You are on page 1of 66

TERMODINAMIKA

Drs. I Gusti Agung Gede Bawa, M.Si JURUSAN KIMIA FMIPA UNIVERSITAS UDAYANA

TERMODINAMIKA
Termodinamika :
ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan energi yang menyertai suatu proses, baik proses fisika maupun proses kimia. Ada dua hal yang menjadi penekanan dalam mempelajari termodinamika, yaitu :
1.

Penentuan kalor reaksi (termokimia) Penentuan arah suatu proses dan sifat-sifat sistem dalam kesetimbangan (termodinamika).

2.

Beberapa istilah dan konsep dasar termodinamika :
Sistem dan lingkungan Sistem adalah bagian dari alam semesta yang
menarik perhatian kita untuk diamati sifat-sifatnya, Bagian dari alam semesta yang berada diluar sistem dinamakan lingkungan. Antara sistem dan lingkungan dapat terjadi pertukaran energi dan materi. Berdasarkan pertukaran ini, sistem dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu :
1. 2. 3.

Sistem terbuka Sistem tertutup Sistem terisolasi

serta wujud sistem (padat. jumlah mol komponen suatu sistem. entalpi dan energi dalam. tekanan.Keadaan Sistem dan Fungsi Keadaan Dalam menggambarkan suatu sistem. volume. Apabila kita telah menetapkan variabel ini. Yang termasuk fungsi keadaan adalah temperatur. tekanan. kita harus menetapkan sifat-sifat sistem secara teliti. volume. maka kita telah menggambarkan keadaan sistem tersebut. cair atau gas). Salah satu ciri dari fungsi keadaan adalah apabila dia mengalami perubahan. maka nilainya hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir sistem tersebut. Kita dapat menentukan temperatur. . Fungsi keadaan atau variabel keadaan adalah suatu besaran yang mempunyai nilai yang hanya bergantung pada keadaan langsung suatu sistem dan tidak bergantung pada jalannya perubahan sistem.

Kalor dan Kerja  Energi biasanya didefinisikan sebagai kemampuan melakukan kerja. Suatu objek dapat memiliki energi kinetik dan energi potensial. . atau energi yang dimiliki oleh suatu objek akibat adanya gaya tarik menarik dan tolak menolak di antara objek tersebut. Energi kinetik (EK) adalah energi yang dimiliki oleh suatu objek apabila dia sedang bergerak.Energi. objek ini dapat mempengaruhi objek yang lain dengan melakukan kerja padanya. Energi kinetik dapat dihitung dengan persamaan :     EK = ½ mv2  Energi potensial (EP) adalah energi tersimpan. Apabila suatu objek memiliki energi.

.Kalor  Kalor didefinisikan sebagai energi yang dipindahkan melalui batas-batas sistem sebagai akibat adanya perbedaan temperatur antara sistem dan lingkungan. Kerja  Kerja didefinisikan sebagai semua bentuk energi selain kalor yang dipertukarkan antara sistem dan lingkungan.

Atom tersusun dari partikel bermuatan (inti dan elektron) yang dapat saling tarik-menarik dan tolak menolak. cair atau gas) selalu bergerak konstan. disamping energi radiasi.TERMOKIMIA Energi dan Perubahan Energi Partikel-partikel penyusun suatu zat (padat. . • Kalor adalah energi kinetik dari atom-atom dan molekulmolekul. Salah satu bentuk energi yang umum kita jumpai adalah energi termal atau kalor. Energi potensial suatu zat atau objek muncul dari adanya gaya tarik menarik dan tolak menolak antara partikel-partikel penyusun zat atau objek tersebut. energi listrik dan energi mekanik. sehingga atom. sehingga zat memiliki energi kinetik. molekul dan ion memiliki energi potensial.

energi total yang dimiliki sistem adalah tetap. Dengan demikian. • Andaikan kita melangsungkan perubahan kimia dalam wadah tersekat / terisolasi. • • Bayangkan sekarang energi potensial produk (hasil reaksi) lebih rendah dari energi potensial reaktan (pereaksi) setelah reaksi berlangsung. . • Berkurangnya energi potensial bukanlah hilang.• • Hampir dalam setiap reaksi kimia akan selalu terjadi penyerapan dan pelepasan energi. sehingga energi kinetik sistem meningkat yang mengakibatkan sistem menjadi panas atau temperatur sistem meningkat. sehingga tidak ada kalor yang masuk maupun keluar sistem. Marilah kita pelajari bagaimana ini terjadi dan bagaimana perubahan energi total dari zat tersebut. tetapi berubah menjadi energi kinetik.

sehingga temperatur sistem juga menurun (sistem menjadi lebih dingin). • Bila sistem menjadi panas. • Perubahan ini disebut perubahan endoterm. maka kalor akan mengalir ke lingkungan. maka kalor akan mengalir ke dalam sistem. • Beberapa perubahan yang mampu mengalirkan kalor dari sistem ke lingkungan atau sistem melepaskan kalor ke lingkungan disebut perubahan eksoterm. perubahan kimia terjadi dimana ada pertambahan energi potensial produk. maka energi kinetik sistem menurun. • Suatu saat.• Kebanyakan reaksi dilangsungkan dalam wadah terbuka (sistem terbuka). . • Apabila sistemnya adalah sistem terbuka.

kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu suatu zat sebesar 1oC. Kita dapat mengukur kalor reaksi dengan alat “kalorimeter”. maka perubahan kalor atau perubahan entalpi dirumuskan : q = m x c x ∆t atau q = C x ∆t . kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram zat sebesar 1oC. Hubungan kalor jenis dan kapasitas kalor adalah : C=mxc Jika pada reaksi terjadi perubahan suhu (∆t).Mengukur Energi yang Menyertai Reaksi Kimia • • Perubahan energi dalam reaksi kimia umumnya dalam bentuk kalor. sehingga perubahan energi ini dinamakan kalor reaksi. Kalor jenis dan Kapasitas kalor Kalor jenis (c) . Kapasitas kalor (C) .

• Dari pengukuran perubahan temperatur. H2. termometer penyala pengaduk Becker kalorimeter air bomb O2 inlet isolator • Temperatur awal dari air dicatat. maka jumlah kalor yang dilepaskan dapat dihitung.Kalorimeter Volume Konstan (Bomb Calorimeter) • Jenis kalorimeter ini biasanya dipakai untuk mempelajari reaksi-reaksi eksotermik yang tidak bereaksi sebelum dinyalakan. kemudian reaksi dilangsungkan dengan memberikan arus listrik. seperti reaksi pembakaran CH4. . dan Ca dll. dan pengetahuan tentang kapasitas kalor dari kalorimeter. sehingga temperaturnya meningkat. • Kalor yang dilepaskan oleh reaksi akan diserap oleh bomb dan air.

∆t)] .[(mair.(qair + qbomb ) qreaksi = .∆t) + (Cbomb. • Tidak ada kalor yang diserap / dilepaskan oleh sistem dari / ke lingkungan.sair.• Desain alat menunjukkan bahwa sistem merupakan sitem tersekat / terisolasi. maka kita dapat menulis hubungan : qs = qair + qbomb + qreaksi = 0 Sehingga : qreaksi = .

• Karena tidak ada kalor yang dilepaskan ke lingkungan.(qlarutan + qkalorimeter) qreaksi = . ∆t)] .[(mlarutan. maka kalor reaksinya diberi nama entalpi.Kalorimeter Tekanan Konstan • Jenis kalorimeter ini biasanya dipakai mengukur kalor reaksi netralisasi dan kalor pengenceran. termometer pengaduk Campuran reaksi Cangkir styrofoam • Karena pengukuran dilakukan dibawah kondisi tekanan atmosfir.slarutan. maka kita dapat menulis : Sehingga : qs = qlarutan + qkalorimeter + qreaksi = 0 qreaksi = .∆t) + (Ckalorimeter.

Jenis-jenis Entalpi : 1.8 kJ C(s) + O2(g) → CO2(g) ∆H = -393.5 kJ C(s) + 2H2(g) → CH4(g) ∆H = -74. Entalpi Pembentukan Standar (∆Hfo) Jumlah kalor yang diperlukan atau dibebaskan untuk proses pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya yang stabil pada keadaan standar (298 K. 1 atm.8 kJ Berdasarkan kesepakatan internasional.) Contoh : H2(g) + ½O2(g) → H2O(g) ∆H = -241. • . entalpi pembentukan standar unsur-unsur dalam bentuk yang paling stabil berharga 0 (nol).

• .2. 1 atm.8 kJ Hukum Laplace : jumlah kalor yang dibebaskan pada pembentukan senyawa dari unsur-unsurnya sama dengan jumlah kalor yang diperlukan pada penguraian senyawa tersebut menjadi unsurunsurnya. Entalpi Penguraian Standar (∆Hdo) Jumlah kalor yang diperlukan atau dibebaskan untuk proses penguraian 1 mol senyawa dari unsurunsurnya yang stabil pada keadaan standar (298 K.). Contoh : NaCl(s) → Na(s) + ½ Cl2(g) ∆H = +411 kJ Na2CO3(s) → 2Na(s) + C(s) + 3/2O2(g) ∆H = +1435 kJ CuSO4(s) → Cu(s) + S(s) + 2O2(g) ∆H = +722.

Contoh : NaCl(s) → NaCl(aq) ∆H = +3.7 kJ ∆H = -98. Contoh : C(s) + O2(g) → CO2(g) ∆H = -393. 1 atm.9 kJ .87 kJ 4.3. Entalpi Pembakaran Standar (∆Hco) Jumlah kalor yang dibebaskan untuk proses pembakaran 1 mol zat (unsur atau senyawa) pada keadaan standar (298 K. Entalpi Pelarutan Standar (∆Hso) Jumlah kalor yang diperlukan / dibebaskan untuk melarutkan 1 mol zat pada keadaan standar (298 K.).). 1 atm.5 kJ S(s) + 3/2O2(g) → SO3(g) SO2(g) + ½ O2(g) → SO3(g) ∆H = -395.

Penentuan Harga ∆H 1. Bomb Calorimeter qreaksi = − (qair + qkalorimeter) B. A. Kalorimeter tekanan tetap qreaksi = − (qlarutan + qkalorimeter) . Penentuan harga ∆H melalui percobaan sederhana.

2. Penentuan harga ∆H menggunakan Hukum Hess Hukum Hess : Kalor reaksi yang dibebaskan atau diperlukan pada suatu reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi. baik berlangsung dalam satu tahap maupun dalam beberapa tahap. SO2(g) + ½ O2(g) → SO3(g) S(s) + 3/2O2(g) → SO3(g) ∆H = -396 kJ ∆H = -297 kJ ∆H = -99 kJ ∆H = -396 kJ + . Reaksi 1 tahap : S(s) + 3/2O2(g) → SO3(g) 2. Reaksi dalam 2 tahap : tahap 1. atau Perubahan entalpi suatu reaksi tetap sama. S(s) + O2(g) → SO2(g) tahap 2. tetapi hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir suatu reaksi. Contoh : Pembentukan SO3 1.

4. Penentuan harga ∆H berdasarkan Data Energi Ikatan ∆Hreaksi = [Energi total pemutusan ikatan] – [Energi total pembentukan ikatan] ∆Hreaksi = Σ energi ikat pereaksi – Σ energi ikat hasil reaksi Contoh : CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(l) ∆Hr = ….? ∆Hr = Σ energi ikat pereaksi – Σ energi ikat hasil reaksi = [4 x EC-H + 2 x EO=O] – [2 x EC=O + 4 x EO-H] ..

? + C3H8(g) + 5O2(g) → 3CO2(g) + 4H2O(l) ∆Hr = ∆H1 + ∆H2 + ∆H3 ∆Hr = ∆HdoC3H8(g) + 3 x ∆HfoCO2(g) + 4 x ∆HfoH2O(l) = [3 x ∆HfoCO2(g) + 4 x ∆HfoH2O(l)] − ∆HfoC3H8(g) ∆Hreaksi = Σ∆Hfohasil reaksi .Σ∆Hfopereaksi Reaksi : pA + qB → rC + sD ∆Hreaksi = …..Σ∆Hfopereaksi ..3. Penentuan harga ∆H berdasarkan harga ∆Hfo ∆Hreaksi = Σ∆Hfohasil reaksi .? ∆Hreaksi = [r x ∆HfoC + s x ∆HfoD] − [p x ∆HfoA + q x ∆HfoB] Contoh : C3H8(g) → 3C(s) + 4H2(g) 3C(s) + 3O2(g) → 3CO2(g) 4H2(g) + 2O2(g) → 4H2O(l) ∆H1 = ∆HdoC3H8(g) ∆H2 = 3 x ∆HfoCO2(g) ∆H3 = 4 x ∆HfoH2O(l) ∆Hr = ….

Hukum Pertama Termodinamika • Hukum Kekekalan Energi : Di dalam perubahan kimia dan fisika. energi hanya dapat diubah dari satu jenis ke jenis yang lainnya. . • Kita tidak tertarik pada proses yang membawa kita kembali ke keadaan awal. energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. maka beda perubahan energinya adalah nol (0). • Hukum Pertama Termodinamika : Bila suatu sistem mengalami serangkaian perubahan yang akhirnya membawa sistem kembali ke keadaan awalnya. tetapi kita lebih tertarik pada bagaimana perubahan energinya apabila satu keadaan berubah menjadi keadaan yang lain.

1. ada dua cara sistem mempertukarkan energi dengan lingkungannya. melakukan atau menerima kerja (w). Perubahan pada energi dalam didefinisikan : ∆E = Eakhir – Eawal ∆E = Eproduk – Ereaktan Apabila suatu sistem berubah dari satu keadaan ke keadaan yang lain. menyerap atau melepaskan kalor (q).Energi Dalam (E) Energi dalam merupakan penjumlahan dari semua energi kinetik atom-atom. ion-ion atau molekul-molekul dan semua energi potensial yang muncul akibat gaya tarik menarik dan tolak menolak antar partikel penyusun sistem. . 2.

• . energi sistem menurun dan jika sistem menerima kerja dari lingkungan. • Kalor (q) adalah energi yang dipindahkan melalui batas-batas sistem sebagai akibat adanya perbedaan temperatur antara sistem dan lingkungan. Perubahan energi dalam (∆E) dirumuskan : ∆E = q + w q adalah kalor yang diserap oleh sistem dari lingkungan. dan jika sistem melepaskan kalor. maka energi sistem meningkat. w adalah kerja yang dilakukan oleh lingkungan terhadap sistem. energi sistem meningkat. Kerja (w) adalah semua bentuk energi selain kalor yang dipertukarkan antara sistem dan lingkungan. energi sistem menurun.1. Jika sistem melakukan kerja. Jika sistem menyerap kalor. 2.

Kerja pada Sistem Kimia dan Fisika
Kerja ekspansi (expansion) dan kerja pemanpatan (compression) merupakan salah satu jenis kerja yang dapat dipertukarkan antara sistem dan lingkungan. • Jumlah kerja ekspansi dan pemanpatan berhubungan dengan tekanan sistem dan perubahan volume sistem.

P P ∆h hi Luas alas (A) hf

Apabila gas mengalami ekspansi, maka piston terangkat ke atas. Hal ini disebabkan meningkatnya tekanan gas sehingga mampu mendesak piston ke atas. Tekanan yang mendesak piston (P) berasal dari gaya sebar molekul-molekul gas (F) per satuan luas silinder (A) ;

F P= A
• Volume gas dalam silinder merupakan perkalian luas dasar silinder (A) dengan tinggi silinder (h).

V=Axh
• Apabila gas mengembang, maka A tetap sama, tetapi h berubah, sehingga perubahan volume (∆V) menjadi : ∆V = Vakhir – Vawal = [A x hf] – [A x hi] = A (hf – hi) = A x ∆h

Hasil kali tekanan dengan perubahan volume adalah :

P. ∆V =

F A

x A.∆h = F.∆h

Kita mengetahui bahwa kerja adalah hasil kali gaya dengan jarak ;

w=F.s
• • • • Sehingga : F . ∆h = F . s = w = P. ∆V Jadi P.∆V merupakan jumlah kerja yang dilakukan oleh sistem pada lingkungan apabila dia mengembang. Kerja ekspansi dilakukan oleh sistem apabila dia mengembang melawan tekanan luar (lingkungan). Sebaliknya apabila suatu sistem mengkerut dibawah pengaruh tekanan luar, maka sistem akan menerima kerja dari lingkungannya. wlingkungan = P x ∆V wsistem = − P x ∆V

Karena ∆V = 0. Dalam bomb kalorimeter pengukuran kalor reaksi pada volume tetap. maka P x ∆V = 0 atau w = 0. maka ahli termodinamika mengusulkan suatu besaran baru yaitu entalpi untuk menyatakan kalor reaksi pada tekanan tetap. karena selama reaksi berlangsung tidak terjadi perubahan volume. bukan pada volume konstan.Kerja Ekspansi dan Hukum Pertama Termodinamika • Hukum pertama termodinamika dapat menjelaskan mengapa kalor reaksi yang diukur dengan bomb kalorimeter berbeda dengan kalor reaksi yang diukur dengan styrofoam kalorimeter. ∆E = q + w atau ∆E = qv =q+0 =q Karena kebanyakan reaksi yang kita langsungkan pada kondisi tekanan konstan. • • • .

∆V ∆H = q – P.∆V + P.∆V.∆V • bila hanya kerja ekspansi yang terjadi pada sistem.• Entalpi (H) suatu sistem didefinisikan sebagai : H = E + PV • Perubahan entalpi (∆H) didefinisikan sebagai : ∆H = ∆E + P.∆V ∆H = qp Jadi perubahan entalpi suatu reaksi sama dengan kalor reaksi yang diukur pada tekanan konstan.∆V) + P. . sehingga perubahan entalpi sistem tersebut menjadi : ∆H = (q – P. maka ∆E = q – P.

• Perubahan spontan adalah suatu perubahan yang berlangsung tanpa adanya bantuan luar. 4. dia berlangsung spontan. Spontanitas . 3. Kalor mengalir secara spontan dari benda panas ke benda dingin. 2. • Untuk memahami masalah spontanitas. perhatikannlah perubahanperubahan kimia atau fisika berikut ini : 1. tetapi peristiwa sebaliknya tidak terjadi secara spontan. Satu sendok gula secara spontan melarut dalam secangkir kopi. Air membeku secara spontan dibawah 0oC dan es meleleh secara spontan diatas 0oC pada tekanan 1 atmosfir. tetapi gula terlarut tidak secara spontan muncul seperti bentuk awalnya. • Contoh-contoh ini dan beberapa contoh lainnya menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi secara spontan pada satu arah dan akan nonspontan pada arah yang berlawanan. Air selalu bergerak ke tempat yang lebih rendah.

Seperti energi dan entalpi. entropi juga merupakan suatu fungsi keadaan. . Dengan demikian perubahan eksoterm cenderung berlangsung secara spontan. Perubahan yang cenderung menurunkan energi potensial akan cenderung berlangsung spontan. Perubahan-perubahan yang menurunkan energi potensial adalah perubahan-perubahan eksoterm. • • • Entropi Entropi adalah suatu ukuran langsung dari keacakan atau ketidakteraturan suatu sistem.• Pada umumnya ada suatu kecendrungan bahwa energi potensial suatu benda berada pada tingkat minimum.

Hukum Kedua Termodinamika Entropi dari alam semesta bertambah dalam suatu perubahan spontan dan tetap tidak berubah dalam suatu proses kesetimbangan. sehingga ∆S > 0. maka perubahan tersebut menghasilkan pertambahan entropi. Sakhir > Sawal.Dalam suatu perubahan dimana sistem berubah dari keadaan awal ke keadaan akhir. . maka perubahan entropi alam semesta (∆Sas) merupakan penjumlahan perubahan entropi sistem (∆Ss) dan perubahan entropi lingkungan (∆Sl). Karena alam semesta tersusun dari sistem dan lingkungan. maka perubahan entropinya adalah : ∆S = Sakhir – Sawal Jika perubahan menghasilkan suatu pertambahan keacakan atau ketidak-teraturan.

: ∆Sas = ∆Ss + ∆Sl = 0. Perubahan Entropi dalam Sistem Untuk menghitung ∆Sas kita perlu menghitung ∆Ss dan ∆Sl terlebih dahulu. sedangkan untuk proses kesetimbangan ∆Sas = 0. Untuk proses spontan hukum ini mengatakan bahwa ∆Sas harus lebih besar dari 0. sehingga ∆Ss dan ∆Sl harus sama besar tetapi tandanya berlawanan. Andaikan sistem terdiri dari suatu reaksi : aA + bB → cC + dD . tetapi hukum ini tidak memberikan gambaran apakah ∆Ss atau ∆Sl yang negatif.Secara matematika kita dapat mengungkapkan Hukum Kedua Termodinamika sebagai berikut : Proses spontan Proses kesetimbangan : ∆Sas = ∆Ss + ∆Sl > 0.

∆Soreaksi = {[c x (SoC) + d x (SoD)] – [a x (SoA) + b x (SoB)]} Perubahan Entropi dalam Lingkungan Untuk proses-proses yang dilangsungkan pada tekanan tetap.maka kita dapat menghitung ∆Soreaksi dari entropi-entropi standar reaktan dan produk . Perubahan entropi juga bergantung pada temperatur. ∆Sl = -∆Hs / T . perubahan kalor sama dengan perubahan entalpi dari sistem . ∆Sl ≈ −∆Hs.

Dimulai dengan pengetahuan bahwa entropi kristal-kristal zat yang murni pada nol absolut adalah 0. ∆S = Sf. Titik terpenting dari hukum ketiga termodinamika adalah mengizinkan kita menentukan entropi absolut zat-zat. Perubahan entropi diberikan oleh : ∆S = Sf – Si Karena Si = 0. maka kita dapat mengukur pertambahan entropi zat-zat apabila dia dipanaskan. . maka perubahan entropi (∆S) sama dengan Sf.Hukum Ketiga Termodinamika Entropi suatu kristal sempurna adalah nol pada temperatur nol absolut.

Kita tidak mempunyai nilai energi absolut maupun entalpi absolut suatu zat. karena energi dan entalpi nol tidak didefinisikan. karena nilai ini benar-benar nilai terukur. daripada mengamati apa yang terjadi di alam semesta secara keseluruhan.Entropi zat-zat pada temperatur 25oC disebut entropi absolut. Karena biasanya kita hanya tertarik mengamati apa yang terjadi di dalam sistem. Energi Bebas Gibb (G) Hukum kedua termodinamika menyatakan kepada kita bahwa suatu reaksi spontan harus menunjukkan pertambahan entropi di alam semesta. bukan nilai perbandingan. maka perlu sekali mempunyai suatu parameter termodinamika yang dapat menunjukkan apakah suatu reaksi akan terjadi secara spontan dengan hanya melihat sistem saja. Untuk menentukan perubahan entropi di alam semesta kita harus menghitung ∆Ss dan ∆Sl. yaitu ∆Sas > 0. .

∆Ss + (-∆Hs) > 0 Jika persamaan di atas dikalikan dengan –1.Kita mengetahui bahwa proses spontan : ∆Sas = ∆Ss + ∆Sl > 0. dan ∆Sl = -∆Hs / T.∆Sas = ∆Hs – T. sehingga persamaan menjadi : T. maka.∆Sas = T.∆Ss < 0. Sekarang kita telah mempunyai kriteria untuk suatu reaksi spontan yang diungkapkan dengan parameter sistem saja. . ∆Sas = ∆Ss + -∆Hs / T > 0 Kalikan kedua sisi persamaan dengan T. maka akan menjadi : -T.

∆S Kita sekarang dapat meringkas kondisi spontanitas dan kesetimbangan yang dilakukan pada temperatur dan tekanan tetap dalam besaran ∆G sebagai berikut : ∀ ∀ ∀ ∆G < 0 ∆G > 0 ∆G = 0 suatu reaksi spontan suatu reaksi nonspontan sistem dalam kesetimbangan . G = H – TS Perubahan energi bebas (∆G) suatu sistem yang mengalami proses pada temperatur konstan diberikan oleh persamaan : ∆G = ∆H – T.Kita memperkenalkan suatu parameter termodinamika baru yang disebut energi bebas Gibb atau energi bebas.

perubahan energi bebasnya disebut perubahan energi bebas standar (∆Go).(GfoC) + d. Perhatikan reaksi berikut : aA + bB → cC + dD Jika reaksi dilakukan di bawah kondisi standar yaitu reaktan dalam keadaan standar menjadi produk dalam keadaan standar.Menghitung Perubahan Energi Bebas Karena perubahan energi bebas dibawah kondisi temperatur dan tekanan konstan dapat dipakai memprediksi hasil suatu proses. Untuk reaksi di atas perubahan energi bebas standar diberikan oleh : ∆Goreaksi = {[c.(GfoA) + b. maka kita akan melihat cara-cara menghitung nilai perubahan energi bebas tersebut.(GfoB)]} .( GfoD)] – [a.

perubahan energi bebas standar adalah : ∆Goreaksi = {[∆Gfo CO2] – [∆Gfo C + ∆Gfo O2]} Seperti dalam kasus entalpi pembentukan standar. Untuk pembakaran grafit : C(grafit) + O2(g) → CO2(g).Energi bebas pembentukan standar adalah perubahan energi bebas yang terjadi bila satu mol suatu senyawa disintesis dari unsur-unsurnya dalam keadaan standar. dengan demikian ∆Goreaksi = ∆Gfo CO2. kita mendefinisikan energi bebas pembentukan standar (∆Gfo) unsurunsur dalam bentuk paling stabilnya pada 1 atm dan 25oC adalah nol (0). Jadi ∆Gfo C(grafit) = 0 dan ∆Gfo O2 = 0. .

Energi Bebas dan Kesetimbangan Kimia Sekarang marilah kita lihat perbedaan antara ∆G dan ∆Go dan hubungan antara perubahan energi bebas dan konstanta kesetimbangan. apakah dibawah keadaan standar atau tidak dan informasi apa yang dapat diperoleh dari ∆G dan ∆Go. Perhatikan ilustrasi berikut : reaktan → produk Perubahan energi bebas standar untuk reaksi di atas diberikan oleh : ∆Go = Go(produk) – Go(reaktan) .∆S ∆Go = ∆Ho – T.∆So Pentingnya kita memahami kondisi suatu reaksi. ∆G = ∆H – T.

Hubungan antara ∆G dan ∆Go adalah : ∆G = ∆Go + RT ln Q . maka kita harus memakai ∆G dari pada ∆Go.∆Go menyatakan perubahan apabila reaktan-reaktan dalam keadaan standar diubah menjadi produk yang juga dalam keadaan standar. Pada kondisi yang tidak dalam keadaan standar. untuk meramalkan arah reaksi. Begitu reaksi dimulai. kondisi dalam keadaan standar sulit dipertahankan. karena konsentrasi reaktan maupun produk tidak 1 M lagi. Bayangkan kita memulai suatu reaksi dimana semua reaktan dalam keadaan standar (semuanya pada konsentrasi 1 M). Kita sudah menyaksikan di atas bahwa perubahan energi bebas standar suatu reaksi (∆Goreaksi) dihitung dari energi bebas pembentukan standar dari reaktan dan produk.

Untuk melihat apa Q tersebut.314 J/mol. perhatikan contoh berikut . aA + bB → cC + dD maka Q adalah : [ C]c [D]d Q= [ A]a[B]b Kita melihat bahwa ∆G bergantung pada dua besaran yaitu ∆Go dan RT ln Q.K). T adalah temperatur absolut dari reaksi dan Q adalah hasil bagi reaksi. . Andaikan kita mempunyai persamaan reaksi .dimana R adalah konstanta gas (8.

dimana K adalah konstanta kesetimbangan. besaran RT ln Q harus bernilai negatif yang lebih besar dari nilai positif ∆Go. Sehingga persamaan menjadi : 0 = ∆Go + RT ln K ∆Go = -RT ln K . tetapi nilai RT ln Q tidak tertentu. Jika nilai ∆Go positif besar. Perhatikanlah dua kasus berikut : • Jika nilai ∆Go adalah negatif besar.Untuk suatu reaksi pada temperatur T nilai ∆Go adalah tertentu. besaran RT ln Q tidak akan cukup positif untuk menandingi besaran ∆Go sampai cukup besar produk yang terbentuk. Ini dapat dicapai kalau sedikit sekali produk yang terbentuk. • Pada kesetimbangan ∆G = 0 dan Q = K. karena Q bervariasi menurut komposisi campuran pereaksi.

maka kita dapat menghitung nilai ∆Go atau sebaliknya. Sehingga apabila kita mengetahui nilai K.Bagi kimiawan persamaan yang terakhir ini adalah salah satu persamaan yang sangat penting dalam termodinamika karena dia memberikan korelasi antara konstanta kesetimbangan (K) dengan perubahan energi bebas standarnya. .

O = 16 dan udara mengandung 80% oksigen).Soal 1 • Jika diketahui reaksi : 2Fe(s) + O2(g) 2FeO(s) 4Fe(s) + 3O2(g) Fe3O4(s) 2Fe2O3(s) 3Fe(s) + 2O2(g) ∆H = -544. (Ar Fe = 56.4 kJ ∆H = +1118.3 gram Fe3O4. Tentukan ∆H dari reaksi : FeO(s) + Fe2O3(s) Fe3O4(s) b. Berapakah volume udara yang diperlukan agar diperoleh 23. .0 kJ ∆H = -1648.4 kJ a.

berapakah ∆H netralisasi reaksi ini ! • Sebanyak 10.2 J/g. Reaksi ini menimbulkan kenaikan suhu 8. ternyata termometer menunjukkan perubahan suhu dari 29oC menjadi 40oC.oC.7oC.4) direaksikan dengan larutan CuSO4.• Jika 200 mL larutan NaOH 1 M direaksikan dengan 200 mL HCl 1 M dalam bejana kalorimeter tekanan tetap. kalor jenis air 4.9 gram serbuk zeng (Ar Zn = 65. Jika larutan dianggap sama dengan air. berapakah perubahan entalpi untuk reaksi : Zn + CuSO4 ZnSO4 + Cu. . Jika untuk menaikan suhu sebesar 1oC dibutuhkan 4 kJ.

tentukanlah ∆Hfo hidrazin (N2H4) Energi ikatan N-N N=N N=N H-H H-N 159 kJ/mol 418 kJ/mol 941 kJ/mol 436 kJ/mol 389 kJ/mol 2. Dengan menggunakan energi ikatan dalam tabel. berapakah energi ikatan C=C ? .1. Diketahui energi ikatan sebagai berikut : C-H 414 kJ/mol C=O 803 kJ/mol O-H 464 kJ/mol O=O 498 kJ/mol Jika ∆H pembakaran C2H2 = -1.26 x 103 kJ/mol.

Jika diketahui entalpi pembentukan standar gas metana.Soal-soal • Suatu gas alam mengandung 67. -94.oC).1. jika seluruh kalor yang dihasilkan pada (c) digunakan untuk mendidihkan air yang mula-mula bersuhu 25oC (kalor jenis air 4. . maka : a. Tulislah reaksi pembakaran gas metana dan propana ! c. Berapakah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 100 liter gas alam tersebut ! d. gas propana. dan -68. Tulislah persamaan termokimia reaksi pembentukan gas metana dan gas propana tersebut ! b. Berapakah volume air yang dapat didihkan. -24. gas karbon dioksida dan uap air berturut-turut -17.84.2 J/g.4% volum gas propana dan sisanya adalah gas yang tidak dapat terbakar.82.2% volum gas metana dan 22.3 kJ/mol.

∆Hfo CO(g) = -26 kkal/mol dan ∆Hfo CO2(g) = -94 kkal/mol. Berapa gram karbon yang harus dibakar menjadi karbon dioksida agar dapat menyediakan kalor yang cukup untuk mengubah 94 gram karbon menjadi gas air ? (∆Hfo H2O(g) = -58 kkal/mol.• Produksi gas air (water gas) secara komersial menggunakan reaksi : C(s) + H2O(g) H2(g) + CO(g) Kalor yang diperlukan untuk reaksi endoterm ini diberikan dengan menambahkan udara dalam jumlah terbatas untuk membakar sebagian karbon menjadi karbon dioksida. . Ar C = 12).

1.5 L/mol).1 -393.5 -241. c. b. Tentukan berapa kilojoule entalpi pembakaran 1 liter iso-oktana d. Diberikan data entalpi pembentukan standar (∆Hfo) senyawa berikut ini : Senyawa Isooktana (C8H18) CO2 (g) CO (g) H2O (g) H2O (l) O2 (g) (∆Hfo) (kJ/mol -255. Bila mobil tersebut dalam memproduksi energinya melakukan pembakaran sempurna iso-oktana cair dan menghasilkan gas CO2 dan uap H2O maka : a.5 -110.8 0 Masa molar (g/mol) 114 44 28 18 18 32 Sebuah mobil menggunakan bahan bakar 100% iso-oktana yang densitasnya 0. .79 g/mL. Berapa volume gas CO2 yang dibebaskan ke udara bila mobil tersebut telah menempuh jarak 100 km (pada kondisi tersebut volume molar gas = 22. Tentukan entalpi pembakaran 1 mol iso-oktana dalam keadaan standar. Mobil tersebut dapat menempuh jarak 8 km / liter iso-oktana. Tulislah reaksi pembakaran sempurna iso-oktana dalam mesin mobil tsb.8 -285.

1 kJ/mol) = -35128.9 kJ.93 mol iso-oktana = 6.2 kJ/mol 8C(s) + 9H2(g) 8CO2(g) 9H2O(g) 8CO2 (g) + 9H2O (g) ∆Hco = -5069.Jawab : a.8 kJ/mol ∆Hfo = +255.1 kJ/mol ∆Hfo = -3148 kJ/mol ∆Hfo = -2176.1 kJ/mol c.79 g/mL x 1000 mL = 790 g Mol iso-oktana = 790 g / 114 g/mol = 6.9 kJ Jadi entalpi pembakaran 1 liter iso-oktana = -35128.5 kJ/mol ∆Hfo = -241. Massa iso-oktana = 0.93 mol ∆Hco 6.93 mol x (-5069.1 kJ/mol ∆Hfo = -393. C8H18 (l) + 25/2O2(g) b. 8C(s) + 9H2(g) C(s) + O2(g) H2(s) + ½ O2(g) C8H18(l) 8C(s) + 8O2(g) 9H2(s) + 9/2O2(g) C8H18 (l) + 25/2O2(g) 8CO2 (g) + 9H2O (g) C8H18(l) CO2(g) H2O(g) ∆Hfo = -255. .

d.5 L/mol = 15591.79 g/mL = 9875 gram 9875 g mol iso-oktana = 114 g/mol = 86.5 liter 8 km/liter massa iso-oktana = 12500 mL x 0.96 mol 1 Volume CO2 yang dibebaskan = 692.62 = 692.6 L .96 mol x 22. Volume iso-oktana yang diperlukan untuk menempuh jarak 100 km adalah : 100 km = 12.62 mol CO2 yang dibebaskan = 8 x 86.

Pada reaksi : Pb + PbO2 2PbO perubahan entalpi standarnya -157 kJ/mol. Jelaskan dengan singkat bagaimana anda memisahkan CO dan CO2 yang tidak bereaksi dalam reaksi b. Pertanyaan : a. b. e. Beri penjelasan mengapa ada perbedaan nilai entalpi reaksi di atas dengan nilai hasil perhitungan anda untuk b f. Jelaskan dengan singkat mengapa pemisahan PbO dari Pb dan PbO2 tidak dapat dilakukan langsung sebagaimana seperti jawaban anda pada d. Perubahan entalpi pembentukan standar (∆Hfo) karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) masing-masing adalah -110 kJ/mol dan -393 kJ/mol. Beri alasan / uraian anda bila reaksi b diberi energi dari luar terhadap hasil produk yang diperoleh d. Gunakan dua harga entalpi itu untuk menghitung dalam kJ/mol untuk perubahan entalpi standar dari reaksi : C + CO2 2CO c. Tulislah persamaan reaksi pembentukan CO dan CO2 termasuk simbol wujudnya untuk masing-masing dan perubahan entalpinya (∆Hfo). .2.

Karena CO bukan oksida asam. sementara CO2 membentuk asam karbonat. maka penambahan energi akan meningkatkan produk reaksi (CO). sehingga apabila ditambahkan air. sementara CO2 merupakan oksida asam. CO2(g) + H2O(l) H2CO3(aq) d. maka CO sangat sedikit terlarut. Karena reaksi pada b bersifat endoterm. 2C(s) + O2(g) CO2(g) C(s) + CO(g) ∆Hfo = -110 kJ/mol CO2(g) ∆Hfo = -393 kJ/mol 2CO(g) O2(g) 2CO(g) ∆Hfo = -220 kJ/mol ∆Hfo = +393 kJ/mol ∆Hfo = +173 kJ/mol C(s) + CO2(g) c. C(s) + ½ O2(g) C(s) + O2(g) b.Jawab : a. .

. Karena energi ikat antara C – O dan Pb – O berbeda dalam kekuatannya.e. PbO dan PbO2 memiliki kelarutan yang rendah terhadap air. f.

6 gram. Berapa berat CO yang terbentuk d. Suatu contoh gas metana (CH4) dibakar dengan sejumlah oksigen yang tidak mencukupi untuk berlangsungnya pembakaran sempurna.1 Tulislah reaksi pembakaran tidak sempurna gas CH4 yang menghasilkan H2O dan CO a. Berat gas CO2 yang terbentuk e. Tentukan berapa berat gas CH4 yang dibakar c.2 Tulislah pembakaran CH4 sempurna yang menghasilkan H2O dan CO2 b.8 gram. Total volume gas CO dan CO2 yang terbentuk dalam keadaan standar (1 mol gas = 22. Pertanyaan : a.4 L) . ternyata diperoleh berat 12. CO2 dan uap air yang berat totalnya 24.3. Hasil pembakarannya adalah campuran gas CO. Setelah uap air dipisahkan dari gas CO dan CO2.

15 .1 a.6 28x + 8.36 = 12.6 576y = 112 y = 0.Jawab : a.2 b.19 28x + 44y = 12. 18 = 12. CH4(g) + 3/2O2(g) CH4(g) + 2O2(g) CO + 2H2O CO2 + 2H2O Umpama : Gas metana yang dibakar tak sempurna = x mol.6 28x + 44y = 12. 18 + 2y .2 x 28 1008x + 1584y = 453. Persamaan yang diperoleh : x . 44 = 12.2 36x + 36y = 12. menghasilkan gas CO2 = y mol dan uap air = 2y mol. menghasilkan gas CO = x mol dan uap air = 2x mol Gas metana yang dibakar sempurna = y mol.6 1008x + 1008y = 341. 28 + y .6 x = 0.6 x 36 2x .

gas metana yang dibakar = 0.19 mol Berat CO2 yang terbentuk = 0.19 mol x 22. .62 L d.26 L = 7.15 + 0. c. Volume total gas CO dan CO2 yang terbentuk : = (0. CO yang terbentuk = x mol = 0.4 L/mol) + (0.19 mol = 0.44 g Jadi berat metana yang dibakar = 5.15 mol x 22.34 mol x 16 g/mol = 5.36 g Jadi berat CO2 yang terbentuk = 8.15 mol Berat CO = 0.36 gram e.19 mol x 44 g/mol = 8.15 mol x 28 g/mol = 4.2 gram CO2 yang terbentuk = y mol = 0.2 gram Jadi berat gas CO yang terbentuk = 4.44 gram.36 L + 4.4 L/mol) = 3.

K = 1. a. O = 16.8 -393.1345 J.4.5 -110.987 cal/mol.5 -285. Mr : C = 12. Suatu campuran gas etana (C2H6) dan propana (C3H8) dibakar dengan sempurna dengan oksigen dan terjadi reaksi : 2C2H6(g) + 7O2(g) 4CO2(g) + 6H2O(l) C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(l) Ternyata diperoleh sebanyak 12.8 Volume gas STP = 22./mol.02 x 1023 Kandungan O2 di udara = 20% R = 8.1345 kPa.K = 0.atm/mol.K = 8.K Masa atom (amu).4 L/mol 6 H2O (l) Bilangan Avogadro = 6.dm3/mol. Persen volum b. Persen berat .5 gram gas CO2 dan 7. Berikut ini adalah data yang dapat digunakan untuk menyelesaikan soal berikut : No Senyawa ∆Hfo kJ/mol 1 2 3 4 5 C2H6 (g) C3H8 (g) CO2 (g) CO (g) H2O (g) -84.86 -103.20 gram H2O Tentukan komposisi campuran kedua gas tersebut dalam : a.082 L. H = 1.8 -241.

Tentukan berapa volume udara yang digunakan untuk pembakaran gas tsb. c. Bila pembakaran tersebut menggunakan udara. . Volume gas O2 (STP) yang dibutuhkan untuk pembakaran sempurna kedua campuran gas tersebut. Bila 112 liter (STP) campuran gas yang mengandung 80% (volume) gas C2H6 dan sisanya gas C3H8 dibakar dengan sempurna. Kalor / panas yang dihasilkan dari pembakaran sempurna campuran kedua gas tersebut. maka tentukan : i.b. ii. iii. Panas yang dihasilkan pada reaksi tersebut. ii. maka : i. Bila gas yang mengandung 100% etana sebanyak 112 liter dibakar dengan udara terjadi reaksi : 2C2H6(g) + 7O2(g) 4CO2(g) + 6H2O(g) 2C2H6(g) + 5O2(g) 4CO(g) + 6H2O(g) Bila reaksi pembakaran sempurna terjadi sebanyak 80% dan sisanya tak sempurna. tentukan berapa paling sedikit udara (STP) yang dibutuhkan untuk menyempurnakan pembakaran tersebut.

44 = 12. CO2 = 2x mol dan H2O = 3x mol C3H8 = y mol. 44 + 3y .4 L/mol = 1.5 H2O : 3x .052 4752x + 7128y = 675 4752x + 7128(0.064 mol C3H8 = 0.2 x 54 x 88 4752x + 7128y = 675 4752x + 6336y = 633.656 = 675 x = 0.052 mol x 22. 18 + 4y .052) = 675 4752x + 370.6 792y = 41.064 Jadi gas-gas yang terbakar : C2H6 = 0.1648 L . CO2 = 3y mol dan H2O = 4y mol sehingga didapatkan persamaan untuk : CO2 : 2x . Reaksi : C2H6(g) + 7/2O2(g) C3H8(g) + 5O2(g) 2CO2(g) + 3H2O(l) 3CO2(g) + 4H2O(l) misalkan : C2H6 = x mol.052 mol Volume masing-masing gas : VC2H6 = 0.064 mol x 22.4 y = 0. 18 = 7.5 88x + 132y = 12.a.2 54x + 72y = 7.4336 L VC3H8 = 0.4 L/mol = 1.

288 b .92 + 2.83 % v 1.4336 + 1.1648 % ii.4336 C2H6 = x 100% = 55. Persen volum masing-masing gas : % v 1.288 g %b %b b C2H6 = C3H8 = 1.i. Persen berat masing-masing gas : massa C2H6 = 0.4336 + 1.37 % 1.92 x 100% = 45.064 mol x 30 g/mol = 1.1648 C3H8 = x 100% = 44.17 % v 1.63 % 1.288 x 100% = 54.92 g massa C3H8 = 0.1648 v 1.92 + 2.288 2.052 mol x 44 g/mol = 2.

680% = 89.5) + (-967.9 kJ/mol i.(0))] ∆Hco = [(-1180.5)) + (3.06 kJ .8)] ∆Hco = -2043. VC H6 = 112 89.9)] = -7754.(-241.2)] – [(-103.4 L mol C3H8 = = 1 mol 22.4 L/mol 22.(-84.8))] – [(1.4)] – [(-84.5)) + (4.8)) + 5.8))] – [(1.b.86)] ∆Hco = -1427.(-393.6 L Lx L mol2C2H6 = = 4 mol 22.54) + 1(-2043.(-393.(-103.86)) + 7/2.(0))] ∆Hco = [(-787) + (-725.4 L VC3H8 = 112 L x 20% = 22.54 kJ/mol C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(l) ∆Hco = [(3.(-241. Kalor pembakaran 1 mol masing-masing gas adalah : C2H6(g) + 7/2O2(g) 2CO2(g) + 3H2O(l) ΔHo = ∑ ΔHo (produk) − ∑ ΔHo (reaktan) c f f ∆Hco = [(2 x ∆Hfo CO2(g)) + (3 x ∆Hfo H2O(l))] – [(1 x ∆Hfo C2H6(g)) + 7/2 x ∆Hfo O2(g))] ∆Hco = [(2.4 L/mol Jadi panas yang dihasilkan = [4(-1427.

4 L/mol = 112 L Jadi volume gas O2 yang diperlukan pada pembakaran campuran gas tersebut adalah 313.6 L C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(l) pada pembakaran propana : 5 x 1 mol = 5 mol Volume O2 = 5 mol x 22.6 L iii. Volume gas O2 yang diperlukan : C2H6(g) + 7/2O2(g) 2CO2(g) + 3H2O(l) pada pembakaran etana : 7/2 x 4 mol = 14 mol Volume O2 = 14 mol x 22.4 L/mol = 313.6 L + 112 L = 425.ii. 100 x 425.6 L = 2128 L udara 20 Volume udara yang diperlukan adalah : .

VC2H6 pembakaran sempurna = 112 L x 80% = 89.4 L/mol = 313.4 L/mol = 56 L Total O2 yang diperlukan = 313.6 L = 4 mol VC2H6 pembakaran tak sempurna = 112 L x 20% = 22. sehingga VO2 = 14 mol x 22. sehingga VO2 = 5/2 mol x 22.6 L + 56 L =369. O2 yang diperlukan pada : pembakaran sempurna : C2H6(g) + 7/2O2(g) 2CO2(g) + 3H2O(l) 7/2 x 4 mol = 14 mol.6 L = 1848 L udara 20 .6 L pembakaran tak sempurna : C2H6(g) + 5/2O2(g) 2CO(g) + 3H2O(g) 5/2 x 1 mol = 5/2 mol.6 L Volume udara yang diperlukan : 100 x 369.4 L = 1 mol i.c.

54 kJ/mol Jadi panas yang dihasilkan pada reaksi di atas : = -5710. Panas yang dihasilkan pada pembakaran tak sempurna 1 mol gas etana C2H6(g) + 5/2O2(g) 2CO(g) + 3H2O(g) ΔHo = ∑ ΔHo (produk) − ∑ ΔHo (reaktan) c f f ∆Hco = [(2. maka untuk 4 mol etana yang dibakar akan menghasilkan panas : 4 x (-1427.5)) + (3.16 kJ.ii.7 kJ .54 kJ) = -5710.(-285.86)] ∆Hco = -993.(-84.4)] – [(-84.54 kJ.16 kJ + (-993.54 kJ) = -6703.(-110. Panas yang dihasilkan untuk pembakaran sempurna 1 mol etana = -1427.(0))] ∆Hco = [(-221) + (-857.8))] – [(1.86)) + 5/2.

24  .

24 .

24 .

3     ..24 . 502-.7.

9.24 -07. 0307..5.3 .

/.7 .8. W $:. .7-43/48/.8 209.4:2.:039.5.3  ./.9907-.3.39/.389..3.3.4:2..7.8.5.$4.3:.8.388.8209.2203.3. /..9:.85745.85745.5502-039:./.3  ./.3/.3./09... .3/:3 . 84.7-079:7:9 9:7:9      /.

8502-039:.35.70. 2:.3.7.3 907 .3.8502-.7.8.35..8.5.7 .5078.3...3:39:203//. .24 2...47 .2.4:20. /:3.9//.70.-078::4 .47038.../.8 209. .290780-:9 / 07..3/-0-.90780-:9 - %:8.35745. %:8.3/.32:.3.7.3..3907242.8.5. 07./..85745.3.3/.3 ././.502-.3.47.3.5. .80:7:.7 .8209.

 4  .

.. 203:3.7.370.803/490723 /-07.7203.2.9./. 7.5..3:/.907.7-43203.3203.8 80.2-.9 2030/.8 8          .7-43.47.5.7-43203.7:8 /-.3.7 14    .7.3.::5:39:203:-.7-43/48/./.7.7-43/48/.3/507:.8....8./ .2.3:39:70.. 907-.42078. 07..2:2../.780-.8:39:202-.7/..47..W !74/:8.7 .3/03.3.3.

24 14    ..

.3 14     .24 /.

247 .

-07:93 $03.3.9...389.3/.039.3/.7 14 803. -07.5502-039:.    14  . 8449.

24.24           .8.7 .

.3/0389.83.7 84 49.24                  $0-:..3-.3-..24-203:3.. .3.

7.9203025:.2.2 4-90780-:9/.5.

.5.3203.3502-.390784 49.3. .3.32484 49.3/.4:20.8  .4:2024./. %039:.7..70.5.3-07.7.8  /.-.3:.8.8 .3039..5502-.44:0039.3/-0-.2208324-98- - %039:.24-90780-:990.. 203025:..2202574/:803073.7 ..3 8025:73.20.38025:73. %:8..7/.84 49..3.43/890780-:9. 24-90780-:9/.389..7./.30:/...7.5502-.:.20.7.3.90784 49.8502-.3./. / 07./.5 2.3.8. .. 2 5.84 49.7.7.

24 .

   ...- .

          14   .

24 14   .

24 14   .

24 14   .

24 14  .

24 14   .

24 -  8       8         8            8      8         8  .

        .

4    .          .

24 . .84 49. .3.88.

 .3.2 2  484 49.

.

4  2484 49.3.24 24 . 24   .

/039.7.24    .3.390784 49..5502-.   .

/ '4:2084 49.7.3.3:39:203025:.  2   907 2./. 2.3/507:...

88. 2 .84 49.907 2.3.

27.3.2    24 2484 49. .

24    .3 24 .3/-0-.3/-0-.3     24  '4:20  .8.8.

24  .

83. !07:-.   2.3/.3 ..389.5502-039:..83 2.7-43/48/./.  /.7 14 .3039.7-4324348/.  .

3 .24/.

83 2.83/.3 /..5078.3507:-.8502-039:.:39:2...7.3039.2....3  9072. 14 - :3.3.8: 82-4::/3.2.53.59::39:2039:3/. %:8.370.24 !079.039.3 .3/:.

3.7/...8. 07.589.3/.3039.24 :39:507:-.770.8     .

.589.383.270.70.73.8.8-/-070307/.3 /.8574/:./..5.-.3/.3/03..:7.2.7 907.3/.3/.7:.3   ..8!- !.507:-.3/50740 / 0.3..8- !.-070. . !.3039.39/.9-.3.2028../.70.8/.

 9/.3/..5.383.7!-/.38:380-..:39:1 0.33.3/03.24 0 075030.5.3.33.8/.3.8 /03../../.8.9203.5.5028..9.8./ .. /.3.:.3!.3.-.039.9/./.2.3203.507-0/.5.805079.3/.3!.570.85079:3.

.  8        8         -   14   ..- .

24 14  .

24  8        14   .

24     8     14  .

24  8       14  .

9         ..2-.2 802039.9 80/9907.7 2. -:.7:9 802039. . 8.8.32033.2 803..3574/:70...2-..7-43.8  ./9.24 .703.7...5.  202-039:.2.85.703.--0781.3.-..3 48/.8.7./.6 / .3.8.348/.503.9.70.903/49072 2.  207:5..3 0307.

9.9.907. 0:.3! /.33./.0307.7.7 .2 1 2020.3!- -07-0/.3.39./.0 .703..3703/.5./. !.7:9.

-07.7 .389.3 /.70.8.502-. %:8.8.8 /..3/.7/03..8 .3907-039: 0 %49. 07..33.5.7.5../50740-07..3-07.  /-.7.9.9.39/.502-./..7.::5:39:-07.3 .7 24. $:.3-07.3.9:.38025:73..3  - %039:. .3.8025:73.20.8209.3/-.3203...3/.4803..25:7.4:20.3 8025:73.7/58.3907-039: / 07.:.3.7.3 203./.8 502-.38:33.8  . 7.8 .8502-.3907-039:/.9 7.3 /. %:8.4394.-07.8 /.8   /.3  ..3 9/.9.2 $090.3 ..5.380:2.7.3   9073..7.9 .9 949..3:.5.2 !079..3..8  .203..

   ...- .

8   24/.5.      .3/-.3:..3.8209..79.724 !078.24 203.8  24/.78025:73.3/50740                                      .8025:73...8209.2.8.          - &25.3.3:.5.3/-.24 203. .2.724 ..3.3.3.8.

.8209.7   24 24..3/-.3..

.3/-.  .3.3907-039:24 24 07.7 7./-07.9209.24   ..9  24.2 .

24 7.3907-039:24 24 07.2   .9.9  .3907-039: 7.8 .3907-039: 24./-07.2 .

3907-039:  24 ./-07.24  ..8 /.3907-039: 7.3  .9  .2 '4:20949.

24   24 .

24       / 0 .

9.. 07:93./....384.9/:3.       14 .5..-07:9 4       $03.3/./.3:39:203008.

4./74   '4:20.24                       .3.8$%! .3.

7.  #  .24 .3  /:/.3/:3.

24  !. /2.

24  ...

92.24   .

25:7.25:7. $:.4:2 - !07803-07..3.3425488.8.9:..38025:73.24  .9.3  7.34803/.2 %039:.942 .  /-.2 .3./5074080-.8                         %073./70.2.3.9 ..7/03..30/:.35745.890780-:9/.2: 7    . !07803. 7..  /.3. /03.3907..809.8  /.

907 $%! ...25:7..8 /-. 2.4:20 .3203.38025:73.8 /.47.3  .3 88.8.9039:..3.7/03.3/:3  .- .3.

388.7.9. .3203.7.80-..7.5.70...3 502-.3/-:9:.70.8...3.3.8..3/:3.3.890780-:9  .3.  %039:. /.3/.502-.38025:73.7.25:7.7/03./80-..8502-..3.390780-:9 .3-07. 8025:73.38025:73.3.25:7.3/:3 09.380/9:/..3:39:203025:73.3:/.35. 9039:.3 0/:.7./70.907/-.8.7.5.390780-:9203:3.7.8..7.3:39:502-. 2...3/.7.4:20:/.... 907. 5.3:39:502-.898-  !..8.3:/...3-07.890780-:9 .5. 0/:. $%! .3.3/-:9:.7502-.38025:73..8  $%! .8                        ./.3.890780-:9  '4:20.907.7.3/.

.    .

7   24   24 '4:202.//.35078.8 '  24 .3 24  24   24/.8 ..9.3 24   24/.8.83 2.3907-.5.2.3 24 803./.3:39:                                        ...                     28.83.

24   '  24 .

24   #0.8 .

 !07803.  24 .83 2.           .           .83.92.88.8 .8 2.     .83 2.4:22.      !07803-07.83.

24  2.  24.88.

             .24    .           .

/.8..- .7..3242.47502-.    .83.83 2.

9.         4  . 4  574/:  1  4  70.3 1  (  14    .

4  14     14   ( .4          (      .14  .

4   . ( .4       (    ( .

4    .4          (        ( .4        (     ( .24             .

24  '      24   24  .

24 '      24   24  .

/5.3/.24 .3        (    .8.3.8.

 '4:20.8  .3/507:.3    .

3.7.         5.502-./...309.

2424 '4:20  24 .

2424 '4:20  24 ..7.24              5.502-.35745.3./.

3..     '4:20:/.8  .502-./.35..25:7.7./.7.     :/..3.3/507:./.8 90780-:9.3/507:.  .4:20..3./.24 .7..

.35.7.38025:73./..39..7. 502-.3/507:.. ' 502-.8025:73.38025:73.  24 ' 502-.  24  .7.    .

         .

2424 803.'  24 .

    .24  502-.7.8025:73.39..

        .

24.

'  .24 803.

24 .

3/507:.7..3 .24  %49.  '4:20:/.  .3        :/.3/507:.7.

:39:2409.809.7.    2.3.8.3.3203.3.38025:73.3/..8..3..    ./.3.7.3 5..8..502-.35.8025:73.3/.39.8.3/-.2409.7.3:39:502-.24.3.8      !. !..8.

4          (      .3 1 . 4  574/:  1 4  70.        4  .9.

4       (    ( . ( .4   .

8           .35.8/./.70./5.8.9.3.3/.24 .8.