalnya pada kasus hipervitaminosis A yang dapat meningkatkan sekresi CSS atau meningkatkan permeabilitas sawar darah otak. y Perdarahan.Etiologi Dan Patogenesis y Penyebab didapat pada bayi dan anak: y Massa (20%). y Infeksi (meningitis. biasanya tumor.

yang dapat menghambat aliran CSS normal. dan tumor metastase) y Operasi pada daerah fossa posterior sebelumnya. papiloma pleksus koroidalis. adenoma hipofise. subependymal giant cell astrocytoma. .Etiologi Dan Patogenesis y Penyebab hidrosefalus pada dewasa: y Trauma kapitis. hamartoma. terutama perdarahan subaraknoid. yang menghambat vili-vili araknoid dan membatasi resorpsi CSS y Tumor (ependimoma. glioma hipotalamus atau nervus optikus. kraniofaringioma. y Meningitis y Semua kasus kongenital pada bayi dan anak yang berlanjut hingga dewasa.

Kesulitan makan Iritabilitas . yang dapat dilihat atau dipalpasi. Vena-vena kepala yang dilatasi. Bayi : y y y y y y y y Pembesaran kepala Dysjunction dari sutura atau sutura yang melebar.Manifestasi Klinis 1. Fontanela yang tegang dan prominen Setting-sun sign (sunset phenomenon). dan sklera putih terlihat di atas iris. Cracked pott sign (Macewen sign) pada perkusi kepala. Bola mata berdeviasi ke bawah. adanya retraksi kelopak mata atas. yang merupakan tanda khas peningkatan TIK pada bayi.

dan muntah yang lebih signifikan pada pagi hari. .Manifestasi Klinis 2. Papiledema. Perburukan kognitif. Anak dan Dewasa : y y y y y y y y y y Nyeri kepala (terutama di daerah bifrontal dan bioksipital Kepala yang membesar. Pada anak. Penurunan kesadaran. Mual yang tidak dicetuskan oleh pergerakan kepala. Gangguan berjalan Nyeri leher Penglihatan ganda Gangguan pertumbuhan dan perkembangan. tetapi peningkatan TIK yang kronis akan menyebabkan makrosefali yang progresif dan berlanjut sampai dewasa. walaupun sutura telah menutup.

Bila terdapat infeksi. Untuk menentukan: y y y y y Tekanan Jumlah sel meningkat. menunjukkan adanya keradangan / infeksi Adanya eritrosit menunjukkan perdarahan. Pemeriksaan CSF. diperiksa dengan pembiakan kuman dan kepekaan antibiotik.Diagnosis y Diagnosis hidrosefalus dapat ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. serta pemeriksaan penunjang sebagai berikut: 1. .

tampak kepala yang membesar dengan disproporsi kraniofasial. 3. b) c) Ultrasonografi (USG) CT-Scan dan MRI kepala . Pemeriksaan darah Radiologis a) Foto polos kepala: y Pada foto polos kepala posisi lateral.Diagnosis 2. dan sutura yang melebar. tulang yang menipis.

Medikamentosa Intervensi bedah a. Lokasi proksimal pintasan biasanya di ventrikel lateral. b. Keuntungan : perlunya pemanjangan kateter seiring pertumbuhan anak dapat dikurangi dengan menggunakan kateter peritoneal yang panjang. 2. menghubungakn ventrikel otak melalui vena jugular dan vena cava superior menuju atrium kanan jantung. obesitas. Ventriculoatrial shunt (VA shunt) y y . Ventriculoperiotneal shunt (VP shunt) y y y merupakan yang paling banyak digunakan. atau post-operasi abdomen ekstensif ). biasanya dipasang jika terdapat kelainan abdomen (misalnya peritonitis.Penatalaksanaan 1.

sistem kardiorespiratori dan neurologis. elektrolit. urea. Penilaian terhadap adanya peningkatan TIK Monitor y .Anestesi Pada VP Shunt 1. Status dehidrasi Pemeriksaan darah. y y y y y Penatalaksanaan Pre-operatif Anamnesis Pemeriksaan mencakup penilaian jalan napas.

Anestesi Pada VP Shunt 2. Krim EMLA (Eutectic Mixture of Local Anesthetics: Lidokain dan Prilokain) dapat digunakan untuk mendapat akses intravena tanpa menyebabkan distres terhadap pasien muda. Alatan dan monitor.  Preoksigenasi diikuti oleh induksi IV dengan sedatif-hipnotik (contoh: Barbiturat. Penatalaksanaan Intra-operatif a)   Premedikasi Obat sedatif merupakan kontraindikasi karena dapat menyebabkan hipoventilasi yang berakibat peningkatan TIK. . Thiopentone 3 5 mg/kg).  b) Anestesi  Induksi secara intravena sesuai dosis hipnotik yang dititrasi secara waspada (misalnya Propofol 2 4 mg/kg. Propofol) dan pelumpuh otot non-depolarisasi kerja cepat (contoh: Rokuronium) untuk intubasi.

Pelumpuh otot dipertahankan selama prosedur sejalan dengan TIVA (Total IntraVenous Anesthesia) dengan Propofol dan Fentanyl. .Anestesi Pada VP Shunt c)     Maintainance Anestesi dapat dipertahankan dengan zat volatil dan campuran oksigen dan udara. Positive end-expiratory pressure (PEEP) harus diminimalisasi untuk mencegah kongesti vena di kepala tetapi dapat digunakan jika terdapat kesulitan dalam mempertahankan oksigenasi. atau peningkatan kedalaman anestesi. Opioid kerja cepat. seperti Fentanyl (1 3 mcg/kg) atau Remifentanil (1 mcg/kg). dapat digunakan untuk mengurangi peningkatan denyut jantung dan TIK.

Anestesi Pada VP Shunt 3. hambatan neuromuskular dapat diantagoniskan menggunakan Neostigmin (50 mcg/kg) yang dikombinasikan dengan Antikolinergik (seperti Atropin 25 mcg/kg). Parasetamol. Penatalaksanaan Post-operatif y y y y Pada akhir prosedur. NSAIDs Monitor CT scan ulang jika pemburukan tingkat kesadaran .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful